
Happy reading.....
đđđđđđđ
ă
âSay it again, Anth! Say it again! (Katakan sekali lagi, Anth! Katakan sekali lagi!)â
âTacky .. (Norak) ..â Gumam Putra melihat kelakuan empat orang saudaranya yang gaduh akibat bahagia karena Anthony sudah mau bicara.
Putra pun mengambil tempat untuk duduk serta mempersilahkan Danny juga untuk ikut duduk sambil memperhatikan empat orang yang Putra bilang norak saat ini.
****
Sore itu, ketika semua orang sudah mengistirahatkan diri mereka masing â masing para pria duduk â duduk di area samping rumah sewaan mereka, dimana ada sebuah gazebo dalam taman yang tidak besar namun cukup asri.
Kebetulan sore hari ini tidak terlalu terik, ditambah banyaknya pohon besar disisi jalan luar rumah tersebut, cukup membuat udara sore dapat dinikmati dengan santai berikut secangkir kopi dan cemilan.
Aroma kopi menyeruak didekat empat pria tampan yang sedang duduk â duduk santai sembari mengobrol ditempat mereka sekarang.
Minuman yang memang menjadi favorit empat Putra, Damian, Addison dan Garret. Sementara Danny sudah kembali ke tempat tinggalnya sendiri yang berada tak jauh dari rumah sewaan Putra dan keluarganya.
Sementara Anthony sedang bersama Bruna dikamarnya yang juga adalah kamar Putra, karena rumah tersebut hanya memiliki tiga kamar saja.
âAdâ Putra memanggil Addison.
âHem?â
âI think it will be okay if Danny wants to comeback at his workâ
â(Aku rasa tidak apa â apa jika Danny ingin kembali ke pekerjaannya)â
Putra kemudian menyesap kopinya.
âBeside what we are hoping about Anthâs condition is already happen now, and I consider to comeback to our Villa as soon as possibleâ
â(Lagipula apa yang kita harapkan mengenai kondisi Anth sudah terkabul sekarang, dan aku mempertimbangkan untuk kembali ke Villa kita secepatnya)â
âAs your wish, Putra (Sesuai dengan keinginanmu, Putra)â Sahut Addison.
Damian dan Garret mengangguk.
âDo not be worry about Dannyâs job neither his work at the Restaurant (Tidak perlu khawatir tentang pekerjaan Danny di Restoran )â
âWhy? (Kenapa?)â
âHis not only the Manager of that Restaurant (Dia bukan hanya seorang Manajer di Restoran itu)â
Putra terkekeh kecil.
âAs I thought .. Danny is not that simple, hem? (Seperti yang kuduga .. Danny tidak sesederhana itu, hem?)â
âWhat an eagle eyes you have, Bos! (Kau punya mata elang, Bos!)â
âSo, who is he? (Jadi, siapa dia?)â
âNo one. Just someone that I found, I tested, and he passed. So I take himâ
â(Bukan siapa â siapa. Hanya seseorang yang kutemukan, aku uji, dan dia lulus. Jadi aku mengambilnya)â
âNot just âsomeoneâ that you found just like that. Am I right? (Bukan hanya sekedar âseseorangâ yang kau temukan. Benar kan?), hem?â
âHaha! See?, all of us were not wrong to choose you as our leader. Look how sharp your insting, Bos! (Lihat kan?, kami semua tidak salah memilihmu untuk menjadi pemimpin. Lihat bagaimana tajamnya insting mu itu, Bos!)â
Damian dan Garret sama terkekeh seperti Addison, sementara Putra menggeleng pelan.
âThen, who is he actually? (Jadi, siapa dia sebenarnya?)â Tanya Damian.
âA criminal. Was (Seorang kriminal. Pernah)â Jawab Addison.
âWhat kind of criminal? (Kriminal macam apa?)â
âMurderer (Pembunuh)â
Damian dan Garret mendelik, Putra mengangkat alisnya.
âAnd what makes you take him to join (Dan apa yang menjadi pertimbanganmu mengajaknya bergabung?)â
âLetâs say it is a symbiosis mutualism relation (Katakan saja ini adalah hubungan simbiosis mutualisme)â
â......â
âHe is a murderer. Could be called like that. But he killed someone who already rapped his wife also killed her and their kid (Dia memang pembunuh. Dapat dikatakan seperti itu. Tapi dia membunuh orang yang sudah memperkosa
istri serta membunuhnya juga anak mereka)â
â......â
âI helped him when he was being chase and seriously wounded. And he asked how the way he thank me, before he decided to submit himself to police. And I offered him to work with me and leave US â
__ADS_1
â(Aku menolongnya saat dia sedang dikejar dan terluka parah. Dan dia bertanya bagaimana cara berterima kasih padaku, sebelum dia bilang dia akan menyerahkan diri ke polisi. Lalu aku menawarkannya untuk bekerja denganku dan meninggalkan Amerika)â
â......â
âHe was a good guy actually. I already probbed him while he was unconscious. He was being slandered because he refused to cooperate to embezzle funds at his former place of work also said that want to report some peopleâ
â(Dia pria baik sebenarnya. Aku sudah menyelidiki tentangnya saat ia tak sadarkan diri. Dia difitnah karena menolak bekerjasama untuk menggelapkan dana ditempat kerjanya terdahulu dan mengatakan kalau ia akan melaporkan beberapa orang)â
âAnd the rest, you gave him your âwisdomâ to him (Dan sisanya, kau memberikan âpetuahâ padanya)â Celetuk Putra.
Addison, Damian dan Garret terkekeh.
âJust a small epiphenis (Hanya sedikit pencerahan)â
âBy helped him to make a revenge? (Membantunya membalas dendam?)â
âHaha! Killing or being killed?. Thatâs what I told him. He had to give a worthwhile lesson to those people. Cruel people who slandered him untill doing a very cruel thing to his wife and kid. What he did, I said, was a
defenceâ
â(Membunuh atau dibunuh?. Itu yang aku bilang padanya. Dia harus memberikan pelajaran pada orang â orang kejam yang sudah memfitnahnya hingga begitu tega melakukan hal kejam pada anak dan istrinya. Apa yang dia lakukan, aku bilang, adalah bentuk pembelaan diri)â
âAnd Danny hypnotized by your wise words (Dan Danny terhipnotis dengan kata â kata bijakmu itu)â
âOf course he is (Tentu saja iya)â Sahut Addison sembari cengengesan. Garret, Putra dan Damian pun terkekeh.
âThen? (Lalu?)â Tanya Putra lagi.
âI helped again to finish the rest (Aku membantunya lagi untuk menyelesaikan sisanya)â
âKilled those people? (Membunuh orang â orang itu?)â
âMake them killing each other. I donât like violence you know?â
â(Membuat mereka saling membunuh. Aku tidak menyukai kekerasan, tahu?)â
Addison terkekeh sendiri. Namun tiga orang saudaranya itu pun akhirnya ikut terkekeh juga.
âAnd well, he decided to follow me.. beside Dan also has nothing left at US (Dan yah, dia memutuskan untuk
mengikutiku. Disamping itu Dan juga tidak punya apa â apa lagi yang tersisa di US)â
â......â
âI know what Iâm doing as I really sure for every person that I take in (Aku tahu apa yang kulakukan seyakin kemampuanku untuk membawa setiap orang yang masuk)â
Putra, Damian dan Garret pun manggut â manggut.
â(Setiap orang kita di Ravenna siapa yang merekrut, hem?)â
Addison menarik sedikit kerah bajunya sembari mendongak konyol.
âEven late Rery trusted that well (Bahkan almarhum Rery sangat mempercayaiku untuk itu)â
Putra, Damian dan Garret terkekeh lagi.
âYa, ya, ya, yaâ
"And when you said Danny is not only the Restaurant Manager? (Lalu kau bilang dia bukan Manager Restoran biasa?)"
"He becomes our vice (Dia menjadi wakil kita)"
"For? (Untuk?)"
"Watching people who came into the Restaurant since I found out that many of important people like to eat there"
"(Memperhatikan orang - orang yang datang ke Restoran sejak kutahu banyak orang - orang penting yang makan disana)"
"I see. But due to Danny is our eye, he still working to someone who is the owner of that Restaurant. He is an employee who has a work hour, cannot standby to come if we call him"
"(Begitu. Tapi sehubungan kalau Danny adalah mata kita, dia tetap saja bekerja pada seseorang yang merupakan pemilik Restoran itu. Dia pekerja yang mempunyai jam kerja, tidak bisa siaga untuk datang kalau kita memanggilnya)"
"Of course we can (Tentu saja kita bisa)"
"How? (Bagaimana?)"
"Because that Restoran, is ours (Karena Restoran itu, milik kita)"
****
Sore sudah beranjak menuju senja.
Namun empat laki â laki yang sedari tadi asyik bercengkrama di pekarangan samping sebuah rumah nan asri itu masih betah duduk â duduk disana.
âAre you and Bruna are coming to Villa, Ad? (Apakah kau dan Bruna akan ikut ke Villa, Ad?)â
âYes (Iya). Bruna likes to stay at there than here (Bruna lebih suka tinggal disana daripada disini)â
âAnd how about both you? (Lalu kalian berdua?)â Tanya Putra pada Garret dan Damian.
__ADS_1
âVillaâ
Garret dan Damian menyahut bersamaan.
âI thought both of you like to live in this big city (Kukira kalian berdua suka tinggal di kota besar ini)â Celetuk Putra.
âHavenât know this country very well. Beside better I known the place around our Villa first (Belum paham benar tentang kota ini. Lagipula lebih baik aku mengenal terlebih dahulu daerah sekitar Villa)â
âIndeed. We will have a lot of works starting from there (Benar. Kita akan punya banyak pekerjaan dimulai dari sana)â
âYa, you were right Ad. Maybe we should comeback to our Villa about this week (Kau benar, Ad. Mungkin sebaiknya kita kembali ke Villa dalam minggu ini)â
âBut I think, even Anth is already be able to have a normal interaction again, he needs to get some more therapy session with Ilse (Tapi kupikir, meskipun Anth sudah mulai berinteraksi dengan normal kembali, dia masih membutuhkan sesi terapinya dengan Ilse)â
Putra kemudian manggut â manggut atas ucapan Damian.
âBut I have to back to Villa as soon as possible to see some of gardens that we like to buyâ
â(Tetapi aku harus kembali ke Villa secepatnya untuk melihat beberapa perkebunan yang akan kita beli)â
âHow about this, we comeback to Villa next week (Bagaimana jika begini, kita kembali ke Villa minggu depan saja)â
Addison memberi saran.
âWe also wait information from Pak Abdul about some of the gardens right? (Kita juga sedang menunggu informasi dari Pak Abdul tentang beberapa perkebunan itu kan?)â
â.....â
âMeanwhile you still can take Anth for his therapy with Ilse. Hopefully he will get more progression (Sementara itu kau tetap bisa membawa Anth untuk tetap menjalani terapi bersama Ilse. Dan semoga saja dia akan menunjukkan
kemajuan yang lebih lagi)â
âI couldnât agree more (Aku sangat setuju)â Timpal Damian.
âAnother chance for you to a little bit get close with that beautiful Psychiatrist, don't you Putra?â
â(Kesempatan juga bagimu untuk sedikit lebih dekat lagi dengan Psikiater cantik itu juga, bukan begitu Putra?)â
Putra mendengus saja mendengar ledekan Garret barusan.
âOh come on Putra Ilse is beautiful and nice. And she was so patience with Anth. Look Anth now? He started to communicate again. She suit Anth. I think she suit you tooâ
â(Ayolah Putra Ilse itu cantik dan baik. Dan dia sangat sabar dengan Anth. Coba lihat Anth sekarang? Dia sudah
mulai berkomunikasi lagi. Dia cocok dengan Anth. Dan kupikir dia juga cocok denganmu)â
âTsk!â Decak Putra malas menanggapi Damian yang seolah sedang mencomblangkannya dengan gencar untuk dekat dengan Ilse seperti halnya Bruna.
âAgree with him (Setuju dengannya)â Timpal Garret sembari mengarahkan telunjuknya pada Damian.
âGive a try. It was so vivid that Ilse has a special feeling to you. I think Anth will be so happy if you and are Ilse together. Since sheâs the one who meritorious to make Anth wants to talk againâ
â(Cobalah. Sangat jelas terlihat kalau Ilse memiliki perasaan yang khusus padamu. Aku pikir juga Anth akan sangat senang jika kalian bersama. Dia cukup berjasa bisa membuat Anth untuk berbicara lagi)â
âFirst, I donât have a passion to build a relationship with a woman yet (Pertama, aku belum memiliki keinginan untuk membangun sebuah hubungan dengan seorang wanita)â
Putra mulai menanggapi setiap ucapan Garret dan Damian. Sementara soal ini, Addison tak berkomentar.
Ia memahami Putra yang memang sedikit sulit dengan wanita seperti halnya diri Addison sendiri. Tapi saat dekat dengan Bruna, semua menjadi berbeda.
Dulu Rery pun begitu. Dia sangat dingin pada wanita, hingga bertemu dengan Madelaine yang mampu menjungkir balikkan dunia Rery.
Putra pun seperti itu.
Dia tak pernah terlihat memiliki keinginan untuk dekat dengan seorang wanita, bahkan melirik pun rasanya tidak.
âSecond, Ilse is not my type. Last but not least, yes, I thank her for what she has done to Anth. But if you want to moot about Anth who want to start to communicate again.. well it was not because Ilseâ
â(Kedua, Ilse bukan tipe ku. Terakhir namun tidak kalah penting, ya, aku berterima kasih padanya untuk jasanya pada Anth. Tapi jika kalian mau membahas tentang Anth yang mau mulai berbicara lagi .. itu bukan karena Ilse)â
Ucapan Putra barusan sedikit mendapat perhatian ketiga saudaranya tersebut.
âBut because of someone else (Tetapi karena orang lain)â
âWhat? .. seriously? (Apa?.. serius?)â
âHeemm..â Putra manggut â manggut.
****
âGadis. Senang berkenalan dengan anda Tuan Putraâ
Putra sudah berbaring diatas ranjangnya dan Anthony sudah terlelap disampingnya kala malam telah tiba.
âGadis ..â
Pikiran Putra mundur ke waktu tadi siang, saat perawat bernama Gadis itu memperkenalkan dirinya pada Putra.
âSweet (Manis)â
__ADS_1
****
To be continue.....