LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 356


__ADS_3

Happy reading ...


*************


Inggris...


“So, what do you want to tell me? ( Jadi, apa yang ingin kau katakan padaku? )”


Damian mengajukan pertanyaan pada Putra ketika ia menghubungi salah satu saudaranya itu selepas ia selesai dengan pria yang bernama Gaines, dan mobil yang Damian tumpangi sudah melaju menjauh dari rumah pria bernama Gaines tersebut.


“Do you want to ‘take care’ the Chicago Guy?. Because he is separate from that m*therf*cker now ( Kau mau ‘mengurus’ si Pria Chicago itu?. Karena dia memisahkan diri dari si keparat itu sekarang )” jawab Putra seraya ia bertanya pada Damian dari ujung alat telekomunikasi khusus mereka, sehubungan dengan hal mengenai Jaeden yang telah dibicarakan Putra pada Damian sebelumnya.


“My pleasure ( Dengan senang hati )”


Damian langsung mengiyakan pertanyaan Putra dengan cepat tanpa berpikir lagi.


Karena yang ditanyakan Putra adalah suatu hal yang katakanlah Sekalian Jalan untuk Damian.


****


“Find information about where is he going to now ( Temukan informasi kemana dia mengarah sekarang )”


“Okay,” sahut Devoss yang paham maksud ucapan Damian.


“I’m sorry for interuppting, Boss ( Maaf untuk menyela, Boss )...”


Satu anak buah yang duduk di kursi penumpang depan dalam mobil yang sama dengan Damian dan Devoss bersuara.


“Maybe you can go to Nicho’s line, because he might already know where that American is heading now ( Mungkin ada dapat menyambungkan ke salurannya Nicho, karena dia sepertinya sudah tahu kemana orang Amerika itu mengarah ) –“


“Then connect us with him ( Kalau begitu hubungkan kita dengan dia )” tukas Devoss sambil memberikan alat telekomunikasi yang ia pegang pada satu anak buah yang barusan bicara itu. Dan satu anak buah yang barusan bicara itu pun mengangguk seraya menerima alat telekomunikasi dari tangan Devoss dengan santun.


****


“How many person with him? ( Ada berapa orang yang bersamanya? )”


“About ten or fifty  ( Sekitar sepuluhan atau lima belas )”


“Piece of cake ( Hanya hal kecil )”


Damian menyahut dengan tersenyum remeh.


****


“And how many our person who will accompany us? ( Dan berapa orang kita yang akan menyertai kita sekarang? )”


Damian berbicara seraya ia bertanya pada satu anak buah yang duduk di kursi penumpang depan, dalam mobil yang sama dengan yang Damian sedang tumpangi saat ini.


“More than them, Boss ( Lebih dari mereka, Boss )”


Damian kemudian berdehem pendek sambil juga mengangguk samar disaat yang bersamaan, setelah mendengar jawaban dari satu anak buah tersebut.


“Alright then ( Baiklah kalau begitu )”


"He must be going to their secret place that we just knew yesterday.”


( Dia pasti menuju ke tempat rahasia mereka yang baru kita ketahui kemarin ).


Devoss berujar. Damian pun mengangguk.

__ADS_1


“Yap. And I’m sure that there, we can find sum of money that can send our men go for a holiday to Rome ( Dan aku yakin disana, kita dapat menemukan sejumlah uang yang dapat mengirim orang-orang kita untuk pergi liburan ke Roma )”


Lalu Damian berceloteh. Dan setelahnya, Damian serta Devoss sama-sama mendengus geli.


“Also can make you spoiled dozen women to ‘make you happy’ in one time ( Juga bisa membuatmu memanjakan selusin wanita yang dapat ‘membahagiakanmu’ sekaligus )...”


Damian langsung tergelak selepas Devoss berseloroh.


Kemudian Damian berucap dengan nampak semangat, sekaligus menunjukkan tampang konyolnya sebelum ia kembali bersuara.


“Let’s go get the money then! ( Ayo kita hampiri uang itu kalau begitu! )”


Damian berkata. Lalu menyeringai setelahnya, dan bicara lagi.


“And make some holes at some of men bodies ( Dan membuat beberapa lubang di tubuh beberapa orang )”


Damian memperjelas seringainya.


****


“Send that ‘gift’ now ( Kirimkan ‘hadiah’ itu sekarang ) ...”


Adalah perintah Damian yang terdengar di alat komunikasi, pada satu orang anak buah yang diberikan tugas penting.


Dimana satu orang anak buah yang diberikan tugas penting itu telah menyamar dengan berpakaian seperti orang-orangnya pria yang dijuluki ‘Pria Chicago’ oleh Damian dan para saudaranya.


Yang kemudian mengiyakan titah Damian dengan sigapnya, sebelum percakapannya dan Damian terputus.


Lalu dibeberapa menit berikutnya, laporan dari yang bersangkutan Damian terima---bahwasanya tugas meletakkan ‘hadiah’ untuk si ‘Pria Chicago’, telah berhasil tanpa kendala, sebelum pria itu tiba.


****


“Was he arrived? ( Dia sudah sampai? )”


Setelahnya Damian bertanya, pada satu orang yang mendekat ke mobil yang ia tumpangi.


“Yes, he just arrived, Boss ( Iya, dia baru saja sampai, Boss )”


Damian pun mengangguk setelah mendengar jawaban dari satu anak buah yang menghampirinya itu.


“How many men we have now? ( Berapa orang kita yang ada sekarang? )”


“About twenty, Boss. Around twenty five or more if those Birmingham men are counted ( Sekitar dua puluh, Boss. Dua puluh lima atau lebih jika orang-orang Birmingham itu dihitung )”


Damian mengangguk samar lagi, sambil ia keluar dari dalam mobil.


“Call one of that Birmingham men here ( Panggil salah satu orang Birmingham itu ke sini )”


Damian menurunkan satu perintah pada anak buah yang sedang berbicara dengannya itu.


Dan satu anak buah tersebut langsung sigap mengiyakan dan menjalankan perintah Damian barusan.


****


Damian dan Devoss, berikut para anak buah mereka telah siap masuk untuk menyerang ke dalam sebuah gedung terbengkalai yang berada tidak seberapa jauh dari mereka.


“Four of you stand here,  and four of you go there ( Kalian berempat berjaga di sana, dan kalian berempat pergi ke sana )...”


Damian menunjuk delapan orang, sambil juga menunjuk pada dua sudut berbeda pada bangunan terbengkalai yang berada tak jauh dari tempat Damian berdiri.

__ADS_1


“Just in case there are some rats who try to escape ( Siapa tahu ada tikus yang mencoba melarikan diri )...”


Damian lanjut bicara. Dan delapan orang anak buah yang ditunjuk Damian itu pun mengangguk paham.


“Rest, divide two, half with me and half go with Devoss to surrounded from behind that place ( Sisanya, bagi dua, setengah ikut denganku dan setengahnya pergi menyertai Devoss untuk mengepung dari bagian belakang tempat itu )”


Damian lalu kembali mengarahkan orang-orang yang menyertainya tersebut.


Yang kemudian langsung bergerak, saat Damian sudah mulai mengayunkan langkahnya dengan mantap menuju satu bangunan yang menjadi target mereka---berikut orang-orang di dalamnya, tanpa lagi Damian memberikan komando pada pasukannya untuk bergerak.


“PUT THAT AWAY! ( SINGKIRKAN ITU! )”


Sebuah teriakan seorang pria terdengar menggelegar kala Damian telah memasuki gedung terbengkalai tersebut dari arah depan bersama timnya tanpa ada halangan apapun, karena mereka yang memiliki kegiatan di dalam sana sedang sibuk melakukan sesuatu dengan sangat tergesa.


Damian langsung menyeringai ketika mendengar teriakan dari seorang pria yang ia kenali itu, karena dia dan Putra berikut Garret pernah merampok sumber uang milik pria tersebut---selain beberapa sumber uang dari bisnis kotor pria berkebangsaan Amerika itu bersama Jaeden.


“Like your present? ( Suka dengan hadiahmu? ) ....”


Dimana pria yang sedang berada di belakang sebuah meja yang nampak seperti meja kerja dengan punggungnya yang menempel pada dinding di belakangnya itu, sontak terkejut dengan kedatangan Damian bersama beberapa orang yang memegang senjata api di tangan mereka masing-masing dan sudah terarah ke tiap-tiap orang yang ada di bagian dalam gedung tersebut.


“Merry Christmas m*therf*cker! ( Selamat Natal keparat! )”


*******


Tanpa membuang waktu dan tak mau ambil resiko pada anak buah si ‘Pria Chicago’ yang akan mengambil senjata mereka dari balik pakaian yang dikenakan, Damian dan timnya langsung melancarkan serangan dari senjata api yang sudah mereka pegang dan siap sekali untuk digunakan.


Suara desingan tajam tanpa jeda pun terdengar mengalun,  memecah di seisi gedung yang merupakan markas besar Jaeden dan sekutunya yang tersembunyi---bersamaan dengan teriakan tertahan dari orang-orang yang tubuhnya diberondong dengan peluru yang banyak jumlahnya hingga tubuh dari orang-orang tersebut terguncang sebelum akhirnya rubuh secara bergiliran.


Tak ada yang selamat, orang-orang dari kubu si ‘Pria Chicago’---yang memang tidak mungkin rasanya selamat dari berondongan peluru jarak dekat yang keluar dari belasan senjata Damian dan pasukan, termasuk si ‘Pria Chicago’ itu sendiri yang sudah ambruk bersimbah darah di tempatnya. Damian yang sudah menurunkan senjatanya itu menyeringai melihat si ‘Pria Chicago’ yang sudah tidak bernyawa itu.


“Check all over this place ( Periksa keseluruhan tempat ini )” Devoss yang bersuara untuk menugaskan para anak buah, sementara Damian sedang menelusuri keseluruhan bagian gedung yang ada di sekitarnya.


“Huh! He’s a total devil ( Memang dia adalah iblis yang tak berperasaan )” gumam Damian yang juga menyeringai kala melihat satu potongan tubuh manusia dalam sebuah dus. “Do you agree with my opinion about Putra ( Apa kau setuju dengan pendapatku mengenai Putra ), Dev?”


Sambil ia juga tersenyum tak habis pikir mengenai satu saudaranya yang memang tak aneh bagi Damian yang tahu sisi kejamnya seorang Putra saat pria itu sedang murka. Yang sisi kejamnya yang terlalu kejam itu sempat dibuat tertidur oleh almarhum Rery.


Namun ‘pawang’ Putra itu telah terbunuh, maka tak heran bagi Damian, jika sisi terlalu kejam Putra yang sempat tertidur itu kini telah bangkit kembali karena murkanya Putra atas kematian Rery.


“Totally agree ( Sangat setuju )”


Devoss pun menyahut menanggapi pertanyaan Damian yang kemudian mendengus geli---dimana Devoss diantara bergidik selain mual juga melihat benda dalam kardus yang sedang diperhatikan oleh Damian dengan sinis.


“He’s lucky that because of the limit time, his head is cut after Yona killed him. Cause if my phsyco brother have much time, he will mutilated this guy while he’s still alive ( Pria ini beruntung karena waktu yang terbatas, kepalanya di pisahkan setelah Yona membunuhnya. Karena jika saudaraku yang psikopat itu sedang senggang, pria ini akan dimutilasi dalam keadaan hidup ) ....”


Devoss pun merinding seketika.


“Just take the money, and left everything except that. Also, take this man bring to TBW ( Hanya ambil uang, dan tinggalkan lainnya. Juga, bawa orang ini ke TBW ) ..”


Kemudian tak lama Damian berucap sambil juga memberikan perintah setelah ia memindai keseluruhan bagian ruangan tempatnya berada, lalu mengarahkan juga para anak buah untuk menggeledah ruangan tersebut dengan cepat namun juga seksama.


“Blow this place until ashes ( Ledakkan tempat ini hingga tanpa sisa )” titah Damian setelah semua urusan di tempatnya berada telah selesai, dan dia berikut keseluruhan tim telah kembali berkumpul dan bersiap meninggalkan tempat tersebut.


Dan titah Damian itu segera direspons oleh orang-orangnya yang kemudian bergerak sigap.


“Let’s go Dev\, I don’t want to miss a momen when Putra mutilated that m*therfuck*r Jaeden while he’s up ( Ayo Dev, aku tidak ingin melewatkan kesempatan saat Putra memutilasi si keparat Jaeden saat dia dalam keadaan sadar )”


*********


To be continue ........

__ADS_1


Selalu author tunggu dukungan kalian untuk karya ini, seiring ucapan terima kasih karena masih setia menunggu update karya ini.


__ADS_2