
Happy reading ..
“Maybe it’s Danny or Hizkia (Mungkin itu Danny atau Hizkia)”
Perhatian empat orang pria yang sedang duduk-duduk disebuah ruangan yang berada didepan ruang kerja teralih saat mendengar suara dering telepon.
“I’ll pick up! (Biar aku yang angkat!)” Ucap Damian yang beranjak dari duduknya. Lalu berjalan masuk ke ruang kerja untuk menerima panggilan dari telepon yang sedang berdering itu.
“Hopefully Hizkia can make all the transfer by today, so we don’t need to get back to England for some times untill we are totally ready (Semoga saja Hizkia bisa melakukan pemindahan secara keseluruhan dalam satu hari ini, jadi
kita tidak perlu kembali ke Inggris untuk sementara waktu sampai kita benar-benar siap)”
Putra berucap saat Damian sedang menerima panggilan telepon tersebut dan tiga orang yang bersamanya manggut-manggut.
“Ya, hopefully (semoga saja)”
“Putra!”
Perhatian Putra, Bruna, Addison dan Garret teralih saat mendengar suara Damian yang memanggil Putra dari dalam ruang kerja.
Putra lantas segera beranjak dari duduknya, kala mendengar Damian memanggil namanya sembari mengkode dengan tangannya, agar Putra segera menghampiri Damian yang sedang duduk di kursi kerja itu.
****
“I see .. (Begitu..)” Putra nampak manggut-manggut di kursi kerja menggantikan Damian yang tadi duduk disana, setelah Damian memberikan gagang telepon pada Putra.
“..........”
Garret, Addison, Bruna dan Damian tidak bersuara sembari ke empat orang tersebut sama-sama sedang memperhatikan Putra setelah Damian mengatakan siapa yang menelepon dan apa yang tengah terjadi sesuai dengan apa yang disampaikan sekilas oleh orang yang menghubungi nomor Villa yang memiliki akses sambungan
rahasia yang tertutup.
Putra juga masih nampak serius di tempatnya dengan gagang telepon yang menempel di telinganya, sembari juga sesekali terlihat manggut-manggut pelan. Lalu terdengar lagi Putra berbicara.
“Then how much that already succeed? (Lalu berapa banyak yang sudah berhasil?)”
“..........”
“Leave the rest, let it. Hizkia know how to handle it. You comeback here as soon as possible, Hizkia and Conrad will lead you to comeback here in the save way. And give the sum of money that I told you to Hizkia”
“(Tinggalkan saja sisanya, biarkan saja. Hizkia tahu bagaimana untuk mengurusnya. Kau kembalilah secepatnya kesini, Hizkia dan Conrad akan mengarahkan mu untuk kembali kesini di jalur yang aman. Dan berikan pada Hizkia
sejumlah uang yang sudah kukatakan padamu sebelumnya)”
**
“How was it? (Bagaimana?)” Tanya Addison yang mendekati Putra di meja kerja setelah Putra meletakkan gagang telepon di tempatnya. Garret, Bruna dan Damian juga ikut mendekati Putra dengan wajah yang sedikit was-was.
“Danny said Hizkia was suggested to hold the rest transfer process of Rery’s money due that Jaeden was coming to the Bank and seems that he wants to try to make a deal with Hizkia due the Kingsley’s and Rery’s assets, which
Hizkia put a suspicion to a person inside the Bank who has a dealing with Jaeden”
“(Danny mengatakan jika Hizkia menyarankan untuk menahan dulu sisa proses pemindahan uangnya Rery karena Jaeden datang ke Bank hari ini dan sepertinya ia ingin mencoba kembali untuk membuat kesepakatan dengan Hizkia sehubungan dengan asetnya Kingsley dan Rery, dan juga Hizkia sedang mencurigai seseorang dalam Bank yang sepertinya sudah bekerjasama dengan Jaeden)”
Putra menjelaskan.
“But what Hizkia just had to do is moving Rery’s money, not have opportunity to moving Kingsley’s asset. And also only half of Rery’s that already succeed to move.. (Tapi Hizkia hanya sempat melakukan pemindahan uang Rery, tidak punya kesempatan untuk memindahkan milik Rery. Dan juga baru setengah saja milik Rery yang sudah berhasil dipindahkan)”
Bruna, Addison, Damian dan Garret pun manggut-manggut.
“How about everything at the deposit box inside the Bank? (Bagaimana dengan semua yang berada di deposit box?) ..”
__ADS_1
“All Rery’s are already out, thanks God. Same, Kingsley’s, No. A little bit risky, because Hizkia assumed that Jaeden know about it (Syukurnya, semua milik Rery yang berada didalamnya sempat dikeluarkan. Tetapi sama, milik
Kingsley tidak sempat. Sedikir beresiko, karena Hizkia menduga jika Jaeden tahu perihal milik Kingsley yang ada disana)”
“For at least Danny not coming back with an empty hand .. (Setidaknya Danny tidak pulang dengan tangan kosong)”
“Yes it is (Iya benar).. But still I don’t feel satisfied (Tapi tetap aku belum merasa puas)” Tanggap Putra. “Not because I have a part in Kingsley wealthy as my legal right, it’s more I don’t feel that compliant to let Jaeden has it, ever! (Bukan karena aku memiliki bagian di kekayaan Kingsley sebagai hak resmiku, tapi lebih kepada aku sangat tidak rela membiarkan Jaeden memilikinya, tidak akan pernah rela!)”
“..........”
“It’s Rery’s, even you have a right on it Dami, and the most of all, Kingsley or Rery’s wealthy, is Anth’s! I won't let Jaeden and his descendants enjoy it nor touch it!"
"(Itu milik Rery, bahkan kau juga memiliki hak didalamnya Dami, dan yang paling utama diatas segalanya, Kekayaan milik Kingsley dan Rery itu milik Anth! Tidak akan aku biarkan Jaeden ataupun keturunannya menikmati itu atau bahkan menyentuhnya!)”
“I couldn’t agree more.. (Aku setuju sekali ..)” Cetus Addison.
Garret, Damian dan Bruna mengiyakan apa yang dicetus Addison barusan.
"But I think what Hizkia did, for just letting Kingsley assets in the Bank for a while was right. You know, somehow Jaeden will be able to check it. And if, he knows exactly the sum of it, and find out it was removed or less, I'm pretty sure he would directly think about you! .."
"(Tapi kupikir apa yang Hizkia lakukan, untuk membiarkan dulu aset Kingsley yang berada di Bank sementara waktu itu benar. Kau tahu, kapan waktu Jaeden pasti dapat mengeceknya. Dan jika, dia tahu persis jumlahnya, lalu menemukan fakta itu telah berpindah ataupun berkurang, Aku sangat yakin dia akan langsung berpikir tentangmu!).."
“..........”
"He will find all information about you. Risky, for us before we totally ready. Danger for Anth (Dia akan mencari segala informasi tentangmu. Beresiko, untuk kita sebelum kita benar-benar siap. Berbahaya untuk Anth)"
Putra pun manggut-manggut mendengar penuturan Damian.
“Then, what you told Danny to do? (Lalu, apa yang kau minta Danny untuk lakukan?) ..”
“I told Danny to get back here soon (Aku suruh Danny untuk kembali kesini secepatnya)”
“Yeah, I think that’s the right decision for now (Aku pikir itu keputusan yang tepat untuk saat ini)”
“Hemm..” Gumam Putra. “You call Arthur, Ad.. (Kau hubungi Arthur, Ad..)” Cetus Putra. “Tell him to prepare some of men for accompany Damian and me to pick up Danny tomorrow night at the distinctive airport (Katakan padanya untuk menyiapkan beberapa orang yang akan menemani Damian dan aku untuk menjemput Danny besok malam di bandara khusus)” Sambungnya.
“Okay.. I will call him right on!.. (Aku akan segera menghubunginya)”
***
“I can go with Dami or maybe Garret dan Dami, if you confused about Anth that you have to leave again Putra .. (Aku bisa pergi dengan Dami atau Garret dengan Dami, jika kau merasa bingung untuk meninggalkan Anth lagi Putra..)”
Addison memberikan usulan.
Putra menggeleng pelan. Sembari Putra mengangkat cangkir kopinya sebelum ia kembali berkata-kata.
“I will explain to Anth why I have to leave again. Beside I will comeback in the day after. And also, I have to make sure something with my own eyes.. (Aku akan menjelaskan pada Anth mengapa aku harus pergi lagi. Lagipula aku akan kembali keesokan harinya. Dan juga, aku ingin memastikan sesuatu dengan mataku sendiri ..)”
***
Bibir Anthony spontan mengerucut, kala Putra mengatakan jika esok hari dia akan pergi dan baru akan kembali keesokan harinya untuk suatu urusan pekerjaan. Dan Putra, Bruna, Addison, Damian serta Garret spontan terkekeh
kecil melihat Anthony yang mengerucutkan bibirnya karena tengah sedikit merajuk itu.
“Why can’t I go with you and Dad Dami tomorrow, Papa? .. (Mengapa aku tidak bisa ikut denganmu dan Dad Dami besok, Papa? ..)” Rajuk Anthony.
“Because we have a lot of works to do Anth. Don’t have time to do something else (Karena banyak pekerjaan yang akan kami lakukan Anth. Tidak punya waktu untuk melakukan hal lainnya)”
“If you are become soo busy, then I will stay more longer here and I can’t meet Gadis for long time! I miss her, you know? (Jika kalian menjadi saangat sibuk, lalu aku akan tinggal lebih lama disini dan tidak bisa bertemu Gadis
untuk waktu yang lama! Aku kan merindukannya?)”
__ADS_1
Lima orang dewasa yang bersama Anthony mendengus geli sekaligus merasa gemas pada bocah yang sudah kembali dengan sikap dan sifatnya yang seperti sediakala itu. Anthony yang banyak bicara dan gampang merajuk.
“I know it (Aku tahu itu), Anth .. I will still take you to meet Gadis, don’t you worry. You know I will keep my promise, right? .. (Aku akan tetap membawamu untuk bertemu dengan Gadis, kamu jangan khawatir. Kamu tahu aku orang
yang menepati janji, bukan? ..)”
“You are! .. But you said, you going to take me to meet Gadis on the day after tomorrow, but now, you said you have to go to work .. Then, my time to meet Gadis will be delay again! (Iya memang! .. Tapi Papa mengatakan, Papa akan membawaku untuk bertemu Gadis esok lusa, tapi sekarang, Papa harus pergi bekerja.. Lalu, waktuku untuk bertemu dengan Gadis akan tertunda lagi!)..”
Tapi justru ke lima orang tersebut bahagia jika sikap dan sifat Anthony yang seperti sediakala itu sudah kembali lagi.
Setidaknya, meski mungkin ingatan buruk tentang apa yang terjadi pada kedua orang tuanya yang dihabisi didepan mata Anthony, paling tidak Anthony tidak lagi nampak trauma.
“Haish..” Anthony berkesah. Dengan sikap seperti orang yang putus asa, dimana ia menopang satu tangannya yang ia letakkan di dahi sembari geleng-geleng.
Tentu saja membuat kelima orang yang bersama Anthony terkekeh geli karenanya.
Walaupun yah, selain Anthony adalah bocah yang ceria, namun Anthony dapat dikatakan banyak bicara setelah mode normalnya kembali.
“I think Anth is more like you, than Rery, Putra! (Aku rasa Anth lebih mirip denganmu, ketimbang Rery, Putra!)” Bisik Damian. “Fussy! (Cerewet!)”
Putra mendengus geli mendengarnya.
“Ah! I have an idea! How about .. (Aku punya ide! Bagaimana jika..)”
“See?.. (Lihat kan?) ..”
Putra mendengus geli sekali lagi karena celetukan Damian.
“You can take me to go with you tomorrow, then you can leave me to Gadis! ..”
“(Papa bisa membawaku ikut serta besok, lalu Papa bisa menitipkanku pada Gadis!..)”
Putra kemudian menggeleng pada Anthony. “Cannot (Tidak bisa) Anth..”
“But why?! .. (Tapi kenapa?!..)”
Anthony menunjukkan ketidakpuasan di wajahnya.
“First .. (Pertama)..” Putra pun mencoba memberikan penjelasannya, sembari mengangkat satu jarinya. “Gadis is working .. (Gadis itu bekerja..)”
“..........”
“And her works could be disturbed, if I leave you to her.. (Dan pekerjaannya bisa saja terganggu, jika aku menitipkan mu padanya) ..”
Lalu Putra mengangkat lagi satu jarinya.
“Second.. I go to a another town .. (Kedua.. Aku dan Dad Dami pergi ke kota yang lain) ..”
“Owwwgh.. so you and Dad Dami not going to town where Gadis lives and works?”
“(Owwwgh.. jadi Papa dan Dad Dami bukan pergi ke kota dimana Gadis tinggal dan bekerja?)”
“Heemm..”
“I see .. (Aku mengerti ..)”
‘I’m sorry (Maafkan aku), Anth ..’
***
To be continue..
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak yawgh! ..