
Happy reading .....
***************
Wales, England ...
“YEAH!!! FINISH HIM! ( HABISI DIA! )”
Suara teriakan provokasi terdengar, ketika salah satu dari dua orang yang sedang berduel itu nampak memukul sang lawan pada bagian punggungnya dengan siku yang dihantamkan dengan kuat.
“Damned, you guys brother looks like has a big storage of power inside his body! ( Sial, saudara kalian itu seperti memiliki gudang tenaga di tubuhnya! )” ucap Edgard, setelah ia menyuarakan kalimat provokasi nan bersemangat tadi.
Damian dan Garret berikut Danny serta Devoss terkekeh lagi saja mendengar ucapan Edgard itu. Sementara di tempatnya, Putra tersenyum miring setelah mendengar teriakan provokasi Edgard yang bersemangat tadi.
Sambil Putra memperhatikan Jaeden yang sudah tersungkur di atas lantai di bawah pria itu, setelah Putra menghantam punggung Jaeden dengan keras menggunakan sikunya. Jaeden nampak berusaha bangkit dan hendak lagi menyerang Putra setelah berhasil berdiri dengan agak limbung.
Namun ..
“AARGGHH!!!”
Suara pekikan yang memilukan terlontar dari mulut Jaeden yang kepalan tangannya langsung ditangkap Putra saat ia hendak lagi menyerang Putra dengan tinjunya.
Karena setelah memegang tangan Jaeden yang mengepal untuk meninjunya, Putra kemudian mematahkan satu tangan Jaeden yang sudah ia cengkeram itu.
“I have no doubt to kill you ( Aku tidak memiliki keraguan untuk membunuhmu )”
Putra yang masih memegang tangan Jaeden setelah ia patahkan itu berkata pada Jaeden yang ia tatap dengan dingin.
“But not now ( Tapi tidak sekarang )”
*****
“We’re done here ( Kita sudah selesai di sini )” ucap Putra setelah Jaeden dipastikan tak berdaya, karena satu tangannya Putra patahkan.
“Get him back to his place ( Masukkan dia kembali ke tempatnya )! ..” seru Edgard pada anak buah ayahnya yang sedari tadi standby di dalam ruangan tempatnya dan beberapa pria lain berada.
“Seems that we have to get a room once we arrive at London. You’re quite sweaty ( Sepertinya kita harus mencari kamar saat kita tiba di London. Kau terlihat cukup berkeringat ) ..”
Putra mendengus geli setelah mendengar selorohan Damian barusan saat Putra mendekatinya selepas menjauhkan diri dari Jaeden yang telah diseret oleh dua orang anak buah Holmes kembali ke selnya.
“Should I get him a doctor ( Apa aku harus memanggilkan dokter untuknya )?” tanya Edgard tak serius, pada Putra yang sedang memakai kembali mantel panjangnya.
“Do what you think that you need to do ( Lakukan apa yang kau pikir perlu dilakukan ), Edgard,” jawab Putra. “The important is, that you must to keep him alive untill I throw his face onto the ground in front of public directly ( Yang penting adalah, kau harus menjaga dia tetap hidup sampai aku melempar wajahnya ke tanah di depan publik secara langsung )”
“Alright then ( Baiklah jika begitu ) –“
“Now I want to meet another traitors ( Sekarang aku ingin menemui para pengkhianat lainnya )”
Putra berujar lagi.
“They’re here? ( Mereka disini? )”
“Yes, they are.”
Edgard menjawab cepat.
__ADS_1
“But I need to ask father about your will.”
( Tetapi aku harus bertanya pada ayah tentang keinginanmu itu )
“If that so, then take me to his office ( Jika begitu, antar aku ke kantornya )”
Tanggapan Putra atas ucapan Edgard.
Edgard pun langsung mengangguk.
*****
“You killed him? ( Kau membunuhnya? )” kalimat sapaan dengan senyuman terlontar dari Holmes saat Putra telah muncul di hadapannya bersama Damian, Addison, Danny dan Devoss berikut Edgard yang sudah masuk ke kantor pribadi pria itu.
“I don’t have that mood today ( Aku tidak memiliki selera untuk itu hari ini )” sahut Putra. Dimana ucapan Putra itu ditanggapi dengan kekehan kecil dari Holmes.
Holmes mempersilahkan empat tamunya duduk.
Sedangkan pada anak lelakinya, rasanya Holmes tidak perlu mempersilahkan.
“He wants to meet Jaeden Zepeto’s allies that you put here ( Dia ingin bertemu para sekutu Jaeden Zepeto yang kau tempatkan di sini ) ..” ucap Edgard pada sang ayah sambil menunjuk pada Putra.
*****
“Just like what I ever said to you, I’ll support everything that you want to do ( Seperti apa yang pernah aku katakan padamu, aku akan mendukung semua yang ingin kau lakukan )”
Holmes menanggapi ucapan anak lelakinya perihal keinginan Putra yang kemudian melipat bibirnya, membuat senyuman.
“And you need to give the detail list of things that you want to do in England ( Dan kau perlu memberikanku daftar yang lengkap untuk semua hal yang kau ingin lakukan di Inggris )”
“While I’m still in my position right now.”
( Selama aku masih di posisiku saat ini )
Putra, Damian, Addison, Danny dan Devoss berikut Edgard dan Holmes sama – sama mendengus geli kemudian.
*****
“I’ll make sure that you’ll stay in your position right now, untill you bored ( Aku pastikan kau akan tetap di posisimu sekarang ini, sampai kau bosan ), Holmes,” ucap Putra.
Dan Holmes tersenyum menanggapi ucapan Putra barusan, seraya ia mengangguk paham atas maksud ucapan Putra itu.
“I ever said to your Dad, that Kingsley Smith seems can see what inside you. Where normal people can’t see .. and if Rery still alive, he’ll become powerful than Kingsley because of you.”
( Aku pernah berkata pada ayahmu, bahwa Kingsley Smith sepertinya dapat melihat apa yang ada di dalam dirimu, yang orang normal tidak dapat melihatnya .. dan jika Rery masih hidup, dia akan menjadi lebih kuat daripada Kingsley karenamu )
Holmes kemudian bicara.
“Now you stand for yourself ( Sekarang kau berdiri untuk dirimu sendiri ) –“
“For my family,” tukas Putra. “I do everything for them. My family. ( Aku melakukan semuanya untuk mereka. Keluargaku )”
Putra memberikan penegasan dalam tutur katanya yang normal.
“Beside I have a responsibility to make the legal heir of Kingsley Smith family get his right and put him in the place that is belong to him ( Lagipula aku memiliki tanggung jawab untuk membuat pewaris sah dari Kingsley Smith mendapatkan haknya dan membuatnya berada di tempat yang seharusnya )”
__ADS_1
*****
Holmes lalu menarik sudut bibirnya sembari ia manggut – manggut. “And I’m sure he’ll be a big man once he grow up, because he has you and these men ( Dan aku yakin dia akan menjadi pria hebat saat ia dewasa, karena ia memilikimu dan para pria ini ) –“
“He will,” tukas Putra datar namun penuh keyakinan. “Anth will become a powerful man, even greater than me ( Anth akan menjadi pria yang sangat kuat, bahkan lebih baik dariku )” ucap Putra lagi. “And I will make sure it happen ( Dan aku akan memastikan itu terjadi )”
“Well, I hope that I still alive when that time arrives. So I can prove that your arrogant words you just said, not just words ( Yah, aku berharap jika aku masih hidup ketika saat itu tiba. Jadi aku dapat membuktikan kata – kata sombongmu tadi, bukan sekedar kata – kata )” tukas Holmes.
Putra lalu tersenyum lebar menanggapi ucapan Holmes yang merupakan candaan itu.
“Well I think you will still alive untill that moment arrives, since you are not a good guy. Bad guy lives longer, isn’t it ( Aku pikir kau pasti masih hidup ketika saat itu tiba, karena kau bukanlah orang baik. Orang jahat hidup lebih lama, bukan )? –“
“Hahaha ..” Holmes tergelak atas ucapan Putra yang bermakna selorohan itu.
Sementara Putra dan lainnya terkekeh geli. “Means the bad guy that his one hand you have broke is include as the bad guy who lives longer ( Artinya orang jahat yang satu tangannya kau patahkan itu termasuk dalam orang jahat yang hidup lebih lama ) –“
“He’s an exception ( Dia sebuah pengecualian ), Edgard,” tukas Putra.
“Bad guy lives longer than a good guy .. but if that bad guy being bad to another bad guy who stronger than him ( Orang jahat hidup lebih lama dari orang baik .. tapi jika orang jahat itu berlaku jahat pada orang jahat lainnya yang lebih kuat darinya ) ..”
Damian kemudian menimpali.
“Then that weak bad guy will live shorter than a good guy.”
( Maka orang jahat yang lemah itu akan hidup lebih pendek daripada orang baik )
“What a words. I love it ( Sungguh kata – kata yang bagus. Aku amat menyukainya ) ..“
Holmes angkat suara sambil menunjuk Damian dengan sumringah, lalu ia bersama para tamu dan anak lelakinya terkekeh bersama lagi.
Setelahnya, tujuh orang pria yang sedang duduk bersama melanjutkan obrolan mereka mengenai rencana Putra dan para saudaranya dalam beberapa hari ke depan.
“Are you going straight to London after here ( Apa kau akan langsung ke London setelah dari sini )? ..” tanya Holmes setelah pembicaraan mereka soal rencana Putra dan para saudaranya dalam beberapa hari ke depan itu selesai.
“Yes.”
“By the way, you want to meet that Zepeto’s allies who are lock her, or you just want to see them ( Ngomong – ngomong, kau ingin bertemu para sekutu Zepeto yang dikurung disini, atau kau hanya ingin melihat mereka )?”
“Meet.”
Putra menjawab lugas, Holmes pun mengangguk.
“And what about the Zepeto ( Dan bagaimana soal si Zepeto itu ) –“
“Take him to London, once I make sure all things to throw his dignity onto the ground are ready ( Bawa dia ke London, setelah aku memastikan semua hal yang akan membuat harga dirinya berada di atas tanah sudah siap )”
“Why don’t just kill him ( Mengapa tidak langsung membunuhnya saja )? –“
“I won’t let him die with dignity on him ( Aku tidak akan membiarkannya mati dengan nama baik yang menempel padanya )”
Putra menegaskan.
“Not even a spot ( Tidak satu titik pun )”
********
__ADS_1
To be continue ....