
Happy reading....
*************
Leicester, England ...
“What have you got ( Apa yang kau dapat ), Richard?”
Putra langsung melontarkan sebuah pertanyaan saat salah seorang anak buahnya yang sekitar sepuluh menit yang lalu diperintahkan untuk mencari informasi keadaan pada sebuah mansion yang berada di satu daerah di sebuah kota yang bernama Leicester itu telah kembali menghadapnya yang duduk menunggu anak buahnya tersebut kembali setelah mengecek situasi dan kondisi di sekitar mansion, yang sebenarnya adalah mansion milik keluarga Damian.
“Three person at gate. Seems that ordinary security ( Tiga orang di gerbang. Tapi sepertinya hanya keamanan biasa )”
Satu anak buah Putra yang bernama Richard itu pun mulai memberikan laporan pada Putra.
“I don’t see anyone else except that three. But I can’t get inside to make sure, since that I have no reason to get in more further than just talk with them. But seems that Mansion is not well guarded”
( Aku tidak melihat orang lain selain tiga keamanan tersebut. Tapi aku tidak dapat masuk untuk memastikan karena aku tidak memiliki cukup alasan untuk masuk lebih dalam selain hanya bicara di pintu gerbang dengan tiga keamanan itu. Namun dari apa yang aku lihat, keamanan disana biasa saja ).
Richard kemudian melanjutkan laporannya. Putra pun menganggukkan kepalanya.
“Alright, let’s do a visit there now ( Baiklah, ayo kita berkunjung kesana )” ucap Putra seraya menoleh pada Damian yang ekspresi wajahnya datar, namun Putra tahu jika Damian sedang menahan geram dalam hatinya.
“Can’t hold myself for it ( Aku tidak sabar )....”
Dan gumaman bernada sinis pun kemudian keluar dari mulut Damian.
“Can’t hold to make a hole in that bastrd head ( Tidak sabar ingin membuat lubang di kepala bajngan itu )....” sambung Damian, setelah merapatkan kembali selongsong peluru pada pistolnya.
Dimana bibir Damian menyungging miring dan juga sinis, sambil menyelipkan pistolnya di balik coat panjangnya kini, bukan lagi di selipan pinggangnya.
Putra hanya tersenyum tipis saja melihat Damian yang kemudian duduk dengan tatapan yang nanar.
“Make your car near to here ( Bawa mobil yang kau tumpangi mendekat kesini ), Richard.”
Putra memberikan satu lagi perintah pada Richard, yang langsung diiyakan oleh pria itu. Dan Richard dengan segera keluar dari dalam mobil yang ditumpangi Putra dan Damian.
**
“Dev, go to the mansion which the car we’ve been followed get in, and talk to the security there that you want to meet with Locko Boyd ( pergi ke kediaman dimana mobil yang kita ikuti itu masuk, dan bicara pada penjaga disana jika kau ingin bertemu dengan Locko Boyd )” ucap Putra tanpa keluar dari mobilnya, pada Devoss yang berada di dalam mobil yang sama dengan Garret dan Richard.
Devoss pun mengiyakan.
“And take them down quick and quietly.”
( Dan lumpuhkan mereka dengan cepat dan sunyi ).
Putra melanjutkan ucapannya, dan Devoss pun mengiyakan lagi dengan cepat dan sigap.
*
“You know what you should do, right Richard? ( Kau tahu apa yang harus kau lakukan bukan, Richard?)”
Putra mengingatkan Richard tentang ‘bagiannya’.
“Sure I know Sir ( Tentu aku tahu Tuan )”
Richard menyahut dengan sama sigapnya seperti Devoss.
“How about the first plan to meet a man name Hiz? ( Bagaimana dengan rencana pertama dengan orang yang bernama Hiz? )....”
Mendengar Putra menurunkan tugas pada Devoss dan Richard yang berbeda dengan rencana mereka sebelumnya, Garret pun melontarkan pertanyaan pada Putra.
“I already send message for him through our men that I told to make Thomas call Hiz ( Aku sudah mengirim pesan untuknya melalui orang kita yang aku minta menyampaikan pada Thomas untuk menghubungi Hiz )”
Putra memberikan jawaban pada Garret yang langsung diangguki oleh salah satu saudara angkatnya itu yang berkomunikasi dengannya dari dalam mobil masing-masing yang kini sedang berada bersisian, sehingga mereka dapat berkomunikasi tanpa harus turun dari mobil dan hanya menurunkan kaca jendela mobil saja.
“Alright then.”
Garret pun menyahut.
“Better we go now ( Sebaiknya kita pergi sekarang )” kata Garret pada mereka yang berada bersama di mobil yang sama dengannya.
“Yes Sir.” Richard dan anak buah lain yang menjadi supir dengan segera dan sigap mengiyakan ucapan Garret barusan.
__ADS_1
“We’ll be right behind you ( Kami akan berada tepat dibelakang kalian )” ucap Putra.
“Wait ( Tunggu )” sela Damian, sebelum mobil yang ditumpangi oleh Garret dan Devoss serta dua lainnya itu melaju.
“Yes Sir?”
Richard spontan menyahut.
“You go to the right side my mansion then you will find access into the backyard from the bushes.”
( Kau pergi ke sebelah kanan mansion-ku itu maka kau akan menemukan akses menuju halaman belakang melalui semak-semak ).
Damian menerangkan. Richard pun mengangguk paham.
“Maybe there another guards ( Mungkin ada penjaga lain disana )”
“Yes Sir.” Jawab Richard.
*
Mobil yang ditumpangi Putra dan Damian serta Jules-salah satu anak buah yang menjadi supir keduanya, mengekori mobil yang ditumpangi oleh Garret, Devoss dan dua anak buah lainnya.
Dimana seorang anak buah mereka yang bernama Richard, kemudian keluar dari mobil yang ditumpangi oleh Garret dan Devoss sebelum mobil tersebut sampai di sebuah mansion. Yang mana sebenarnya adalah milik keluarga Damian itu.
“Are all of Accursio’s men is like Richard, include you ( Apakah semua anak buah Accursio seperti Richard, termasuk kau ), Jules?” tanya Putra pada Jules setelah melihat kegesitan dan kesigapan, selain kemampuan dari anak buah Accursio yang bernama Richard tersebut.
Yang mana kemampuannya dapat Putra akui, setelah melihat kompetensi dari anak buah yang bernama Richard itu sejak dari malam mereka melakukan awal pembalasan dendam mereka di Inggris.
Dan Putra, termasuk dua saudaranya dan juga Devoss, memang cukup terkesan dengan kinerja satu anak buah yang bernama Richard itu.
Jules mengangguk kepalanya terlebih dahulu sebelum ia menjawab pertanyaan Putra. “Yes Sir. Mister Accursio was very selected choosing everyone who will work for him. But Richard it is the best one ( Iya Tuan. Tuan Accursio sangat selektif dalam memilih orang-orang yang akan bekerja untuknya. Tapi Richard memang yang terbaik )”
“Hem .....”
“All men who were send to you, can say are the best from others ( Orang-orang yang dikirimkan pada anda, dapat dikatakan adalah yang terbaik dari semuanya )”
“Include you then? ( Termasuk kau kalau begitu? )” tukas Putra dan Jules tersenyum. Putra dan Damian menarik sedikit sudut bibir mereka.
“Not that good Sir ( Tidak sebaik itu Tuan )” ucap Jules merendah.
“Thank you Sir.” Jawab Jules.
Lalu ia, berikut Putra dan Damian kembali fokus pada mobil yang ditumpangi oleh Garret dan Devoss serta satu anak buah mereka yang telah berhenti di depan gerbang mansion milik keluarga Damian yang kini sedang dikuasai orang lain.
**
Sementara itu, di depan gerbang mansion milik keluarga Damian, mobil yang ditumpangi oleh Garret, Devoss serta satu anak buah mereka sebagai supirnya telah berhenti.
Dan Devoss nampak keluar bersama sang supir dan berjalan agak menjorok ke bagian dekat gerbang untuk dua penjaga yang terlihat oleh tiga orang yang berada didalam mobil tersebut.
“Excuse me, how can I help you Sir? ( Mohon maaf, ada yang dapat saya bantu Tuan? ) ..”
Seorang penjaga keamanan di gerbang mansion tersebut langsung menghampiri Devoss saat pria itu keluar dari mobil.
“Yes, I would like to meet with Mister Locko Boyd ( Iya, saya ingin bertemu dengan Tuan Locko Boyd )” jawab Devoss.
Dimana saat Devoss berbicara dengan salah satu penjaga mansion tersebut, satu anak buah yang menjadi supir mereka yang ikut turun untuk membukakan pintu mobil bagi Devoss, telah mengambil ancang-ancang.
Begitu juga Garret yang tidak ikut turun dari mobil. Namun ia telah menyiagakan dirinya, dengan mata Garret yang juga awas mengawasi situasi disekeliling mereka saat ini.
**
Di bagian lain jalanan dalam sebuah mobil...
“Seems they’re succeed Sir ( Sepertinya mereka berhasil Tuan )..”
Suara Jules membuat Putra dan Damian segera mencondongkan tubuh mereka dan langsung memperhatikan ke arah selurusan mata mereka melalui jendela mobil bagian depan yang mereka tumpangi itu.
“Yes they are Sir. Mister Garret give a sign for us to move ( Sepertinya memang iya Tuan. Tuan Garret telah memberikan tanda bagi kita untuk bergerak ) ..”
“Then move ( Maka bergeraklah ), Jules.”
Damian yang bersuara.
__ADS_1
Maka Jules pun langsung menjalankan mobil yang berada dibawah kendalinya itu.
Dimana sebelumnya..
“Excuse me, how can I help you Sir? ( Mohon maaf, ada yang dapat saya bantu Tuan? ) ..” Seorang penjaga keamanan di gerbang mansion tersebut langsung menghampiri Devoss saat pria itu keluar dari mobil.
“Yes, I would like to meet with Mister Locko Boyd ( Iya, saya ingin bertemu dengan Tuan Locko Boyd )” jawab Devoss.
“Have you already made an appointment with Mister Boyd, Sir? ( Apa Tuan sudah memiliki janji dengan Tuan Boyd? )”
“About that ( Tentang itu ) -----“
Devoss memajukan selangkah kakinya.
Bugh!.
Sebuah pukulan dari kepalan tangan Devoss tepat mengenai dada si penjaga gerbang hingga langsung membuat satu penjaga yang tubuhnya segera ditangkap Devoss itu lunglai karena langsung tak sadarkan diri.
Dimana itu adalah sebuah kode bagi anak buah mereka yang berdiri dengan gerbang, seolah menutupi Devoss dan si penjaga gerbang yang telah dilumpuhkan Devoss dari rekannya yang berada di balik gerbang. “Hey, seems your friend is sick ( sepertinya temanmu sakit )”
Anak buah yang bersama Devoss dan Garret pun langsung memancing penjaga yang berada di balik gerbang dengan sudah menggeser tubuhnya agar pemandangan rekannya yang ambruk di bagian depan gerbang dan seolah sedang ditolong Devoss itu, dapat terlihat oleh si penjaga yang satunya.
Dan pancingan itu berhasil. Penjaga yang tadinya berada dibalik gerbang itu langsung bergegas keluar dari pintu gerbang yang hanya dibuka sedikit oleh temannya tadi. Dan tentu saja hal itu dimanfaatkan dengan baik oleh satu anak buah yang bersama Devoss dan Garret untuk juga dilumpuhkan.
Bugh!.
Satu anak buah yang bersama Devoss dan Garret itu segera memukul tengkuk satu penjaga dengan ujung pistol yang ia miliki, saat satu penjaga tersebut hendak menyusul temannya guna membantu.
Garret yang sudah keluar dari dalam mobil saat melihat satu penjaga yang tadi berada di dalam gerbang langsung mengecek keadaan di sekitar halaman depan mansion tersebut, setelah memperhatikan area luar, saat Devoss hendak melumpuhkan penjaga pertama.
“Clear ( Aman )” Garret berucap dan Devoss serta satu anak buahnya mengangguk.
Bergerak cepat, membawa dua penjaga yang telah mereka lumpuhkan itu masuk ke balik gerbang mansion.
Seperti yang Putra katakan, cepat dan sunyi. Itulah yang Garret dan Devoss lakukan dalam melumpuhkan dua penjaga tersebut.
Gantian anak buah Devoss dan Garret yang mengawasi keadaan di sekitar halaman depan mansion yang merupakan milik keluarga Damian itu.
“Should we kill them? ( Apa kita perlu menghabisi mereka? )”
Devoss yang telah membawa penjaga yang tak sadarkan diri di dalam sebuah ruangan berukuran kecil yang dapat dikatakan sebagai pos penjagaan mansion itu, bertanya pada Garret yang membawa satu penjaga lainnya.
“Well, better we don’t leave any risk ( Sebaiknya kita tidak meninggalkan resiko apapun )” jawab Garret. Ia mengeluarkan pistolnya, lalu merogoh salah satu mantel panjangnya.
Sebuah alat dengan bentuk lonjong yang kemudian Garret pasangkan di ujung pistolnya.
Lalu Garret berjongkok di depan dua penjaga yang tak sadarkan diri itu.
“I don’t know if this one still alive or not, cause I hit his chest that hard ( Aku tidak tahu yang ini masih hidup atau tidak, karena aku memukul dadanya cukup keras )”
Garret mengangguk. “Let’s make sure his dead ( Pastikan dia mati kalau begitu )” ucap Garret dingin. dan dengan cepat Garret menempelkan laras pistolnya yang telah dipasangkan peredam itu ke dada penjaga yang dimaksud Devoss.
Hanya dalam sekejap mata, pistol Garret telah memuntahkan pelurunya dengan tanpa suara bising pada satu penjaga yang tadi dipukul telak dadanya oleh Devoss.
“Sorry for you both bad luck ( Maaf untuk ketidakberuntungan kalian berdua )” ucap Garret yang sekali lagi menarik trigger pistol dengan peredam manual yang berada dalam genggamannya itu, ke dada satu penjaga lain yang dilumpuhkan oleh satu anak buah yang menyertainya dan Devoss.
Garret serta merta berdiri setelah memastikan kedua penjaga itu telah tidak bernyawa, dengan percakapan cepat yang ia lakukan bersama Devoss sebelumnya.
“Take the car in, while I give sign to Putra ( Bawa mobil ini masuk, sementara aku memberikan tanda pada Putra )”
Devoss pun mengiyakan ucapan Garret barusan, saat satu anak buah mereka yang telah menyisir halaman depan mansion tersebut menyatakan jika keadaan aman.
“Okay,” jawab Devoss seraya menganggukkan kepalanya.
**
Tiga mobil rombongan Putra, termasuk yang pria itu tumpangi, telah memasuki pekarangan depan mansion milik keluarga Damian.
Putra langsung menurunkan perintah pada rombongannya, setelah mereka memasuki area dalam mansion.
Setelah juga melumpuhkan satu orang yang adalah seorang pelayan jika dilihat dari seragam yang orang tersebut gunakan.
“Let’s ‘sweep’ this place ( Ayo kita ‘sapu’ tempat ini )”
__ADS_1
***
To be continue ..