
Happy reading....
“So Hiz haven’t call here before me and Garret arrive? ( Jadi belum ada telepon dari Hiz sebelum aku dan Garret tiba? )”
Itu Putra yang bersuara untuk bertanya, kala semua orang dalam Villa telah bangun dari peraduannya, termasuk dirinya dan Gadis. Ia dan para pria sedang duduk menunggu makan malam siap.
Sementara Gadis dan Bruna sedang membantu para pelayan untuk menyiapkan makan malam mereka, bersama juga dengan Anthony yang mengikuti kedua ibu angkatnya, karena sedang merajuk meminta kue coklat buatan Bruna yang tadi sudah dibuatkan oleh salah seorang ibu angkatnya itu.
“Last time he called here, just informed that he had talked with you about Jaeden’s plan, also your plan to go to Ravenna ( Terakhir kali dia menghubungi kesini, hanya menginformasikan bahwa dia telah berbicara padamu tentang rencana Jaeden, juga rencanamu untuk pergi ke Ravenna ) ....”
Putra pun manggut-manggut mendengar jawaban Addison atas pertanyaannya.
“However Putra, what makes you cancelled your plan to go to Ravenna and back here?
( Ngomong-ngomong Putra, apa yang membuatmu membatalkan rencanamu untuk pergi ke Ravenna dan kembali kesini? )
Damian melontarkan pertanyaan.
“I didn’t cancelled it.... I just dever it....”
( Aku tidak membatalkannya.... aku hanya menundanya.... )
Damian kemudian manggut-manggut bersama Addison setelah mendengar ucapan Putra.
“What---“
“Dinner is ready ( Makan malam sudah siap )”
Dan pembicaraan para pria itu terjeda, kala Bruna datang dan mengajak empat pria yang sedang mengobrol itu untuk segera makan malam.
**
Obrolan para pria berlanjut setelah makan malam di ruang kerja Villa. Anthony sedang belajar bersama Gadis dan Bruna di kamar pribadinya. Bocah tampan tersebut memang belum bersekolah formal seperti anak-anak pada usianya, mengingat kalau Anthony juga belum bisa mengerti bahasa Negeri yang sudah mereka tinggali beberapa waktu ini.
Selain Putra dan para saudaranya juga belum berpikir sampai kesana. Lagipula pertimbangan mereka itu sama. Sebelum masalah mereka soal Jaeden selesai, untuk sementara waktu biar Anthony belajar dengan dibantu Gadis maupun Bruna atau mereka semua terlebih dahulu.
Kecuali bila ada permintaan dari Anthony, mungkin perihal bersekolah, akan lebih dipikirkan lagi oleh Putra dan para saudaranya.
**
“And then, what’s your plan regarding to that motherf**ker plan?( Lalu, apa rencanamu sehubungan dengan rencana si keparat itu ),Putra?”
Damian kembali melontarkan pertanyaan pada Putra.
__ADS_1
“I still thinking about it ( Aku masih memikirkannya ) ....” jawab Putra.
“I think that we need to predict what that motherf**ker will do, if he can found out that Anth and also you are still alive ....”
( Aku rasa kita perlu memprediksikan apa yang akan keparat itu lakukan, jika dia menemukan fakta jika Anthony dan kau masih hidup ....)
“Well since Ad said that the moth**f**ker probably looking for me because the murdered of Yanni Aberto\, and if he found out that there’s no tombstone of my name at Ravenna\, I’m pretty sure that he suspicious if I’m still alive ....”
( Saat Ad mengatakan jika keparat itu kemungkinan sedang mencari keberadaanku karena pembunuhan atas Yanni Aberto, dan jika benar dia mencari lalu tidak menemukan batu nisan atas namaku di Ravenna, aku sangat yakin jika dia curiga bahwa aku masih hidup.... )
Putra menimpali ucapan Damian, yang langsung disambut dengan angggukkan tak hanya dari Damian, tapi juga Addison dan Garret.
“Is he know who are you for Rery? ( Apa dia tahu, siapa kau bagi Rery? ) ...” tanya Garret pada Putra.
“Seems not ( Sepertinya tidak ) ...” jawab Putra. “He just know that I close with Rery, without knowing what kind of closeness ( Dia hanya tahu jika aku dekat dengan Rery, tanpa tahu kedekatan yang seperti apa ) ...”
“Well could be that moth**f**ker is looking for you because his curious whether you having message from Rery ( Mungkin saja keparat itu mencarimu karena dia penasaran seandainya kau memiliki pesan dari Rery )”
“Hem could be ( bisa saja ) ... But I think that he don’t really notice what Rery gave me, because he just notice about Anth who has a total right of Kingsley’s and Rery’s wealthy ( Tapi aku rasa jika dia tidak sampai berpikir tentang apa yang sudah Rery berikan padaku, karena dia hanya terpaku pada Anth yang memiliki hak penuh atas kekayaan Kingsley dan Rery )”
Putra mengatakan perspektifnya, dan tiga orang yang bersamanya itu manggut-manggut.
“But maybe\, he will also try to find of your facts again\, when that moth**f**ker come to Ravenna for looking of Anth’s body ( Tapi kemungkinan\, dia akan juga kembali mencari fakta tentangmu\, saat si keparat itu datang ke Ravenna untuk mencari jasad Anth ) ......”
“Hem could be ( bisa saja ) ......”
Putra mengiyakan komentar Damian.
“However\, what Hiz said the latest news about that moth**f**ker\, so you decided for comeback here? ( Ngomong-ngomong\, apa berita terbaru yang Hiz katakan perihal si keparat itu\, yang membuatmu memutuskan untuk kembali kesini? ) ......”
Addison mengulang pertanyaan Damian yang tadi sempat pria itu tanyakan pada Putra sebelum Bruna menyela mereka saat memberitahukan jika makan malam sudah siap, dimana Putra belum sempat menjawab pertanyaan tersebut.
Lalu Putra menceritakan dengan detail pada Addison dan Damian semua yang dia bicarakan dengan orang setia kepercayaan mereka, yang tetap berada di Inggris.
Karena Putra baru memberitahu Garret saja, saat mereka masih di Belanda, tepat setelah pria bernama Hiz itu menghubungi Putra dan memang Garret ada bersama Putra, saat saudaranya itu menerima panggilan telepon dari Hiz.
*
“What a good life that moth**f**ker has now ( Hidup si keparat itu sangat enak sekarang )\, huh?!”
Damian berucap sinis.
Putra, Addison dan Garret menyungging miring.
__ADS_1
Yang juga menggambarkan kesinisan yang sama dengan Damian.
“I feel that I really want to fly over to England right away and destroy that good life!”
( Aku rasanya ingin segera terbang ke Inggris dan menghancurkan hidup yang enak itu! )
Damian nampak geram. Ia bahkan sampai mengepalkan satu tangannya yang ia remat dengan satu tangannya yang lain.
Putra sejenak memandang pada Damian, dengan wajah yang menggambarkan jika ada sesuatu pemikiran yang ada dalam otaknya saat ini.
Lalu senyuman tipis menyerupai seringai iblis muncul dibibir Putra didetik berikutnya.
“Talk about destroying that moth**f**ker good life\, I think I get an idea for it ( Bicara soal menghancurkan hidup enak si keparat itu\, aku pikir jika aku mendapatkan ide untuk itu )”
“Go straight to England and directly stop his plan about holding his second baby and new business celebration? ( Pergi langsung ke Inggris and langsung menghentikan rencananya melakukan perayaan untuk bayi kedua serta bisnis barunya? )”
“Not that directly, but something that I’ve been thinking could be make that celebration is cancel to hold. Beside, I want to make his sleep starting to become profound. Just like what he made to our sleep ( Tidak secara langsung seperti itu, tetapi sesuatu yang baru saja aku pikirkan bisa saja membuat perayaan itu batal diadakan. Lagipula, aku ingin membuat tidurnya mulai tidak tenang. Seperti halnya dia membuat tidur kita seperti itu ) ......”
“.....”
“He’s been playing with us. Then let’s do the same thing to him. How the way people treat us\, we treat them exactly like the way they do ...... How the way that moth**f**ker make us feel a big sorrow\, he should feel that too.”
( Dia telah mempermainkan kita. Maka kita lakukan hal yang sama padanya. Bagaimana orang lain memperlakukan kita, kita perlakukan mereka dengan cara yang sama dengan apa yang mereka perbuat pada kita ...... Bagaimana keparat itu membuat kita merasakan duka yang mendalam, dia pun harus juga merasakannya )
“.....”
“I want to see him suffer first, feel a total suffer, before I take his life ( Aku ingin melihatnya menderita terlebih dahulu, merasakan penderitaan yang teramat sangat, sebelum aku mengambil nyawanya )”
Putra berucap datar, namun dendam yang teramat besar nampak jelas terlihat di pancaran mata Putra saat ini.
“Even\, probably\, from what I have from Vader right now\, we can go straight to England tomorrow with a lot of people. But still there’s a risk\, because we don’t know exactly how many he has. So\, let’s play a litlle bit with that moth**f**ker\, while we try to find out.”
( Meskipun, kemungkinan, dari apa yang aku dapatkan dari Vader saat ini, kita bisa saja langsung pergi ke Inggris besok dengan banyak anak buah. Tetapi tetap beresiko, karena kita tidak tahu jumlah pasti yang dia punya. Jadi, sementara kita mencari tahu, sekaligus kita bermain sebentar dengan keparat itu )
“Then, what’s your plan? ( Lalu, apa rencanamu? ) ......” tanya Addison.
“Make him curious then he will be very eager to come to Ravenna right away.”
( Membuatnya merasa penasaran dan dia akan punya keinginan besar untuk datang ke Ravenna dengan segera )
Putra kemudian menyampaikan apa yang menjadi rencananya kepada tiga saudaranya itu.
**
__ADS_1
To be continue ......