
Happy reading...
*****
England
Beberapa waktu dibelakang...
“Let me know if you success to get that boy or not (Kabari aku apa kau berhasil mendapatkan anak itu atau tidak), Rich.”
Putra menatap pada Richard, sambil mengangkat sebuah protofon di tangannya dan Richard pun mengangguk.
“Hopefully Thomas can make these works when we’re already at ‘work’ (Semoga saja Thomas dapat membuat ini berfungsi saat kita telah ‘bekerja’)”
Putra beralih pada Thomas yang langsung mengangguk. “I will make that a priority to find out how our protofon get the transmission (Aku akan memprioritaskan untuk mendapatkan transmisi pada protofon kita) –“
“Okay –“
“By the way, we also have two units of the satellite phone here. But still I have to find the transmission to connect after the blizard, but I think maybe it’s easier to get since we are in the sama country (Ngomong-ngomong, kita juga memiliki dua unit telepon satelit disini. Tapi aku tetap harus mencari transmisi untuk menghubungkan setelah adanya badai salju, tapi aku rasa akan mudah didapatkan karena kita berada di negara yang sama)”
“Give it one to me then (Berikan satu padaku kalau begitu)—“
Putra menyahut dan Thomas mengangguk, kemudian menyuruh satu anak buah untuk mengambil unit telepon yang dimaksud.
Setelahnya, Thomas memberikan unit telepon satelit itu pada Putra. “I bring one. You keep the one... and let me know right away if our save line already works, or you any kind of informations from Sio (Aku bawa satu. Kau pegang yang satunya... dan beritahukan aku secepatnya jika sambungan telepon aman kita sudah berfungsi, atau kau sudah mendapatkan informasi apapun dari Sio)”
“Yess, Boss.” Jawab Thomas.
---
“We meet at TBW after all of us finish everything (Kita bertemu di TBW setelah masing-masing dari kita telah menyelesaikan semuanya)”
Putra menatap satu-satu mereka yang ada dihadapannya secara bergantian. Yang kemudian serempak menyahut dan menganggukkan kepala mereka.
“Alright gentlemen, remember for not go to TBW if you have ‘companion’ behind (Baiklah tuan-tuan, ingat untuk tidak pergi ke TBW jika kalian merasa ada ‘kawan’ dibelakang)...”
__ADS_1
Putra kembali menatap satu-satu secara bergantian, mereka yang ada dihadapannya itu. Yang kembali menyahut juga menganggukkan kepala mereka. Menandakan jika mereka paham setiap perkataan Putra.
“Do it very fast ( Lakukan dengan sangat cepat ).”
“Yes, Boss!” Sahut para anak buah yang sedang ditatap Putra dengan serempak, setelah masing-masing dari mereka telah mengantongi informasi baik foto, alamat dan kemungkinan keberadaan target mereka saat ini, dari anak buah lain yang sudah disebar lebih dulu untuk mengawasi target-target yang akan Putra dan kawanannya urus secara bersamaan.
---
Putra dan kawanannya telah bersiap untuk pergi ke tempat target-target mereka. Target yang adalah orang-orang yang dulunya bekerja pada keluarga almarhum Rery-terutama ayahnya, termasuk mereka yang dulunya berada dipihak Kingsley Smith.
“Hiz.”
Putra memanggil Hiz yang berdiri disampingnya.
“Yes?”
“If the line already works, please call Ad right away and tell them that all of us are okay .. also tell Ad to pass my hug and kisses for Anth and also my wife (Jika saluran telah berfungsi, tolong hubungi Ad sesegera mungkin dan katakan pada mereka bahwa kami baik-baik saja .. juga katakan pada Ad untuk menyampaikan peluk dan ciumku untuk Anth dan istriku)”
Hiz tersenyum.
“Don’t show me your ugly smile.”
Hiz malah terkekeh setelah mendengar ucapan Putra barusan.
“Remember what I have ever told you (Ingat apa yang pernah aku katakan padamu)? ..”
“You gave me a lot of discourse you know (Ceramahmu banyak sekali tahu)?”
Hiz terkekeh lagi atas selorohan Putra.
“As I said, you never say never because nothing is impossible. Even the coldest ice can be very warm once you true – blue fall in love (Seperti yang pernah aku bilang, kau jangan pernah bilang tidak mungkin karena tidak ada hal yang mustahil. Bahkan es yang paling dingin pun dapat menjadi begitu hangat saat kau tulus jatuh cinta)”
Putra tersenyum tipis namun hangat setelah mendengar ucapan Hiz.
Setelahnya Putra berpamitan pada Hiz karena ia bergegas untuk pergi bersama Damian, Garret, Devoss dan para anak buah mereka.
__ADS_1
Sementara Hiz akan tinggal bersama Thomas dan segelintir anak buah untuk berjaga – jaga di markas milik Accursio, yang secara tidak langsung adalah markas Putra dan para saudaranya juga.
---
“Livingston--- Are his family too ( Apa Keluarganya juga )?” tanya Damian pada Putra kala mereka tengah menunggu mobil yang akan mereka tumpangi untuk mendatangi para target incaran Putra dan kawanannya itu.
“No exception ( Tidak ada pengecualian ), Dami,” jawab Putra.
“Even Tess ( Termasuk Tess )?...” tanya Damian lagi.
“She and other Livingston family members enjoy facilities from her husband betrayal to Kingsley right ( Dia dan para Livingston lainnya menikmati semua fasilitas dari pengkhianatan suaminya atas Kingsley bukan )?”
Damian lekas mengangguk setelah mendengar ucapan Putra barusan.
“Then she and others Livingston family members a traitor too ( Maka dia dan para anggota keluarga Livingston lainnya juga pengkhianat )” tegas Putra dengan nada suara yang datar.
Damian kembali mengangguk setelah mendengar lagi ucapan Putra, lalu masuk ke dalam mobil yang sama bersama Garret.
Sementara Putra berada dalam satu mobil dengan Devoss. Setelahnya beberapa mobil yang melaju dari sebuah daerah kumuh itu, berpisah karena memiliki tujuan di arah yang berbeda.
“Let’s get the party started ( Mari kita mulai pestanya )”
***
Saat ini ..
Mobil yang ditumpangi Putra dan Devoss kini telah bersanding dengan mobil yang ditumpangi oleh Damian dan Garret.
“Livingston and Tes are in that round up to (Livingston dan Tes ada di pertemuan itu juga)” ucap Damian pada Putra, kala mereka berdiri berhadapan di sebuah lorong sepi tak jauh dari sebuah hotel.
“Then finish them here (Maka habisi saja mereka sekalian disini)” sahut Putra datar lalu menyesap rokoknya dalam – dalam, kemudian membuang puntungnya ke tanah. “Prepare your guns gentlemen, we’re more having fun in minute (Persiapkan senjatamu tuan-tuan, kita akan lebih bersenang – senang sebentar lagi)”
Putra menyungging miring, dimana para anak buahnya telah mempersiapkan senjata yang dapat memberondong peluru banyak dengan sangat cepat.
Lalu masuk ke mobil mereka, saat mulai ada kerumunan yang nampak keluar dari lobi hotel yang berada tak jauh dari tempat Putra dan kawanannya itu berada.
__ADS_1
**
To be continue..