LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 318


__ADS_3

Happy reading.....


🔼🔼🔼


London, England,


“Isn’t it risky to set him free (Bukankah beresiko dengan membebaskannya)?”


Damian segera saja berucap setelah pria bernama Mickey Pitts yang merupakan orang kepercayaan salah satu sekutu Jaeden itu dilepaskan dari tawanan mereka, kemudian diberikan kembali pakaiannya dan dibiarkan pergi dengan pengawalan dua anak buah mereka.


Yang mana hanya akan mengawal pria bernama Mickey Pitts itu mencapai jalan diluar markas mereka, agar pria bernama Mickey Pitts tersebut segera keluar dari sana tanpa sempat melihat – lihat keadaan sekeliling.


Putra hanya tersenyum miring dengan tipis, sambil ia merogoh saku celananya, kemudian mengeluarkan sebungkus rokok berikut pemantik dari dalamnya.


“It is (Memang) ....”


Lalu Putra berkata, sambil ia mengeluarkan sebatang rokok dari bungkusnya.


“Especially that he didn’t tell me everything and seems planning to attack us here after made a report to his Boss (Terlebih dia tidak mengatakan padaku segalanya dan sepertinya berencana untuk menyerang kita disini setelah memberikan laporan pada Bosnya)”


Dimana langsung Damian mengernyit, sedikit tak paham setelah Putra berucap lagi. Bukan tak paham dengan kata – kata Putra, yang mungkin adalah hasil spekulasi salah satu saudara angkatnya itu yang super peka dan awas sekali mata serta instingnya. Yang bahkan bisa menebak pikiran orang hanya dari tatapan mata.


Namun yang membuat Damian tidak paham adalah, jika Putra sudah bisa membaca ancaman tersebut dari pria yang bernama Mickey Pitts tadi, kenapa salah satu saudara angkatnya itu malah membebaskan kaki tangan sekutunya Jaeden yang mereka sebut sebagai The Chicago Guy itu? ....


“Then why you let him go just like that? (Lalu mengapa kau membiarkannya pergi begitu saja?)”


Lalu untuk mengobati rasa penasarannya itu, Damian segera bertanya lagi pada Putra yang tersenyum miring sekali lagi, setelah menyelipkan rokok di bibirnya.


“I’m a man with my words (Aku pria yang memegang kata-kataku), Dami –“ ucap Putra kemudian.


“But not make a big risk (Tapi tidak juga membuat resiko besar)” tukas Damian yang berkesah, dan Putra mendengus samar.


Putra tidak langsung menanggapi ucapan Damian yang bermakna kekhawatiran itu. Melainkan Putra beralih sejenak pada Thomas.


“Call Yona here (Panggil Yona kesini)” Putra bicara pada Thomas kemudian, tanpa menggubris kesahan Damian.


Selanjutnya Putra bicara lagi setelah Thomas pergi dari hadapannya untuk memanggil Yona, sambil Putra menyulut sebatang rokok yang telah ia selipkan di bibirnya-dimana Damian serta Garret memperhatikan saudara laki-laki yang merangkap sebagai pemimpin mereka itu.


“I’m not (Aku tidak akan mengambil resiko besar), Dami,” ucap Putra lagi. “I promise to set Mickey Pitts free. But I didn’t promise to let him live before he can reach his home (Aku berjanji untuk membebaskan Mickey Pitts. Tapi aku tidak berjanji untuk membiarkannya hidup sebelum ia sampai ke rumahnya)”


“What a devil (Memang seorang iblis)” kekeh Garret, yang berdecih geli bersama Damian setelah mendengar ucapan Putra yang orangnya hanya tersenyum tipis.


🔼


“You need me, Brother? (Kau membutuhkanku, Kakak?) ---“ Yona datang tak berapa lama berselang. “To take care the rat that just came out? (Untuk mengurus tikus yang baru saja keluar?)”


Putra tersenyum lebar setelah mendengar perkataan Yona. “Don’t let the rat get into his digs (Jangan biarkan tikus itu sampai ke sarangnya)”


“As your wish, Brother (Sesuai dengan keinginanmu, Kak)” sahut Yona yang kemudian melesat dari hadapan mereka yang bersamanya.


Tepat setelah Yona hengkang dari hadapan Putra untuk segera melaksanakan perintah dari saudara angkat yang sudah Yona anggap sebagai kakak lelaki tertuanya itu, Putra memberikan satu perintah lagi kepada Thomas.

__ADS_1


Yang mana perintah itu adalah mengumpulkan para anak buah yang akan diberi tugas lapangan, sekaligus juga meminta Thomas untuk memberitahu Devoss, agar pria itu datang kehadapan Putra yang sudah rapih untuk pergi ke Mansion milik Kingsley.


🔼


Mereka yang Putra inginkan kehadirannya, sudah dengan cepat menghadap pada pemimpin mereka itu. “Dev, you go to this point (kau pergi ke titik ini) ---“ Putra berbicara pada Devoss.


“Okay.”


Devoss mengangguk mengiyakan ucapan Putra yang sudah menunjuk ke satu titik yang tertoreh di atas sebuah kertas lebar yang menyerupai sebuah peta.


“Blown all theirs cars, so I can be more freely at Kingsley’s Mansion (Ledakkan semua mobil mereka, agar aku lebih leluasa berada di Mansion milik Kingsley)”


“Got that (Aku paham)”


“But first make sure if that m*therf*cker is really there with his allies (Tapi sebelumnya pastikan terlebih dahulu jika si keparat itu memang ada disana dengan para sekutunya itu)”


“Copy that.”


Devoss menjawab dengan sigap setiap ucapan Putra untuk hal yang inginkan Devoss untuk lakukan.


Selanjutnya, Putra membagi tugas pada anak buahnya sesuai dengan informasi yang Putra dapatkan dari Mickey Pitts.


Yang meskipun beberapa dari informasi yang dikatakan oleh pria bernama Mickey Pitts tersebut, ada beberapa yang masih Putra ragukan kebenarannya, namun Putra tetap harus memastikan, selain waspada.


🔼


“Police here must be very busy and they will getting bothered for some of times, since they lose some of their personnels.”


Putra berkata pada mereka yang sedang fokus padanya saat ini.


“But it doesn’t mean that we getting slower. Do just like I always want everything been done. Do you all understand what I mean, don’t you? (Tapi itu bukan berarti kita melambat. Lakukan seperti bagaimana aku menginginkan semuanya berjalan. Kalian mengerti maksudku, bukan?)”


“Yes, Boss.”


Para anak buah menyahut dengan sigap.


Sementara Devoss, Garret dan Damian mengangguk saja.


“You all may go then. But remember, do not make any mistake.”


(Kalian bisa pergi sekarang. Tapi ingat, jangan membuat satu kesalahan pun)


“Yes, Boss.”


"Don't make any trace, or say goodbye to this world (Jangan membuat jejak, atau katakan selamat tinggal pada dunia ini)"


🔼


“Is there any news to what happened at Leicester? (Apa ada berita tentang apa yang terjadi di Leicester?)” Sambil berjalan ke arah mobil yang sudah siap membawanya pergi, Putra bertanya pada Thomas yang langsung menjawab pertanyaan Putra dengan lugas.


“What was happened at there, it consider as an accident of the gas leak, Boss. So police not really concern of it (Apa yang terjadi disana, itu dianggap kecelakaan atas kebakaran gas, Bos. Jadi polisi tidak terlalu terfokus disana)”

__ADS_1


Putra pun manggut-manggut setelah mendengar jawaban Thomas. “So police is now totally concern to what was happened at the HIL Hotel also at the KH Street? Maybe at the Livingston’s place too (Jadi polisi sekarang hanya fokus pada apa yang terjadi di HIL Hotel dan juga di KH Street? Mungkin juga di tempatnya Livingston)”


“There still no news about that Livingston, Boss (Masih belum ada berita tentang Livingston yang anda maksud, Bos)” tukas Putra.


“I took care of them very silence, so maybe none at their neighbourhood knowing what already happened with those treators of Livingston.”


(Aku membereskan mereka dengan senyap, jadi mungkin belum ada orang-orang di lingkungan mereka mengetahui apa yang sudah menimpa para pengkhianat Livingston itu)


“Hem ...”


Putra berdehem, slelepas Damian menimpali ucapan Thomas.


“But could be that m*therf*cker Jaeden\, already know to what happened to Livingston’\, Locko’ and other treators that we already took care. And sure he will hardly try to find us\, even he is blur of us. But I’m sure\, his meeting with that Chicago Guy\, is preparing their troops since we also made a chaos of their business.”


(Tapi ada kemungkinan si keparat Jaeden itu, sudah mengetahui apa yang menimpa Livingston, Locko dan beberapa pengkhianat yang sudah kita urus. Yakin jika dia sedang berusaha keras untuk menemukan kita, walau dia masih samar akan kita sebenarnya. Tapi aku yakin, pertemuannya dengan si Pria Chicago itu, adalah sedang mempersiapkan pasukan karena kita juga telah mengacaukan beberapa bisnis mereka)”


Mereka yang mendengarkan penjabaran Putra pun manggut-manggut. “Want me to meet Tommy? (Mau aku menemui Tommy?)-“


Damian mengusulkan ide, sekaligus menawarkan diri untuk menemui seseorang yang merupakan kenalan lama mereka di Inggris.


“Hem.”


Putra berdehem.


“Meet him then behave my name (Temui dia kalau begitu atas namaku)”


🔼


Damian segera bergegas setelah Putra berucap. Sementara kini, hanya tinggal Putra dan Garret, berikut Devoss dan Thomas yang masih berdiri di tempat mereka, serta beberapa anak buah yang masing-masing akan membagi untuk ikut dengan para pemimpin misi.


“Gar, you go with me. I need you to be my eyes outside that Mansion (Gar, kau ikut denganku. Aku membutuhkanmu untuk menjadi mataku di luar Mansion)”


Putra berkata pada Garret.


“Aye, Capt!”


Garret menyahut cepat, mengiyakan permintaan Putra.


“Thom, tell Hiz to prepare (Thom, katakan pada Hiz untuk bersiap)”


Putra beralih sejenak pada Thomas.


“He’ll go right after Yona get back here (Dia akan pergi tepat setelah Yona kembali kesini)”


“Yes, Boss.”


“Let’s go (Ayo), Gar.”


Putra mengajak Garret untuk segera pergi, sambil Putra masuk ke dalam mobil yang akan membawanya ke Mansion milik keluarga almarhum Rery.


🔼🔼🔼

__ADS_1


To be continue  ...


__ADS_2