
Happy reading..
“That fake waitress has talked? ( Pelayan palsu itu sudah bicara? )”
“After I told one of our men to cut off one of his finger, yes he talked ( Setelah kusuruh satu dari orang kita untuk memotong satu jarinya, ya dia mau bicara )”
“Bring him to the hall, then finished him after he point his finger to every person at Jiltk side in the room ( Bawa dia ke aula, lalu habisi setelah dia menunjuk setiap orang yang berada dipihak Jiltk dalam ruangan itu )”
Si Jungleman pun mengiyakan permintaan Putra.
“And the Jiltk? ( Lalu bagaimana dengan para Jiltk? )”
Kemudian si Jungleman melontarkan pertanyaan pada Putra.
“Give Henrick Jiltk to me, I want to make him as an ‘example’ for his allies ( Berikan Henrick Jiltk padaku, aku ingin menjadikannya ‘contoh’ untuk para sekutunya )”
***
“Are you going to vanish all of them here? ( Apa kau akan menghabisi mereka semua disini? )....” Garret bertanya pada Putra.
“Maybe ( Mungkin )”
“Better not ( Sebaiknya jangan )”
Garret menyarankan.
Dimana Putra langsung menghentikan langkahnya.
Kemudian Putra yang langsung berpikir cepat tentang mengapa Garret berucap demikian, akhirnya manggut-manggut pelan.
“I got what you mean ( Aku paham maksudmu )” ucap Putra pada Garret. Lalu Putra menoleh pada si Jungleman. “Bale,” ucap Putra pada si Jungleman yang bernama asli Balin itu.
“Ja? ( Ya? )”
Balin pun segera menyahut.
“You go to the hall and accompany Vader ( Kau pergilah ke aula dan dampingi Vader )” ucap Putra.
“You’re not coming? ( Kau tidak jadi ikut? )” tukas Balin.
Putra menggeleng singkat. "Change plan ( Perubahan rencana )" ucap Putra. “I explain everything later ( Akan ku jelaskan segalanya nanti )”
Balin pun mengangguk.
“By the way, have you change the drink at the hall? ( Ngomong-ngomong, apa kau sudah mengganti minuman di aula? )”
“I have ( Ya sudah )”
“Good. Now you go there, and see who’s not touching their wine ( Bagus. Sekarang kau kesana, dan lihat siapa yang tidak menyentuh anggurnya )”
“Got that ( Oke )” sahut Balin.
“And where’s the fake waitress? ( Dan dimana pelayan palsu itu? )”
“Usual place ( Tempat biasa )”
“Okay”
Lalu Putra dan Balin berpisah arah jalan.
“Wait, Putra...”
Balin menjeda langkahnya lalu memanggil Putra yang sudah berjalan bersama Garret itu.
“How is the Jiltk provoke everyone to push Ramone for do the dispart of territories and the business by now? ... ( Bagaimana jika para Jiltk memprovokasi orang-orang untuk memaksa Ramone membagikan wilayah dan bisnis
sekarang juga? ) ...”
Balin melontarkan pertanyaan pada Putra agar dia bisa membantu Ramone menguasai keadaan di aula jika ada kericuhan nanti.
“Tell Vader to make another meeting tomorrow for the answer ( Katakan pada Vader untuk membuat pertemuan lagi besok untuk jawaban yang akan diberikan )”
Putra menjawab dengan cepat dan Balin pun mengangguk paham.
"Only the living person who'll that answer tomorrow ... ( Hanya mereka yang hidup yang bisa mendapatkan jawaban itu besok ) ..."
Lalu Balin dan Putra yang bersama Garret mengambil arah jalan yang berbeda.
**
Putra melenggang santai namun dengan langkah kaki yang lebar di lantai dua kediaman Ramone, dengan Garret yang bersamanya.
Tidak ada seorang pun yang ada dibagian kediaman pribadi Ramone di lantai dua tersebut, karena Ramone memang membatasi orang-orang yang berada di dalam kediamannya itu.
Di lantai bawah saja, hanya bodyguard pribadi Ramone yang dapat wara-wiri disana. Itu pun tertentu saja yang boleh berada di dalam kediaman atas ijin Ramone.
Sementara para bodyguard yang bukan bekerja untuk Ramone dilarang keras untuk masuk ke area dalam kediamannya.
Jadi jika ada tamu yang bertandang ke kediaman pribadi seorang Ramone Zeeman, hanya yang bersangkutan saja yang boleh masuk.
Jika ada yang melanggar, eksekusi mati di tempat sudah pasti akan dilakukan, sesuai dengan titah Ramone untuk mereka yang tidak patuh pada peraturan si empunya rumah.
Hanya saja, Ramone Zeeman yang sekarang sedikit tidak lagi seperti dulu akibat penyakitnya yang kadang membuat ia lengah.
Namun, dengan masih adanya orang-orang setia di sekeliling Ramone dan menetap bersamanya dalam kediaman pribadinya tersebut, setidaknya membuat peraturan Ramone bagi orang luar tetap dijalankan.
Termasuk untuk mereka yang tergolong dalam sebutan ‘keluarga’ dalam kekuasaan Ramone Zeeman, peraturan itu tetap berlaku.
__ADS_1
Dan kini, langkah Putra begitu pasti untuk menuju ‘tempat biasa’ yang Balin katakan padanya tadi.
Tempat dimana seorang pelayan palsu yang di telusupkan oleh orang dalam salah satu dari mereka yang masuk dalam lingkup ‘keluarga’ kerajaan bawah Ramone untuk mencelakai sampai menghilangkan nyawa Ramone demi takhta kekuasaan kerajaan bawah Ramone yang cukup besar di Belanda.
Efek lengah nya Ramone, hingga tak menyadari jika ada musuh dalam selimutnya. Dan musuh itu sedikit licin, hingga membuat Ramone dan orang-orang disekelilingnya hanya bisa menduga-duga tanpa bisa membuat langkah untuk mengambil keputusan yang berupa eksekusi tanpa bukti akurat, karena ini menyangkut ‘keluarga’.
Dimana mereka yang termasuk dalam ‘keluarga’ kerajaan bawah Ramone itu memiliki andil dalam kejayaan seorang Ramone Zeeman, meski Ramone memulainya sendiri.
Dan untuk hukuman pada setiap kesalahan yang dibuat oleh para anggota ‘keluarga’, ada peraturannya sendiri, walau tidak tertulis.
Bukti yang diutamakan, jika ada rumor seorang anggota ‘keluarga’ yang berkhianat.
Namun kini Ramone telah menunjuk Putra secara sepihak untuk menggantikannya duduk di tahta ‘kerajaan’ nya.
Hak penuh Ramone untuk menunjuk sesiapapun yang ia kehendaki untuk menggantikannya. Dan kini semua keputusan tentang bagaimana menangani para anggota ‘keluarga’ dalam ‘kerajaan’ nya itu, Ramone serahkan pada Putra.
**
Pernah tinggal cukup lama bersama Ramone di Negeri Kincir Angin tersebut, di Kediaman Pribadi Ramone yang megah dan klasik itu membuat Putra sudah sangat hafal seluk beluk Mansion milik ayah baptisnya itu.
Jangankan ruangan-ruangan yang umum, tapi beberapa ruang yang letaknya rahasia pun tak ada satupun yang Putra tidak tahu. Termasuk bagaimana cara untuk mengakses beberapa ruang rahasia yang Ramone punya dalam Kediaman Pribadinya itu.
Sudah lama memang Putra tidak datang ke Kediaman Ramone.
Namun hal itu tidak membuat Putra lupa seluk beluk Kediaman Pribadi ayah baptisnya itu, kecuali jika ada ruangan baru yang dibangun selama Putra tidak pernah datang ke Kediaman Pribadi Ramone.
Memang, untuk urusan mengingat suatu hal, Putra jangan ditanya seberapa mampunya dia.
Diantara banyak kemampuan yang seorang Putra Adjieran Vinson miliki, ingatan yang sangat baik menjadi salah satunya.
Tidak hanya sekedar ingat, namun Putra hafal setiap detail jika ada yang mendeskripsikan sesuatu padanya. Namun tetap diatas segalanya, kemampuan bela diri Putra lah yang sangat menonjol.
**
“Heer ( Tuan )..”
Seorang wanita yang umurnya kira-kira sebaya dengan Putra itu menyapa Putra sembari sedikit menundukkan kepalanya, saat Putra telah berada dihadapannya.
Putra mengulas senyuman saat melihat wanita yang barusan menyapanya dengan bahasa Belanda itu.
Hanya saja, wajah si wanita yang barusan menyapa Putra itu tidak nampak seperti wajah wanita Belanda.
Melainkan lebih mirip wajah-wajah wanita Rusia.
Yang mengulas senyuman tipis, saat Putra berbicara dengan bahasa Belanda pada wanita tersebut agar tidak bersikap berlebihan didepannya.
“Who is she? ( Siapa dia? )” tanya Garret pada Putra tentang wanita yang ada dihadapannya juga saat ini.
“Yonna”
Putra menjawab cepat pertanyaan Garret.
“Our headswoman ( Algojo kami ) ...”
Putra menambahkan, berikut tersenyum simpul pada Yonna yang hanya tersenyum tipis saja.
Lalu Yonna berbalik badan tanpa bicara lagi, dan mulai mengayunkan langkahnya.
Putra pun ikut berjalan dan Garret tentunya juga ikut mengayunkan langkahnya bersama Putra di belakang Yonna.
Garret langsung menoleh pada Putra saat ia mendengar kalau Putra mengatakan bahwa wanita cantik bernama Yonna itu adalah seorang algojo.
Yonna nampak serius wajahnya memang, dan pelit senyum juga sepertinya.
Namun tak dapat dipungkiri jika Yonna adalah seorang wanita berparas cantik dan berbodi aduhai, yang bentuk tubuhnya jelas terlihat dari pakaian yang membalut tubuh tegap Yonna itu.
Tidak terbuka memang, tapi atasan halter neck dan celana yang cukup ketat pada tubuh Yonna itu cukup untuk bisa mencetak bentuk tubuh Yonna tergambar dari luar.
“Don’t believe?... ( Tidak percaya? ) ...”
“Heemm A little bit hard ( Heemm sedikit sulit )”
Putra mendengus geli atas jawaban Garret yang orangnya juga tersenyum jahil.
“Don’t get lulled by her beauty ( Jangan terbuai dengan kecantikannya )” ucap Putra.
“....”
“It can kills you ( Itu dapat membunuhmu )” kekeh Putra. “Am I right ( Aku benar kan ), Yonna?”
Putra kemudian iseng dengan mengajak bicara Yonna yang tak bergeming meski Putra tahu jika wanita itu sedang ia bicarakan dengan Garret.
“Very right ( Sangat benar )”
Yonna menjawab datar, namun tetap bergeming dalam langkahnya.
“Heemm, sounds interesting ( Heemm, terdengar menarik )”
Putra pun langsung berdecih geli mendengar sahutan Garret.
**
Langkah Yonna terhenti setelah sampai di depan sebuah pintu kayu, yang nampak seperti pintu penjara bawah tanah di jaman dahulu.
Kini Yonna sudah berbalik menghadap Putra dan Garret sembari memegang knob pintu yang langsung dibuka olehnya.
Namun Yonna tidak menyegerakan dirinya untuk masuk, melainkan mempersilahkan Putra agar masuk terlebih dahulu darinya.
__ADS_1
“Please ( Silahkan ) ...” Yonna mempersilahkan Putra. “Should I call you Putra, Heer, or Boss? ( Harus kupanggil dengan Putra, Tuan, atau Bos? )...”
Yonna menatap pada Putra sembari tersenyum samar, namun gurat wajahnya sedikit lebih santai sembari menatap Putra yang menarik sudut bibirnya dan tersenyum dengan arti pada Yonna.
“I thought you only know how to execute enemies than chattered ( Aku pikir kau hanya tahu mengeksekusi musuh daripada bergosip ) ...” sahut Putra pada Yonna yang langsung menambah volume senyumnya hingga sedikit terlihat, tak lagi samar.
“Long time no see ( Lama tidak bertemu ), Putra. Glad that you’re still alive ( Senang kalau ternyata kau masih hidup )”
“Nice to meet you again, sister ( Senang dapat berjumpa denganmu kembali, Saudari )” sahut Putra.
“Nice to see you again too, Brother ( Senang juga dapat berjumpa denganmu kembali, Kakak )” ucap Yonna. “Please ..” Yonna pun mempersilahkan Putra untuk masuk.
Putra masih mengulas senyumannya pada Yonna, lalu menyentuh kepala wanita itu dan mengusapnya pelan sebelum ia memasuki ruangan yang pintunya telah dibuka oleh Yonna.
Garret juga ikut masuk ke dalam ruangan tersebut setelah Putra melangkah masuk, dan Yonna ikut masuk, setelah dua pria tersebut masuk terlebih dahulu darinya. Dimana ada tiga orang pria di dalam ruangan tersebut.
Satu orang nampak berdiri saja sembari memperhatikan kegiatan satu orang lain di hadapannya, yang mana sedang sibuk menghujani tubuh seorang pria yang terikat ketat kedua tangan dan kakinya dan sudah nampak tak berdaya itu dengan pukulan-pukulan keras dan membabi buta.
**
Pria yang sedang berdiri dan menonton adegan didepannya itu, langsung menoleh saat mendengar pergerakan tiga orang yang memasuki ruangan tempatnya berada.
Pria yang sedang memukuli pria lain yang terikat kedua tangan dan kakinya itu juga menghentikan aksinya saat ia sama mendengar, jika ada yang masuk ke dalam ruangan tersebut.
Dua pria selain dari pria yang sedang terikat itu, menggerakkan sedikit kepala mereka pada Yonna memberi hormat dengan sedikit menundukkan kepala mereka sejenak.
Namun kedua pria tersebut memandang datar pada Putra dan Garret.
“Houd je houding tegenover hem! ( Jaga sikap kalian padanya! )”
Dan dengan cepat Yonna memberi penegasan pada dua pria yang posisinya adalah sebagai bawahan Yonna.
Namun Putra segera mengangkat tangannya, karena ia tidak mau mempermasalahkan sikap kedua pria yang memang belum mengetahui siapa Putra.
“Got another names in family except Jiltk? ( Dapat nama-nama lain selain para Jiltk? )” Putra berbicara pada Yonna seraya bertanya pada wanita yang ia panggil sebagai saudari itu.
“Douwe en ( dan ) Erwin.”
Pria yang tadi hanya berdiri saja itu berbicara setelah Yonna mengulang pertanyaan Putra dalam bahasa Belanda.
Putra pun manggut-manggut. “Ander? ( Lainnya? )”
“Gijs.”
“He’s outsider ( Dia orang luar )”
Yonna lagsung menyambar setelah salah satu anak buahnya itu menyebutkan satu nama lain yang Yonna yakin Putra tidak tahu.
“He’s the one who help Jiltk to make some mess in Vader’s business lately after they know that Vader is sick ( Dia yang membantu para Jiltk untuk membuat kekacauan dalam bisnis Vader setelah mereka tahu bahwa Vader itu sakit )”
Yonna menjelaskan.
“This guy is one of his mainstay man ( Pria ini salah satu orang andalannya )”
Putra kembali manggut-manggut dalam posisinya.
“Is he still alive? ( Apa dia masih hidup? )”
Putra melirik pada pria yang terikat dan terkulai dengan wajah yang sudah tak karuan, serta salah satu jarinya sudah tidak utuh.
“Still ( Masih )” Yonna yang langsung mendekati pria yang terikat itu kemudian memberikan jawaban pada Putra setelah ia mengecek nafas dari pria tersebut.
“Ask him again, what other plan that the Jiltk and his Boss have ( Tanyakan lagi padanya, apa rencana lain yang para Jiltk dan Bosnya punya )” ucap Putra.
“This is their final plan by poisoning Vader and everyone who doesn’t know about the poison inside the wine. And if Vader die today, which they’re sure that it will happen, they will fastly conquer everything”
“( Ini rencana final mereka dengan meracuni Vader dan semua yang tidak mengetahui keberadaan racun dalam anggur. Dan jika Vader mati hari ini, yang mana mereka yakin jika itu akan terjadi, mereka akan langsung menguasai segalanya )”
“That’s all? ( Sudah semua? )”
“He said that he told everything ( Dia bilang dia sudah mengatakan semuanya )”
“Then finish it ( Maka selesaikan ini )”
Yonna yang paham maksud Putra itu pun mengangguk.
SRET!.
Dengan sangat cepat, Yonna menyayat nadi leher si pria yang terikat dengan pisau miliknya, yang memang selalu Yonna bawa di selipan pakaiannya.
Garret menyungging miring melihat aksi Yonna yang nampak berdarah dingin itu. Cukup kagum pada wanita cantik yang tak salah jika dijuluki sebagai algojo, karena saat menyayat nadi pria yang terikat itu wajah Yonna nampak
datar saja, selain nampak serius dan dingin.
“I’m impress ( Aku terkesan )” gumam Garret.
Sementara wajah Putra datar saja melihat Yonna menghabisi pria yang diutus untuk membantu menjalankan rencana busuk para pengkhianat dalam ‘keluarga’ Ramone.
“Send him to his Boss ( Kirimkan dia pada Bos nya )” titah Putra.
“Okay.” Sahut Yonna yang kemudian langsung bicara pada anak dua anak buahnya untuk melakukan apa yang barusan Putra perintahkan.
“Come, Yonna.”
Putra kemudian berbalik dan mengajak Yonna untuk ikut keluar dari ruangan bersamanya.
“I have a job for you ( Aku ada pekerjaan untukmu )” ucap Putra dan Yonna pun langsung mengangguk.
__ADS_1
**
To be continue .....