
Happy reading .....
**********************
London, England,
Kapal kargo yang ditumpangi Putra telah kembali merapat ke pelabuhan tempat sebelumnya kapal tersebut bersandar sebelum dibawa bergerak oleh seorang nahkoda yang merupakan orang suruhan dimana nahkoda tersebut sebenarnya adalah bagian dari salah seorang sekutu Putra yang memiliki kekuasaan khusus di area pelabuhan tersebut.
“I did right exactly just what you did to Rery and his litlle happy family ... but I won’t let you die that easy ( Aku sudah melakukan tepat seperti yang telah kau lakukan pada Rery dan keluarga kecilnya yang bahagia ... tapi aku tidak akan membiarkanmu mati dengan mudah )”
Putra berucap datar sambil memandang pada Jaeden.
Di saat kapal kargo yang ditumpangi Putra dan kawanannya itu, telah hampir merapat kembali ke pelabuhan tempat kapal itu sebelumnya bersandar.
Namun suasana di pelabuhan sedikit berbeda dari sebelum kapal yang Putra tumpangi bergerak menjauhi pelabuhan. Dimana jika sebelumnya hanya ada orang – orangnya Putra dan para saudaranya saja, kini sudah ada beberapa polisi yang berkumpul di pelabuhan tersebut.
Jaeden menyunggingkan senyumnya, ketika ia menyadari jika sudah aparat kepolisian yang ada di sekitar pelabuhan saat ia masih berada di atas buritan kapal dimana lampu – lampu dari mobil polisi tersebut dapat ia lihat biasnya dari tempatnya berada saat kapal kargo yang berisikan orang – orang yang menyandera dirinya itu telah kian dekat ke pelabuhan.
***
Dan senyum Jaeden nampak kian mengembang ketika kapal telah benar – benar berhenti di pelabuhan untuk disandarkan.
Lalu tak lama dari itu, beberapa aparat kepolisian menaiki kapal kargo yang dikuasai oleh Putra dan kawanannya tersebut. “Seems that it wasn’t me who end ( Sepertinya bukan aku yang akan berakhir ) ...”
Jaeden berkata sambil memandang pada Putra, lalu memandang juga pada Damian, Garret dan Accursio dengan nampak percaya diri dan terkekeh remeh. Di saat beberapa aparat kepolisian itu telah mencapai tempatnya berada.
“But all of you ( Tapi kalian semua )”
Sementara itu, Putra, Damian, Garret dan Accursio melirik pada Jaeden yang terlihat merasa di atas angin itu.
Karena memang Jaeden memiliki seorang kenalan dengan pangkat tinggi di kepolisian London yang biasa Jaeden suap untuk menjadi sekutunya dan telah membantunya menjalankan bisnis ilegalnya selama beberapa waktu belakangan.
Makanya saat melihat beberapa orang aparat kepolisian yang kini telah berdatangan ke tempatnya berada dengan keadaan masih bersimpuh dalam tahanan dua anak buah Putra itu, Jaeden merasa keadaan akan berbalik berpihak padanya.
***
“Heh!”
Accursio mendengus sinis.
“You wish! ( Silahkan berharap! )”
Disaat yang sama Damian berucap sinis.
Sementara Garret hanya menyunggingkan senyuman miring saja memandang pada Jaeden.
Dan Putra, tetap berdiri tegak di tempatnya dengan raut wajah yang datar dan dingin.
***
“Where’s ( Dimana ) –“
“Remember ( Ingat ) ...” Putra bersuara.
Menyela disaat Jaeden sedang akan bicara ketika dua orang petugas kepolisian telah menghampiri pria itu.
Membuat Jaeden spontan mengarahkan pandangannya pada Putra yang telah bergeser dari tempat Putra berdiri sebelumnya.
__ADS_1
Namun setelahnya ia kembali fokus pada dua orang polisi yang sudah berada di dekatnya .
“Arrest him! And get those moron away from me ( Tangkap dia! Dan singkirkan dua orang tolol ini dariku )!”
Jaeden lalu berseru setelah Putra bersuara, sambil memandang pada dua petugas kepolisian yang ada di dekatnya itu.
“Release this ( Lepaskan ini )”
Jaeden menyodorkan tangannya yang terborgol ke arah dua petugas kepolisian di hadapannya itu.
“Where’s Jarvis? I will tell him to give this man and everyone with him get a death sentence ( Dimana Jarvis? Aku akan mengatakan padanya untuk memberikan hukuman mati untuk pria ini dan semua orang yang bersamanya )!”
Jaeden kembali berseru seraya mengoceh kepada kedua petugas yang sedang ia tatap itu sambil Jaeden berusaha berdiri dari tempatnya.
Pria itu kini terlihat sangat percaya diri.
***
“He’s my commendably ( Dia adalah titipanku ) ...”
Putra kembali berbicara, menyela Jaeden yang mengoceh pada dua petugas kepolisian yang berada di dekat Jaeden sekaligus juga sudah berada di dekat Putra.
Dimana Putra yang berucap itu kemudian menarik atensi Jaeden yang spontan lagi mengarahkan pandangannya pada Putra yang nampak mengajak seseorang berbicara itu.
Hanya saja saat ini Jaeden lebih memperhatikan, dan Putra sepertinya tidak sedang berbicara pada dua orang petugas polisi yang sebelumnya ia suruh melepaskan borgol yang membelenggu pergelangan tangannya, namun dua petugas kepolisian tersebut bergeming saja.
“You understand what I mean, don’t you ( Kau mengerti maksudku, bukan )?”
Putra bicara lagi, dengan menatap lurus ke depannya.
“I understand ( Aku mengerti )”
***
“You –“
“Jarvis can’t come ( Jarvis tidak bisa datang ) ...“
Pria yang tadi berbicara dengan Putra memotong ucapan Jaeden dengan berdiri di hadapan pria pusat dendamnya Putra itu.
“But maybe you can say ‘Hi’ to him at jail ( Tapi mungkin kau bisa bilang ‘Hai’ padanya di penjara )”
***
Sebuah kalimat bijak ada yang menuliskan,
‘Pilihlah lawan yang sesuai dengan diri dan kemampuanmu, maka jika kamu ingin melawannya, ada kemungkinan kemenangan akan berada di pihakmu.'
Namun dalam kasus Jaeden, pada dasarnya ia tidak memilih Putra sebagai lawannya. Tapi atas dasar meremehkan atau mungkin lalai akan sebuah resiko, hingga akhirnya mau tidak mau ia harus menghadapi seorang Putra Adjieran Vinson, atau yang setahu Jaeden bernama Putra Patrick Vinson Junior.
Putra yang ia remehkan sebagai statusnya yang Jaeden sendiri buat Putra nampak rendah di matanya setelah ia resmi diangkat oleh ayah kandung Rery sebagai anaknya ---- membuat Jaeden menjadi amat tinggi hati, terlebih Kingsley Smith nampak lebih sering mendengarkan pendapatnya ketimbang pendapat anak kandungnya sendiri.
Padahal yang Jaeden tidak ketahui, dirinya adalah anak angkat Kingsley Smith yang kesekian. Karena jauh sebelum kehadiran Jaeden, Putra sudahlah menjadi anak lelaki kedua Kingsley Smith secara resmi setelah kematian ayah Putra.
Dan selain itu, Damian serta beberapa orang anak dari orang – orang kepercayaan ayah kandungnya Rery itu juga memiliki sertifikat sebagai anak angkatnya Kingsley Smith yang segala haknya sudah tercantum juga di dalam sertifikat pengangkatan tersebut.
Namun atas dasar bermodalkan kelicikan tetapi kurang ilmu ditambah kekurangan ilmunya itu tertutupi dengan ketamakan dan kesilauan atas harta, jadi setelah ia rasanya berhasil mengambil hati Kingsley Smith ---- yang ada dalam otak Jaeden adalah, jika dia ingin mendapatkan semua harta Kingsley Smith, maka ia harus menyingkirkan anak kandung yang bersangkutan.
__ADS_1
Dimana Rery memanglah pewaris utama dari kekayaan lebih dari sekedar berlimpah milik ayah kandung serta kekayaan turun temurun keluarga Kingsley Smith.
Dan atas nama kurang ilmu serta kenaifan juga, seorang pria yang sering ia lihat selalu berada di dekat Rery itu ---- Jaeden pandang remeh.
Keremehan Jaeden pada seorang Putra tersebut yang memberikan petaka untuknya sekarang ini, karena seorang pria yang Jaeden ketahui sebagai Putra Patrick Vinson Junior itu, ternyata adalah seseorang yang tidak boleh diremehkan sama sekali.
***
Karena seorang Putra yang Jaeden pikir hanya seorang yang jauh lebih rendah posisinya di ruang lingkup Kingsley Smith itu, nyatanya bisa membuat dirinya hancur sehancurnya hanya dalam hitungan waktu yang sebentar saja.
Dan seperti itulah yang telah terjadi.
Jaeden hanya sebentar saja berada ‘di atas angin’
Bahkan sebelum apa yang ingin ia raih dapat dengan bulat dan penuh ia capai, langkahnya sudah keburu dijegal.
Bahkan kakinya telah ‘dipatahkan’ oleh Putra.
***
Apa yang telah dirampas Jaeden dari Kingsley Smith dan semua yang bersangkutan dengan keluarga dan orang-orang yang setia pada pria itu juga anak semata wayangnya ---- Rery, telah Putra dan mereka yang menyertainya ---- rampas kembali. Namun sialnya bagi Jaeden, apa yang Putra rampas bukan hanya apa yang memang milik Jaeden.
Putra juga merampas apa yang sebenarnya resmi menjadi bagiannya atas pemberian Kingsley Smith ketika mengangkat Jaeden sebagai anaknya.
Sudahlah begitu, Putra dan kawanannya itu pun telah menghancurkan bisnisnya ---- berikut orang-orang yang selama ini terlibat dengan Jaeden. Yang mana sebagian besar, sudah dibuat hilang nyawanya.
Baik oleh Putra sendiri, ataupun oleh Damian dan Garret serta semua yang menyertai ketiganya.
Tidak hanya itu, Putra juga memberikan Jaeden mimpi terburuk dalam hidupnya ---- yakni membinasakan juga dua orang yang sangat berarti dalam hidup Jaeden. Sama persis, dengan apa yang Jaeden lakukan pada Rery dan istrinya ---- termasuk juga pada Anthony, walaupun Anthony masih hidup sampai sekarang.
Namun begitu, Putra tidak puas.
Jaeden telah dianggap sebagai penyakit mematikan yang telah membuat banyak kekacauan dalam hidup orang-orang yang berada di sekeliling Putra dan berhubungan baik satu sama lain walau ada satu dua yang menyebalkan.
Tapi banyaknya adalah orang-orang yang berpredikat sebagai ‘orang baik’.
Yang juga telah dihabisi oleh Jaeden baik dengan tangannya sendiri atau orang-orangnya.
Serta difitnah dan direndahkan sebelumnya.
Maka dari itu, sekali lagi, Putra memberikan Jaeden ganjaran yang sama.
Putra belum menghabisi Jaeden, atas dasar ingin menampilkan Jaeden di depan publik terlebih dahulu untuk kemudian diserang dengan bertubi-tubi tuduhan kejahatan.
Agar predikat Jaeden benar-benar rusak dan hancur, hingga orang-orang mengenalnya sebagai seorang kriminal dan Jaeden dipandang dengan serendah-rendahnya----lebih dari sekedar menanggung malu.
Hampir semua tuduhan kejahatan terlimpah pada Jaeden, termasuk membunuh istri yang publik kenal sebagai istri resminya Jaeden yang sebenarnya Garret yang menghabisi wanita itu.
Tuntutan-tuntutan kejahatan yang lebih dari sekedar berat itupun telah benar-benar dibuat sangat menyudutkan Jaeden yang kini sudah menyedihkan sekali nasibnya. Tapi tetap, Putra tak sedikitpun merasa iba.
Jaeden dititipkan Putra pada kenalan almarhum ayahnya yang memiliki kekuatan besar di bagian hukum London, namun tak lama.
Karena setelah predikat Jaeden dihancur leburkan depan publik, Putra akan menuntaskan dendamnya.
Setelah menderita akibat dipermalukan hingga titik terendah, juga harus kehilangan keseluruhan keluarga, Jaeden harus mati.
“I wonder, what the most painful death which fit for you ( Aku sedang berpikir, cara kematian paling menyakitkan yang bagaimana yang cocok untukmu ), Jaeden Zepeto?”
__ADS_1
🌌🌌🌌
To be continue ....