LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 317


__ADS_3

Happy reading ....


***************


London, Inggris,


“Why you’re insist to go there (Kenapa kau bersikeras ingin pergi kesana)? ..”


Garret yang sedikit penasaran, melontarkan pertanyaan itu pada Putra.


Dan pertanyaan itu juga mewakili mereka yang memiliki rasa penasaran seperti Garret sebenarnya, atas Putra yang nampak bersikeras untuk pergi ke Mansion milik Kingsley Smith saat ini.


Mengingat jika hal tersebut beresiko, karena Jaeden sudah ada di Inggris, meskipun pria pusat dendam kesumat Putra itu tidak segera kembali ke Mansion yang seharusnya di tempati oleh almarhum Rery dan almarhumah istrinya, serta Anthony.


“I want to make sure\, that the m*therf*cker won’t left anything for every Zepeto’s out there that we might be never know. Not even for his son (Aku ingin memastikan, jika si keparat itu tidak meninggalkan apapun untuk para Zepeto diluar sana, termasuk untuk anak lelakinya)”


Putra  pun menjawab dengan tegas.


“*Beside of his hidden things that I want to take, that foxy man could do anything due of Kingsley’s wealthy. And I won’t let any of his family outside or any of his descendants that could be spread from a lot of his b*ch ever get any of Kingsley’s wealthy. Not even a penny!”


“(Selain aku ingin mengambil barang tersembunyi miliknya, pria licik itu dapat melakukan apapun sehubungan dengan harta kekayaan Kingsley. Dan aku tidak akan membiarkan keluarganya diluar sana ataupun keturunannya yang bisa saja tersebar dari banyak j*langnya itu mendapatkan sedikitpun harta kekayaan Kingsley. Tidak sepeserpun!)”


“What a mean guy (Sungguh pria yang kejam)”


Garret menggumam dalam canda.


“Still nothing if compare to what that m*therf*cker did to Rery\, Madelaine\, Anth\, and to our family also brothers.”


“(Masih belum sebanding dengan apa yang telah keparat itu lakukan pada Rery, Madelaine, Anthony, juga pada keluarga dan saudara-saudara kita)”


“And he’s worthy for a total suffer (Dan dia pantas mendapatkan penderitaan yang teramat sangat)” sinis Damian, sambil ia teringat pada orang tua Anthony, dan teman-temannya, termasuk juga pada ayah dan kakak lelakinya yang telah dihabisi oleh Jaeden.


***


“Did you have any information where that mothe****er is now (Apa kau punya informasi dimana si keparat itu sekarang), Vash?”


Putra bertanya pada kakak dari Richard tersebut.


“From what I’ve known, he directly go to meet George Wayron (Dari apa yang saya tahu, dia langsung menemui George Wayron) ...”


Vash pun lekas menjawab pertanyaan yang Putra ajukan padanya barusan.


“George Wayron is the Chicago Guy, isn’t it (Bukankah George Wayron itu adalah si Pria Chicago)?”


Devoss bersuara seraya bertanya, dan diangguki oleh mereka yang mengetahui hal tersebut.


***


“However, when do you want to go to Kinglsey’s Mansion?”


“(Ngomong-ngomong, kapan kau akan pergi ke Mansion milik Kingsley?)”


Damian yang bertanya pada Putra.


“In a few moment (Sebentar lagi)”


Putra pun lekas menjawab.


“But none of you will go with me (Tapi tidak seorangpun dari kalian yang akan ikut denganku)”


Dan Putra langsung memberikan penegasan yang dimaksudkan pada Damian, Garret, Yona dan Devoss usai ia menjawab pertanyaan Damian.


Protespun segera meluncur dari mulut Damian dan Garret atas ucapan Putra yang terdengar seperti perintah itu. “Seriously (Yang benar saja)? ...”


“I don’t accept rebuttal (Aku tidak menerima bantahan)” tukas Putra.


“Well I insist then (Aku memaksa kalau begitu) ...”


“No (Tidak), Dami.”


“We don’t want to take any risk to let you go there alone (Kami tidak akan mengambil resiko untuk membiarkanmu pergi ke sana sendirian), Putra –“


“Correct (Benar)”


“I will be fine. I won’t spent a lot of time there (Aku akan baik-baik saja. Aku juga tidak akan berlama-lama disana)”


***


“However, I remember one thing.”

__ADS_1


“(Ngomong – ngomong, aku teringat akan satu hal)”


Putra berucap setelah ia berdiri dari duduknya.


“What is it (Apa itu)?” tukas Garret yang langsung menatap pada Putra, begitupun yang lainnya.


“I remember if our men got one person of them at the road when we’re blocked by those police, was he already being vanished (Aku ingat jika anak buah kita menangkap satu orang dari mereka saat kita dihadang oleh para polisi itu, apa dia sudah dimusnahkan)? ...”


“He’s still alive (Dia masih hidup), Boss.”


“Hem,” Putra berdehem samar. “Who is he (Siapa dia)?”


Putra lagi bertanya, sambil memandang pada Thomas yang menjawab pertanyaan Putra sebelumnya.


“The figure name in his Id is Mickey Pitts (Nama yang tertera di kartu pengenalnya adalah Mickey Pitts), Boss.”


Putra manggut – manggut.


Kemudian Putra meminta Thomas mengatakan dimana pria yang Thomas sebutkan namanya tadi itu berada sekarang.


Dan setelahnya Putra menyambangi tempat dimana para anak buahnya menempatkan pria yang bernama Mickey Pitts itu. Diikuti juga oleh Damian dan Garret, Yona, serta Devoss.


“You both wait here (Kalian berdua tunggu disini)” Putra berbicara pada Yona dan Devoss. “Especially you Yo, cause I might have a plan about that guy (Terutama kau Yo, karena mungkin aku memiliki rencana atas pria itu)”


Yona dan Devoss mengangguk. Namun begitu, Yona tetap mengawasi dari jarak tertentu ke tempat Putra menemui pria yang sedang berada dalam tawanan mereka itu.


****


“You (Kau) –“


Seorang pria yang sudah dalam keadaan terikat dan bertelanjang dada, seketika matanya membola - lalu melirih dalam suara, ketika wajahnya yang telah babak belur dan lunglai itu diangkat dengan paksa, hingga kemudian menghadap pada Putra yang telah berdiri berjarak dari tempatnya.


“I’m sorry to what my men did to you Mister Mickey Pitts (Aku menyesal dengan apa yang telah anak buahku lakukan padamu Tuan Mickey Pitts) –“ ucap Putra yang mengabaikan keterkejutan pria yang barusan ia sebutkan namanya itu atas kehadirannya.


Lalu Putra menyeringai.


“But have you answer what my man have been asked you (Tapi apa kau sudah menjawab apa yang anak buahku tanyakan padamu)?”


Putra berucap lagi seraya ia bertanya pada pria yang sedang ditawan oleh anak buahnya itu, dengan wajah yang sudah babak belur dan tubuh yang nampak lunglai.


“Because if not, they won’t stop beating you up (Karena jika tidak, mereka tidak akan berhenti memukulimu)” Putra lanjut bicara.


“Who the hell are you (Siapa kau sebenarnya)? ...”


Putra tersenyum miring.


“Depends. How they way someone treat me (Tergantung. Bagaimana seseorang memperlakukanku)”


“.....”


“I can be an angel or devil based on it (Aku bisa menjadi malaikat atau setan berdasar hal itu) –“ ucap Putra lagi. “Um not devil. A demond. Because I have no stock of mercy for everyone who harras me (Um bukan setan. Iblis. Karena aku tidak memiliki persediaan ampunan bagi mereka yang membuatku tidak senang)”


****


“What do you want from me? (Apa yang kau inginkan dariku?) ...”


“Some informations (Beberapa informasi)”


“I already answer all questions from your men (Aku sudah menjawab semua pertanyaan orang-orangmu) –“


Pria bernama Mickey Pitts itu menjawab pertanyaan Putra, meski nampak ia sedang merasakan sakit di wajah dan sekujur tubuhnya.


“Now you need to answer my question (Sekarang kau perlu menjawab pertanyaanku)” tukas Putra.


“Set me free then (Bebaskan aku kalau begitu) –“


Putra tersenyum miring, kala pria bernama Mickey Pitts itu menjawabnya.


“Negociate (Mau bernegosiasi), huh?”


Putra berucap sinis.


“Look ... I don’t think I ever have any problem with you before, and I don’t understand why are you interning me (Begini ... Aku tidak merasa pernah bermasalah denganmu, dan aku tidak mengerti mengapa kau menawanku) –“


Mickey Pitts berbicara lagi.


“Except at Mister George’s Casino, I think ... I feel that I never met you before (Selain di Kasino milik Tuan George ... (Aku rasa aku tidak pernah bertemu denganmu sebelumnya) –“


“Right (Benar) –“

__ADS_1


“.....”


“We never met before that (Kita tidak pernah bertemu sebelum itu)”


Putra lanjut bicara.


“But you have connection with someone that I want to destroy, beside you made those police blocked my way, shooting me and my men, made some of them hurts badly, and also almost kill me.”


“(Tapi kau memiliki hubungan dengan seseorang yang ingin aku hancurkan, selain kau membuat para polisi itu memblokade jalanku, menembakiku dan orang-orangku, membuat sebagian dari mereka terluka parah, juga hampir membunuhku)”


“I’m just doing my job, GOD DAMNED! (Aku hanya melakukan tugasku, SIALAN!)”


BUGH!


“MIND THE WAY YOU TALK TO OUR BOSS! (PERHATIKAN CARA BICARAMU PADA BOS KAMI!)”


Seorang anak buah Putra memukul dengan spontan sambil berteriak pada Mickey Pitts yang sempat mengumpat dengan keras pada Putra.


Geraman kesakitan dari Mickey Pitts pun terdengar. Anak buah Putra tersebut meninju perutnya dengan sangat keras. Putra, berikut Damian dan Garret menyungging miring saja melihatnya.


“Torn his mouth if he dare to curse on us again (Robek saja mulutnya jika dia berani mengumpat lagi pada kami)”


“I-I’m sorry, I don’t mean to (A-aku minta maaf, aku tidak bermaksud) –“ lirih Mickey Pitts.


“Regarding that you tried to negociate with me, here I offer you (Karena kau berusaha untuk bernegosiasi denganku, maka aku memberikan penawaran padamu) –“


“.....”


“Tell me all business that your Boss have here, include the points, everyone who involved, then I will ask my men to let you go (Katakan padaku semua bisnis yang Bosmu miliki disini, termasuk titik lokasi, dan siapa saja yang terlibat, maka aku akan menyuruh orangku untuk membebaskanmu)”


“Alright (Baiklah) ...”


Putra menyungging tipis, sambil kemudian ia lebih mendekat pada Mickey Pitts yang langsung dipegangi dengan kuat tubuhnya oleh anak buah Putra, semata-mata mencegah pria itu untuk melakukan sesuatu yang bisa melukai Putra.


Karena Mickey Pitts hanya diikat tangan dan kakinya saja. Bisa saja pria itu menggunakan kepalanya untuk melukai Putra.


“Better you become honest to me (Sebaiknya kau bicara jujur padaku) ...” ucap Putra sambil memandang lekat pada netra Mickey Pitts.


Mickey Pitts pun mengangguk.


“Then talk (Maka bicaralah)” ucap Putra.


****


“Release him (Bebaskan dia)”


Putra langsung memberikan perintah pada anak buahnya, setelah Mickey Pitts bicara panjang lebar padanya.


“Yes, Boss.”


“Isn’t it risky to set him free (Bukankah beresiko dengan membebaskannya)?”


“It is (Memang) ....”


Putra menjawab ucapan Damian, saat Mickey Pitts telah diberikan pakaian yang semula pria itu pakai setelah dibebaskan dari ikatan besi yang tadi menawannya, lalu pria itu kini sudah melenggang dari markas Putra dan kawanannya dengan dikawal dua orang dan baru di lepaskan setelah mencapai ujung jalan.


“Especially that he didn’t tell me everything and seems planning to attack us here after made a report to his Boss (Terlebih dia tidak mengatakan padaku segalanya dan sepertinya berencana untuk menyerang kita disini setelah memberikan laporan pada Bosnya)”


Damian mengernyit tak paham. Ia paham jika Putra memiliki insting yang kuat dan tahu apabila seseorang tidak jujur padanya hanya dari pandangan mata. Namun yang membuat Damian tidak paham, jika Putra sudah bisa membaca ancaman tersebut, kenapa salah satu saudara angkatnya itu malah membebaskan kaki tangan sekutunya Jaeden yang mereka sebut sebagai The Chicago Guy itu? ....


“Then why you let him go just like that? (Lalu mengapa kau membiarkannya pergi begitu saja?)” tanya Damian.


Putra menyungging miring. “I’m a man with my words (Aku pria yang memegang kata-kataku), Dami –“ ucap Putra kemudian.


“But not make a big risk (Tapi tidak juga membuat resiko besar)” tukas Damian, dan Putra mendengus samar.


“Call Yona here (Panggil Yona kesini)”


Putra bicara pada Thomas kemudian, tanpa menggubris kesahan Damian.


Lalu selanjutnya Putra bicara lagi setelah menyulut sebatang rokok yang telah ia selipkan di bibirnya, dimana Damian serta Garret memperhatikan saudara laki-laki yang merangkap sebagai pemimpin mereka itu.


“I’m not taking that Big risk (Aku tidak akan mengambil resiko besar itu), Dami,” ucap Putra lagi.


Ucapan Putra terdengar datar dan dingin, selain ada sedikit seringai iblis di wajahnya.


“I promise to set Mickey Pitts free. But I didn’t promise to let him live before he can reach his home (Aku berjanji untuk membebaskan Mickey Pitts. Tapi aku tidak berjanji untuk membiarkannya hidup sebelum ia sampai ke rumahnya)”


**

__ADS_1


To be continue...


Enjoy reading, and happy weekend


__ADS_2