LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 302


__ADS_3

Happy reading ...


*********************


Inggris,


“So better you all take me somewhere to get this fuc*i*’ bullet out of my body than just sreech like a cat that wedged the door ( Jadi lebih baik kalian membawaku ke suatu tempat untuk mengeluarkan peluru sialan ini dari tubuhku daripada memekik macam kucing terjepit pintu )....”


“.....”


“Now move your a$$ to me help stupido! not just seeing me like I’m dying out ( Sekarang bantu aku bodoh! Jangan hanya melihatku seperti aku sedang sekarat )!....”


“Angel of death seems already finish their shift now, that’s why you still breathing ( Malaikat maut sepertinya sudah menyelesaikan waktu kerja mereka sekarang, makanya kau masih bernafas )----“


“I promise to comehome ( Aku berjanji untuk pulang )”


“.....”


“And I’ll be home ( Dan aku pasti akan pulang )”


“.....”


“Alive ( Dalam keadaan hidup )!”


*****


“Putra ..”


“Gadis. Senang berkenalan dengan anda Tuan Putra ..”


--


“Kalau kamu bicara yang menjuru-jurus seperti tadi dan waktu itu seolah kamu tidak akan kembali, aku akan membencimu!”


--


“Make sure you already comeback at Christmas Papa ( Pastikan Papa telah kembali saat Natal ), ya Papa?”


“Aku mencintai kamu Putra ..”


--


‘I love you more, Gadis. And Papa miss you, Anth –‘


“Woo, slowly man ..” sebuah suara menyergah terdengar, saat pemilik hati yang barusan membatin itu nampak bergerak dan berusaha untuk langsung bangkit dari posisinya.


Adalah Putra, pria yang barusan membatin itu, yang bermimpi tentang dua orang yang amat ia kasihi, sayangi dan cintai.


“How long I’ve been sleeping ( Berapa lama aku telah tertidur )? ..” tanya Putra.


“Not too long ( Tidak terlalu lama )”


Damian yang sedang menunggui Putra itupun menjawab.


Hingga tidak lama kemudian Garret, Yona, Devoss dan Hizkia masuk ke dalam ruangan tempat Putra dan Damian berada.


“Where is this ( Dimana ini )?-“


Putra yang berhasil mendudukkan dirinya di atas sebuah ranjang itu sontak bertanya setelah ia sempat memperhatikan keadaan di sekelilingnya.


Tempat yang rasanya Putra tidak kenali.


“Another basecamp ( Markas lain ).”


Yona yang menjawab.


“Heem..”


Putra berdehem sambil mengangguk samar.


Sambil Putra bersandar hati-hati di kepala ranjang tempatnya berada sekarang, karena ia tahu persis jika lukanya akibat sebuah peluru yang sempat bersarang di pinggangnya itu masih basah.

__ADS_1


“How about the mess at the last road when we were there ( Bagaimana soal kekacauan di jalanan tempat kita berada sebelumnya )?” tanya Putra.


“Already make sure to make nothing can lead to us ( Sudah dipastikan untuk membuat tidak ada satupun hal yang mengarah pada kita )”


Putra pun mengangguk setelah mendengar penuturan Yona. Kemudian Yona mendekat pada Putra, lalu wanita itu duduk di tepian ranjang sambil menatap penuh penyesalan pada Putra.


“I’m sorry this happened to you because of me ( Maafkan aku karena kau jadi begini karena aku )”


“Yeah and you have to pay for your reckless ( dan kau harus membayar atas kecerobohanmu ), Sister-“


“Okay.”


Yona menyambar.


Namun setelahnya Yona mengaduh karena merasakan sentilan Putra yang cukup terasa perih di keningnya.


“I haven’t finish talking ( Aku belum selesai bicara )” Putra berucap sebal pada Yona, dan wanita berwajah datar dan dingin itu mendengus geli.


"I ( Aku )-" Yona hendak menyahut


“Woah, I thought you don’t know how to smile ( aku pikir kau tidak tahu caranya tersenyum )”


Namun terpotong, karena sebuah celetukan keluar dari mulut Garret yang membuat Yona melirik sinis padanya dan berdecak kesal.


“And I don’t get thinking if my brother wants to have a nosy man like you as his brother ( Dan aku tidak sampai berpikir jika saudara lelakiku mau memiliki pria usil sepertimu sebagai saudaranya )”


Yona membalas sinis dan ketus celetukan Garret padanya tadi.


Garret pun terkekeh, sementara mereka selain Garret dan Yona mendengus geli saja.


“Take some more rest, you need it ( Beristirahatlah lagi, kau membutuhkannya ) ..”


“Heem..” sahut Putra pada Damian. Juga pada lainnya yang menyarankan hal sama seperti yang Damian ucapkan.


“He’s right. Just stay on bed for some time, if you want get yourself can back to move ( Dia benar. Tetaplah di tempat tidur untuk beberapa saat, jika kau ingin dirimu cepat pulih )”


Hizkia berujar dan Putra mengangguk.


Hizkia dan lainnya kemudian terkekeh, dan tak lama meninggalkan Putra agar pria itu dapat melanjutkan istirahatnya.


****


“Dam..” panggil Putra pada Damian, saat salah seorang saudara angkatnya itu hendak keluar dari sebuah kamar tempat Putra berada sekarang.


“Yes? –“ Damian menjeda langkahnya dan menyahut.


“Do you know if there’s any phone line here ( Apa kau tahu jika ada saluran telepon disini )?..”


“Yes there is ( Iya ada )”


Damian menjawab seraya mengangguk.


“And how about it ( Lalu bagaimana )?” tanya Putra lagi.


“The line is normal now ( Saluran sudah normal sekarang )”


“Really ( Benarkah )?!” Putra antusias.


Damian pun mengangguk seraya tersenyum.


Lalu Damian melangkah kembali mendekat kepada Putra yang sedang terduduk di atas ranjang.


“Had it tried ( Sudah dicoba )?”


Damian mengangguk untuk menjawab Putra.


“Thomas said he’s already got information from Ravenna ( Thomas bilang dia sudah mendapatkan informasi dari Ravenna )”


Lalu Damian memberitahukan apa yang terjadi selama Putra tertidur karena pengaruh obat yang diberikan Yona saat merawat luka tembak yang ada di pinggang Putra.


“Sio still there ( Sio masih disana )?”

__ADS_1


“No, he’s already fly over here ( Tidak, dia sudah terbang kesini )”


Putra manggut-manggut setelah mendengar jawaban Damian. Lalu kemudian menoleh cepat saat Damian mengatakan satu hal lagi.


“I called Villa ( Aku menghubungi Villa )” ucap Damian dan Putra segera bertanya.


“Connected ( Apa tersambung )?”


Damian menganggukkan kepalanya.


“Thomas said that he already called Villa when Yona come and told him to give information to Vader about her who already arrived here ( Thomas bilang jika dia sudah menghubungi Villa lebih dulu saat Yona datang dan menyuruhnya untuk menginformasikan pada Vader jika dia sudah disini )”


Putra pun manggut – manggut mendengar penjelasan Damian.


“Who’s you talked when you called Villa ( Kau bicara dengan siapa saat menghubungi Villa )?-“


“Ad.”


Damian dengan cepat menjawab pertanyaan Putra.


“But you don’t tell about what happened to me don’t you ( Tapi kau tidak bilang tentang apa yang terjadi padaku kan? ) ....”


Damian terdiam.


Dimana diamnya Damian dengan ekspresi yang nampak bingung itu sudah merupakan sebuah jawaban bagi Putra.


“Damned, Dam-“


Hingga Putra mengumpat kecil.


Damian menghela nafasnya.


“Thomas was gave Vader information when one of our men success to get him at our basecamp in East London, and tell Thomas about the situation that we were had few times before ( Thomas sudah lebih dulu memberi informasi pada Vader saat satu orang kita sukses mendatanginya di marks pertama kita yang berada di London Timur, dan bilang pada Thomas tentang situasi yang kita hadapi beberapa saat yang lalu )”


Gantian Putra yang menghela nafasnya kemudian, dan menghembuskannya sedikit berat.


“And when I called Villa, Ad straight to ask me ( Dan saat aku menghubungi Villa, Ad langsung bertanya padaku )”


“Did you tell Ad for not telling Gadis and Anth about what happened to me ( Apa kau mengatakan pada Ad untuk tidak memberitahu pada Gadis dan Anth tentang apa yang terjadi padaku )?”


“No, I didn’t ( Tidak )-” jawab Damian.


Putra menghembuskan nafas setengah frustasi kemudian.


“But I’m sure Ad, Bru and Vader will not let Gadis and Anth know about what happened to you ( Tapi aku yakin Ad, Bru dan Vader tidak akan membiarkan Gadis dan Anth mengetahui apa yang sudah terjadi padamu )”


“I hope so ( Aku harap begitu )-“


“I’m sure they will ( Aku yakin begitu )”


“.....”


“But however, Gadis has a right to know about your condition ( Tapi bagaimanapun, Gadis mempunyai hak untuk tahu bagaimana kondisimu )”


Damian kembali berucap.


Putra mengangguk-angguk samar.


Lalu Putra menghela nafasnya. “I just don’t want Gadis become overthinking since she likes to think about bad before good ( Aku hanya tidak ingin Gadis kepikiran mengingat dia sering memikirkan hal yang buruk sebelum yang bagus )”


Putra menyungging miring, lalu mendengus geli.


“Your sister in law such an easy-worry person, you know?. Very easy to get panic  ( Saudari iparmu itu adalah orang yang mudah merasa khawatir, kau tahu?. Sangat mudah menjadi panik ) .....”


Damian terkekeh kecil kemudian.


“And I don’t want her to get that worry, then sick. The same thing I also don’t want it happen to Anth, if both of them heard that I get shot. Because if Anth heard that I got shot, I’m afraid it will become a trigger to make him remember for what was happened to Rery and Madelaine.”


( Dan aku tidak ingin dia menjadi terlalu khawatir, kemudian sakit. Hal yang sama juga tidak aku inginkan terjadi pada Anth, jika mereka berdua mendengar aku telah tertembak. Karena jika Anth mendengar bahwa aku telah tertembak, aku takut itu akan menjadi pemicu untuknya mengingat kembali apa yang menimpa Rery dan Madelaine )


****

__ADS_1


To be continue ....


__ADS_2