
Happy reading ...
Inggris ...
“I’ll go check of your job here (Aku akan mengecek tugasmu disini)”
Pria yang terlibat percakapan dengan Garret – yang merupakan seorang pengawal yang sedang bertugas di dalam Mansion Kingsley Smith tersebut berucap pada Garret, setelah ia tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan dari gerak – gerik Garret yang memang nampak tenang sekali itu.
Dan didetik berikutnya, Garret menggerakkan tangannya dengan gestur mempersilahkan pria itu pergi dari hadapannya untuk melakukan apa yang terakhir ia katakan pada Garret. Lalu Pria yang sedari tadi bicara dengan Garret itu pun berbalik pergi setelahnya.
‘Wasting my time! (Membuang waktuku saja!)’ gerutu Garret dalam hatinya.
Lalu...
Bughh.
Sepersekian detik setelah pria yang merupakan pengawal yang dipekerjakan Jaeden dalam Mansion Kingsley Smith itu membalikkan badannya dan memunggungi Garret, dengan cepat Garret memukul kepala pengawal tersebut dengan batang senjata apinya.
‘Cih!’
Garret berdecih sinis setelah pria pengawal itu langsung ambruk dengan sekali pukulan saja.
“Mushy (Lembek)” ejek Garret pada si pengawal Jaeden dalam mansion, yang langsung tidak sadarkan diri setelah Garret memukul kepalanya dari belakang.
Putra yang sudah dengan cepat keluar dari balik pilar tempatnya bersembunyi tadi saat Garret memukul kepala pengawalnya Jaeden itu, langsung bergerak cepat ke tempat Garret kemudian.
“There (Kesana)” Putra menunjuk ke satu sudut berpintu.
***
“Leave him here or make him rest in peace forever? (Tinggalkan dia disini atau sekalian buat dia beristirahat dengan tenang selamanya?)...” tanya Garret datar pada Putra setelah mereka berdua telah membawa pengawal Jaeden yang dihantam kepalanya dari belakang oleh Garret dengan ujung pistolnya tadi ke sebuah ruangan sempit yang pintunya tadi ditunjuk oleh Putra.
“Well I don’t want being bothered (Yah aku tidak ingin direpotkan)-“
“What a bad destiny you have to work for our enemy (Takdirmu yang buruk karena harus bekerja untuk musuh kami)”
Satu peluru kemudian langsung Garret benamkan di jantung pengawal Jaeden tersebut dengan pistol berperedam miliknya.
***
“Now continue what you want to do. I keep my eyes around here.”
(Sekarang kau teruskan saja apa yang ingin kau lakukan. Aku akan mengawasi sekitar sini).
Garret kembali berucap setelah ia membereskan satu masalah yang kemudian jasadnya dikurung dalam sebuah ruang sempit.
__ADS_1
Putra mengangguk dan bergegas melanjutkan apa yang tadi tertunda untuk dia lakukan. Melihat keadaan sekitar dengan cepat bersama Garret sebentar, lalu Putra langsung memasuki pintu yang ditengarai adalah tempat yang digunakan Jaeden untuk menyimpan segala rahasianya.
Pintu yang terkunci itu sudah diprediksi oleh Putra sebelumnya, dan bukan hal sulit bagi Putra untuk mengakali agar pintu yang terkunci itu dapat ia buka.
“Someone come again? (Ada seseorang lagi yang datang?)”...”
Putra bertanya pada Garret tanpa suara, karena Garret meraih knob pintu dan membuat gestur hendak menutupnya sambil meletakkan satu telunjuk di bibirnya.
Putra pun mengangguk dan menghentikan dulu pergerakannya yang sedang menggeledah ruangan tempatnya berada itu.
***
Setelah beberapa saat yang singkat, pintu ruangan rahasia Jaeden yang sedang dimasuki Putra itu terbuka lagi secara perlahan, dan Putra telah melesat untuk memposisikan dirinya ada di belakang daun pintu saat pintu tersebut terbuka. Meskipun ada Garret yang sedang waspada di depannya, dan meskipun Putra tinggal mendengar suara gaduh dari luar.
Namun tetap Putra tidak bisa membiarkan kelengahan sedikitpun atas timbulnya sebuah resiko yang bisa menghambat rencana pembalasan dendamnya.
“It’s me (Ini aku)”
Suara Garret terdengar samar, kala pintu terbuka.
“Clear. It’s Vash (Aman. Ini Vash)” ucap Garret lagi.
Lalu Garret masuk dengan cepat namun perlahan, dan Vash memang ada bersamanya.
Dan Vash menutup pintu ruangan rahasia Jaeden itu dengan sangat hati – hati.
***
“Our men that you ordered to blow all cars in the place where Jaeden and his allies met, already did their task. Somebody has called here from there. And now some of men here were sent over there, but also make the guards here more tight. Jaeden has his trusted person in here, so it could be that he will come here, if this room is really important. So I suggest, both of you finish here as soon as possible.”
(Orang kita yang anda tugaskan untuk meledakkan seluruh mobil di tempat dimana Jaeden dan beberapa sekutunya sedang bertemu itu, sudah menjalankan tugas mereka. Baru saja ada yang menghubungi kesini dari sana. Dan beberapa orang dari sini sedang dikirim kesana. Tetapi juga mengetatkan penjagaan disini. Jaeden punya orang kepercayaan di dalam sini, jadi ada kemungkinan dia akan mendatangi ruangan ini, jika ruangan ini memanglah ruangan yang penting. Jadi saya sarankan, anda berdua segera menyelesaikan kepentingan anda disini secepatnya)
Vash kemudian bicara panjang lebar dengan juga cepat dan berbisik pada Putra dan Garret.
“Got that (Kami mengerti)” Putra dan Garret sama menyahut.
“I have to go now (Saya harus pergi sekarang)”
Lalu Vash berpamitan dengan cepat pada Putra dan Garret.
Putra dan Garret pun mengangguk samar.
Kemudian Putra dan Garret kembali kepada aktivitasnya masing – masing.
Putra kembali menggeledah ruangan dengan cepat, sementara Garret berjaga lagi di luar pintu.
__ADS_1
“Got what you need (Apa kau sudah menemukan apa yang kau cari)?” ucap Garret dari ambang pintu yang ia buka sedikit. “Because I hear footsteps leading here (Karena aku mendengar langkah kaki mengarah kesini)”
Putra menanggapi ucapan Garret yang setengah berbisik itu dengan anggukan, dengan tangan Putra yang bergerak cepat kemudian, mengumpulkan beberapa berkas yang telah ia kumpulkan, lalu Putra satukan setelahnya.
“Come (Ayo)!”
Tak lama Putra sudah berada di ambang pintu.
“You got it (Kau mendapatkannya)?” tanya Garret lagi.
“Yes\,” jawab Putra cepat. “I got everything can make that moth*rfuc*er totally have nothing (Aku sudah mendapatkan semua yang bisa membuat si keparat itu benar – benar tidak mempunyai apa –apa )”
Putra berucap lagi, sambil menunjukkan lalu memasukkan gulungan kertas yang sudah ia ambil dari ruangan tempatnya tadi pada Garret - ke dalam saku jaket tebalnya.
*****
“You just leave it like that (Kau membiarkan keadaan ruangan itu begitu saja)?”
Garret sontak bertanya dengan cepat, saat Putra telah keluar dari ruangan rahasia Jaeden. Dan Putra pun mengangguk dengan cepat juga.
“If that that moth*rfuc*er’s trusted man come and see fleetingly\, he would not realized of suspicious thing (Jika orang kepercayaan si keparat itu datang dan hanya melihat sekilas, dia tidak akan menyadari akan hal yang mencurigakan)” terang Putra sambil ia membuat pintu ruangan tersebut terkunci lagi seperti semula.
“I wonder, what things that you cannot do (Aku penasaran, hal apa yang tidak bisa kau lakukan)?”
Garret bertanya takjub pada Putra yang bisa dengan begitu cepat membobol sebuah pintu dan menguncinya kembali seperti tidak pernah dibuka sebelumnya, selain juga takjub pada kecepatan Putra dalam melakukan sesuatu.
Putra hanya mendengus geli saja mendengar pertanyaan Garret padanya barusan itu, sambil keduanya berjalan cepat menuruni anak tangga tempat mereka naik tadi, sambil waspada pada keadaan sekitar.
“Clear (Aman)” ucap Garret, setelah ia dan Putra hendak memasuki lorong yang merupakan rute masuk mereka tadi.
*****
Putra dan Garret melangkah cepat, namun tetap hati – hati, meski alas kaki yang mereka gunakan saat ini tidak akan menimbulkan suara saat bersentuhan dengan lantai. Namun sekali lagi, kedua orang tersebut terbiasa bersikap waspada, untuk meminimalisir resiko atas terhambatnya rencana mereka.
Meski jika seandainya keadaan menjadi kacau dan mereka ketahuan, prediksi telah keduanya pikirkan terlebih dahulu. Namun begitu, Putra dan Garret harus paham situasi, agar bisa memposisikan diri mereka agar jangan sampai pada posisi terdesak oleh musuh.
“Damned (Sial)!” Putra dan Garret spontan mengumpat pelan, kala mereka telah hampir sampai ke tempat mereka masuk untuk mengendap, yang mana tempat itu adalah lorong rahasia yang tidak diketahui siapapun dalam Mansion Kingsley Smith sampai dengan saat ini, karena begitu tersembunyi, hingga tidak akan ada yang mengira jika ada tempat rahasia di sana.
Bukan tanpa alasan Putra dan Garret jadi spontan mengumpat, karena ada dua orang yang berpenampilan seperti seorang bodyguard ada di dekat jalan menuju lorong rahasia milik Putra dan Rery.
“We need to vanish them fastly (Kita perlu menyingkirkan mereka dengan cepat)...” bisik Putra pada Garret. “Because if not they’re from inside could see us here (Karena jika tidak mereka yang dari dalam akan melihat kita disini)”
Putra memberitahukan Garret karena memang ia mendengar langkah kaki yang akan menuju area tempat mereka berada sekarang itu, dari bunyi alas sepatu yang menyentuh lantai semen di bawahnya.
“Hey, both of you (kalian berdua)-“
__ADS_1
********
To be continue .....