
Happy reading ...
***************
Last episode:
“What are you going to do ( Apa yang hendak kau lakukan ), Putra?”
“I’m going to find some place or maybe public phone to make an international call ( Aku akan mencari tempat atau mungkin telepon umum untuk membuat panggilan internasional )”
“Don’t you have a common phone here? ( Apa kau tidak memiliki telepon yang biasa disini? ) ...”
“I already make it off when my parents died ( Aku sudah mematikannya saat orang tuaku tiada )”
**
Salisbury, England..
“But you can’t go in this kind of weather situation ( Tapi kau tidak bisa pergi dalam kondisi cuaca yang seperti ini ), Putra.”
“I can. I don’t care about the weather as long as I can make sure that everyone at our Villa is okay right now ( Aku bisa. Aku tidak perduli dengan cuaca selama aku dapat memastikan jika semua orang di Villa kita baik-baik saja saat ini )”
Putra yang telah beringsut dari tempatnya dan telah sempat berjalan menuju pintu kamar yang ditempati Devoss tersebut, menjeda langkahnya untuk menanggapi ucapan Damian padanya barusan.
“Do you feel a divination about ( Apa kau memiliki firasat tentang ) ----“ Garret menggantung kalimatnya sejenak. “Something not good happened at our villa? ( Sesuatu yang kurang baik terjadi di villa kita? )”
**
Putra menghela nafasnya sejenak selepas mendengar ucapan Garret yang diikuti sebuah pertanyaan dibelakangnya.
“It really isn’t ( Memang tidak )-----“
Putra lalu menyahut.
“Then you don’t need to be worry, right? ( Lalu kau tidak perlu merasa khawatir, bukan? )”
Namun sebelum Putra melanjutkan kalimatnya, Damian lebih dulu berucap seraya menenangkan salah satu saudara angkatnya itu.
“Supposed to be. But I feel a litlle bit concern before I know exactly about how are they doing at Villa.”
( Seharusnya memang seperti itu. Tetapi aku merasa sedikit gelisah sebelum aku tahu pasti bagaimana keadaan mereka yang berada di Villa ).
Putra mengatakan soal perasaannya.
***
Damian dan Garret saling tatap sejenak setelah Putra berbalik dan melanjutkan langkahnya untuk keluar dari kamar Devoss.
Lalu keduanya mengekori Putra tak lama kemudian.
“So you really want to out ( Jadi kau benar-benar akan keluar ), Putra? ...”
Garret bertanya pada Putra yang sedang menuruni tangga Mansion miliknya dan almarhum kedua orang tuanya itu.
“Yes.”
Putra menyahut tanpa menghentikan langkahnya.
“As I said, I need to find out a place for me to make an international call ( Seperti yang aku katakan tadi, aku harus menemukan tempat untukku melakukan panggilan telepon internasional ) ...”
Lalu Putra berkata.
“What an impatience man ( Benar-benar pria yang tidak sabaran ) ...” Damian bergumam.
__ADS_1
Damian dan Garret masih mengekori Putra yang melangkah turun menyusuri anak tangga untuk sampai ke lantai bawah.
**
“What is it? ( Ada apa? ) ...” itu Devoss yang bertanya.
Devoss sedang mengobrol di satu sudut ruangan pada lantai bawah Mansion milik Putra.
Dan saat ia melihat Putra turun bersama Damian dan Garret dibelakangnya-dimana wajah Putra nampak sedikit tegang di mata Devoss, pria itu lekas bertanya pada Putra.
“I’m getting out ( Aku akan keluar )”
Putra berhenti di hadapan Devoss yang telah mendekat padanya yang bersama Damian dan Garret.
**
Devoss sedikit terkejut mendengar ucapan Putra, begitu juga Hiz dan Thomas.
Lalu ketiganya melirik pada Damian dan Garret.
“Is something not good was happened? ( Apa sesuatu yang tidak baik telah terjadi? )”
Namun Devoss segera lagi bertanya, sebelum Damian atau Garret menjawab pertanyaannya yang sebelumnya.
“I’m unable to make a contact to Villa ( Aku tidak dapat menghubungi Villa )” jawab Putra.
“Really? ...” Devoss dan Hiz berucap bersamaan.
“Hemm ...” deheman sebagai jawaban, keluar dari mulut Putra, Damian dan Garret secara bersamaan seraya ketiganya mengangguk.
“And now, where are you guys going to? ( Lalu sekarang, kalian mau kemana? )” kini Hiz yang bertanya.
Pria itu memandang kepada Putra, Damian dan Garret. Namun Damian dan Garret sama-sama mengendikkan bahu mereka. Karena sesungguhnya selain Putra memaksakan diri untuk keluar dalam cuaca yang belum kondusif, mereka tidak tahu Putra akan kemana mencari tempat untuk melakukan panggilan ke Villa mereka yang sulit dihubungi saluran khususnya.
Lalu Hiz, berikut Devoss dan Thomas refleks melihat pada Putra.
Jawaban yang sama dengan jawaban yang Putra berikan pada Damian dan Garret yang telah lebih dahulu bertanya saat mereka berada di kamar Devoss tadi.
“But it’s risky if you getting out now, I guess, Sir ( Tetapi akan beresiko jika kau pergi sekarang, aku rasa, Tuan ) ..”
Thomas buka suara, Devoss dan Hiz mengiyakan.
“That’s what we told him ( Kami juga mengatakan seperti itu padanya )”
Damian menimpali, dan Garret mengangguk. Dan disaat yang sama, Putra melirik ke arah luar melalui balik jendela.
“I think the blizzard is getting more calm right now ( Aku rasa badai saljunya sudah mulai lebih agak reda sekarang ini )”
Lalu Putra berbicara.
“Even so, Sir ( Meskipun seperti itu, Tuan )----“ cetus Thomas. “The road might covered with a lot of snow ( Jalanan pasti tertutup oleh tumpukan salju )”
“And even if not, still will be very slippery. I don’t think our cars ( Dan meskipun tidak, pasti akan tetap sangat licin. Aku pikir mobil-mobil kita )----“
“I have a jeep here. My Dad's Jeep ( Aku memiliki sebuah mobil jip disini. Jip milik ayahku )—“ sela Putra sebelum Damian menyelesaikan kalimatnya. “Sam!”
Lalu Putra terdengar memanggil salah seorang maid-nya.
“Yes Mister Putra? ....”
Maid yang Putra panggil namanya barusan, dengan cepat datang kehadapan Putra.
“Sam---“
__ADS_1
Putra berbicara pada maid-nya yang seorang pria paruh baya itu.
“Is my father’s jeep still here? ( Apakah mobil jip milik ayahku masih ada disini? ) ..”
Lalu Putra bertanya pada maid-nya yang bernama Sam itu.
“Yes Sir, it is still in the back garage ( Iya Tuan, mobil tersebut masih ada di garasi belakang ) –“
Sam menjawab dengan cepat namun tetap sopan.
“But I don’t know if it’s still can be used or not, since no one ever touched anything at Mister Patrick’s personal garage, and since you left this place, Sir.”
( Tetapi aku tidak tahu apakah mobil itu masih dapat digunakan atau tidak, karena tidak ada orang yang pernah menyentuh garasi pribadi Tuan Patrick, dan sejak anda meninggalkan tempat ini, Tuan ).
Sam lanjut bicara, dan Putra manggut-manggut setelahnya.
“Well, I’ll go to check it then ( Kalau begitu, aku akan memeriksanya )—“
“I don’t mean to become impolite Sir, but may I know why you asked about it?”
( Aku tidak bermaksud tidak sopan Tuan, tetapi jika aku boleh tahu mengapa anda bertanya tentang mobil tersebut? ).
“I want to get out. And that jeep can be used in the road of this weather ( Aku hendak keluar. Dan mobil jip itu dapat digunakan untuk melaju di jalanan pada cuaca seperti ini )”
“Are you sure want to get out now Sir? ( Apakah anda yakin ingin keluar pada saat seperti ini Tuan? ) ..”
“Heem.”
“But it’s quite risky, Sir.”
( Tetapi itu cukup beresiko, Tuan ).
Sam nampak sedikit khawatir.
“Be patience ( Sabarlah ), Putra.” Ucap Damian.
“I can’t for now ( Untuk saat ini aku tidak bisa )” Putra pun menggeleng. “And as I said, since the blizzard is calmer now ( Seperti yang aku katakan tadi, sehubungan badai salju yang sudah mereda sekarang )”
“.....”
“Then I won’t hold myself to find out how’s our fam at Villa ( Maka aku tidak akan menahan diri untuk mencari tahu bagaimana keadaan keluarga kita di Villa )”
“Even so ( Meski begitu ) ..” Sambar Garret. “But the wind is still quite blustery ( Tetapi anginnya masih cukup kencang ) ..”
Putra tersenyum tipis.
“I can handle it ( Aku dapat mengatasinya )”
“Look ( Dengar ), Putra ..” Damian berucap. “We just need to wait just for a day, then ( Kita hanya menunggu satu hari saja, lalu )---“
“I even feel that I can’t even wait for a minute now ( Aku rasanya bahkan tidak dapat menunggu walau hanya satu menit sekarang )”
Putra langsung menyambar untuk bicara, memotong perkataan Damian yang mewakili lainnya untuk membujuk seraya menasehati Putra.
“Come on Putra, just be patience a little bit okay? ( Ayolah Putra, bersabarlah sedikit oke? ) ..”
“That motherf*ck*r will arrive less than a day over here and you want me to patience? ( Si keparat itu akan tiba disini dalam hitungan kurang dari satu hari dan kau mau aku untuk bersabar? )”
Lalu Putra berdecih sedikit sinis.
“Well I can’t ( Nyatanya aku tidak bisa ) --”
**
__ADS_1
To be continue ........
Jangan lupa tinggalkan jejak ..