
Happy reading ..
Putra dan Addison keluar dari kamar mereka masing-masing setelah malam sedikit mulai larut, dan para pasangan sudah tertidur lelap, termasuk juga Anthony.
Sore tadi, acara bridal shower yang merangkap hen party ( pesta bujang untuk wanita ) dadakan di gelar untuk calon pengantin wanita.
Beberapa teman Gadis diminta datang oleh Putra untuk sekedar meramaikan, karena Bruna tidak memiliki seorang teman pun di negeri tempat mereka tinggal sekarang.
Dan pada akhirnya sebuah Pesta Bujang kecil-kecilan untuk calon mempelai pria pun , juga jadi diadakan.
Karena janjinya Damian, hanya para pria, tanpa ada wanita-wanita penghibur sama sekali.
Tapi tidak begitu kenyataannya, karena beberapa wanita seksi tetap diminta untuk didatangkan oleh Damian pada Frans dengan secara sembunyi-sembunyi.
Apa artinya pesta bujang tanpa ada wanita-wanita cantik dan seksi dalam pesta nakal calon suami?. – Begitu kalau kata Damian.
Putra dan Addison tidak curiga, saat mereka sudah menyambangi para pria yang mereka kenal selama ini sudah berada didalam satu ruangan khusus yang disediakan oleh pihak hotel tempat mereka menginap atas permintaan Ramone.
Putra dan Addison tidak melihat adanya wanita- wanita penghibur dalam ruangan tersebut saat mereka datang.
Jadi Putra dan Addison tak menahan langkah mereka untuk masuk ke dalam ruangan yang sudah dipersiapkan untuk sebuah acara pesta bujang untuk calon pengantin pria.
Ada memang seorang wanita, namun wanita itu adalah penyanyi yang sedang mengumandangkan suara merdunya dengan diiringi oleh seorang pemain piano yang memainkan setiap tuts piano hingga mengeluarkan nada-nada untuk mengiringi si penyanyi wanita yang sedang bernyanyi itu.
Well, kalau hanya penyanyi wanita, rasanya Putra dan Addison tidak mempermasalahkannya. Selain itu, beragam jenis minuman beralkohol pun juga sudah disediakan di dalam ruangan tersebut. Putra dan Addison langsung disuguhi dengan gelas berisikan minuman alkohol oleh salah seorang pelayan, yang langsung keduanya teguk setelah melakukan toast bersama.
Lalu untuk beberapa saat para pria dalam sebuah ruangan yang dipersiapkan khusus tersebut larut dalam pembicaraan santai, dan bersenda gurau dengan diwarnai kekehan dan gelakan, hingga saat pintu ruangan nampak dibuka, semua mata teralih kesana.
**
Putra dan Addison segera menoleh ke arah Damian dengan mendelik tajam pada casanova slengean yang kini sudah cengengesan itu.
*“Bastardo! ( Ba*ngan! )” Umpat Putra dan Addison secara bersamaan, meski bukan dengan nada geram. Namun wajah sebal Putra dan Addison cukup nampak.
Putra dan Addison melihat dengan tatapan sebal saja sambil mengumpat pada Damian, saat ada tiga Gadis berpakaian sangat seksi dibawa masuk ke dalam ruangan tersebut.
Putra dan Addison yang rasanya malas itu, hendak keluar dari ruangan tempat sebuah pesta bujang diadakan.
Karena memang mereka tidak tertarik untuk melihat ‘pertunjukan’ yang keduanya tahu akan disuguhkan oleh tiga wanita seksi yang baru datang itu pada mereka yang sedang menyelenggarakan pesta bujang saat ini.
Namun langkah Putra dan Addison segera dijegal oleh Damian, Garret, Danny, Arthur, bahkan oleh dua orang kepercayaan Ramone, yakni Devoss dan Frans.
Sementara Ramone hanya sedang cekikikan di tempatnya.
***
Addison dan Putra mendelik tajam, pada mereka yang sudah menjegal langkah keduanya dan sudah juga memegangi Addison dan Putra yang hendak hengkang dari ruangan.
Mereka yang menjegal langkah Putra dan Addison dan sekaligus memegangi keduanya hanya tersenyum lebar pada dua orang yang sudah terlihat sebal pada mereka, sedikit terkekeh kecil juga.
“Put you guys hand off from me ( Jauhkan tangan kalian dariku )” Sembur Putra.
Danny, Arthur dan Damian serta Devoss tersenyum lebar dan terkekeh pada Putra yang sedang ke empat orang tersebut pegangi dengan wajahnya yang nampak sangat sebal.
Sementara Addison sedang dipegangi Garret dan Frans. Addison memang cukup lihai dalam menembak, tapi jika soal ilmu bela diri, Addison hanya bisa sekedarnya saja, dan tenaganya juga terbatas.
Namun Putra, si Api Hitam itu, tak hanya menguasai dengan baik senjata, ilmu bela diri Putra diatas rata-rata, belum lagi tenaga Putra, yang meskipun tubuhnya sama atletis dengan Damian berikut juga tingginya, tenaga Putra berkali lipat jumlahnya.
Makanya Damian sudah ambil ancang-ancang memegangi Putra dengan tiga lainnya. Bahkan jika Putra serius mengerahkan tenaganya sekarang pun, Damian yakin jika dia, Danny, Arthur dan Devoss tak akan mampu menahan Putra untuk melepaskan dirinya dari cekalan mereka.
Damian dan Garret tahu persis kemampuan dan tenaga Putra, karena sudah sering sekali melihat kemampuan yang dimiliki Putra dalam segi senjata dan ilmu bela diri.
Damian menjegal leher Putra yang sudah mulai meronta untuk melepaskan diri.
Namun tetap Damian cekikikan, dan tiga lainnya cengengesan.
“Stay still ... ( Diamlah )...” Ucap Garret sembari melirik pada Addison yang juga sudah meronta untuk melepaskan diri dari cengkraman dirinya dan Frans.
Garret dan Frans juga sudah cekikikan sembari memegangi Addison dengan kuat sembari melirik pada Putra yang lehernya di jegal oleh Damian yang sedang terkekeh geli.
“Put your hands from me Bastardo! ( Jauhkan tanganmu dariku Ba**ngan! )”
__ADS_1
Putra kembali menyembur dalam ucapan berikut umpatan, dengan matanya yang tertuju pada Damian.
“Just like Gar said, stay still and sit then enjoy the show ( Seperti yang Garret katakan, diam dan duduk lalu nikmati pertunjukannya )”
“Hell No! ( Tidak Sudi! )” Sembur Putra lagi, berbarengan dengan Addison yang juga ikut memekik dua kata yang sama seperti Putra.
“Do not argue if both of you don’t want Gadis and Bruna come here, and see if their men is watching a striptease... ( Jangan membantah jika kalian berdua tidak mau Gadis atau Bruna datang kesini\, dan melihat jika pria mereka sedang menyaksikan penari te***jang )....” Kalimat ancaman bernada datar yang bercampur kegelian ucapan keluar dari mulut Damian.
Dimana Putra dan Addison langsung mendelikkan mata mereka dengan sempurna.
“Ya, I put someone outside you guys room, who ready to knock the door and bring Gadis and Bruna here if you guys do not want to cooperate ( Ya, aku menaruh seseorang di luar kamar kalian, yang siap mengetuk pintunya dan membawa Gadis dan Bruna kesini jika kalian tidak mau bekerjasama )..”
“Totally Bastardo! ( Benar-benar Ba**ngan! )”
Putra kembali menyembur Damian yang memasang wajah sangat menjengkelkan bagi Putra saat ini, dengan umpatan lagi.
Namun pada akhirnya Putra dan Addison pasrah saat mereka didudukkan di sofa single yang sudah dihadapkan ke tempat pemain musik dengan seorang penyanyi yang berada disana.
Dan kini penyanyi serta pemain musik sudah digantikan oleh tiga wanita yang akan melakukan pertunjukan tarian erotis dengan diiringi musik yang sudah terputar dari sebuah alat pemutar musik.
“Satu langkah kalian mendekat padaku, akan aku lubangi kepala kalian!”
Putra mengeluarkan ancamannya, pada tiga penari perempuan yang hanya memakai pakaian sangat minim dan mulai mendekati Putra dan Addison sembari meliuk-liukkan tubuh mereka.
Tiga penari seksi itu adalah wanita pribumi yang paham betul ucapan Putra, yang orangnya tadi bahkan sudah memalingkan wajah tanpa mau melihat mereka bertiga sedang menari hingga membuat panas badan para pria dalam ruangan selain pria yang mengancam mereka barusan dan satu pria lainnya yang juga memalingkan wajahnya dan memilih untuk menikmati minuman beralkohol saja ketimbang memperhatikan mereka bertiga yang menari dengan sangat sensual.
“You let them get close to me, I’ll blow their head, or at least I ripped out their heart from it’s place ( Kalian membiarkan mereka mendekatiku, akan ku ledakkan kepala mereka, atau setidaknya ku cabut jantung mereka keluar dari tempatnya )”
Dan Putra kembali mengeluarkan kalimat ancamannya dengan bahasa Inggris agar para pria biang rusuh yang bersamanya terkecuali Addison paham jika Putra tidak mau didekati oleh wanita selain Gadis.
**
Damian segera mendengus setelah mendengar kalimat ancaman Putra. Meski Putra berbicara datar saja, tapi Damian tahu jika Putra tidak main-main dengan kata-katanya jika ia sedang merasa tidak senang.
“Dare to try? ( Berani coba? )”
Putra berucap santai, namun bibirnya menyungging miring.
“Tsk! You totally bored brother! ( Tsk! Kau benar-benar membosankan saudaraku! )”
“Heh!”
Putra mendengus sinis, sembari masih tersenyum miring.
Dan Damian melambaikan tangannya kepada para penari erotis itu agar kembali ke tempat mereka sebelumnya, jangan mendekati Putra.
Putra menyunggingkan senyum puas karena Damian tak berdaya untuk melawannya. Addison juga ikut tersenyum puas, karena Putra mengeluarkan ancaman yang membuat kegilaan pesta bujang tak sampai padanya dan Putra.
Damian layaknya Addison yang tahu betul jika Putra tidak akan segan pada siapapun yang sudah terkena ancamannya.
Daripada tiga penari seksi itu jadi bulan-bulanan ketidak senangan Putra atas mereka, jadi Damian menyuruh ketiganya untuk mundur dan kembali ke tempat mereka namun tetap melakukan tugasnya untuk memberi pertunjukkan yang membuat darah para lelaki selain Putra dan Addison berdesir.
Sebenarnya juga Damian ataupun yang lainnya tidak ada yang menyuruh salah seorang penari yang paling seksi bentuk tubuhnya untuk berjalan mendekati Putra. Mungkin memang hanya inisiatif penari itu saja yang mengira jika orang yang sedang dibuatkan pesta itu sama seperti lelaki yang biasa si penari itu hibur biasanya.
Yang tak mungkin tahan dengan lekuk tubuh yang dipadu dengan tarian yang membuat adik kecil para pria menggeliat tak karuan.
Namun Putra dan Addison itu kurang lebih sama dalam hal wanita.
Sebelum bertemu Gadis dan Bruna, mereka seolah tak punya waktu untuk menanggapi para wanita.
Tak pernah jatuh tergoda pada wanita cantik dan seksi, saat hati mereka masih membeku di tempatnya.
Hingga kemudian Putra dan Addison masing-masing bertemu dengan pasangan mereka, wanita yang mampu menggugah hati dua pria dingin tersebut.
Yang membuat Putra dan Addison bak dibudaki oleh cinta, dan semakin tertutup matanya untuk melihat pesona wanita lain. Ya, seperti yang terjadi sekarang.
Bahkan Putra terang-terangan mengeluarkan ancaman, meski bernada datar, dan seolah seperti candaan. Namun Damian dan Garret paham betul, dibalik nada datar yang mungkin terdengar bak candaan, ada sorot mata si pemilik julukan ‘Api Hitam Dara Ravenna’ yang bisa membuat ancaman datar dari mulutnya itu dapat menjadi kenyataan saat ini.
Dan dengan cepat Damian mengambil keputusan meski sedikit merasa dongkol, dengan ia yang membiarkan saja Putra, juga Addison bangkit dari tempat duduk mereka.
Daripada tiga penari seksi nan cantik jelita itu diapa-apakan oleh tangan Putra, lebih baik diselamatkan saja untuk dirinya dan entah untuk siapa lagi yang tertarik untuk membawa para penari seksi itu ke kamar mereka.
__ADS_1
Lumayan, kalau bagi Damian. Salah satu dari penari seksi itu pastinya sudah bisa dirinya bawa ke kamar. Jangankan satu, ketiga nya pun boleh. – Begitu kata hati mesum si penjahat wanita.
“Enjoy the party! ( Nikmati pestanya! )”
Putra telah bangkit dari duduknya, diikuti juga oleh Addison.
“Our ladies are hotter than them, better me and Ad spend this night with them for the bachelor party!.. ( Wanita kami lebih seksi daripada mereka, lebih baik aku dan Add menghabiskan malam pesta bujang malam ini dengan mereka! ) ..”
“Cih! Love Slaves! ( Dasar Para Budak Cinta! )”
Damian berdecih dan mencibir sinis. Dimana Putra dan Addison sudah melenggang untuk keluar dari ruangan yang sedang dipakai untuk acara pesta bujang tersebut.
**
Putra dan Addison telah keluar dari ruangan tempat sebuah pesta nakal untuk calon mempelai pria sedang diadakan itu.
Dan kini kedua pria tersebut sudah berada di lorong kamar mereka yang ada di dalam hotel tempat mereka menginap saat ini.
“Pergi dari sini, jika kalian masih ingin melihat matahari bersinar esok hari”
Putra berbicara pada dua orang yang nampak sedang berdiri sigap di depan kamarnya dan Addison.
Memang dasar Damian, dan Putra merutuki salah satu saudaranya itu yang benar-benar menempatkan orang yang siap siaga untuk membangunkan Gadis juga Bruna demi mengerjai dirinya dan Addison.
Dua orang pria yang berperawakan pengawal pribadi itu segera menundukkan kepala mereka pada Putra dan Addison, dan langsung hengkang dari hadapan kedua pria tersebut setelah Putra mengeluarkan kalimat yang terdengar bak ancaman bagi dua pengawal pribadi yang merupakan orang pribumi, jadi mereka paham maksud ucapan Putra barusan.
Selain itu, satu diantara pria berbadan tegap tersebut bekerja untuk Putra dan keluarganya, sekaligus dia pernah menyaksikan sendiri betapa garangnya sang Tuan saat menghabisi seorang pria yang pernah mencari masalah dengannya.
Jadi satu pengawal pribadi yang memang bekerja untuk Putra dan tadi diperintahkan untuk berjaga di depan kamar Putra dan Addison oleh Damian melalui Arthur bersama satu pengawal lain yang merupakan anak buah Frans, memilih untuk buru-buru hengkang dengan mengajak serta rekannya yang berbeda bos itu.
Kembali Putra menyungging miring dan saling tatap pada Addison saat dua pengawal pribadi yang tadi berjaga di depan kamar mereka itu sudah pergi dari hadapan Putra dan Addison.
“Wait untill that bastardo fallin’ to a woman and then decide to convert then want to get marry, I swear I will do the habitual of kidnapping the bride ( Tunggu saja sampai ba**ngan satu itu jatuh cinta pada seorang wanita lalu memutuskan untuk insaf dan menikah, aku bersumpah akan melakukan ritual menculik calon pengantin wanitanya )”
Putra memaparkan rencananya asal ucapnya pada Addison, yang kemudian terkekeh geli mendengarnya sembari ia manggut-manggut pada Putra.
“I will pray that day will come soon ( Aku akan berdoa agar hari itu segera datang )”
Putra dan Addison sama-sama terkekeh kemudian lalu masuk ke dalam kamar mereka masing-masing.
**
Lampu di dalam kamar hotel tempat Gadis dan Putra menginap, nampak temaram karena sepertinya orang yang sudah berada didalamnya telah tertidur lelap.
Karena saat Putra membuka pintu kamar dan menutupnya kembali, tidak ada suara yang menyambut kedatangannya.
“Damned Dami! ( Terkutuklah Dami! )”
Putra menggumam kesal dimana gumamannya itu tertuju pada Damian, yang menyuruh Frans untuk menghadirkan tiga penari wanita yang sangat seksi menggoda.
Biar pun Putra tak memperhatikan para penari wanita tadi, tetap saja dia sempat melihat sekilas lekuk tubuh dan tarian para penari seksi tersebut yang tentu saja tetap dapat membuat keresahan pada kepala Putra yang berada di bawah.
Meski memang Putra tidak berselera untuk melihat para wanita penari seksi dan sensual tadi, toh tetap saja Putra seorang pria normal, yang dapat menjadi resah karena tarian sensual dari wanita-wanita yang berpakaian minim hingga menanggalkan pakaian luar mereka.
Membuat kepala Putra sedikit pening, baik kepala atas dan kepala bawah. Makanya Putra buru-buru keluar dari ruangan dimana sebuah pesta nakal sedang diadakan.
Demi menghilangkan peningnya, dan harapannya adalah pada Gadis. Wanita pemilik hati dan tubuhnya. Yang Putra harapkan bisa membantunya untuk menghilangkan pening dan gelora yang sudah sampai di kepalanya.
‘Haish ..’
Alih-alih ingin langsung ‘menyergap’ Gadis yang sudah terbaring pulas di atas ranjang, Putra mendengus dalam hatinya saat ia sudah berada di kamar tidur, dalam kamar Salon Suite yang ia tempati saat ini.
Putra melirih dalam hatinya sembari melirik bagian bawahnya yang sudah sedikit terasa sakit sejak ia berada dalam pesta nakal yang diselenggarakan oleh Damian dan lainnya.
Sekarang rasanya semakin sakit karena Anthony ada di atas ranjangnya dan Gadis dan tidur sama pulasnya dengan Gadis dengan saling memeluk.
Yang artinya, Putra harus menahan rasa sakit di kepala Putra yang satunya malam ini.
‘My poor junior .. ( junior ku yang malang ) ..’
**
__ADS_1
To be continue ..
Tetap enjoy ..