LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 315


__ADS_3

Happy reading ....


**************


London, Inggris,


“Now give Yona the information of that m*therf*cker’s man at your work place (Sekarang berikan informasi orangnya keparat itu yang ada di tempatmu bekerja)”


Putra berkata pada Hizkia.


“Okay.”


Hizkia pun mengangguk sigap.


“Now all of you prepare, because I won’t to finish everything in twenty four hours as the maximum time.”


(Sekarang kalian semua bersiap, karena aku ingin menyelesaikan segalanya dalam dua puluh empat jam sebagai waktu yang maksimal)


Ketika Putra mencetuskan sebaris kalimat bermakna perintah, semua orang yang bersamanya pun mengangguk dengan serempak.


**


Putra masih berada di sebuah tempat yang dapat dikatakan adalah sebuah markas.


Sebuah markas yang disiapkan Accursio untuk Putra dalam ia membantu saudara angkatnya itu dalam pembalasan dendam Putra.


“When should I ‘take care’ of him (Kapan aku harus ‘mengurus’ orang ini)?” tanya Yona pada Putra, sambil ia menunjuk foto salah seorang dari beberapa foto orang lainnya yang terhampar di atas meja di depannya.


“When everyone of them are busy (Saat mereka semua sedang sibuk)” jawab Putra dan Yona manggut – manggut paham. Lalu Yona terlibat pembicaraan dengan Putra dan empat orang lainnya, sambil menunggu laporan setiap hal yang diminta Putra, yang mana sedang dikerjakan oleh para anak buah yang telah ditunjuk itu telah selesai.


“Sir’....”


Thomas datang dan langsung menyapa pada enam orang yang sedang duduk bersama itu.


“Miss ....”


Ke enam orang yang disapa Thomas itupun spontan menoleh.

__ADS_1


“Boss? –“ Thomas bersuara dengan sedikit terkejut, kala Putra mendorongnya secara tiba – tiba.


Setelah Putra bangkit dengan sangat cepat dari duduknya, lalu dengan cepat pula menodongkan pistol ke arah orang yang berada di belakang Thomas.


Lalu ujung senjatanya yang sudah Putra pegang sedari tadi karena sedang mengecek dan mempersiapkan senjata lainnya yang terhampar di atas meja, kini sudah Putra tempelkan di dahi orang tersebut.


Mereka yang melihat sikap waspada Putra pun peka dan serta juga menyiagakan senjata api masing – masing, lalu hendak bergegas untuk berpencar, karena kecurigaan Putra yang terlihat pada satu orang yang datang bersama Thomas.


Bahkan Devoss menodongkan pistolnya ke arah Thomas, mengingat jika Thomas mengenal orang yang sedang di todongkan senjata dahinya oleh Putra. Sementara Yona segera merampas tas yang di tenteng oleh orang yang datang bersama Thomas itu, yang langsung dijauhkan oleh Yona untuk diperiksa.


“What is this (Apa ini), Thom?”


Putra bersuara. Tanpa ia mengalihkan tatapannya dari orang yang ia todong kepalanya dengan senjata itu, dimana orang tersebut kini sudah mengangkat kedua tangannya.


Thomas yang tadi sempat terkejut karena Putra mendorongnya, kini sudah nampak kembali pada sikapnya semula, yang biasa terlihat tenang, meski kepalanya sedang di todong senjata oleh Thomas.


“Calm down (Tenang), Boss-“ Thomas segera menjawab Putra.


“I saw him at Kingsley’s Mansion (Aku melihatnya ada di Mansion milik Kingsley)” tukas Putra. “And I’m sure my eyes won’t be wrong for that (Dan aku yakin mataku tidak mungkin salah untuk itu)” sambungnya. “And I never show you in Kingsley’s Mansion before (Dan aku tidak pernah melihatmu di Mansion milik Kingsley sebelumnya)”


Lalu Putra beralih kepada orang yang sedang ia ancam dengan senjata itu.


“Really?”


Putra berucap remeh sambil menyungging miring.


“Would you mind me to talk (Apa anda memperbolehkan saya untuk bicara), Boss? ....” Thomas bersuara.


“Then talk (Maka bicaralah)” tukas Putra.


“He is one of us, Boss. He’s Richard brother, and Mister Accursio trust him that well. So he was sent to Kingsley Smith’s Mansion to watch every movements of people inside, right after Mister Accursio sure that you’re still alive (Dia salah satu dari kami, Bos. Dia kakak dari Richard, dan Tuan Accursio juga cukup mempercayainya. Jadi dia dikirim untuk masuk ke dalam Mansion milik Kingsley Smith untuk mengawasi gerak – gerik semua orang di dalamnya, tepat saat Tuan Accursio yakin jika anda masih hidup) ....”


Putra mendengarkan penjelasan panjang lebar Thomas tanpa mengalihkan pandangannya dari orang yang sedang ia todongkan senjata itu.


Yang mana orang tersebut tampak tenang di tempatnya, dan balas menatap pada Putra.


“Mister Ramone knows me too, Sir. Also The Jungleman (Tuan Ramone juga mengenal saya, Tuan. Termasuk juga si Pria Hutan)”

__ADS_1


Pria yang datang bersama Thomas itu berbicara dengan menatap serius pada Putra, tanpa mengurangi rasa hormatnya. Semata – mata agar Putra dapat membaca jika ia bicara dengan jujur atau tidak.


**


Putra menyungging sambil menarik pistol yang ia todongkan pada pria yang datang bersama Thomas beberapa saat yang lalu, kala Yona menunjukkan isi dari dalam tas yang di bawa oleh pria tersebut.


“Shoes (Sepatu)?”


Yona yang nampak heran itu bertanya pada Putra.


Tak hanya Putra, ada senyuman tipis di bibir Damian dan Garret juga.


“Give it to me (Berikan itu padaku)” tukas Garret. Sambil ia meminta sepasang sepatu yang sedang ditunjukkan oleh Yona itu.


Sepatu tersebut, adalah hal yang membuat Putra mempercayai pria yang datang bersama Thomas tadi, yang Thomas katakan adalah salah satu dari anak buah mereka yang kompeten dan sangat dapat dipercaya, yakni Richard.


“Which one (Yang mana)?”


Garret bersuara sambil memandang pada kakak dari Richard, seraya ia bertanya sambil mengangkat sepasang sepatu yang ditemukan Yona dalam tas yang dibawa oleh kakak dari Richard tersebut.


“Right, Sir (Sebelah kanan, Tuan)”


Garret pun segera mengangguk.


Lalu Garret melempar ke bawah, bagian sepatu sebelah kiri, dan meletakkan sepatu yang sebelah kanan di atas meja.


“I don’t get it (Aku tidak mengerti)?” cetus Yona, dan Putra kemudian menyuruh Yona untuk duduk saja serta memperhatikan.


“Oh, wow.”


Suara beberapa orang yang nampak takjub setelah melihat apa yang terpampang, kala Garret telah membalikkan sepatu bagian kanan yang di bawa oleh kakak dari Richard yang bernama Vash.


Yang mana, di bagian dalam dari alas sepatu tersebut-setelah dibuka oleh Garret yang paham tentang alat tersebut sama seperti Putra dan Damian, terdapat seperangkat alat yang merupakan penyadap suara.


**


To be continue ...

__ADS_1


Sorry, jika dirasa sedikit, karena authornya ngejar waktu update.


Terima kasih, harap maklum.


__ADS_2