
Happy reading ....
***************
Indonesia...
Ramone telah sampai di Villa tempat Putra dan keluarganya tinggal. Ia sudah bertemu dengan seluruh anggota keluarga inti terkecuali Anthony, yang saat Ramone datang Anthony sudah terlelap selepas menangis selama beberapa saat.
Addison dan Bruna serta Gadis telah menceritakan kepada Ramone, perihal Anthony yang menunjukkan kesedihannya selepas Putra pergi pada ayah baptis Putra tersebut yang kini juga telah meminta Addison, Bruna, Damian dan Garret untuk menganggapnya sebagaimana Putra menganggap dirinya.
Dan Gadis yang menenangkan Anthony sekaligus menemaninya, setelah Addison dan Bruna juga sempat membantu menenangkan bocah tampan tersebut. Dan pada akhirnya, Gadislah yang menawarkan untuk menemani Anthony di kamarnya. Gadis juga sama sedihnya seperti Anthony, dan Addison serta Bruna paham akan hal tersebut.
Jadi baik Addison dan Bruna memberikan ruang untuk Gadis dan Anthony untuk menenangkan diri. Dan mungkin keduanya kini sedang tertidur, sehingga Anthony belum mengetahui jika Ramone telah datang.
Ramone pun paham setelah mendengar cerita dari Addison dan Bruna perihal Anthony dan Gadis yang tidak ia lihat saat dirinya datang tadi. Jadi Ramone menyuruh Gadis untuk juga beristirahat guna menenangkan gundah hatinya seperti Anthony.
“Vader...”
Sebuah suara yang Ramone dengar memanggilnya itu, membuatnya yang sedang duduk-duduk di teras belakang Villa itu sontak menoleh.
Ramone tersenyum pada orang yang memanggilnya itu, dan kini telah mengambil tempat duduk di dekatnya yang memilih untuk tidak beristirahat di kamarnya.
Ramone tidak terlalu merasa lelah, pun tidak mengantuk.
Jadi dirinya tadi memutuskan untuk melihat-lihat sekitar Villa saja, setelah Addison dan Bruna menyambutnya, lalu mengantarkan Ramone ke sebuah kamar yang memang telah dipersiapkan untuknya, selepas Frans dan Arthur yang ikut datang ke Villa bersama Ramone berpamitan.
“Ad,” sahut Ramone dengan tersenyum.
Addison yang datang menghampiri Ramone.
“Why you’re not taking a rest? ( Kenapa kau tidak beristirahat? )”
Addison bertanya.
“Later son. I want to greeting my grandson first ( Nanti nak. Aku ingin menyapa cucu lelakiku terlebih dahulu ) ....” jawab Ramone.
“Maybe Anth will wake up just a little bit more ( Mungkin Anth akan bangun sebentar lagi )..” ucap Addison. Ramone pun mengangguk. “Vader..”
Addison memanggil lagi Ramone yang langsung menyahut padanya. “Yes son?...”
“There’s something I want to know ( Ada sesuatu yang ingin aku ingin tahu )..” ucap Addison lagi.
“What is that? ( Apa itu? )...”
Ramone sontak bertanya pada Addison.
“What is it in Salisbury? ( Ada apa di Salisbury? )”
Addison balik bertanya pada Ramone.
“Why Putra choose that town? ( Mengapa Putra memilih kota itu? )..”
Addison menyambung pertanyaannya.
“I mean, it must be there’s a reason why Putra asked Accursio to prepare those things that Putra asked to him at there ( Maksudku, pasti ada alasan kenapa Putra meminta Accursio untuk menyiapkan segala hal yang Putra minta padanya ke kota itu )”
Addison kembali berucap. Ramone tersenyum kecil.
“Because that town has story for him ( Karena kota itu memiliki cerita baginya )” jawab Ramone.
“What story? ( Cerita apa? )”
Addison sedikit penasaran, karena meski lama mengenal Putra, namun ia tidak pernah tahu jika Putra dapat dikatakan mungkin memiliki sejarah di kota yang bernama Salisbury itu.
“Do you know if Putra suffering of something? ( Apa kau tahu jika Putra menderita sesuatu? )” Ramone balik bertanya pada Addison.
“Putra.. is sick? ( Apa Putra.. sakit? )” Addison mengernyit, nampak khawatir. Ramone tersenyum kecil.
“Kind of ( Kira-kira seperti itu )” ucap Ramone.
__ADS_1
Dan karena ucapan Ramone tersebut, Addison jadi memajukan tubuhnya yang tadi sempat duduk dengan santai.
Wajah Addison kini terlihat serius akibat ucapan Ramone soal Putra yang kata ayah baptis saudara angkatnya itu, menderita suatu penyakit. Suatu penyakit yang Addison duga adalah penyakit yang serius. Yang mana membuat Addison menjadi khawatir juga was-was.
“How bad? ( Seberapa parah? )...”
Addison bertanya dengan serius kepada Ramone.
“If it’s so bad, then I think that I should go to catch Putra to England.”
( Jika memang begitu parah, maka aku pikir aku harus pergi untuk menyusul Putra ke Inggris ).
Addison yang kian khawatir itu menyambung ucapannya.
“No need ( Tidak perlu )” tukas Ramone seraya menggeleng.
“But if Putra has serious condition of disease, he might be in danger—“
( Tapi jika Putra memiliki kondisi penyakit yang serius, dia bisa saja berada dalam bahaya--).
“Putra is sick ( Putra memang sakit )...”
Ramone memotong ucapan Addison. Ayah baptis Putra itu tersenyum kecil.
“Was ( Pernah )...” sambung Ramone. “Well, for at least he’s no longer Putra with that ‘disease’ since Rery twine him ( Yah, setidaknya dia bukan lagi Putra dengan ‘penyakit’ tersebut sejak Rery merangkulnya )...”
Addison mengernyit dalam.
“The disease that Putra ever suffered is not kind of medical disease like I have now.”
( Penyakit yang Putra pernah derita bukan semacam penyakit medis seperti yang aku miliki saat ini ).
Ramone melanjutkan ceritanya.
“Putra has ( Putra menderita ), ever had ( Pernah menderita ) ...”
Ramone kembali berucap, menjeda sebentar ucapannya. Dan Addison tetap fokus mendengarkan.
“He, what? ( Dia, apa? )...” Addison sungguh terkejut selepas mendengar penuturan soal sakit yang diderita Putra.
“As you heard son ( Seperti yang kau dengar nak )”
Ramone menatap Addison sembari melipat bibirnya kemudian.
“Putra got it from his Grandfather from his father... even Putra’s father never thought that the thing that his father has, will be hereditary to Putra whereas Patrick and Layla is normal...”
( Putra memilikinya dari kakek pihak ayahnya... bahkan ayah Putra tidak pernah mengira jika penyakit yang ayahnya derita itu, akan menurun pada Putra padahal Patrick dan Layla normal...).
( Patrick dan Layla adalah orang tua Putra ).
Addison lebih memajukan dirinya dalam duduk.
Cerita Ramone soal Putra yang menderita sesuatu yang dikatakan Ramone itu sungguh tidak pernah ia dengar sedikit pun.
“Putra’s Grandfather is a Psychopath ( Kakek Putra seorang Psikopat )...” sambung Ramone. “And that thing Patrick found out when he saw his father tortured her mom, when Putra’s Grandmother ever met his friend which is a man... and Patrick’s father was so jealous that time ( Dan hal itu Patrick ketahui saat ia melihat ayahnya menyiksa sang ibu, saat neneknya Putra bertemu dengan seorang teman lelakinya... dan ayah Patrick sangat cemburu kala itu ) ....”
“...........”
“Patrick’s mother already explain that she and that guy was accidentally met fo a long time haven’t seen each other. But Putra’s Grandfather cannot except that reason... and that day, Patrick saw his father other side, when somehow, his Mom's friend who met with her, is already in Putra’s Grandfather captived inside their mansion basement. Being tortured until die in front of Putra’s Grandmother and also Patrick, because his father pushed him to saw it...”
( Ibunya Patrick telah menjelaskan bahwa ia dan pria itu tidak sengaja bertemu setelah lama tidak saling bersua. Tapi kakeknya Putra tidak dapat menerima alasan tersebut... dan hari itu, Patrick melihat sisi lain ayahnya, saat entah bagaimana, teman lelaki ibunya yang tak sengaja bertemu itu, sudah berada dalam tawanan kakeknya Putra di dalam rubanah kediaman mereka. Disiksa sampai mati di depan neneknya Putra dan juga Patrick, karena ayahnya itu memaksanya untuk melihat hal tersebut... ).
Addison semakin serius mendengarkan cerita Ramone.
“And Putra’s Grandfather was totally show his other side after that time. He locked his wife an Patrick at mansion, and fired all of maid they have. Sometimes Putra’s Grandfather become normal as before, and sometimes he get mad when he said that he imagined what his wife did with her friend that he killed and burn his body, and he started to tortured his wife also Patrick if he tried to save her mom... and during the time, Patrick’s father will become normal then cried seeing what he did to his wife and his son. And that happened for months...”
( Dan kakeknya Putra benar-benar menunjukkan sisi lainnya setelah itu. Dia mengurung istrinya dan Patrick di kediaman, dan memecat seluruh pelayan yang mereka punya. Terkadang kakeknya Putra itu bersikap normal seperti sebelumnya, dan terkadang dia akan menggila saat dia mengatakan jika bayangan tentang istrinya dan teman lelakinya berselingkuh yang telah ia bunuh dan bakar itu muncul, lalu ia akan mulai menyiksa sang istri juga Patrick jika dia mencoba menyelamatkan ibunya... dan setelahnya, ayah Patrick akan menjadi normal kembali, lalu menangis setelah melihat apa yang telah ia lakukan pada istri dan anaknya. Dan hal itu terjadi selama berbulan-bulan... ).
Addison tetap serius mendengarkan.
__ADS_1
“The mount of Putra’s Grandfather sickness is when he killed himself, right after he killed his wife in front of Patrick that he tied at the basement stair ( Puncak kegilaan kakek Putra adalah saat ia membunuh dirinya, tepat setelah ia membunuh sang istri didepan Patrick yang ia ikat di tangga rubanah )”
Ramone lanjut berbicara.
“And after that, Patrick’s psychological a little bit disturb..”
( Dan setelahnya, kejiwaan Patrick sedikit terganggu.. )
“But like you said, and also as long as I known Uncle Patrick, he looks okay, normal. I mean, Aunt Layla dan him are look so happy in harmony.. And so does Putra. Even ya, I admit that I saw his mean side when we already moved to Ravenna. And I thought that because he wanted to protect Rery, Madelaine, Anth and our family..”
( Tapi seperti yang kau katakan, dan juga sejauh aku mengenal Paman Patrick selama ini, dia terlihat baik-baik saja, normal. Maksudku, Bibi Layla dan dia terlihat sangat bahagia dan rukun.. Dan begitu juga dengan Putra. Meski ya, aku akui jika aku melihat sisi kejam Putra saat kami telah pindah ke Ravenna. Dan aku pikir itu ia lakukan karena ia ingin melindungi Rery, Madelaine, Anth dan keluarga kami.. )”
Ramone mengangguk.
“Patrick’s psychological didn’t became like his father. He just got became depressed, trauma and make him just like a living dead. In the same time, he sometimes get hysteric without any reason ( Kejiwaan Patrick tidak menjadi seperti ayahnya. Dia hanya menjadi depresi, trauma dan membuatnya seperti mayat hidup. Dan diwaktu yang bersamaan, dia terkadang menjadi histeris tanpa alasan )”
“I see ( Seperti itu )..” Addison manggut-manggut.
“And one day, Rery’s Grandfather saw Patrick in a place like an orphan house when he did his routine visit for a social things. Then he took Patrick home, raised him like his own son, and Kingsley also accept Patrick very well. And you know, Patrick has Smith name behind him. Cause when Rery’s Grandfather and also Kingsley took Patrick as family, Patrick become better.”
( Dan suatu hari, kakeknya Rery melihat Patrick di sebuah tempat semacam rumah yatim piatu saat ia melakukan kunjungan rutin untuk kegiatan sosial. Dan patrick dibawanya pulang, membesarkannya seperti membesarkan anak sendiri, dan Kingsley juga menerima Patrick dengan sangat baik. Dan seperti yang kau tahu, Patrick menyandang nama Smith di belakang namanya. Karena saat kakeknya Rery dan Kingsley membawa Patrick sebagai keluarga, Patrick berangsur membaik ).
Ramone menjeda ceritanya sejenak, untuk menyesap minumannya dalam cangkir, yang tadi telah disediakan Pak Abdul untuknya.
“But still, Patrick was become a very closed person. Only wanted to talk with Rery’s Grandfather and Kingsley. But that changed, when Patrick meet Layla. When Rery’s Grandfather took him and Kingsley to the Netherland ( Tetapi tetap, Patrick menjadi pribadi yang sangat tertutup. Hanya mau berbicara pada kakeknya Rery dan Kingsley saja. Namun hal itu berubah, saat Patrick bertemu Layla. Saat kakeknya Rery membawanya dan Kingsley berkunjung ke Belanda )---“
“But I thought Aunt Layla is coming from this country? ( Tapi aku pikir Bibi Layla berasal dari negara ini? )..”
“She is. My father took Layla from here, save her when their parents was died when situation in this country was chaos. And then Layla become my foster sister ( Iya memang. Ayahku membawa Layla dari sini, menyelamatkannya saat orang tua Layla tewas dikala situasi di negara ini sedang kacau. Lalu Layla menjadi adik angkatku )”
“I see..” ucap Addison. “And you know him when Uncle Patrick get closed with Aunt Layla? ( Dan kau mengenalnya saat Paman Patrick dekat dengan Bibi Layla? )..”
“Yes ( Iya )” jawab Ramone atas pertanyaan Addison.
Ramone kemudian tersenyum kecil.
“Love is a magical thing right? It can turn someone just like that. And that was happened to Patrick. His love to Layla changed him to become Patrick that you guys known all this time. A warm and humble person. Even he throw away all those bad memories about his parents. Living his live with a lot of happiness with his wife and son. Until..”
( Cinta itu hal yang ajaib bukan? Itu dapat merubah seseorang begitu saja. Dan itu yang terjadi pada Patrick. Cintanya pada Layla membuatnya menjadi Patrick yang selama ini kalian kenal. Orang yang hangat dan rendah hati. Dia bahkan membuang semua kenangan buruk tentang orang tuanya. Menjalani hidupnya dengan banyak kebahagiaan dengan istri dan anaknya. Sampai.. ).
Ramone menggantungkan kalimatnya.
Addison menunggu Ramone melanjutkan kalimatnya.
“Until one day, Putra was tortured a girl. Until that girl was dying and locked her up in a hut inside the jungle behind his mansion. All because that girl is chasing Putra and Putra said he got disturbed with that, so he did all those thing to that girl. And he told that to Patrick and Layla with a flat face like he consider it was an ordinary thing. Even Putra said, he feel happy did that..”
( Sampai pada suatu hari, Putra menyiksa seorang gadis. Sampai Gadis itu sekarat dan menyekapnya di sebuah gubuk dalam hutan di belakang kediamannya. Semua itu ia lakukan karena gadis itu mengejar-ngejar Putra dan Putra mengatakan dia terganggu dengan hal tersebut, jadi ia melakukan hal tersebut pada gadis itu. Dan dia mengatakannya pada Patrick dan Layla dengan wajah datar seperti dia menganggap bila itu hal yang biasa saja. Bahkan Putra mengatakan, dia merasa bahagia dengan melakukan hal tersebut.. ).
“Oh God..”
Addison pun terperanjat.
“And that time Patrick realized that Putra has suffering the same mental disorder like his Grandfather-----“
( Dan saat itu Patrick menyadari jika Putra menderita gangguan mental yang sama seperti kakeknya---- ).
“And Salisbury, is a place that Putra was ever brought to lock him up? ( Dan Salisbury, adalah tempat Putra dibawa untuk dikurung? )”
Addison beranggapan dan merasa was-was.
“If Putra goes there, isn’t it can make that disorder that he had, can appear again? And if that happened, maybe me, Bru, Dami and Garret could handle it. But how about Anth and Gadis?..”
( Jika Putra pergi kesana, tidakkah itu dapat memicu kelainan yang ia pernah punya, dapat muncul kembali? Dan bila itu terjadi, mungkin aku, Bru, Dami dan Garret dapat mengatasinya. Tapi bagaimana dengan Anth dan Gadis?.. ).
***
To be continue..
Jangan lupa tinggalkan jejak dukungan kalian pada karya ini jika berkenan.
__ADS_1
Terima kasih.