LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 452


__ADS_3

Happy reading .....


🔵🔵🔵🔵🔵🔵


Indo,


“Kamu .. mau pergi? ..“


“Ya.”


“Kemana? –“


“Mencari hiburan –“


“Mencari .. hiburan?? –“


“Kamu nikmati saja waktumu,  karena aku juga tidak berencana pulang malam ini.”


“Ti – tidak pu, lang? .. Ta – pi, kenapa .. kamu tidak sampai pulang malam ini? .. Dan lagi .. memangnya mau kemana sampai tidak berencana pulang?”


“Mencari hiburan. Seperti yang aku katakan tadi. Kamu tidak perlu tahu kemana aku pergi. Yang jelas aku sedang merasa bosan, dan aku sedang tidak ingin berada di dekatmu. Nikmati saja waktumu, karena aku akan menikmati waktuku –“


🔵


Ucapan Putra yang terakhir dengan masih datar serta dingin, membuat Gadis jadi membeku kelu di tempatnya.


Dimana saat Putra kemudian pamit padanya pun, Gadis tak bergerak sama sekali --- hanya menatap nanar punggung Putra yang bahkan hanya berpamitan sepintas lalu padanya.


‘Aku tak sangka, jika Putra bisa bersikap sangat dingin begitu padaku. Bosan? .. dan tidak ingin ada di dekatku? Apa tidak lama lagi dia akan menceraikanku–‘


🔵


‘Lalu bagaimana hidupku jika itu terjadi? ..’


Gadis masih bermonolog dalam hatinya, sampai Putra sudah keluar dari kamar mereka.


Yang tidak Gadis kejar, karena cukup terpukul dengan ucapan Putra yang terasa menohok untuknya beberapa saat yang lalu.


Dan Gadis kemudian duduk dengan lunglai pada sebuah sofa yang ada di dalam kamar pribadinya dan Putra tersebut.


‘Aku tidak peduli dengan kemewahan yang aku dapat setelah aku menikah dengan Putra. Yang aku pikirkan, bagaimana aku harus hidup tanpa laki – laki yang aku cintai sepenuh hati itu? ..’


🔵


‘Putra benar – benar pergi.’


Gadis sudah keluar dari dalam kamarnya dan Putra, dan sudah berada di lantai bawah villa yang sedang nampak sepi itu.


‘Dan apa benar, kalau kepergiannya untuk mencari hiburan? ..’ batin Gadis lagi. ‘Tapi hiburan macam apa? ..’ lanjutnya bertanya dalam hati.


“Nyonya Gadis?”


Gadis yang sedang asyik bermonolog dalam hatinya itu kemudian terkesiap setelah seseorang menegurnya.


“Pak Abdul.”


Gadis lalu menanggapi orang yang menegurnya itu, yang adalah kepala asisten rumah tangga di villa.


“Apa Nyonya membutuhkan sesuatu?”


“Aku hanya ingin mengambil minuman saja, Pak Abdul.”


“Nyonya bisa langsung menghubungi dapur saja untuk memintanya dari kamar –“


“Apa suamiku titip pesan pada Bapak agar tidak membiarkanku keluar kamar?”


Gadis menukas ucapan Pak Abdul.


“Tidak Nyonya –“


“Maaf Pak Abdul, saya tidak bermaksud ketus.”


“Saya tidak merasa anda ketus pada saya, Nyonya Gadis ..”


“Terima kasih karena tidak mengambil hati atas sikapku tadi.”


Gadis menampakkan senyuman tipisnya pada Pak Abdul.


Namun walau tipis, senyuman Gadis itu tulus. “Ngomong – ngomong, Anthony dan Bruna belum kembali?” tanya Gadis lagi pada Pak Abdul setelahnya.


“Belum, Nyonya.”


🔵


“Satu lagi Pak Abdul,”


“Iya, Nyonya Gadis? Anda ingin dibuatkan sesuatu?”


“Tidak Pak Abdul, aku hanya ingin tanya, siapa saja yang pergi bersama suamiku? ..”

__ADS_1


“Tuan Damian, Tuan Gerret, Tuan Arthur dan empat pengawal, Nyonya ..”


“Kalau begitu Vader dan Devoss dimana?”


“Tuan Ramon ikut dengan Tuan Muda dan Madam ke kebun stroberi, kalau Tuan Devoss kembali ke kamarnya ..”


Gadis lalu manggut – manggut kecil setelah mendengar jawaban Pak Abdul. “Lalu apa Pak Abdul tau, kemana suamiku pergi?”


🔵


‘Pantas saja Putra bilang ada kemungkinan dia tidak pulang nanti malam, ternyata dia ke ibukota.’


Gadis membatin lagi, setelah ia mendengar jawaban dari Pak Abdul.


Kemudian Gadis undur diri dari hadapan kepala rumah tangga villa itu, untuk kembali ke kamarnya.


‘Tapi apa benar, kalau kepentingan Putra pergi ke sana untuk mencari hiburan seperti yang dia katakan padaku?’


Gadis mulai lagi bermonolog dalam hatinya saat ia sedang membuat teh untuk dirinya sendiri, menolak saat Pak Abdul yang menawarkan untuk membuatkannya.


🔵


“Mencari hiburan. Seperti yang aku katakan tadi. Kamu tidak perlu tahu kemana aku pergi. Yang jelas aku sedang merasa bosan, dan aku sedang tidak ingin berada di dekatmu. Nikmati saja waktumu, karena aku akan menikmati waktuku –“


‘Apa aku begitu menyinggung Putra? sampai dia bisa bilang kalau sekarang dia sedang tidak ingin berada di dekatku dan Putra bahkan mengatakan jika dirinya bosan. Apa maksudnya dia sudah bosan padaku itu karena aku yang kemungkinan besar tidak dapat memberikannya anak?’


Gadis bermonolog lagi dalam hatinya saat ia sudah kembali ke kamar pribadinya dan Putra.


Duduk kembali dengan lunglai dan sendu. ‘Lalu mencari hiburan di ibukota.’


Sambil Gadis masih bermonolog dan memandang nanar ke arah balkon kamarnya dan Putra itu.


‘Hiburan macam apa? .. Wanita? .. Yang dapat memberi Putra kehangatan lebih dariku, atau Putra bahkan berniat mencari penggantiku di ibukota? Sedangkal itukah cinta Putra padaku dalam kenyataannya? Yang menikahiku dan berkata mencintaiku, padahal sebenarnya dia hanya ingin seorang pengasuh untuk Anthony dan wanita untuk melahirkan anak untuk Putra saja? Dan sebenarnya Putra tidak serius mencintaiku–‘


Gadis jadi kian merasa was – was.


‘Tidak! Tidak! aku tidak boleh berpikir seburuk itu tentang Putra –‘


🔵


Beberapa jam berlalu. Gadis mencoba untuk bersikap normal di hadapan mereka yang tersisa di villa.


Terlebih di depan Anthony. Semata karena Gadis tidak ingin bocah tampan yang ia sayangi dan memang kesayangan semua anggota keluarga itu, menjadi sedih jika melihatnya murung.


Dan Anthony pasti bisa menerka kalau Mama Gadis dan Papa Putranya sedang bertengkar, sementara Gadis telah mendengar ucapan Anthony yang mencoba menghiburnya yang ditinggal Putra untuk bekerja, seperti pemahaman Anthony atas ucapan Putra yang mengatakan padanya hendak pergi untuk mengurus sesuatu.


Makanya karena sudah mendengar ucapan Anthony yang sempat coba menghiburnya dan mengatakan pemahamannya itu, Gadis pun mengiyakan saja ucapan Anthony. Yang juga sempat mengatakan jangan bersedih karena sempat dimarahi oleh Putra.


🔵


Selama waktu berjalan semenjak kepergian Putra ke ibukota, Gadis menampakkan dirinya yang baik – baik saja di hadapan semua orang yang berada di villa bersamanya. Membunuh waktu guna mengesampingkan rasa was –wasnya tentang apa yang Putra lakukan di ibukota, dengan beraktifitas bersama Bruna dan Anthony. Termasuk juga dengan Ramone serta Devoss.


Hingga tidak terasa, malam telah sampai. Lalu Gadis yang merasa sedikit lelah itu langsung pamit undur diri dari ruang makan setelah ia menyelesaikan makan malamnya.


Anthony ikut serta dengan Gadis, karena bocah tampan itu bilang dirinya merasa lelah karena banyak berkegiatan yang menggunakan tenaga hari ini.


“Do you want to sleep in Mama and Papa room (Apa kamu ingin tidur di kamar Mama dan Papa), Anthony?”


Gadis yang sudah meniti tangga menuju lantai atas villa itu bertanya pada Anthony yang berjalan bersisian dengannya.


Anthony yang bergandengan dengan Gadis saat meniti tangga itu langsung menggeleng, lalu menjawab pertanyaan Gadis. “No, Mama. I want to sleep in my own room tonight (Tidak, Mama. Aku ingin tidur di kamarku sendiri malam ini) ..”


🔵


‘Kamu sedang apa, Putra? .. apa kamu benar – benar tidak pulang karena ketakutanku ternyata benar? Kalau saat ini kamu sedang mencari hiburan dengan berbagi kehangatan bersama wanita lain? Serta juga mencari wanita lain untuk menggantikanku? ..’


Gadis membatin frustasi, kala ia sudah berada di kamarnya dan Putra, selepas ia mengantarkan Anthony ke kamar bocah tampan itu, lalu mengurusi Anthony sampai bocah tampan itu sudah pulas terlelap.


‘Ya Tuhaann .. aku hampir gila memikirkannya,’ batin Gadis yang gelisah bukan main.


Matanya sudah Gadis rasa sayu, namun ia rasanya susah sekali untuk terpejam --- meski sudah Gadis coba untuk ia bawa tidur dan berbaring di atas ranjang pribadinya dan Putra, namun meski matanya sudah Gadis pejamkan --- tak bisa Gadis tidur sampai pulas, walau hanya untuk lima menit.


Jadi dalam masa sulitnya Gadis untuk tidur itu, ia sempat menyibukkan dirinya dengan membaca novel. “Biasanya aku akan cepat jatuh tertidur kalau sedang membaca novel,” gumam Gadis. “Tapi sekarang saat aku sudah mengantuk dan berharap dengan membaca novel ini aku bisa lebih cepat lagi bisa tidur, malah hal itu tidak berpengaruh sekarang.”


🔵


Netra Gadis terlalu sering melirik pada jam dinding berbandul yang ada di dalam kamar pribadinya dan Putra malam ini.


Duduk tercenung, sampai Gadis rasanya kurang kerjaan memperhatikan bandul jam yang bergerak ke kanan dan ke kiri --- sesekali ia jatuh tertidur dengan satu tangannya menopang kepala.


Namun Gadis juga dengan segera bangun terkaget kemudian, kala kepalanya bergeser dari topangan satu tangannya itu --- hingga sebuah suara, membuat mata Gadis terbuka sempurna.


Suara derit pintu kamarnya dan Putra, dimana ada sosok yang menjadi sumber kegelisahan Gadis selama berjam – jam yang lalu, kala pintu yang berderit itu lalu terbuka. Membuat Gadis seketika merasa lega.


“Putra .. aku pikir kamu benar tidak pulang.“


Gadis segera berujar, kala sosok yang ia sebut namanya itu terlihat nyata di matanya --- Putra.


Yang mengatakan pada Gadis kalau ada kemungkinan dia tidak pulang malam ini ke vila, nyatanya pulang --- walau di waktu yang sangat larut.

__ADS_1


“Dan aku pikir kamu sudah pergi dari sini, Gadis.“ namun sikap dingin Putra masih pria itu tunjukkan pada Gadis, atas ucapan Putra yang terdengar datar dan mencibirnya itu. Yang kemudian langsung Gadis respons dengan spontan.


“Apa sekarang kamu mengusir aku? –“


“Bukankah kamu sendiri yang mengancamku akan itu?” tukas Putra.


Dengan Putra yang mengucapkannya, sambil berlalu begitu saja melewati Gadis.


Dimana Gadis, langsung menghela berat nafasnya sambil ia berkata dengan memandang Putra yang ia ikuti langkahnya ke dalam walk in closet. “Aku minta maaf –“


🔵


Ditempatnya, Putra juga menghela berat nafasnya --- namun samar.


Setelah saat membuka pintu kamarnya dan Gadis, Putra pun sempat melakukan hal itu.


Kala Putra menemukan Gadis ternyata masih terjaga dengan wajahnya yang nampak sendu dan sayu.


Dan baru saja Putra melakukannya lagi, setelah mendengar ucapan permintaan Gadis padanya yang terdengar lirih.


Membuat Putra jadi rasanya tak tega pada Gadis.


Namun masih ada juga kesal dalam hati Putra pada istrinya itu.


Tapi tetap, Putra masih ada perhatiannya pada Gadis, “Sudahlah, sebaiknya kamu pergi tidur. Aku ingin membersihkan diri ..” tapi perhatiannya itu, Putra tunjukkan dengan datar saja pada Gadis.


“Apa kamu ingin berendam?” yang kemudian langsung mencoba berinteraksi dengan Putra, perlahan ingin mencairkan kebekuan suaminya itu. Dengan Putra yang kemudian berbalik dan menghadap pada Gadis sambil Putra berkata pada Gadis, dengan jarak diantara keduanya yang kini cukup dekat.


“Pergilah beristirahat Gadis –“


‘Kuat sekali aroma alkohol dari mulut Putra.’ Gadis membatin kala suaminya itu bicara padanya.


“Aku bisa mengurus diriku sendiri –“


‘Baju Putra .. harumnya berbeda? .. harumnya seperti harum parfum perempuan? ..’


Sambil Gadis juga mengendusi aroma yang menguar dari tubuh Putra, pada posisinya. Aroma yang asing, namun jelas mengenali harum yang hidungnya endus dari Putra.


Harum parfum perempuan, namun bukan parfum miliknya --- membuat sejumput perasaan was – was serta gelisah, jadi muncul di dalam hati Gadis sambil ia memandangi Putra yang kemudian berlalu dari hadapannya dan berjalan menuju kamar mandi melalui pintu penghubung di walk in closet, setelah Putra melepas mantel kasual, berikut kemejanya.


🔵


Gadis masih tetap berdiri di tempatnya kala Putra sudah masuk ke kamar mandi.


‘Apa benar yang aku pikirkan??? .. kalau Putra mencari hiburan dengan tidur bersama wanita lain???’


Gadis membatin, dengan dirinya yang sudah memegang kemeja Putra dan ia endusi lagi untuk memastikan indra penciumannya.


‘Ini bukan parfumku, dan aromanya kuat sekali menempel di kemeja Putra.’ ada pilu yang menyeruak di hati Gadis yang matanya kini mulai nampak berkaca – kaca.


Lalu mata Gadis yang berkaca – kaca itu, menatap nanar ke arah pintu penghubung walk in closet dan kamar mandi dalam kamar pribadinya dan Putra.


‘Kalau aromanya sekuat ini, berarti benar dugaanku. Jika Putra telah menghabiskan waktu dengan mendekap wanita lain dan berbagi kehangatan dengannya –‘


🔵


Beberapa menit berselang, Putra yang selesai dengan kepentingannya di dalam kamar mandi pribadinya dan Gadis, langsung masuk lagi ke dalam walk in closet melalui pintu penghubung kembali. Gadis sudah tidak ada di tempatnya saat Putra tinggalkan tadi kala suami Gadis itu masuk ke dalam kamar mandi, dimana Putra berpikir jika Gadis sudah pergi tidur --- dan Putra lekas berpakaian dengan mengambil set piyama.


‘Kemana dia?’ Putra membatin heran, ketika ia tidak mendapati Gadis di atas ranjang mereka.


Kala Putra telah selesai di dalam walk in closet, Lalu keluar dari dalam sana. Berencana ingin pergi tidur, namun juga sudah berniat kalau Putra akan menanggapi Gadis kali ini, jika istrinya itu mengajaknya bicara.


‘Apa Gadis desperate going ( nekat pergi )? ‘ batin Putra dengan sedikit merasa mulai was – was, sambil ia kemudian melangkahkan kakinya menuju pintu kamar pribadinya dan Gadis --- dengan Putra yang juga mengedarkan pandangannya ke seluruh kamar dengan spontan.


🔵


Namun tidak sampai Putra mendekat pada pintu, matanya menangkap sosok yang ia cari berada di balkon kamar yang pintunya terbuka lebar.


‘Dia ini ..’ ucap Putra dalam hatinya dengan sedikit menggeram, dan kepalanya menggeleng tak habis pikir kala melihat Gadis berdiri di balkon kamar saat angin terasa dingin menusuk tanpa Gadis memakai luaran yang melindungi baju tidurnya yang meski bukan gaun tidur namun piyama serupa yang Putra pakai, namun tetap saja tidak akan menahan hawa dingin angin pegunungan yang bisa menyapa kulit Gadis.


“Kamu sudah selesai, Putra? ..” ucap Gadis yang saat kaki Putra sudah sampai di batas pintu balkon, wanita itu berbalik dari posisinya --- dan mendapati Putra yang sudah ada di belakangnya, dimana suaminya itu langsung juga bicara.


“Sudah terlalu sulit bagimu untuk mendengarkan perkataanku sekarang walau hanya untuk memintamu beristirahat?” dengan suara Putra yang bernada normal, namun kesan tidak senangnya tetap tergambar dari ucapan Putra barusan.


Dimana Gadis langsung nampak menghela nafasnya lalu tertunduk, kemudian mengangkat kepalanya dan menatap pada Putra lagi. Dengan Putra yang kembali berkata sambil suami Gadis itu memiringkan tubuhnya.


“Masuklah. Kalau kamu peduli dengan kesehatanmu.”


🔵


“Putra,” ucap Gadis.


Menyebut nama Putra, yang orangnya langsung menyambar bicara.


“Masuklah, Gadis. Aku sudah cukup lelah menghadapimu –“


“Aku minta maaf untuk itu, dan memang jika kamu sudah bosan menghadapiku atau tidak lagi ingin berada dekat denganku ..” sambar Gadis. “Kita bercerai saja kalau begitu –“


🔵🔵🔵🔵🔵🔵

__ADS_1


To be continue ...


__ADS_2