
Happy reading....
Inggris .....
“Don’t forget to pray Gaines. Maybe God will hear it then give you a miracle. Even I doubt it ( Jangan lupa berdoa Gaines. Mungkin Tuhan akan mendengarnya dan memberikanmu mukjizat. Meskipun aku meragukannya )..”
Adalah Damian yang berbicara ini, saat ia membereskan --- yang katakanlah seorang pengkhianat besar dalam lingkup keluarga Kingsley Smith, yang juga bertanggung jawab dengan kematian Rery dan sang istri --- juga kematian ayah dan kakak laki – laki Damian.
Damian langsung melenggang santai setelah berucap pada pria yang telah ia dan para saudaranya cap sebagai pengkhianat terbesar dalam keluarga Kingsley Smith seraya ia tergelak puas, karena sebentar lagi satu orang akan merasakan akibat atas perbuatan yang telah ia lakukan hingga menyebabkan Rery meninggal, berikut orang – orang setianya Rery dan sang ayah kandungnya.
“Boss,” satu orang anak buah yang menyertai Damian dan Devoss menghampiri keduanya yang telah keluar dari pintu rumah Gaines.
“Yes?. What is it? ( Ada apa? )” sahut Damian.
“Mister Putra was called when you’re inside ( Tuan Putra menghubungi saat anda masih di dalam )”
“And what he said? ( Dan dia bilang apa? )”
“He said that you need to contact him after you finish ( Beliau bilang jika anda dapat menghubunginya apabila anda telah selesai )”
“Alright then.”
Damian menyahut seraya mengangguk.
***
“Give me the WK, and leave this place right away ( Berikan padaku Wknya, dan tinggalkan tempat ini secepatnya )” ucap Damian.
“Yes, Boss.”
Lalu orang – orang Damian dan Devoss menyahut sigap secara serempak.
“How about the maids in this place? Any suspicious person? ( Bagaimana dengan para pelayan di tempat ini? Apa ada dari mereka yang mencurigakan? )”
Damian menyempatkan lagi sedikit bertanya pada salah satu anak buah, saat ia hendak masuk ke dalam mobil.
Dan satu anak buah yang berada di dekat Damian itu menggeleng.
“No, Boss. They’re just ordinary worker ( Tidak, Bos. Mereka hanya pekerja biasa )” jawab satu anak buah tersebut kemudian. “And we’re just left them to the place just like what you said ( Dan kami sudah menempatkan mereka di tempat yang seperti anda katakan sebelumnya )”
Damian mengangguk sekali, sebelum akhirnya ia masuk ke dalam mobil yang kemudian melaju keluar dari pekarangan rumah milik pria bernama Gaines bersama seluruh rombongannya. “Connect me with Putra ( Sambungkan aku dengan Putra ), Dev.”
***
“Yes, My handsome, Boss? ( Iya, Bosku yang tampan )..” celoteh Damian saat ia sudah tersambung dalam saluran dengan Putra. "I heard you looking for me ( Aku dengar kau mencariku )" lanjutnya. "Do you miss me already ( Apa kau sudah merindukanku )?" kekeh Damian kemudian.
Lalu suara decihan malas terdengar dari ujung sambungan. Damian dan Devoss sama – sama langsung terkekeh kecil. Tak berselang lama suara Putra terdengar lagi, berbicara sekaligus bertanya pada Damian. “Had you tortured him before send him into the sky? ( Apa kau sempat menyiksanya dulu sebelum kau mengirimnya ke langit? )”
“Just two kicks and uncountable punches until his head knock table then unconcious after those punches on his face and head ( Hanya dua tendangan dan pukulan yang bertubi – tubi sampai kepalanya membentur meja lalu tidak sadarkan diri setelah beberapa pukulan yang mendarat di wajah dan kepalanya )”
__ADS_1
Lalu decakan remeh keluar dari mulut Putra. “Just like that, then you shot him? ( Hanya begitu saja, lalu kau menembaknya? )” ucap Putra.
“My heart not that big, brother ( Hatiku tidak sebesar itu, saudaraku )” tukas Damian.
Yang kemudian berdesis remeh.
“For at least I took some of valuable things he has and make him will have a painful death before really dead ( Setidaknya aku telah mengambil semua hal berharga yang ia miliki dan membuatnya akan merasakan kematian yang menyiksa sebelum akhirnya benar – benar mati ) –“
“Well done then ( Bagus sekali jika begitu )”
Suara Putra nampak terdengar puas di ujung saluran alat telekomunikasi.
“Where are you now? ( Kau dimana sekarang? )” tanya Damian kemudian.
“Kingsley’s mansion ( Mansionnya Kingsley )”
***
“So\, that m*therf*cker is heading there or getting away that soon? ( Jadi, si keparat itu akan menuju ke sana atau dia melarikan diri lebih cepat? )” tanya Damian.
“He’ll come here. He won’t left anything valuable for him. Any such things that means wealthy and money ( Dia akan datang ke sini. Dia tidak akan meninggalkan apa yang berharga untuknya. Apa – apa yang menyangkut kekayaan dan uang )..”
Damian manggut – manggut mendengar jawaban Putra barusan.
“Now should I catch you there or me and Dev go right through TBW? ( Sekarang apa aku harus menyusulmu ke sana atau aku dan Dev langsung menuju ke TBW? )”
“All up to you\, because I still will take that m*therf*cker to TBW ( Semua terserah padamu, karena aku akan tetap membawa si keparat ke TBW )” jawab Putra.
“Remember that I have prepare a surprise for that m*therf*cker which can make him that shock more over before he’s dead ( Ingat jika aku sudah menyiapkan kejutan untuknya yang akan membuatnya syok lebih – lebih sebelum ia mati )”
“Ah ya, how can I forget about that? ( Bagaimana aku bisa melupakannya? )”
Damian merespons ucapan Putra yang membuatnya mengingat pada satu hal.
Lalu sejenak Damian terdiam, karena sayup – sayup ia mendengar jika Putra sedang berbicara pada seseorang di dekatnya.
Tak lama kemudian Damian kembali mendengar suara Putra yang berbicara padanya. “Dam..”
Damian langsung menyahut ketika Putra menyebut namanya. “Yes?..”
“Are you tired? ( Apa kau lelah? )..”
Putra bertanya kemudian.
Damian mendengus geli karena tahu jika pertanyaan Putra itu adalah sebuah guyonan.
“I just feel my ‘junior’ cramp and I want to finish all of these things then I can get some ‘warm’ ( Aku hanya merasakan jika ‘adik kecilku’ kram dan aku ingin menyelesaikan semua ini lalu aku bisa mencari ‘kehangatan’ ) –“
“Bastardo –“
__ADS_1
“Haha!!!..”
Damian tergelak.
Terdengar Putra juga berdecih geli di ujung saluran.
“So, what do you want to tell me? ( Jadi, apa yang ingin kau katakan padaku? )”
“Do you want to ‘take care’ the Chicago Guy?. Because he is separate from that m*therf*cker now ( Kau mau ‘mengurus’ si Pria Chicago itu?. Karena dia memisahkan diri dari si keparat itu sekarang )”
“My pleasure ( Dengan senang hati )”
***
Di tempat yang berbeda .....
“Alright then.”
Putra langsung memberikan alat telekomunikasi mobilitas khusus yang digunakan seluruh kelompoknya pada satu anak buah dari beberapa yang bersikap siap sedia didekatnya sedari Putra sampai ke mansion milik Kingsley Smith bersama Accursio.
Setelahnya Putra berdiri dihadapan beberapa orang yang dipaksa untuk duduk bersimpuh di lantai pada salah satu ruangan di mansion tersebut. Lalu Putra memperhatikan dengan seksama orang – orang yang menggunakan pakaian maid tersebut, sambil Putra berdiri dengan tegaknya dihadapan mereka.
“Who can represent to talk? ( Siapa yang dapat mewakili untuk bicara? )” ucap Putra dengan nada ketegasan pada suaranya.
“M --- e, Sir ( Sa --- ya, Tuan ) –“
“Heemm.. look at me then ( lihat aku jika begitu )”
Sekali lagi Putra bicara dengan ketegasan yang nampak pada dirinya.
“Are you deaf? ( Apa kau tuli? )”
“N --- o, Sir ( Ti --- dak, Tuan )..”
Seseorang yang tadi menjawab pertama kali setelah Putra melontarkan pertanyaan pada beberapa orang berpakaian maid itu, kembali menjawab Putra dengan tergagap.
“I --- I’m sor, ry --- Sir, I --- I, just like all my partners here --- we’re all been afraid ( Sa --- Saya mo, hon maaf --- Tuan, Sa --- ya, sama seperti rekan – rekan saya disini --- kami semua merasa takut ) –“
“You’re all supposed to ( Memang sudah seharusnya seperti itu )” sambar Yona dengan nada suara dan ekspresi wajah yang dingin, menatap pada perwakilan para pelayan di mansion milik Kingsley Smith itu.
“Collect all of the identity of your partners include you and ( Kumpulkan identitas semua rekanmu termasuk dirimu dan ) –“
“I --- beg your pardon, Sir ( Mohon --- maafkan saya, Tuan )..”
“How dare you interrupt ( Beraninya kau menyela bicara ) –“
“Yo...”
******
__ADS_1
To be continue ...
Terima kasih masih setia baca ...