LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 219


__ADS_3

Happy reading..


“Anthony masih tidur..”


“...........”


“Mau dibangunkan sekarang, atau nanti saja?”


“Nanti saja.”


“Ya sudah kalau begitu ..”


“...........”


“Aku akan ke bawah dulu untuk menyiapkan sarapan ..”


“...........”


“Sudah menyiapkan pakaian untuk kamu pakai? ..”


“Sudah.”


“Ya sudah kalau begitu, aku akan pergi menyiapkan sarapan sekarang ..”


Hanya anggukan yang diberikan Putra pada Gadis yang berpamitan untuk pergi ke lantai bawah.


**


Putra menarik tipis bibirnya, setelah Gadis menutup pintu penghubung kamar mandi dan walk in closet, dan istri Putra itu sudah tidak terlihat lagi.


Putra tahu betul, jika dia sudah menyakiti hati Gadis dengan sikap dan perkataannya semalam. Hanya saja Putra belum sempat meminta maaf untuk itu sampai dengan detik ini.


Bukannya tidak ingin minta maaf, atau bingung untuk merangkai kata maaf, tapi Putra juga sedang mencari waktu yang tepat untuk dia dan Gadis dapat bicara dari hati ke hati.


Putra harus menjelaskan lagi dan membuat Gadis mengerti akan kepergiannya untuk menghadapi seseorang yang ingin Putra habisi dengan sangat. Dan Putra mengerti betul kekhawatiran dan ketakutan Gadis akan keselamatannya.


Putra bahkan tidak mempermasalahkan larangan Gadis yang disampaikan melalui permohonan baik kata maupun tatapan Gadis padanya untuk membalas dendam.


Yang membuat Putra geram adalah gumaman Gadis yang mengatakan bahwa istrinya itu menyesali keputusannya untuk hidup bersama Putra, hingga ucapan tajam yang bernada ancaman keluar dari mulutnya pada Gadis.


Tapi setelah Putra kembali ke kamar setelah meninggalkan Gadis dalam keadaan dirinya yang sedang geram, dan ia melihat jejak air mata di mata sang istri, hati Putra rasa mencelos seketika.


Dan saat pagi tiba, Gadis yang juga sebelumnya sempat berkata tajam pada Putra dan merajuk dengan mengabaikan Putra, dan hal itu juga menjadi salah satu kegeraman Putra pada istrinya itu, Putra lihat tidak memperpanjang pertengkaran mereka, karena saat istrinya itu terbangun dari tidurnya, satu kecupan didaratkan di garis rahang Putra.


Membuat hati Putra terenyuh saat itu juga, karena ternyata istrinya itu tidak lagi mengikuti emosi untuk tetap merajuk padanya, apalagi terlihat dendam.


Sikap Gadis terlihat biasa. Bahkan senyuman seperti biasanya, juga Gadis tunjukkan setiap kali mereka bersitatap sepanjang pagi sejak Putra membuka mata.


Namun sayangnya, Putra menunjukkan gelagat yang berbeda pada Gadis. Bukan Putra ingin membalas Gadis yang mengabaikannya saat malam, tapi sesungguhnya Putra merasa malu sendiri pada dirinya, kenapa sampai bersikap kekanakkan pada Gadis.


Padahal Putra ingin sekali merengkuh Gadis dalam pelukannya. Namun ya, Putra adalah Putra. Laki-laki cerdas, yang punya kemampuan otak untuk menyusun rencana dengan apik, namun tidak apik dalam bersikap pada wanita, meskipun ia bisa menjadi sangat romantis pada Gadis.


‘Mungkin aku akan bicara pada Bruna, bagaimana aku mempersiapkan hal romantis untuk Gadis agar menyempurnakan permintaan maafku pada Gadis nanti ..’ Kata Putra dalam hatinya.


Setelahnya Putra langsung mengguyur dirinya dibawah kucuran shower.


‘Jika aku tidak harus pergi ke Kedutaan di Ibukota, dan mengurus banyak hal hari ini, aku sudah akan mengajak Gadis jalan-jalan saja ke pantai tempat aku melamarnya dulu.’


Putra berkesah dalam hatinya selagi ia mandi.


‘Apa aku ajak saja Gadis turut serta nanti ke Ibukota? ..’


Putra menggeleng pelan.


‘Rasanya jangan, nanti Gadis malah bosan dan kelelahan, karena jadwalku di Ibukota cukup padat hari ini.’


Putra masih berbicara sendiri dalam hatinya.


‘Sekarang aku harus memikirkan dulu bagaimana aku mengatakan pada Anth, jika aku akan pergi lagi ..’


Putra menyegerakan mandinya.


‘Mungkin sebaiknya aku ajak saja Anth ke Ibukota, sekaligus melihat progress Kediaman baru kami disana, seandainya Anth merajuk setelah aku mengatakan padanya soal kepergianku.’


****


“Oh my sleepy head boy is wake up already (Wah anakku yang tukang tidur sudah bangun ternyata) ..” ucap Putra yang telah rapih berpakaian, dan kini sedang menyambangi kamar Anthony.


“Good morning, Papa ..” sapa Anthony masih pada sang Papa dengan muka bantalnya.


“Good morning, My Boy.”


Putra menghampiri Anthony yang masih berada di atas ranjangnya itu.


Lalu satu kecupan di kening Putra berikan pada Anthony seperti selalunya dikala Anthony terbangun dari tidurnya dipagi hari.

__ADS_1


“How was your sleep? (Bagaimana tidurmu?) ..”


“Very comfy (Sangat nyenyak), Papa,” sahut Anthony.


Putra yang telah duduk didekat Anthony itu kemudian mengelus lembut kepala Anthony dengan tersenyum.


“Where’s Mama, (Mama mana), Papa?.”


Anthony bertanya tentang Gadis.


“Preparing breakfast (Sedang menyiapkan sarapan)”


Anthony kemudian manggut-manggut setelah mendengar jawaban Putra.


“Do you want to take a bath first, or breakfast? (Kamu mau mandi terlebih dahulu, atau sarapan? ) ..”


“I better take a bath first then breakfast (Aku sebaiknya mandi dulu baru sarapan) right , (kan Papa?) ..”


“Alright then. You want to use bathtub or shower? (Baiklah jika begitu. Kamu mau manding menggunakan bathtub atau shower?).”


“Shower.”


“Okay.” tanggap Putra.


Kemudian Anthony pun hendak beringsut dari ranjangnya.


“But before that Anth  (Tapi sebelumnya Anth) ..”


Putra menahan pelan Anthony dan berkata lembut.


“There’s something that I need to tell and talk with you (Ada sesuatu yang aku ingin katakan dan bicarakan padamu) ..”


“Then tell me (Ya sudah katakan saja), Papa ..”


Putra kemudian menarik nafasnya dan menghembuskan pelan sebelum berbicara dan mengatakan hal yang ingin ia katakan pada Anthony.


Dan setelahnya, Putra menjelaskan semua tentang rencana kepergiannya pada Anthony, dengan memilah kata yang kiranya dapat Anthony pahami dengan mudah.


Dan juga agar, anak angkat kesayangannya itu tidak merajuk apalagi bersedih sebagaimana Gadis yang tak rela jika Putra pergi untuk membalaskan dendamnya, hingga berujung pertengkaran.


***


“I hope you understand about this (Aku harap kamu mengerti tentang ini), My Boy .. I really want to do this, so I can feel peace, all of us will live i peace after (Aku sungguh ingin melakukan ini, agar aku dapat merasa tenang, kita semua dapat hidup dalam damai setelahnya) ..”


Putra berucap seperti itu, setelah dia mengatakan garis besar hal yang ingin ia lakukan dalam waktu dekat pada Anthony. Dan Putra percaya, jika Anthony cukup cerdas untuk memahaminya.


“I understand (Aku mengerti), Papa...”


“Thank you, Anth..”


“But promise me one thing (Tapi berjanjilah satu hal padaku), Papa...”


Anthony mengurai pelukan Putra padanya.


“Tell me (Katakan padaku), Anth ...” ucap Putra.


“Promise me that you will comeback here (Berjanjilah padaku kalau Papa akan kembali kesini) ...” pinta Anthony.


Dimana Putra dengan mantap menganggukkan kepalanya dihadapan Anthony. “I promise (Aku berjanji), Anth.....”


Tentu saja Putra sanggup berjanji seperti itu pada Anthony. Karena pastinya, dia akan berusaha sekuat tenaga untuk membuat dirinya tetap hidup, demi Anthony, dan juga Gadis tentunya.


“And promise, that you will drill me how to fight like a man right after you comeback here when you already killed that bad guy who already killed Daddy and Mommy, okay Papa? (Dan berjanjilah, kalau Papa akan melatih ku untuk bertarung seperti pria sejati setelah Papa kembali kesini dan telah membunuh orang jahat yang telah membunuh Daddy dan Mommy, Ya Papa?) ..”


Dimana Putra langsung saja menarik sudut bibirnya, lalu membawa tubuh Anthony kedalam dekapannya.


“If you say yes, then I will let you go (Kalau Papa bilang iya, maka aku akan membolehkan Papa pergi)....” tuntut Anthony.


“Alright, alright (Baiklah, baiklah) ...” kekeh Putra.


Putra mengacak pelan rambut Anthony yang wajahnya sedang sumringah setelah Putra mengiyakan keinginannya.


“I wil teach you how to fight like a real man when I got back here (Aku akan mengajarimu bagaimana untuk bertarung layaknya pria sejati saat aku telah kembali kesini).....”


Putra berjanji pada anak angkat kesayangannya itu.


Anthony dengan riang mengangkat kedua tangannya ke udara. “Promise?! ..” tanya Anthony kemudian, meminta kepastian dari sang Papa.


Putra mengiyakan dengan anggukan. “Promise!” janji Putra.


“Yeay!....”


Putra mengacak pelan lagi rambut Anthony.


“I’ll go to take a bath now (Aku akan mandi sekarang), Papa.”

__ADS_1


Lalu Anthony beringsut dari posisinya.


Putra pun lantas berdiri.


“Don’t use cold water (Jangan gunakan air dingin)..”


“Yes, Papa.”


“I’ll prepare your clothes then (Aku akan menyiapkan pakaianmu kalau begitu) ..”


“Okay, Papa!” sahut Anthony yang sudah akan masuk ke kamar mandi.


“Ah, by the way ..... (ngomong-ngomong), Anth.. do you want to go with me to the Capital? (Apa kamu mau ikut denganku ke Ibukota?)...”


Putra kembali mendekati Anthony.


“I have some things to do at there, and also I want to find a gift for you Mama. Because she feel a little bit upset to me (Ada beberapa hal yang hendak aku urus disana, dan juga aku ingin mencari hadiah untuk Mamamu. Karena dia sedang sedikit kesal padaku)...”


“Ck, ck, ck .. Papa, Papa .. if you making Mama upset. I’m sure she won’t talk to you ( kalau Papa membuat Mama kesal, aku yakin dia tidak mau berbicara padamu) ..” ucap Anthony dengan lagaknya yang bak orang dewasa.


Dan tingkahnya itu membuat Putra terkekeh geli. “That’s why I want to buy her a gift!.... now, you want to come with me to the capital or not? (Itulah mengapa aku ingin memberikannya hadiah!.... sekarang, kamu mau ikut denganku ke Ibukota atau tidak?)....”


“Of course I want! (Tentu saja aku mau!)”


“Now go to take a bath!.. and don’t be long..”


“(Sekarang pergilah mandi!.. dan jangan lama)..”


“Okay, Papa!”


“Ah, another thing! (satu lagi!)”


“What a chatty Papa! (Papa cerewet sekali!) ..”


Putra terkekeh mendengar ledekan Anthony padanya.


“What is it (Kenapa), Papa?” tanya Anthony. “You must be want to say, that I have to keep my mouth shut, because you want to give Mama a surprise! (Papa pasti mau mengatakan, kalau aku harus menutup mulutku, karena Papa ingin memberikan kejutan untuk Mama!) ...”


Putra terkekeh lagi.


“Am I right? (Aku benar bukan?)”


Putra pun mengangkat jempolnya sambil tersenyum lebar pada Anthony. Kemudian Putra membukakan pintu kamar mandi Anthony.


Lalu Anthony menyegerakan dirinya untuk masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan dirinya sendiri tanpa bantuan Putra, karena bocah tampan tersebut sudah menolak untuk dimandikan oleh siapapun sejak dia berulang tahun yang ke tujuh, termasuk oleh Putra yang sering membantunya mandi.


***


Saat ini ....


“What’s wrong? (Ada apa?)..


Bruna yang memang berjalan dibelakang Putra dari lantai dua, sudah muncul dan ia langsung bertanya pada salah satu saudaranya itu yang nampak terlihat agak gusar.


“Gadis is not here also (Gadis juga tidak ada disini).” Jawab Putra.


“Maybe in the backyard Garden? (Mungkin di kebun belakang?)” ucap Bruna.


Putra menggeleng. “She’s not there also (Dia juga tidak ada disana)” jawab Putra lagi. “Ibu Marsih said she’s just from there, and Gadis is not a the backyard garden (Ibu Marsih mengatakan dia baru saja dari sana, dan Gadis tidak ada di kebun belakang)”


Putra mendengus kasar kemudian.


“I’ll go check workroom (Aku akan periksa ruang kerja)”


**


Putra sudah mencapai ruang kerja, dan membuka pintu ruangan tersebut dengan tergesa.


Putra bahkan sampai mengecek ruang rahasia dalam ruang kerja dalam Villa itu.


Namun Gadis tidak ada juga disana.


Dan kenyataan jika Gadis tidak berada di dalam ruang kerja, membuat Putra kian gusar.


‘Tidak! Tidak mungkin Gadis pergi dari sini’ batin Putra. Lalu ia dengan cepat melangkahkan kakinya menuju ke kamar pribadinya dan Gadis kembali.


“Hey, what’s wrong? (Ada apa), Putra?....” Damian yang berpapasan dengan Putra dan melihat wajah Putra yang panik dalam pandangannya itu spontan bertanya pada salah seorang saudaranya itu.


“I can’t find Gadis  (Aku tidak dapat menemukan Gadis) ...”


Putra menjawab pertanyaan sambil lalu, karena ia berjalan cepat menuju kamarnya untuk memeriksa pakaian Gadis di lemari dalam walk in closet.


Berharap jika apa yang ia duga soal Gadis yang pergi dari Villa, tidak terjadi.


**

__ADS_1


To be continue ..


__ADS_2