
Happy reading....
England....
“Your brother gave me a lot of money and a good offered. For at least, my men need some works to do a lot of things so I won’t be considered eat blind wages.”
( Saudaramu memberikanku banyak uang dan sebuah tawaran yang bagus. Setidaknya, orang – orangku butuh kerja tambahan agar aku tidak dicap makan gaji buta )
Seorang pria menghadang jalan Putra dan Garret dengan santainya.
Pria berperawakan Inggris tulen berikut dengan aksen Britishnya itu berdiri dengan santainya dihadapan Putra dan Garret.
Putra mendengus geli dengan samar.
Pria yang berada dihadapannya itu kemudian menyunggingkan senyuman.
“Well if you insist, then you might send some of your men to ‘take care’ some guard of someone that I want to meet.”
( Yah jika memang kau memaksa, maka kau bisa mengirimkan beberapa orangmu untuk ‘mengurus’ beberapa pengawal seseorang yang ingin aku temui )
“Consider it’s done ( Anggap saja itu beres )” sahut pria yang tadi Garret sebut sebagai ‘Pria Birmingham’ atas penampilannya itu. “Now, please excuse me and just walk ahead ( Sekarang, aku permisi dan jalan lurus saja )....
***
Dalam sebuah kamar hotel berdesain mewah....
“Someone comes ( Ada yang datang )” Garret berucap pelan, saat ia mendengar suara derap langkah kaki yang berasal dari luar pintu kamar hotel tempatnya dan Putra berada sekarang.
Putra mengangguk, karena ia sama mendengar suara derap langkah kaki itu seperti halnya Garret.
Garret pun hendak pergi ke arah pintu kamar hotel tersebut.
“My husband, are you inside ( Suamiku, apa kau didalam )?”
Tepat di saat Garret hendak beringsut dari tempatnya, suara ketukan yang disusul oleh suara seorang wanita terdengar dari balik luar pintu.
“You call me to get here soon, but you lock the door ( Kamu memanggilku untuk segera datang kesini, tapi kamu malah mengunci pintunya ) –“
“What a noisy voice ( Suaranya berisik sekali )” gumam Garret dengan pelan sambil ia mengambil posisi di dekat pintu kamar hotel yang ditempati Jaeden itu.
Putra sendiri berdiri di dekat kaca kamar hotel, lalu berbalik menghadap ke arah kaca tersebut setelah memberi kode kepada Garret untuk membuka kunci pintu kamar.
Namun sebelum ia membuka kunci pintu kamar, Garret mengintip dahulu dari lubang kecil yang ada di bagian tengah atas pintu kamar hotel yang ditempati oleh Jaeden tersebut, untuk melihat keadaan di luar pintu kamar tersebut.
“Ma’am, maybe Mister Jaeden hasn’t come here yet ( Nyonya, mungkin Tuan Jaeden belum sampai kesini ) ...”
Nampak dalam penglihatan Garret seorang pria berperawakan pengawal pribadi bicara pada wanita yang mengetuk pintu kamar Jaeden tersebut, yang mana adalah istri Jaeden.
“Because there’s supposed to be guards here, if Mister Jaeden is inside ( Karena seharusnya ada pengawalnya disini, jika Tuan Jaeden ada didalam )”
Garret juga dapat mendengar jelas apa yang dikatakan oleh pria berperawakan pengawal pribadi tesebut kepada sang majikan.
“Ck!”
Wanita yang merupakan istri Jaeden itu nampak berdecak di tempatnya.
“Then go and see him at the room that he was gathered with his fckin’ friends, and tell him I already here!* ( Maka pergi dan lihat dia sana di ruangan tempatnya berkumpul bersama para teman sialannya itu, dan katakan jika aku sudah ada di sini! )”
Kemudian berbicara dengan nada angkuh dan sedikit kasar pada pengawalnya itu.
Garret masih belum membukakan pintu kamar hotel Jaeden yang ia memang langsung kunci dari dalam setelah ia dan Putra memasukinya.
“I can’t let you alone here, Ma’am ( Saya tidak bisa meninggalkan anda sendirian disini, Nyonya ) ....”
Si pengawal pribadi istri Jaeden itu menimpali ucapan majikan perempuannya tersebut yang kemudian merepet lagi.
Garret memandang pada Putra, bertanya dengan isyarat mata apakah dia sudah harus membuka pintunya sekarang.
__ADS_1
“*Hish! I don’t want to get down and make my feet tired, and also meet those a*holes ( Hish! Aku tidak ingin turun dan membuat kakiku lelah, serta juga bertemu dengan orang-orang brengsek itu )!”
Istri Jaeden itu masih terdengar merepet di tempatnya, lalu mengumpat lagi.
“However, if Jaeden not here, who’s lock this fckin’ door?!* ( Lagipula, jika Jaeden tidak disini, siapa yang mengunci pintu sialan ini?! )”
Wanita di luar pintu itu masih terdengar merepet.
Didetik yang sama, Putra kemudian memberikan kode pada Garret yang dapat langsung menangkap isyarat Putra tersebut.
Sementara istri Jaeden yang adalah seseorang yang merupakan wanita dengan identitas palsu tersebut masih saja merepet pada satu pengawal pribadinya itu.
“Because of that temperamental jerk who told me to get her right away, I even forget to bring my clutch bag! ( Karena si sialan temperamental itu menyuruhku segera datang, aku jadi melupakan tas tanganku! )”
“I really want ( Saya sungguh sangat ingin ) ...”
Klik.
Pengawal istri Jaeden itu tak lanjut bicara, ketika pintu kamar hotel majikannya terdengar sedang dibuka dari dalam.
“Damned you Jae!. You made me just like a moron standing outside ( Sialan kamu Jae!. Kamu membuatku seperti orang bodoh menunggu di luar ) –“
“Ma’-“
Pengawal pribadi istri Jaeden itu hendak bergerak ketika tangan majikan perempuannya langsung tertarik kala pintu kamar hotel di buka, saat wanita itu sedang menggerutu juga.
Namun belum sempat pria itu berucap dan bergerak lebih banyak, kepalanya sudah dilubangi dengan peluru oleh satu dari tiga orang yang muncul dengan tiba-tiba dari arah belakang.
Dimana ada satu orang lagi berjalan agak tergesa ke arah dua orang yang tadi datang dengan tiba – tiba, yang salah satunya menembak kepala pengawal pribadi istri Jaeden dengan pistol berperedam, lalu dengan cepat menyeret jasad pria pengawal pribadi itu ke dalam kamar Jaeden atas seijin Garret yang membukakan pintu agak lebar dengan cepat.
***
“Akh!”
Sementara di bagian luar kamar hotel yang ditempati Jaeden dan istrinya baru saja terjadi satu pembantaian, Garret yang tadi sudah dengan cepat menarik istri Jaeden namun identitasnya palsu itu langsung juga dengan cepat membekap mulut istrinya Jaeden tersebut.
“Hmmpph!” suara istri Jaeden tertahan dalam bekapan tangan besar Garret yang mampu juga mengunci pergerakan wanita itu.
***
“We’ll handle that two, Sir ( Kami akan mengurus yang dua itu, Tuan )” ucap salah seorang dari tiga pria yang Putra dan Garret tebak adalah anak buah pria yang bernama Tommy.
Putra dan Garret hanya mengangguk tanda mengiyakan, dan setelahnya tiga pria itu keluar dari kamar hotel sembari menutup pintu.
Garret kemudian menyeret istri Jaeden ke bagian sofa, dimana ada Putra yang berdiri disana. “Scream, and I blow your head ( Berteriak, dan akan aku ledakkan kepalamu )”
Setelahnya Garret berucap, selepas mendudukkan istri Jaeden itu di sebuah sofa single dengan sedikit kasar dengan ujung pistolnya yang ia tempelkan di kepala belakang wanita istri Jaeden tersebut.
Tak lama Putra mendudukkan dirinya di atas sofa yang berhadapan dengan istri Jaeden dan memandangi wanita itu dengan santai berikut senyuman tipis, namun pandangan Putra cukup tajam padanya. Istri Jaeden yang nampak ketakutan itu juga memandangi Putra.
“W-who are you? ( Si-siapa kamu? ) ..” cicit istri Jaeden takut-takut.
“You don’t know me? ( Kau tidak tahu siapa aku? ) –“
“N-no –“
“Hem. Weird ( Aneh )”
Putra menukas ucapan istri Jaeden.
“W-why?”
Istri Jaeden itu bertanya dengan tergagap sambil memandangi Putra takut-takut, dimana kemudian Putra menarik satu sudut bibirnya. “You are, Fleta Jelin Smith? ..” ucap Putra seraya bertanya.
“Y-yes ( I-iya ) ..”
“Hem,”
__ADS_1
“Wait, I think I ever saw you before ( Tunggu, sepertinya aku pernah melihat kamu sebelumnya )”
“Ya? –“
“Yes, I remember now. You’re the one who his car ever stopped in front of my Mansion’s gate ( Iya, aku ingat sekarang. Kamu adalah orang yang mobilnya pernah berhenti di depan gerbang Mansionku ) ..”
“Your Mansion ( Mansionmu ) ..” Putra mendengus sinis. Dan istri Jaeden itu mengernyit.
“That’s Mansion is belong to my husband, so it’s mine too. Beside my husband is Kingsley Smith foster Son, I’m part of Kingsley Smith family also. So that Mansion is belong to me too.”
“( Mansion itu milik suamiku, jadi itu milikku juga. Selain karena suamiku adalah anak angkat resmi Kingsley Smith, aku adalah bagian dari keluarga Kingsley Smith juga. Jadi Mansion itupun juga milikku )”
“Heh, ridiculous ( Heh, menggelikan )” sinis Putra.
“What’s wrong with your reaction?... However ( Kenapa reaksimu seperti itu? ... Ngomong-ngomong ) –“
“Fleta Jelin Smith,” sambar Putra, sebelum istri Jaeden itu menyelesaikan kalimatnya.
“......”
“Are you? –“
“I-I am ... I told you before ( I-iya memang aku ... aku sudah katakan padamu sebelumnya )” gugu istri Jaeden karena pandangan Putra yang dirasa menusuknya, dimana Putra menunjukkan ekspresi remeh yang meragukan wanita tersebut.
“Hem ...”
“Now tell me who are you and what do you want ( Sekarang katakan padaku siapa kamu dan apa yang kamu inginkan ) –“
“You said you Fleta Jelin Smith –“
“I-I am, if you know Jaeden Zepeto Kingsley Smith, then you must know that I’m his wife, and you should never harm me if you really care about your life! ( I-tu aku, dan jika kamu mengenal Jaeden Zepeto Kingsley Smith, seharusnya kamu tahu jika aku adalah istrinya, dan kamu seharusnya jangan menyakiti aku jika memang kamu peduli atas nyawamu! )”
“Haha! –“
“......”
“Your husband is not part of Kingsley Smith family ( Suamimu bukanlah bagian dari keluarga Kingsley Smith ) –“
“He is ( Dia memang bagian dari itu ) –“
“I said\, that moth*rfuck*r is not part of Kingsley Smith family ( Aku katakan, keparat itu bukan bagian dari keluarga Kingsley Smith )”
Dengan cepat Putra melesat kehadapan istri Jaeden, lalu mencengkram dagu wanita itu.
Menatap dengan tajam wanita tersebut, dengan rahang Putra yang mengetat. “He’s just a discusting robber ( Dia hanya pencuri yang menjijikkan ) –“
“I-I ( Aku-Aku ) –“
“Same, as you ( Sama, sepertimu )”
Putra menukas ucapan istri Jaeden, lalu melepaskan dengan kasar cengkramannya pada wajah wanita itu.
“W-what do you mean ( A-apa maksud kamu )?” gugu istri Jaeden. Memandang penuh tanda tanya pada Putra.
“Fleta Jelin Smith, supposed to know me ( Fleta Jelin Smith, seharusnya mengenalku )” ucap Putra.
“W-what ( A-apa )?” istri Jaeden itu masih tergugu.
Putra menyungging miring. “But you’re not ( Tapi kau tidak )”
Lalu Putra mendengus sinis.
Sementara istri Jaeden yang Putra sudah ketahui identitasnya itu menelan sulit salivanya.
Wanita itu menatap Putra was-was.
“So you are not Fleta Jelin Smith, am I right? ( Jadi kau bukanlah Fleta Jelin Smith, apa aku benar? )”
__ADS_1
***
To be continue .....