LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 135


__ADS_3

Happy reading ..


Author’s POV ...


Pada akhirnya semua orang yang berada di Villa pergi ke Ibukota untuk mengajak Anthony berjalan-jalan sebagai hiburan dihari ulang tahunnya.


Tadinya ingin mengajak Anthony pergi ke sebuah teater mobil yang berada dalam suatu kawasan wisata di Ibukota, namun melihat bahwa dua jadwal film yang diputar disana rasanya tidak cocok untuk Anthony tonton, rencana untuk menonton film disana pun dibatalkan.


Waktu masih sore saat Putra dan yang lainnya sampai di Ibukota. Jadi mereka masih punya beberapa pilihan tempat untuk mengajak Anthony berjalan-jalan yang dirasa cocok untuk bocah tampan tersebut. Dan akhirnya tercetus sebuah tempat tujuan wisata dan hiburan yang terkenal di Ibukota. Gadis yang memberitahukan jika ada kawasan tersebut di Ibukota dan memang tempat wisata keluarga. Dan hal itu diiyakan oleh Arthur yang memang pernah mendengar tempat yang Gadis sebutkan itu.


Hanya saja Arthur memang tidak pernah menyambangi tempat tersebut. Toh Arthur belum berkeluarga, bahkan pasangan tetap pun tak ada. Pasangan yang mendampingi Arthur hanya wanita-wanita penghangat ranjang saja, meski kadang Arthur bermain dengan wanita yang sama. Namun tidak layak Arthur rasa untuk disebut sebagai pasangan.


Kebetulan juga anak buah Putra dan keluarganya yang menjadi supir di mobil yang Putra, Gadis, Anthony, berikut Damian yang duduk di kursi penumpang depan, tahu tentang tempat wisata yang Gadis usulkan saat mereka hendak pergi dari teater mobil yang sudah mereka sempat sambangi itu.


Dan segera, si anak buah mengemudikan mobil yang ia kendarai menuju tempat wisata dan hiburan yang dimaksud. Dengan mobil yang ditumpangi Putra, Gadis, Anthony dan Damian berada di baris pertama, dan dua mobil lainnya mengikuti.


Hingga kemudian Anthony terlihat begitu senang setelah sampai di sebuah kawasan wisata dan hiburan yang menjadi salah satu tujuan favorit warga Ibukota untuk refreshing bersama keluarga.  Dimana berbagai macam fasilitas hiburan terbilang lengkap di tempat tersebut.


Bahkan ada sebuah danau seluas empat hektar yang memberi suasana ketenangan alami di tengah bisingnya Ibukota.


Dan Anthony langsung meminta untuk berjalan-jalan ke dekat danau tersebut, dimana ada beberapa kumpulan orang yang sepertinya adalah mereka yang sedang piknik bersama keluarga di tepi danau tersebut.


Author’s POV off...


**


Karena tidak membawa persiapan piknik seperti halnya para keluarga yang Anthony dan rombongan orang tuanya yang tampan dan cantik lihat sedang bersantai ria di tepi danau itu, akhirnya mereka semua sekedar berjalan-jalan saja menemani Anthony yang nampak senang, dan bocah itu bahkan berlarian kecil dengan riang di tepi danau.


Gerombolan orang bule itu, tentu saja menjadi pusat perhatian mereka yang berada di sekitar danau tersebut.


Ada yang hendak mengajak Anthony dan rombongan berfoto bahkan. Masa itu, bisa berfoto dengan orang bule rasanya bisa dijadikan ajang pamer ke orang lain.


Namun mereka yang hendak mengajak berfoto itu urung, karena ada tiga orang berbadan sangat besar yang nampak seperti tukang pukul di dekat para bule nan indah parasnya itu.


Jadi mereka yang memperhatikan rombongan bule-bule tersebut, harus merasa puas saja menikmati keindahan dari makhluk-makhluk tersebut hanya dengan mata mereka.


***


Sepeda air yang disewakan di danau tersebut membuat Anthony merengek pada Putra untuk menaikinya dan Putra tentu saja mengiyakan.


Para ayah dan dua pamannya ikut serta terkecuali Bruna dan Gadis. Bruna tidak mau bajunya sampai basah, kalau Gadis memang takut pada tempat seperti danau yang tidak terlihat dasarnya.


Jadi hanya para pria saja yang menaiki sepeda air tersebut, dan kegembiraan di wajah Anthony membuat semua orang tua dan pamannya ikut tersenyum lebar, yang momen tersebut di tangkap gambarnya oleh Bruna yang memegang kamera Damian.


Setelahnya, mereka melipir ke bagian taman ria yang memiliki beberapa wahana permainan anak-anak seperti kumudi putar dan lain sebagainya, yang kesemuanya di naiki oleh Anthony.


Terakhir, sebuah wahana berbentuk roda besar yang berputar, yang disebut sebagai kincir ria menarik perhatian Anthony untuk menaikinya. Dan untuk wahana  besar ini, semua orang tanpa terkecuali, bahkan tiga anak buah yang mengawal itu juga diajak Anthony ikut serta menaikinya.


Yang akhirnya mau ikut serta setelah Putra mengangguk dan tersenyum pada tiga tukang pukul itu, memberikan persetujuannya.


Dari wahana berbentuk roda besar yang berputar itu, Anthony dan rombongan dapat melihat keindahan kelap-kelip lampu-lampu di Ibukota dari lokasi yang tinggi.


Membuat wajah senang dan sumringah Anthony seperti tidak ada pudarnya.

__ADS_1


Yang tentu saja membuat para orang tua yang bersamanya juga ikut merasa senang dan sumringah juga.


****


“Have you tired already, or you still want to play? .. ( Apakah kamu sudah merasa lelah, atau kamu masih ingin bermain? .. )”


Putra langsung bertanya pada Anthony, selepas mereka sudah turun dari wahana roda besar berputar yang barusan mereka naiki itu.


“But if you still want to play, better we go for eat first then you can continue to play ( Tapi jika kamu masih ingin bermain, sebaiknya kita pergi makan terlebih dahulu baru kamu bisa lanjut untuk bermain )..”


“No Papa, I think I feel enough to play because I feel tired and sleepy, also hungry ( Tidak Papa, aku pikir aku sudah cukup bermain karena aku sudah merasa lelah dan mengantuk, juga lapar )”


“Alright then .. let’s go find a good restaurant around here, then we go home after we eat ( Baiklah.. ayo kita cari restoran yang bagus disekitar sini, lalu kita pulang setelah makan )” Putra mengangkat tubuh Anthony yang memang nampak sudah lelah itu dan menggendongnya. Kemudian meminta Arthur menunjukkan restoran yang sekiranya cukup layak untuk mereka sambangi.


Sebuah restoran yang dapat dikatakan sebagai restoran legendaris yang berada di Ibukota, karena bangunannya sudah berdiri sejak tahun 1914. Putra mengiyakan pilihan Arthur, sekaligus ia juga ingin mencicipi rasa dalam restoran yang menghidangkan aneka makanan dari berbagai negara.


Toh Putra juga berpikir, dimana sama dengan apa yang dipikirkan oleh Addison dan Danny jika setiap tempat makan yang mereka sambangi dapat menjadi bahan referensi dalam usaha restoran yang juga Putra dan keluarganya punya. Meski restoran yang sudah dimiliki Putra dan keluarga, tergolong restoran untuk kaum kelas atas.


***


Dihari ulang tahunnya ini, Anthony sangat menunjukkan kebahagiaannya.


Dari mulai pesta kejutan di Villa, hingga diajak berjalan-jalan ke sebuah Taman Ria sampai Anthony puas bermain disana. Terlebih lagi ditemani oleh orang-orang yang ia sayangi dan juga sangat menyayanginya, orang-orang yang akan menjadi orang tua Anthony hingga seterusnya. Kebahagiaan Anthony semakin bertambah dengan kehadiran Gadis.


Dan kepastian jika Papa Putra akan menikahi perawat yang sejak awal bertemu sudah membuat Anthony nyaman itu, juga menambah kebahagiaan Anthony. Itu artinya, Anthony akan memiliki ayah dan ibu lagi seperti halnya dulu, saat kedua orang tua kandungnya masih hidup. Memang ada Addison dan Bruna yang juga Anthony anggap sebagai ayah dan ibunya, namun Putra memang memiliki tempat tersendiri di hati Anthony.


Jadi dengan Putra yang memiliki pasangan, dan pasangan Putra adalah wanita yang Anthony sangat sukai dan sudah bocah tampan itu sayangi, harapan Anthony tentang sebuah keluarga yang sempurna, seperti yang pernah ia miliki dulu pun membumbung tinggi.


****


Anthony yang terlihat lelah itu, sudah jatuh terlelap selepas masuk mobil setelah keluar dari Restoran tempat ia dan rombongan menikmati makan malam.


“Putra,” Panggil Gadis pada Putra yang memangku kaki Anthony, sementara kepala Anthony ada diatas kedua paha Gadis.


“Hem? ...”


Putra pun menoleh pada Gadis yang memanggilnya.


“Mungkin sebaiknya aku pulang ke rumah kontrakanku saja malam ini...”


“Tidak akan aku biarkan”


Putra menyahut datar.


“Tapi...”


“Jika alasanmu adalah baju ganti, tadi kamu sudah membawa beberapa bukan?” Sambar Putra.


“Iya memang, bukan itu juga alasanku...”


“Lalu?” Tanya Putra.


“Semua anggota keluarga kamu kan ada disini..”

__ADS_1


“Jika kamu merasa sungkan akan hal itu sebaiknya segera hilangkan perasaan dan pikiranmu tentang hal tersebut... Danny dan Arthur akan kembali ke tempat tinggal mereka sendiri...”


Putra kembali menyambar.


“Jika mengenai kesungkanan, aku rasa aku sudah sering mengatakan padamu untuk berhenti merasa seperti itu ..”


“........”


“Dan semua saudaraku juga sudah mengatakan agar kamu tidak lagi sungkan pada mereka, bukan?”


“Iya ...”


“Akupun sudah mengatakan jika kamu akan tinggal bersama kami semua mulai saat ini, hingga kita menikah nanti dan sampai seterusnya... Jadi tidak akan aku biarkan kamu kembali ke tempat tinggalmu yang tidak layak untukmu itu... Apa sampai sini ucapanku sudah cukup jelas?”


“Iya... maaf”


“Jadi jangan membahas soal tinggal terpisah lagi meskipun kita belum menikah” Kata Putra lagi.


“Iya” Gadis mengangguk patuh, dimana satu tangan Putra meraih satu tangan Gadis yang ia kecup singkat namun dengan lembut.


“Maaf jika aku membuatmu merasa tertekan dan tidak nyaman atas sikapku yang seolah mengekangmu. Aku hanya menjaga milikku”


“Iya aku mengerti ...”


“Aku akan menikahimu Gadis”


“Iya aku yakin akan hal itu Putra”


“Kita akan menikah dalam waktu dekat”


****


Sebagaimana Putra meyakinkan Gadis bahwa ia akan menikahi wanita itu, dimana Putra juga sudah sangat merasa yakin untuk menikahi Gadis, meski Gadis belum lama Putra kenal. Tapi hati Putra sudah menunjuk perawat sederhana namun begitu memikat dan mempesona itu untuk menjadi pelabuhan hati dan hidupnya.


Kata ‘dalam waktu dekat’ soal pernikahannya dengan Gadis juga bukan tercetus begitu saja. Putra juga sudah memikirkannya. Ia juga tidak ingin menunda untuk memberikan Gadis sebuah status, selain menjadikan Gadis sebagai ratu di hati dan hidupnya.


Dan keseriusan Putra soal rencana pernikahannya yang ingin ia lakukan dalam waktu dekat, memang Putra langsung buktikan. Putra meminta seluruh saudara dan satu saudarinya berkumpul selepas mereka membersihkan diri dan membicarakan hal tersebut pada mereka semua.


“I’m going to marry Gadis in three days a head ( Aku akan menikahi dalam tiga hari ke depan )” Ucap Putra dengan santainya.


Dimana para saudara lelaki serta satu saudarinya berikut Gadis yang duduk di samping Putra kemudian melongo dan menganga.


“Crazy! ( Gila! )”


Addison, Bruna, Damian dan Garret sama berucap satu kata tersebut.


“I am ( Memang iya)” Jawab Putra masa bodoh.


****


To be continue ....


Makasih untuk tiap dukungan kalian para pembaca kesayangan sampai dengan saat ini yah..

__ADS_1


__ADS_2