LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 168


__ADS_3

Happy reading..


***********


“Apa semua ini akan selesai tepat waktu sebelum pernikahan Bruna dan Addison? .....”


“Tentu Nona .....”


“Benar”


“........”


“Tentu saja mereka harus menyelesaikan tepat waktu dari deadline yang aku berikan pada mereka”


“........”


“Karena aku sudah membayar lebih untuk semua ini”


“........”


“Jadi mereka harus berusaha dengan sangat baik, juga memberikan hasil yang terbaik untuk pakaian yang akan kita semua kenakan di hari pernikahan nanti”


“........”


“Karena jika tidak, akan aku pastikan Butik mereka akan tutup selamanya”


Putra tersenyum miring kepada dua orang staff Butik Gaun Pengantin tersebut yang kemudian tersenyum canggung pada Putra.


“Aku yakin atasan sekaligus pemilik Butik tempat kalian bekerja sudah memberi tahukan hal tersebut bukan?”


“Iy-iya Tuan...”


Dan kedua staff Butik tersebut pun menyahut gugup.


Sementara Gadis menggelengkan kepalanya sembari menatap pada Putra yang sedang tersenyum miring itu.


‘Senang sekali mengancam orang dia ini...’ Gadis membatin.


***


“Do you set up a suit for your godfather? (Apa kau menyiapkan setelan jas untuk ayah baptismu?)”


“No. He said that he has his own designer for it (Tidak. Dia mengatakan jika dia memiliki desainernya sendiri)”


“Is he make sure that he will come on the wedding day? (Apakah dia sudah memastikan akan datang saat hari pernikahan?) ...”


“Yes, he will (Iya, dia sudah memastikan untuk datang)”


“Is it Opa who will accompany Madre and Gadis walk to the Altar? (Apakah Opa yang akan mendampingi Madre dan Gadis berjalan menuju Altar?)”


Anthony ikut bersuara saat Damian, Putra dan Danny berbicara barusan, selepas dua staff Butik Gaun Pengantin yang datang tadi sudah pergi dari Villa setelah mereka menyelesaikan tugas mereka.


“Madre and me?... (Madre dan aku?...)”


Gadis spontan bertanya setelah Anthony berucap barusan.


Dan Anthony segera menggigit lidahnya. Lalu saling tatap dengan Papa Putra dengan tampak meringis tanpa suara.


Gadis sedikit mengernyit saat melihat ekspresi Anthony tersebut.


“Maksud Anth itu saat kita menikah nanti, Vader juga akan menjadi pendampingmu untuk berjalan di lorong Altar” Putra segera menyambar dan Gadis pun manggut-manggut.


Lalu Anthony bertanya pada Putra apa yang baru saja papa-nya itu katakan pada Gadis.


Dan Putra mengatakan kembali pada Anthony apa yang sudah ia katakan pada Gadis dengan bahasa Inggris kepada Anthony.


Anthony pun manggut-manggut.


“Sorry Papa..” Bisik Anthony dengan sangat pelan di telinga Putra.


**


“Hey Bocah tampan. Do you want to take a nap? ... (Apa kamu mau tidur siang? ....)” Tanya Gadis pada Anthony.


Anthony pun langsung mengangguk. “Yes I do (Iya aku mau)”


“Ayo?” Ajak Gadis.


“Ayo!”


Anthony yang paham kata dengan bahasa Indonesia yang barusan Gadis katakan itu, segera berdiri dengan semangat dari duduknya.


Gadis pun mengulurkan tangannya pada Anthony untuk membawa bocah tampan tersebut pergi ke kamar untuk tidur siang.


Entah Anthony ingin tidur di kamarnya sendiri atau kamar Putra, nanti bagaimana keinginan Anthony saja setelah sampai di lantai dua Villa, tempat semua kamar para penghuni utama berada.


“Aku temani Anthony tidur siang dulu ya Putra?”


“Iya ...”


“Excuse us... (Kami permisi...)”


Gadis berucap pada yang lainnya juga, untuk memisahkan diri.


“You guys don’t want to take a nap? (Kalian tidak mau tidur siang?)”


Anthony berbicara pada lima orang tua angkat dan dua paman angkatnya.


“Later maybe (Mungkin nanti)”


Addison yang menyahut dan kemudian tersenyum.


“Okay Padre... Bye then” Anthony melambaikan tangannya pada semua yang berada di ruangan yang sama dengannya. Lalu pergi melangkah bersama Gadis meninggalkan ruangan tersebut.


“Aku disini dulu ya, Gadis”


Putra berbicara pada Gadis.


“Iya...”


Gadis menjawab disertai anggukan pada Putra. Lalu baru benar-benar melangkahkan kakinya untuk berjalan menuju lantai dua bersama Anthony.


***


Beberapa waktu kemudian


Putra sedikit mengernyit saat ia telah masuk ke dalam kamar pribadinya dan Gadis selepas selesai berbicara dengan mereka yang tadi berada bersamanya di ruang tamu Villa.


Gadis nampak sedang mencari-cari sesuatu dalam tasnya.


“Gadis ...” Panggil Putra sembari ia masuk ke dalam kamar dan menutup pintu kamar tersebut.


“Putra, kamu mengagetkanku saja...”


Gadis memegang dadanya sendiri. Ia memang sedikit kaget saat mendengar suara Putra yang tahu-tahu sudah muncul begitu saja, tanpa Gadis dengar langkah kakinya saat Putra sudah berada dalam kamar tersebut.

__ADS_1


“Anthony tidur siang di kamarnya? ...” Tanya Putra pada Gadis, karena tidak melihat Anthony di dalam kamar mereka.


“Iya...” Jawab Gadis.


Lalu Gadis kembali melanjutkan apa yang sedang dilakukannya saat Putra datang ke dalam kamar mereka itu.


Putra langsung mengambil tempat di samping Gadis yang sedang duduk di sofa.


“Sedang apa?”


“Aku sedang mencari kartu identitasku ...”


“Hemm...”


“Apa kamu melihatnya?” Tanya Gadis pada Putra yang sedang bergelayut manja padanya.


Putra yang meletakkan dagunya di satu sisi pundak Gadis itu pun menggeleng.


“Tidak...” Jawab Putra. Ia hanya memperhatikan saja Gadis yang nampak sedikit panik memeriksa tas dan dompetnya itu.


***


Beberapa waktu sebelumnya


Di ruang tamu Villa ....


“Did you already give the money to the church for the marriage things? (Apa kau sudah menyerahkan uang pada pihak gereja untuk kepentingan pernikahan?”


Putra bertanya pada Arthur selepas Gadis dan Anthony sudah tidak lagi berada bersama mereka yang sedang berkumpul di ruang tamu Villa.


Arthur pun segera mengangguk cepat. “Already (Sudah) ..”


Arthur menjawab.


“Fee for the nuptial at the church has been paid (Biaya untuk upacara pernikahan di gereja sudah lunas)..”


Putra dan lainnya pun manggut-manggut setelah mendengar penuturan Arthur.


“Also the donation (Termasuk juga sumbangan) ..”


“Okay”


“Ah ya..”


Arthur mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya.


“I also already enroll the schedule of you guys marriage (Aku juga sudah mendaftarkan jadwal untuk pernikahan kalian)”


Lalu Arthur menyerahkan sebuah amplop berukuran sedang berwarna coklat pada Putra.


“Okay”


Putra menerima amplop tersebut dari tangan Arthur.


“Thanks Ar” Ucap Putra.


Arthur pun mengangguk.


“The copy papers of the marriage permit also you guys ID’s are all here (Salinan berkas ijin pernikahan dan kartu identitas kalian ada didalam sini semua) ..”


Putra pun manggut-manggut lagi.


“Thanks once again Ar” Ucap Putra.


Arthur menyahut. Lalu Putra membuka amplop yang tadi diberikan Arthur padanya.


“Did Gadis don’t realize that you took her ID's Putra?.. (Apa Gadis tidak menyadari jika kau telah mengambil kartu identitasnya Putra? ..)”


“I guess No (Sepertinya tidak) ..”


***


Kembali ke waktu sekarang


“Sedang apa?”


“Aku sedang mencari kartu identitasku ...”


“Hemm...”


“Apa kamu melihatnya?” Tanya Gadis.


“Tidak...” Jawab Putra. Ia hanya memperhatikan saja Gadis yang nampak sedikit panik memeriksa tas dan dompetnya itu.


“Dimana ya? ...”


Putra menyunggingkan senyum tipis yang tidak dilihat oleh Gadis.


“Sudahlah nanti saja lagi mencarinya ... lebih baik kamu beristirahat sejenak sana ... bukankah tadi kamu membuat kudapan saat kami pergi mengunjungi lahan pabrik?... pasti kamu sedikit lelah, bukan? ... jadi pergilah beristirahat sejenak...”


“Iya tapi aku rasanya tidak tenang kalau belum menemukan kartu identitasku itu, Putra ...”


Gadis masih sedikit panik.


“Nanti aku bantu mencarinya ... sekarang lebih baik kamu pergi beristirahat, hem? ...”


Gadis pun mendengus pelan. Sedikit terdengar putus asa. “Apa mungkin terjatuh di dalam mobil ya, Putra?...”


Gadis tercenung sesaat. Dan Putra menarik sudut bibirnya sedikit lagi.


“Ayo temani aku mencarinya, Putra...” Gadis meraih tangan Putra dan hendak berdiri dari duduknya.


“Tidak perlu... kartu identitasmu tidak ada dalam mobil”


Gadis pun langsung menoleh pada Putra.


“Bagaimana kamu yakin? ...” Tanya Gadis.


‘Karena kartu identitasmu ada di sakuku ...’


Putra menjawab dalam hatinya.


“Ya tentu saja aku yakin jika kartu identitasmu tidak ada di dalam mobil yang kita tumpangi tadi ... Kamu kan tidak membuka tasmu selama di perjalanan tadi...”


Gadis pun tercenung lagi.


“Iya juga sih ...” Gumam Gadis.


“Lagipula jika pun ada, pasti supir sudah menemukan dan memberikannya padaku...”


“Betul juga...”


“Memang kenapa tiba-tiba kamu mencari kartu identitasmu?...”


Putra iseng bertanya saja.

__ADS_1


“Ya tidak ada apa-apa ... Aku hanya kebetulan saja sedang merapihkan tas dan dompetku ... Dan aku baru sadar jika kartu identitasku itu tidak ada ... Biar bagaimanapun itu kan sesuatu yang penting... Dan aku malas sekali jika harus mengurusnya andaikan kartu identitasku itu hilang ...”


Gadis kemudian mendengus lagi selepas dirinya bercerocos.


“Ceroboh sekali aku ini”


Putra mengulum senyuman yang tak dilihat Gadis.


“Ya sudah, tidak perlu khawatir”


Lalu Putra berucap sembari mengelus lembut kepala Gadis dengan mengulas senyuman.


“Aku yakin kartu identitasmu itu tidak hilang ... Hilang pun kamu tidak perlu repot untuk mengurusnya”


“Benar ya, kamu akan membantu mengurusnya andai kartu identitasku benar hilang? ...” Tuntut Gadis.


Putra pun manggut-manggut.


“Hal sepele untuk aku lakukan jika hanya mengurus kartu identitas baru untukmu ...”


“Oh iya aku lupa betapa sombongnya Tuan Putra ini ya?...” Canda Gadis. Putra pun terkekeh kecil.


“Sudah pergi tidur siang sana ... Ku hitung sampai lima, jika tidak beranjak aku yang akan meniduri mu”


“Dasar Papa m*sum!”


Gadis pun mencebik dan segala berdiri dari duduknya selepas mendengar kalimat godaan dari Putra barusan.


Putra pun terkekeh lagi.


***


‘Aku sudah tak sabar menunggu hari itu tiba Gadis ...’


Putra membatin sembari memandangi Gadis yang sudah berjalan menuju ranjang dengan membelakanginya.


Putra mengulum senyuman dengan angannya yang sedang membayangkan sesuatu yang membahagiakan untuknya.


“Oh iya Putra...” Suara Gadis kemudian memecahkan lamunan Putra.


Putra pun segera menoleh pada Gadis yang sudah duduk di tepi ranjang.


“Hem?”


“Apa kamu akan pergi lagi? ...”


“Tidak ...” Jawab Putra pada Gadis.


“Ya sudah kalau begitu”


“Kenapa memangnya, hem?”


“Tidak apa-apa ...”


Gadis menyahut sembari mengangkat kakinya ke atas ranjang, dan bersiap untuk berbaring, mengistirahatkan dirinya sejenak.


“Tenang saja, aku tidak akan kemana-mana ...” Ucap Putra dari tempatnya duduk saat bersama Gadis tadi.


“Ya jika memang kamu ada keperluan dan ingin pergi tidak apa-apa, hanya saja jangan pergi tanpa bilang padaku ya? ...”


“Iya ...”


Putra menyahut. Masih dari tempatnya duduk.


“Sudah, beristirahatlah...” Cetus Putra.


“Iya ...”


Gadis menyahut lalu membaringkan dirinya di atas ranjang.


Tak lama kemudian Putra beranjak dari tempatnya duduk. Lalu menyambar tas Gadis yang tergeletak begitu saja di atas sofa.


Lalu Putra melangkahkan kakinya menuju walk-in-closet dalam kamar dengan menenteng juga tas Gadis.


“Oh iya Putra” Gadis yang tadi sudah memejamkan matanya itu, kemudian membuka kembali matanya saat Putra sudah mencapai garis pintu walk-in-closet yang memang terbuka itu.


“Ada apa lagi? ...” Putra berujar setengah malas.


“Katanya nanti sore kamu mau mengajak Anthony berkeliling naik kuda, ya?”


Putra yang menghentikan langkahnya dan sudah menghadap pada Gadis yang sedang berbaring miring di ranjang menghadapnya itu langsung mengangguk.


“Aku ikut ya?...” Pinta Gadis.


Putra pun mengangguk lagi.


“Ngomong-ngomong kenapa kamu bawa tasku? ....”


Gadis spontan bertanya karena melihat tas miliknya yang sedang dipegang Putra.


“Mau aku letakkan di dalam sini agar tidak berantakan ..” Putra menunjuk ke arah walk-in-closet.


“Terima kasih ya?”


“Iya ..” Sahut Putra.


“Ya sudah aku tidur dulu ...”


Gadis pun mengulas senyuman.


“Jangan sampai meninggalkanku jika kamu mau berkuda bersama Anthony ya? ...”


“Iya Gadis ...” Putra menyahut, lalu mendengus kecil. ‘Cerewet sekali’ Batin Putra.


Gadis masih mengulas senyuman dan menatap Putra.


“Sekarang pejamkan matamu, atau aku akan terlebih dahulu bermain kuda-kudaan disini denganmu”


***


To be continue ....


Jangan lupa tinggalkan jejak....


LIKE


‘n


COMMENT


Selalu othor tunggu, sebagai dukungan kalian untuk karya ini


Loph Loph


Emaknya Queen

__ADS_1


__ADS_2