
Happy reading .....
***************
Wales, England ...
“And what about the Zepeto ( Dan bagaimana soal si Zepeto itu ) ...“ Holmes yang bertanya pada Putra.
Dimana Holmes dan Putra dan beberapa orang yang adalah anaknya dan empat orang yang bersama Putra, telah selesai membahas beberapa hal yang menyangkut rencana Putra.
“Take him to London, once I make sure all things to throw his dignity onto the ground are ready ( Bawa dia ke London, setelah aku memastikan semua hal yang akan membuat harga dirinya berada di atas tanah sudah siap )”
“Why don’t just kill him ( Mengapa tidak langsung membunuhnya saja )? ...“
“I won’t let him die with dignity on him ( Aku tidak akan membiarkannya mati dengan nama baik yang menempel padanya )”
Putra menegaskan.
“Not even a spot ( Tidak satu titik pun )”
Putra kemudian merapihkan mantel yang sedang ia kenakan.
Holmes pun tersenyum penuh arti.
“Well, take me to meet those people now.”
( Kalau begitu, bawa aku menemui orang – orang itu sekarang ).
Dan tak lama, Putra pun berdiri dari duduknya. Kemudian Holmes memanggil salah satu anak buahnya.
......................
“Are you guys sure that they will do what they said to all of you at the day? ( Apa kalian yakin jika mereka akan melakukan apa yang mereka katakan pada kalian di harinya nanti? )”
Holmes kemudian melontarkan pertanyaan saat ia mengantar Putra dan empat orang yang bersamanya itu hendak meninggalkan sebuah penjara dimana banyak kriminal berbahaya di dalamnya, setelah Putra berikut Damian dan Addison selesai dengan urusan mereka dengan beberapa napi yang merupakan sekutu Jaeden.
“They will.”
Damian yang menjawab.
“Greedy people such a coward and petty ( Orang yang serakah hanyalah seorang pengecut yang picik ) ...” timpal Putra. “They will do anything to safe their own life ( Mereka akan melakukan apapun untuk menyelamatkan diri sendiri )”
......................
“And you guys will give them the mercy just like what you guys have promised them? ( Dan kalian akan memberikan mereka pengampunan seperti yang telah kalian janjikan pada mereka? )”
Holmes kembali melontarkan pertanyaan, dimana Putra, Damian dan Addison kemudian sama mendengus geli.
“We don’t have to fulfill ourpromise to traitors ( Kita tidak perlu memenuhi janji pada para pengkhianat )” cetus Addison. “I am right, Am I? ( Aku benar, bukan? ) –“
"Yes you are --"
"I couldn't agree more ( Aku setuju sekali dengan itu ) ..."
Damian dan Edgard yang menanggapi ucapan Addison. Sementara Putra, Danny dan Devoss berikut Holmes mengulum senyum mereka.
......................
London, Inggris ...
Putra - Damian - Addison - Danny dan Devoss berikut para anak buah yang menyertai lima pria itu, telah sampai di salah satu kota besar yang ada di Inggris, dimana mansion mewah dan megah milik keluarga Rery bertempat di sana.
Namun Putra dan rombongannya itu tidak langsung mendatangi kediaman keluarga Rery ketika mereka telah sampai di London setelah dari Wales, melainkan Putra dan rombongannya itu mendatangi sebuah rumah yang letaknya tak seberapa jauh dari kediaman keluarga Rery.
Dimana ada tiga orang yang sudah nampak menunggu kedatangan Putra dan rombongannya itu. "Welcome back, Brothers ..."
Adalah Accursio, Yona dan Hizkia yang telah menunggu kedatangan Putra dan rombongannya itu, dan ketiganya langsung menyambut dengan sumringah.
......................
“How are you guys? ( Bagaimana kabar kalian? ) –“
__ADS_1
“We’re good, just like you can see ( Kami baik, seperti yang kau lihat ) –“
“And how about you guys? ( Dan bagaimana dengan kalian? ) –“
“We’re also good, Yo –“
“Your brother is more than good, because he got enough ‘vitamin’ from his wife.”
( Kakak lelakimu ini lebih dari sekedar baik, karena dia mendapatkan cukup ‘vitamin’ dari istrinya ).
......................
“I’m sure he is ( Aku yakin begitu )”
Accursio yang langsung menanggapi selorohan Damian yang menggoda Putra, dengan ia yang terkekeh kecil. Serta juga Damian dan mereka yang sedang bersama dua pria itu yang ikut terkekeh, termasuk Putra sendiri.
“I can see how shiny his face now ( Aku dapat melihat betapa bersinarnya wajah dia sekarang ini )”
Accursio bicara lagi. Dengan meledek Putra yang orangnya kembali terkekeh kecil setelah mendengar ledekan Accursio barusan.
“Hoe gaat het met Vader? ( Apa kabarnya Vader? ) ...” Yona lalu bertanya pada Putra dalam Bahasa Belanda.
“Erg goed ( Sangat baik ) ...” jawab Putra dalam bahasa yang sama Yona pergunakan dalam menanyakan keadaan Ramone. “Enthusiastic to get another grandchild ( Sangat antusias karena akan mendapatkan tambahan cucu ) ...” tambah Putra dengan Bahasa Inggris.
Yona tersenyum mendengar ucapan Putra barusan, meski tipis saja senyum yang Yona tampakkan itu.
“Ah, by the way ... You have a greeting of miss from Garret ( Kau mendapat salam rindu dari Garret )” dan senyum tipis Yona segera menghilang ketika mendengar ucapan Damian ini.
“Cih!”
Yona langsung juga berdecih malas.
Dan Damian serta enam pria lainnya sontak terkekeh geli.
......................
“Did we told you to go and visit your family ( Bukankah sudah kami katakan padamu untuk pergi mengunjungi keluargamu ), Hiz?” Putra membuka pembicaraan, setelah sesi penyambutan santai dari Accursio, Yona dan Hizkia telah selesai.
Namun Hizkia hanya diperkenalkan pada Danny saja, karena ia telah mengenal Addison sejak lama dari sejak almarhum Rery masih hidup dan tinggal di London. “I won’t just visit them ... I want to go to the place where my wife and childs be now, then take them back to our house here ( Aku tidak hanya ingin sekedar mengunjungi mereka ... Aku ingin pergi ke tempat dimana istri dan anak – anakku berada sekarang, lalu membawa mereka bersamaku untuk kembali ke rumah kami disini )”
......................
“And I’ll be waiting for a guarantee from you, if I can take them back here safety and then all of us can live happily ever after ( Dan aku akan menunggu akan sebuah jaminan darimu, jika aku dapat membawa mereka kembali ke sini dengan aman dan kita semua dapat hidup bahagia selamanya )” tambah Hizkia dengan menyertakan selorohan di akhir kalimatnya.
“Let’s make it happen then ( Mari kita buat itu menyata jika begitu )” ucap Putra kemudian.
Setelah sang Papa sempat terkekeh kecil karena selorohan Hizkia.
“I also have to make a guarantee for myself to make Anth get what he supposed to get.”
( Aku juga harus membuat jaminan atas diriku sendiri untuk membuat Anth mendapatkan apa yang seharusnya ia dapatkan ).
Putra lalu menambahkan ucapannya.
Kemudian Hizkia menganggukkan kepalanya.
“Yeah, I can’t wait to meet that boy after last time I saw him when he was a baby ( Aku tidak sabar untuk bertemu dengan anak itu setelah terakhir aku melihatnya saat dia masih bayi )”
Hizkia berkata kemudian.
“It will happen after we humiliated that m*therf*cker then vanish him forever from this world ( Itu akan terjadi setelah kita mempermalukan si keparat itu lalu menghilangkannya dari dunia ini untuk selama – lamanya )”
“Let’s start for it then ( Mari kita mulai untuk itu kalau begitu ) –“
“How about all the preparation for everything to clean up Rery’s name and all of others loyal people of ours?”
( Bagaimana soal persiapan dari segala hal untuk membersihkan nama baik Rery dan semua orang yang setia pada kita? )
“90 percent ready ( Sudah 90 persen siap ) ...” Accursio yang menjawab pertanyaan Putra itu. “Pers are ready. You just said when and where they have to gather ( Pers sudah siap. Kau hanya tinggal mengatakan kapan dan dimana mereka harus berkumpul ) –“
“All papers are complete ( Semua berkas sudah lengkap ), Hiz?” tukas Putra yang kemudian bertanya pada Hizkia yang langsung mengangguk mengiyakan, menjawab pertanyaan Putra barusan itu.
__ADS_1
......................
Dua hari kemudian ...
“Are the vehicles are ready ( Apa kendaraan sudah siap ), Thom?” Putra yang bertanya kepada pria yang sebenarnya adalah tangan kanan Accursio.
Namun untuk kepentingan Putra yang ingin menghabisi Jaeden dan sekutunya, Accursio menunjuk langsung tangan kanannya itu untuk mendampingi Putra dan memenuhi segala kebutuhan saudara angkatnya itu atas nama tujuan Putra serta para saudaranya yang terkait langsung dengan Rery.
“Vehicles and everything according the pers conference are all ready ( Kendaraan dan semua hal terkait konferensi pers sudah siap )”
Tangan kanan Accursio yang bernama Thomas itu menjawab dengan sigap pertanyaan Putra seperti selalunya.
“Thank you, Thom.”
“You are very welcome, Sir.”
Ucapan terima kasih Putra, Thomas jawab dengan santun.
“How about that m*therf*cker? ( Bagaimana dengan si keparat itu? )”
Gantian Damian yang bertanya pada Thomas.
“Already at the court ( Sudah berada di pengadilan ) –“
“Holmes and Edgard already there too? ( Holmes dan Edgard juga sudah berada disana? )”
“Yes Sir,” jawab Thomas.
Dan setelahnya, Putra dan rombongannya pun bergegas memasuki beberapa mobil yang telah Thomas sediakan dengan menggerakkan para anak buah mereka.
......................
Putra sudah sampai di depan sebuah pengadilan selang beberapa belas menit kemudian.
“What a crowd ( Ramai sekali )”
Devoss yang menggumam setelah ia turun dari dalam mobil yang ia tumpangi bersama Hizkia.
Ketika ia melihat banyaknya juru berita yang sudah berkumpul di pengadilan.
“Kingsley Smith has a big name here at London. So everything about him and his family will inconspicuously the public here.”
( Kingsley Smith memiliki nama besar di London ini. Jadi segala hal yang menyangkut beliau berikut keluarganya akan menarik perhatian publik di sini ).
Hizkia berujar menanggapi gumaman Devoss yang tak pelan tadi, dimana pria yang merupakan salah satu orang kepercayaan Ramone itu nampak takjub dengan apa yang ia lihat kini dalam pandangannya. Yakni banyaknya orang yang ditengarai adalah para juru berita yang sudah menunggu kedatangan Putra untuk memberikan klarifikasi resmi dari apa yang pernah ia katakan pada saat Jaeden menggelar konferensi pers untuk mengumumkan bahwa dirinya lah yang kini menjadi satu – satunya pewaris Kingsley Smith.
Yang kemudian konferensi pers itu dikacaukan oleh Putra dan semua orang yang bersamanya, dan hari ini Putra akan mengumumkan ke publik London yang sempat dibuat berpikir buruk tentang Rery yang diisukan telah membunuh ayah kandungnya demi mengambil alih kekuasaan sang ayah berikut harta yang ingin Rery kuasai sendiri.
Dan semua isu buruk tentang Rery ataupun orang – orang yang setia pada ayah kandung Anthony itu berikut orang – orang yang juga setia pada Kingsley Smith, adalah konspirasi Jaeden dan para sekutunya yang hari ini Putra balikkan kondisinya sesuai fakta dimana Jaeden itulah penjahat yang sesungguhnya --- termasuk orang – orang yang menjadi sekutu Jaeden.
Kaki Jaeden bukan hanya sekedar ‘dijegal’ langkahnya oleh Putra berikut para saudaranya, namun juga ‘dipatahkan’.
Jaeden bukan sekedar ‘dihancurkan’, namun dibuat ‘lebur’ tanpa sisa.
Untuk saat ini, nama baiknya.
Hingga Jaeden sudah benar – benar dianggap sebagai penjahat menjijikkan di mata publik London.
“Tell Holmes to take that m*therf*cker to TBW ( Katakan pada Holmes untuk membawa keparat itu ke TBW )”
Dan untuk selanjutnya, Putra akan menyelesaikan dendamnya dengan tuntas. Yakni, memutus nafas Jaeden.
************
To be continue ......
Mohon maaf untuk update yang sangat slow.
Harap maklum, bulan puasa en udah deket lebaran.
😁
__ADS_1
Terima kasih untuk kalian yang masih setia