LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 270


__ADS_3

Noted: Baca dulu keseluruhan episode, sebelum meninggalkan jejak.


Enjoy!


***


Happy reading..


London, Inggris..


“Is he around at his casino (Apa dia ada disekitar kasinonya ini)?” Putra bertanya lagi pada Revel. “Looking around (Berkeliling)?..” Putra sambung bertanya pada pria yang merupakan orang suruhan Thomas untuk mengawasi salah seorang dari beberapa sekutu Jaeden, yang Putra dan kawanannya sebut sebagai Pria Chicago.


Orang suruhan Thomas yang bernama Revel itu pun dengan cepat menganggukkan kepalanya.


“Yes he was. He quite often get close to his guest who play in his place if he’s being around  (Iya. Dia sering berkeliling untuk mendekati tamu-tamunya yang bermain di tempatnya itu, jika dia sedang ada di tempat )”


Lalu setelahnya, Revel memberikan jawaban yang cukup detail pada Putra.


“I see –“ Putra menggumam.


“So, still want to get in and put away the risk if he knew you (Jadi, masih ingin masuk dan mengenyampingkan resiko jika dia mengenalimu)? ---“ Damian lalu melontarkan pertanyaan pada Putra.


“Why not (Kenapa tidak)? ---“


Putra menyahut tanpa beban.


“At least let him know his angel of the death, and how handsome I am.”


“(Setidaknya biarkan dia tahu dulu siapa malaikat pencabut nyawanya, dan betapa tampannya aku)”


Damian pun sontak tergelak. “And how narcissist that kind angel of death (Dan betapa narsisnya malaikat pencabut nyawa itu)”


Putra spontan terkekeh kecil selepas Damian berkelakar barusan itu. “Now, take us in (Sekarang, bawa kami masuk), Revel ..” Putra berbicara pada orang suruhan Thomas, yang secara otomatis sebenarnya adalah anak buahnya juga.


Revel menyahut mengiyakan dengan patuh.


“But before that (Tapi sebelum itu) ---“ Putra berucap. “Jules ..”


“Yes Boss (Iya Bos)” tanggap Jules.


“Tell Garret and Devoss to get in too, few minutes after me and Dami are get into (Katakan pada Garret dan Devoss untuk juga masuk beberapa menit setelah aku dan Dami masuk kesana)”


“Yes Boss.”


Jules pun menyahut sigap seperti biasanya, lalu ia membuka pintu mobil yang ada di sebelah kirinya dan keluar untuk menyambangi mobil yang ditumpangi oleh Garret dan Devoss.


“Let’s spend a lot of money (Ayo kita menghabiskan banyak uang) -----“


“A little correction, brother (Sedikit ralat, saudaraku) ---“ potong Putra. “Let’s spend the money that belong to the owner of this place (Mari menghabiskan uang dari pemilik tempat ini) ..”


“Haha!!!” Damian menanggapi dengan tawa, ucapan Putra yang meralat ucapannya.


“Oh no---“ tukas Putra. “Let’s give back his money (Kita kembalikan uangnya) ---“ sambung Putra. “And take some more (Lalu ambil lebih banyak)” tambah Putra.


Damian pun tertawa lagi.

__ADS_1


“I couldn’t agree more (Aku setuju sekali)” ucap Damian kemudian, yang benar-benar paham maksud ucapan Putra.


Pasalnya uang yang akan digunakan Putra dan Damian untuk dipakai sebagai taruhan di kasino yang sebentar lagi mereka masuki-berikut bagian uang yang dibawa oleh Garret dan Devoss, adalah uang yang mereka sita dari dua tempat yang berbeda-yang sebenarnya adalah milik Pria Chicago sekutu Jaeden itu, juga disinyalir ada bagian untuk Jaeden juga dalam uang tersebut.


“Do you want me to drop you in front of the entrance, Boss (Apa anda ingin aku menurunkan anda di depan pintu masuk, Bos)? ..” ucap Jules seraya bertanya.


“No Jules .. I don’t want to become lightly (Aku tidak ingin terlihat mencolok)”


***


“How much (Berapa banyak)?” tanya Damian sambil membuka koper yang sedari tadi terhimpit di antara dirinya dan Putra di kursi penumpang belakang, dimana koper tersebut berisikan tumpukan uang.


“Just half of it (Setengahnya saja) ..”


Damian pun mengangguk setelah mendengar jawaban Putra.


Lalu Damian mengambil beberapa gepokan uang dari dalam koper tersebut dan membaginya, lalu memasukkan ke dalam setiap saku pakaiannya.


Sebagian dari jumlah yang dikatakan Putra tadi, Damian berikan pada Putra-yang mana seperti halnya Damian, Putra membagi gepokan uang tersebut, lalu memasukkannya ke setiap saku pakaiannya juga.


“Jules.” Setelahnya Putra beralih pada Jules.


Putra, Damian, berikut Jules dan Revel masih berada di dalam mobil.


Jules dan Revel tidak beranjak dari tempat mereka, jika belum ada titah dari kedua Tuan yang duduk di kursi penumpang belakang itu.


“Yes Boss? ...”


“Get two of our men here (Panggilkan dua orang kita kesini)”


“Yes Boss.”


***


“Revel ---“


Putra memanggil Revel yang masih duduk di tempatnya, dan langsung memiringkan tubuhnya seraya menyahut saat Putra memanggilnya.


“You quite often come here (Kau sering datang kesini)?” tanya Putra kemudian.


“Not really Sir (Tidak begitu sering Tuan)” jawab Revel.


“So they’re not really recognize you (Jadi mereka tidak terlalu mengenalimu)?”


“No, I think they’re not really recognize me (Tidak, aku pikir mereka tidak terlalu mengenaliku) ----“


Revel menerangkan.


“I try to make myself not too lightly also Sir, so they won’t really notice me who watching around (Aku berusaha untuk membuat diriku tidak mencolok juga Tuan, jadi mereka tidak sampai terlalu memperhatikanku yang sedang mengawasi keadaan) ...”


Putra manggut-manggut.


“Good ----“ ucap Putra kemudian. Lalu Putra memberikan Revel sejumlah uang, untuk Revel pergunakan di dalam kasino, sambil Putra menerangkan apa saja yang harus Revel lakukan, berikut dua orang yang tak lama telah datang bersama Jules.


***

__ADS_1


“Focus to play the game, not to breasts (Fokus untuk bermain, bukan pada dada) ---“ ucap Putra pada Damian, saat mereka berdua telah memasuki kasino milik seorang pria yang mereka sebut dengan Pria Chicago.


“What a wet blanket you are (Kau memang pengganggu kesenangan)” sahut Damian dengan wajah kecewa yang dibuat-buat.


Putra pun mendengus geli saja.


“Where’s the place to get the chips (Dimana tempat untuk mendapatkan chip), Revel?”


“Let me take you there, Sir (Mari saya antar kesana, Tuan) ..” jawab Revel pada Putra, dengan sedikit merentangkan tangannya.


****


“Trade all? (Tukarkan semua?)”


Damian bertanya kala ia melangkah bersama Putra dan Revel ke tempat penukaran uang yang akan ditukar menjadi beberapa keping chip dengan nominal yang berbeda-beda.


“Just half (Setengahnya saja)“ sahut Putra. “I don’t want to become too lightly (Aku tidak ingin terlihat begitu mencolok)”


“Yes Boss ..” kelakar Damian, yang kemudian melangkah mendekati sebuah sudut dengan teralis kayu dengan seorang wanita cantik di balik teralis kayu tersebut.


Putra berdiri menunggu saja Damian tak jauh dari salah satu saudaranya itu yang sedang menukarkan uang dengan kepingan chip.


Hanya uang yang dipegang Damian saja yang ditukar, itupun tidak semua. Dan Damian tidak banyak bertanya, sudah menerka apa rencana Putra di dalam kasino tersebut.


‘Even Mister Putra didn’t want to look lightly without any bodyguard around, but still, the money they’re trade with those chips will make the cashier woman’s eyes sparkling (Meskipun Tuan Putra tidak ingin terlihat mencolok tanpa pengawal disekelilingnya, tapi tetap saja, uang yang mereka tukarkan dengan chip itu akan membuat mata wanita yang bertugas di bagian kasir berbinar terang)’


Revel bermonolog dalam hatinya.


“Rev, you go to the slot machine and play there until Dami reach you at there (Rev, kau pergi ke bagian mesin slot dan bermainlah disana sampai Dami menghampirimu) --- “


Putra berbisik pada Revel saat Damian hampir selesai menukarkan uang dengan banyaknya kepingan chip. Dan Revel pun segera menyahut patuh pada Putra.


“Which one? (Yang mana?) ...” tanya Putra pada Damian setelah mereka berdua memegang chip yang telah mereka dapatkan dari konter penukaran.


“Feel free to choose (Bebas saja) ....”


Damian menjawab enteng.


“Let’s play roulette’s first (Main roulette saja dulu) ---“


Putra berucap, dan Damian mengangguk mengiyakan.


Lalu keduanya berjalan ke salah satu meja dimana ada sebuah alat yang menyerupai roda cekung, dengan angka-angka di dalamnya, berikut seorang bandar yang berdiri di dekat roda tersebut dan bertugas untuk memutar roda berwarna dengan angka tersebut, setelah para pemain telah memasang taruhan mereka.


“Lose or win? (Menang atau kalah?) ...” tanya Damia seraya berbisik pada Putra.


“Lose first (Kalah saja dulu) ----“ jawab Putra.


“Ah ya, return the money to the owner first (kembalikan uang pada pemiliknya terlebih dahulu) ----“


“Then take more (Lalu ambil lebih banyak) ---“ sambar Putra menanggapi ucapan Damian yang bermakna selorohan barusan.


****


To be continue ....

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak.


Thank you!


__ADS_2