
Note:
Baca dulu episode sebelum mengklik ikon jempol bila berkenan memberikan Like.
Terima Kasih.
****
Happy reading ....
****
Salisbury, England
“How is it ( Bagaimana ), Richard?” tanya Putra pada anak buahnya yang paling kompeten di lapangan itu, kala Richard yang tadi diberikan tugas untuk mengecek kondisi jalan akibat badai salju yang terjadi tak lama namun cukup lebat itu telah kembali ke mansion Putra.
“I think the road is fine if you want to go ( Saya pikir jalanan dapat dilewati jika anda memang ingin pergi )”
Jawaban Richard membuat Putra tersenyum tipis. “Good ( Bagus ) ..” ucap Putra. “I’ll prepare now ( Aku akan bersiap sekarang ) –“
Putra berucap lagi lalu menoleh pada Damian.
“Get the list Dam. I’ll go to Gar and Dev first ( Ambil daftarnya Dam. Aku akan ke Gar dan Dev terlebih dahulu ) ..”
Damian pun mengangguk, lalu melangkah kembali ke dalam mansion.
**
“Is the road could be passed with usual car ( Apakah jalanannya dapat dilalui dengan mobil yang biasa ), Richard? ..” tanya Putra pada Richard saat Damian melangkah menjauh dari Putra untuk masuk kembali ke dalam mansion.
“Yes it can, Boss ( Iya bisa, Bos )”
“Hem, alright then ( Baiklah kalau begitu )”
Putra manggut-manggut.
“Prepare our cars then ( Siapkan mobil kita kalau begitu )”
Lalu Putra menurunkan perintah pada Richard.
*
Garret dan Devoss keluar tepat disaat Putra hendak memasuki garasi tempat dua mobil kesayangan almarhum ayahnya di tempatkan. “How is it? ( Bagaimana? )”
Putra pun sontak bertanya.
“Is the Jeep ready to use now ( Apakah Jip-nya sudah siap digunakan sekarang )?”
Garret dan Devoss kompak mengangguk selepas Putra bertanya untuk yang kedua kalinya.
Putra pun manggut-manggut kemudian.
“Want to take a look? ( Ingin melihatnya? ) ..”
Garret bertanya seraya menawarkan pada Putra untuk melihat mobil Jeep milik sang ayah yang Putra minta dicek kondisinya oleh Garret.
Putra mengangguk.
“Yes sure ( Iya tentu )”
***
“Sam ..”
“Yes Mister Putra ..”
Pria yang merupakan maid di mansion Putra itu segera merespon dengan cepat kala sang Tuan menghampiri dirinya yang sedang duduk di salah satu bagian belakang mansion Putra, tempat khusus para pelayan.
“Why bothering yourself to comehere, Sir ( Mengapa merepotkan diri anda datang kesini, Tuan )? ..”
Sam yang kini sudah berdiri sigap dihadapan Putra itupun berucap.
“You just ring the bell then let me, Carol and our daughter who come to you ( Anda hanya perlu membunyikan lonceng dan biarkan aku, Carol dan putri kami yang datang padamu )”
Putra menarik sudut bibirnya mendengar ucapan salah seorang maid-nya itu.
“It doesn’t matter ( Tidak masalah ), Sam.”
__ADS_1
Putra menyahut.
“Let me know what you need, Sir ( Katakan padaku apa yang anda butuhkan, Tuan ) ..”
Sam kemudian menanyakan kepentingan Putra yang berada di paviliun para maid dalam mansion Putra itu.
“Is there any spare fuel? .. Because what I remember, Dad was kept those in the small room near with his garage ( Apa masih ada cadangan bahan bakar disini? .. Karena seingatku, Ayah menyimpan itu di ruang kecil dekat garasinya ) ..”
“Yes there is spare fuel here, Sir. But I have moved those in the basement ( Iya memang ada cadangan bahan bakar disini, Tuan. Tapi saya telah memindahkannya ke dalam rubanah )” terang Sam. “Just try to avoid some bad things, Sir ( Hanya demi mencegah hal-hal yang buruk, Tuan )”
Putra pun manggut-manggut mendengar ucapan Sam. “Complete fuel both for the jeep and the usual car ( Apa lengkap untuk jip maupun mobil yang biasa )? ..” tanya Putra kemudian pada Sam.
“I think it is, Sir ( Sepertinya iya, Tuan ) ..”
Sam menjawab dengan sedikit mengangguk-angguk.
“Would you please check it if that enough for all of cars here ( Bisa tolong kau memeriksanya dan memastikan apakah itu cukup untuk semua mobil disini )?”
“Yes, Sure( Iya, tentu )”
*
“How is it ( Bagaimana ), Sam? ..” tanya Putra pada Sam saat pria paruh baya itu datang menemuinya yang sudah berganti pakaian. “Is it enough? ( Apakah cukup? ) ..”
“More than enough, Sir ( Lebih dari cukup, Tuan )” jawab Sam.
Putra pun mengangguk puas, setelah mendengar jawaban Sam.
“Please call Richard ( Tolong panggilkan Richard ), Sam.”
Setelahnya, Putra meminta Sam untuk memanggilkan pemimpin dari para anak buah kiriman Accursio yang telah menyertai Putra selama berada di Inggris sampai dengan saat ini.
“Yes, Sir.”
“Also Jules and Stan ( Juga Jules dan Stan )”
“Yes, Sir.”
**
“Yess, Boss?” Richard, Jules dan Stan telah datang ke hadapan Putra.
Putra menyodorkan selembar kertas kepada ketiga orang tersebut.
Dan Richard yang mengambil untuk menerima selembar kertas yang diberikan Putra padanya.
“You want us to vanish these people in this list, Boss? ( Apa anda menginginkan kami untuk memusnahkan orang-orang dalam daftar ini, Bos? )”
Richard sontak bertanya setelah ia menerima selembar kertas dari Putra itu, yang bertuliskan beberapa nama di dalamnya. Putra spontan mendengus geli selepas mendengar pertanyaan dari Richard barusan.
“You seems so excited vanishing people ( Sepertinya kau begitu bersemangat jika berurusan dengan menghabisi orang-orang ), hem?”
Putra berseloroh.
Sementara Damian, Garret, Hiz, Devoss serta Thomas yang juga sudah ada bersamanya ikut mendengus geli mendengar selorohan Putra pada Richard barusan.
“My job, Boss ( Pekerjaanku, Bos ) –“ jawab Richard yang tersenyum tipis. “To eradicate pests ( Untuk membasmi hama )”
Putra dan lima pria yang bersamanya pun terkekeh lagi.
**
“How many person that we have outside ( Ada berapa orang kita yang ada di luar? ), Thom?”
Putra dan lainnya kini sudah kembali ke dalam mode serius lagi.
“Main about ten ( Utamanya sekitar sepuluh ) ..” jawab Thomas.
“But if you need some more, then I will go to Birmingham to get as much as men you want, Boss ( Tapi jika anda membutuhkan lebih banyak lagi, maka aku dapat pergi ke Birmingham untuk mendapatkan orang sebanyak yang anda inginkan, Bos ) ..” timpal Richard.
“Chinese ( Orang-orang China )?” tanggap Putra seraya bertanya.
“Also Communists ( Juga para Komunis ) –“ sahut Richard. “But if you want people out of them, I have some friends at Edinburgh ( Tapi jika anda menginginkan orang-orang diluar itu, aku memiliki teman di Edinburgh )”
Putra kemudian mengangguk setelah mendengar penuturan Richard. “Where’s the ten? ( Yang sepuluh orang itu ada dimana? )”
Putra bertanya sambil menatap pada Thomas, juga Richard, Jules dan Stan.
__ADS_1
“London ..”
Putra pun mengangguk lagi.
Kemudian Putra mengatur penempatan siapa-siapa saja yang pergi dengannya, dan siapa-siapa saja yang tinggal di mansion.
******
“Sam ..”
Setelah selesai membagi tugas, Putra kembali memanggil Sam yang berdiri sigap tak jauh dari Putra karena memang Putra yang memintanya untuk tetap tinggal setelah memberikan informasi tentang stok bahan bakar yang ada di mansion Putra.
“Yes, Sir ( Iya, Tuan )”
Dan dengan sigap juga Sam menyahut, sambil melangkah sedikit dari tempatnya untuk lebih mendekat pada Putra.
Penunjukkan etika.
“You know the secret way that through to the river nearby don’t you? ( Kau tahu jalan rahasia yang tembus ke sungai terdekat bukan? ) ..”
Lalu Putra bertanya pada Sam yang langsung menjawabnya.
“Yes, I know, Sir ( Iya, saya tahu, Tuan )”
“Good ( Bagus )”
Putra menyahut.
“If we don’t comeback here until tomorrow night, or no news from us ( Jika kami tidak kembali kesini sampai besok malam, atau tidak ada berita apapun dari kami )—“
Putra menunjuk dirinya dan mereka yang akan pergi bersamanya beberapa saat kedepan.
“Until that time-then you bring everyone who stay, go from here through that way ( Sampai dengan waktu itu-maka kau bawa semua orang yang tinggal, keluar dari sini melalui jalur itu )”
“Yes, Sir.”
“You, Carol and you both daughters are include ( Kau, Carol dan putri kalian juga termasuk )”
“Yes, Sir.”
“Bring my father’s cars at there, right before we out from here ( Bawa kedua mobil ayahku kesana, tepat sebelum kami pergi dari sini ) ..”
“Yes, Sir.”
Kemudian Putra beralih pada Richard.
“Rich, Assign someone to go with Sam ( Tugaskan seseorang untuk pergi bersama Sam )”
“Yes, Boss.” Richard pun menyahut sigap.
“Alright then, better we go now ( Baiklah kalau begitu, kita pergi sekarang )” Putra bangkit dari duduknya.
“Thom ..”
Putra beralih pada Thomas sebelum ia melangkah.
“Yes, Boss ..”
“Try to call Sio again. And if success, try to reach me at London ( Cobalah untuk kembali menghubungi Sio. Dan bila berhasil, sambangi aku ke London )”
“Got that, Boss ( Aku paham, Boss )”
“And if everything happened just like what I have said, go to place where the plane we used to come here are located ( Dan jika semua terjadi seperti apa yang aku katakan tadi, pergilah ke tempat dimana pesawat yang kami gunakan kesini berada )”
Thomas pun mengangguk dan menyahut paham pada ucapan Putra barusan.
*
“Remember Richard, do not kill them ( Ingat Richard, jangan membunuh mereka )----“
Putra berbicara pada Richard, saat ia dan mereka yang akan pergi bersama dengannya telah berada di pekarangan mansion miliknya dan keluarganya itu.
“Yet ( Jangan dulu )----“
Lanjut Putra.
“But give them a horrible terror, and don’t forget to put ‘my message’ ( Tapi berikan mereka teror yang mengerikan, dan jangan lupa untuk membubuhkan ‘pesanku’ ) ..” titah Putra.
__ADS_1
**
To be continue ..