
Terima kasih masih setia baca
❇❇❇❇
Happy reading...
❇❇❇❇
Inggris..
“Thom,” ( Putra )
“Yes, Boss?” ( Thomas )
“You prepare our men and suit them on position to ‘pick up’ these people later ( Kau persiapkan orang kita dan kondisikan mereka untuk ‘menjemput’ orang-orang ini nanti )” ( Putra )
-
“Tell them for hold before they’re get an order to take when they’re already near with these persons ( Katakan pada mereka untuk tidak bergerak terlebih dahulu sebelum mereka mendapatkan perintah saat sudah berada di dekat orang – orang ini )” ( Putra )
“Yes, Boss.” ( Thomas )
-
“And what should our men do after they’re took these people ( Lalu apa yang harus dilakukan orang-orang kita pada mereka )?” ( Thomas )
“Make them ‘gone’ ( Buat mereka ‘menghilang’ )” ( Putra )
❇
Thomas yang paham maksud perkataan Putra itu segera menyahut dan mengangguk. “Are they moving with Mister Damian, Garret, Devoss or even Miss Yona to lead them, or they’re just do it by themselves, Boss? ( Apakah mereka bergerak dengan Tuan Damian, Garret, Devoss atau bahkan Nona Yona yang memimpin mereka, atau mereka melakukannya sendiri, Bos? )”
Setelahnya Thomas mengajukan pertanyaan.
“Wait until Dami, Garret, Dev and Yona already here later. All up to them ( Tunggu sampai Dami, Garret, Dev dan Yona sudah kembali kesini lagi. Semua terserah mereka )”
“Alright, Boss,” tanggap Thomas.
“Just arrange those our men and divide it into groups first.”
“( Atur saja terlebih dahulu orang-orang kita dan bagi mereka menjadi beberapa kelompok )”
Thomas pun langsung kembali menyahut, seraya mengiyakan dengan sigap, titah Putra padanya barusan itu.
“Yes, Boss.”
Dan selanjutnya Thomas berdiri dari duduknya.
❇
Sampai hingga beberapa jam berlalu, kini orang-orang yang memiliki bagian penting dalam misi telah berkumpul kembali di dalam satu ruangan, yang dapat dikatakan serbaguna itu dalam sebuah tempat yang merupakan sebuah markas.
“This woman is an Politician, right? ( Wanita ini seorang Politikus, bukan? )” Damian bertanya, sambil ia memperhatikan satu, dari beberapa foto yang terlihat berada di beberapa tangan, dan beberapa terhampar di atas sebuah meja yang ada di hadapan Damian serta mereka yang bersamanya itu.
Putra menjawab Damian hanya dengan sebuah deheman.
Lalu Damian menyungging miring. “I wonder a Politician wants to become a bastardo allies ( Aku heran seorang Politikus mau menjadi sekutunya seorang bajingan )”
“Women, Dami. A sweet promise can make any women got assimilated ( Wanita, Dami. Sebuah janji manis akan membuat wanita manapun luluh )”
Putra menjawab cibiran Damian dengan kalimat cibiran juga.
“Well, I’m an exception ( Hanya saja, aku adalah sebuah pengecualian )” Yona tahu-tahu menyela.
Dimana para pria yang bersamanya, langsung terkekeh karena mendengar celetukan Yona dengan wajah tak terima atas ucapan Putra tentang wanita manapun yang dapat luluh pada yang namanya janji manis pria.
“Ya, ya, I believe that. But trust me, you will fall into my arms after I give my sweet words to you, Baby ( Ya, ya, aku percaya itu. Tapi yakinlah padaku, jika kamu akan jatuh ke dalam pelukanku, setelah aku mengucapkan kata-kata manis padamu, Sayang )”
Dan celotehan iseng kemudian keluar dari mulut Garret untuk menggoda Yona.
__ADS_1
“And I make sure to cut off your tongue first ( Dan aku pastikan aku akan lebih dulu memotong lidahmu )”
Yona membalas dengan kalimat ancaman mengerikan pada Garret, yang sayangnya tidak dianggap serius oleh pria itu.
“Do not teasing my sister ( Jangan menggoda adik perempuanku ) , Gar.”
Putra kemudian bersuara, sementara Garret cengengesan saja. Dan Yona memandang pada Garret dengan tatapan pongah yang merasa jika Putra berada dipihaknya.
“But I really wonder to see if you both of you are in love each other, as wonder as if this my mean sister would transform into a sweet woman.”
“( Tapi aku sungguh penasaran untuk melihat kalian berdua saling jatuh cinta, sebagaimana aku penasaran untuk melihat adik perempuanku yang kejam ini berubah menjadi wanita yang manis )”
Namun didetik berikutnya, Putra mengucapkan kalimat bernada ledekan sambil melirik pada Yona yang langsung memicingkan matanya dengan tajam ke arah Putra yang kemudian terkekeh bersama para pria lain yang ikutan terkekeh dan sedikit ricuh menyahuti ledakan Putra untuk Yona dan Garret.
“Haha!” Lalu terdengar tawa dipaksakan Yona. “Very funny until I feel I would like to throw up! ( Sangat lucu sampai aku merasa ingin muntah! )” sinis Yona dengan sangat.
❇
Setelah saling berguyon sejenak, pada akhirnya wajah-wajah mereka yang tadinya terlihat santai serta senyum menghiasi wajah-wajah rupawan itu-kini telah berubah kembali menjadi serius.
“Thom, give the list the group of our men that you already made ( berikan padaku daftar kelompok orang-orang kita yang telah kau buat )”
Thomas mengangguk terlebih dahulu mengiyakan permintaan Putra, sebelum ia memberikan catatannya pada salah satu Bos Besarnya itu.
“This one, is Jaeden’s plan according the announcement that he wants to make in front of public in few hours ahead by inviting pers too ( Yang ini, adalah rencana milik Jaeden sehubungan rencananya untuk pengumuman yang hendak ia buat didepan publik dalam beberapa jam ke depan dengan juga mengundang pers ) ----“
“Thanks, Thom...”
“My pleasure, Sir...”
“Exactly just what I’ve been guessed ( Tepat seperti dugaanku )”
Putra berucap setelah ia membaca berkas kedua yang Thomas berikan padanya.
❇
Keadaan di dalam ruang serbaguna menjadi hening sejenak, setelah satu persatu orang-orang yang katakanlah bersifat utama dalam misi, sekali lagi membaca dengan detail susunan daftar yang telah rapih Putra buat sebagai rencana final dalam misi balas dendam mereka, berdasarkan juga dari beragam informasi yang telah orang-orang mereka kumpulkan.
“Hem,” tanggap Putra.
“Will you let them come to support that m*therf*cker? ( Apa kau akan membiarkan mereka datang untuk memberi dukungan pada si keparat itu? )-“
“You think? ( Menurutmu? )”
Putra menanggapi ucapan Damian sembari Putra menyugar rambutnya dengan santai.
“And you want to ‘take care’ of them now? ( Dan kau ingin ‘mengurus’ mereka sekarang? )-“
“No\, not now. Cause that m*therf*cker will get suspicious if any of them suddenly ‘gone’ ( Tidak, tidak sekarang. Karena si keparat itu akan menaruh curiga jika orang-orang ini tiba-tiba ‘menghilang’ )”
Damian dan lainnya selain Putra manggut-manggut paham.
❇
“Call the leader of each groups ( Panggil kesini setiap pemimpin grup ), Thom.”
“Yes, Boss.”
“These five groups will handle this five persons? ( Lima grup ini akan menangani kelima orang tersebut? )”
Garret mengajukan pertanyaan pada Putra, selepas Thomas undur diri untuk sejenak melakukan perintah Putra.
Putra menjawab pertanyaan Garret dengan anggukkan sebelum ia berucap.
“If each of you want to ‘accompany’, feel free to do that ( Jika masing-masing dari kalian ingin ‘mendampingi’ mereka, silahkan saja )”
“According to Richard, Stan, Jules and also Richard’s brother, I think Accursio’s men will understand what order that you want them to do ( Jika melihat dari Richard, Stan, Jules serta saudara lelakinya Richard, aku pikir orang-orang Accursio ini akan mengerti untuk melakukan apa yang kau perintahkan pada mereka ) ...”
Garret berkomentar.
__ADS_1
“So I think they’re don’t need to be ‘accompanied’ ( Jadi rasanya mereka tidak perlu ‘didampingi’ ) ...” Lanjut Garret.
“Hem\, beside the moment you show yourself in front of that m*therf*cker\, is the moment that I’ve been waiting for\, beside the moment to fully torture him untill seeing him dead . I won’t miss it.”
“( Hem, lagipula saat dimana kau akan menunjukkan dirimu di depan si keparat itu, adalah saat yang selama ini aku tunggu-tunggu, selain saat untuk menyiksanya habis-habisan sampai melihatnya mati. Jadi aku tidak mau melewatkannya )”
Damian kemudian berkomentar, sambil menyungging miring.
“Also, I want to ‘say hi’ to Gaines ( Juga, aku ingin ‘menyapa’ Gaines )”
Damian menambahkan dengan ucapan bernada sinis.
“Well, better all of us accompany you and Hiz, because that time, we will ‘unseen’ people who betrayed Kingsley, that we probably missed.”
“( Aku rasa sebaiknya kami semua menemanimu dan Hiz, karena disaat itu, kita akan melihat para pengkhianat Kingsley yang ‘tidak terlihat’ yang mungkin luput dari perhatian kita )”
“Ya, I agree with Damian. According to what streaking befall him and the last teror we gave on him, I’m sure there will be more than a dozen men that he and that Chicago Guy prepared to guard them ( Iya, aku setuju dengan Damian. Sehubungan dengan apa yang menimpanya secara beruntun dan teror terakhir yang kita berikan padanya, aku yakin akan ada lebih dari selusin anak buah yang ia dan Pria Chicago itu siapkan untuk menjaga mereka )”
Devoss ikut berkomentar.
“Beside he’s not coming home. And I’m sure that you all know what that means ( Lagipula dia tidak pulang ke rumah. Dan aku yakin kalian semua tau apa maksudnya )”
Yona juga angkat suara, dan para pria yang bersamanya kemudian manggut-manggut paham.
*
“This Politician first ( Politikus ini yang pertama )”
Putra menunjuk foto seorang perempuan yang sudah tertempel di sebuah papan yang menyerupai papan tulis.
Sambil Putra menatap pada satu dari lima orang yang tadi diminta Putra untuk dipanggilkan oleh Thomas.
“Yes, Boss.”
“’Take care’ of her\, right after when she almost reach the place that m*therf*cker will establish his ‘party’. Make it just like an accident.”
“( ’Urus’ wanita ini, tepat disaat dia akan sampai di tempat si keparat itu akan menyelenggarakan ‘pesta’ nya. Buatlah seperti kecelakaan )”
“Yes, Boss.” Satu anak buah yang Putra sedang berikan perintah itu menyahut sigap.
“Rest, finish them at TBW ( Sisanya, bereskan mereka di TBW )”
“Yes, Boss.”
Empat lainnya dari masing-masing pimpinan kelompok menyahut sama sigapnya dengan yang tadi Putra ajak bicara.
“I beg your pardon, Boss. How if they’re not alone? ( Mohon maaf sebelumnya, Bos. Bagaimana jika mereka tidak sendirian? )-“
“’Take care' them too. Why bothering yourself?! ( ‘Urus’ sekalian juga mereka. Begitu saja repot?! )” Yona menyambar sinis. “Am I right, Brother? ( Aku benar kan, Kakak? )”
Lalu Yona berkata lagi sambil memandang pada Putra.
“You heard what she said ( Kalian dengar yang ia katakan ) ...”
Putra menanggapi ucapan Yona padanya.
“Blame their bad luck when they were in the same place with these five persons right when all of you want to ‘take care’ ( Salahkan nasib buruk mereka jika mereka sedang berada bersama lima orang ini saat kalian hendak ‘mengurus’ nya )”
“Yes, Boss.”
❇
“How about the fake Freya? ( Bagaimana dengan si Freya palsu? )-“
“Make sure she’s never reach Kingsley’s Mansion after I showed up. But spare her life ( Pastikan dia tidak pernah sampai ke Mansionnya Kingsley setelah aku muncul. Tapi ampuni nyawanya ) ...”
Putra berucap dingin, menanggapi pertanyaan Damian.
“Just for a while ( Hanya untuk sementara waktu ) ...” Putra menyeringai kemudian.
__ADS_1
❇❇❇❇❇❇
To be continue....