LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 178


__ADS_3

Happy reading ..


********************


Bruna sudah selesai di make up, rambutnya juga sudah di hair do dengan apik. Yang sudah dilakukan oleh para perias baik pada wajah dan rambut Bruna terlihat sempurna, hanya tinggal menambahkan kesempurnaan penampilan Bruna saat ini dengan sebuah gaun pengantin.


“You are so beautiful ( Kamu cantik sekali ), Bruna..”


Gadis memuji dengan tulus, yang memang sesuai dengan penglihatan Gadis tentang betapa cantiknya wajah Bruna saat ini.


“Thank you ( Terima kasih ), Gadis ...”


Bruna tersenyum cantik, serta nampak bahagia.


Lalu Bruna meletakkan kedua tangannya di bahu Gadis. “Forgive that I snapped you ( Maaf kalau aku tadi membentak mu ), hem? ..”


Bruna berkata dengan tulus.


“It’s okay ( Tidak apa-apa ), Bruna ...”


Gadis menyahut lembut dengan tersenyum tulus.


“You don’t feel offend, don’t you ( Kamu tidak tersinggung, kan ), Gadis?”


“Not at all ( Tidak sama sekali ), Bruna.....”


Gadis menggeleng serius.


“Thank you then .. ( Terima kasih kalau begitu ) ..”


Kemudian Bruna mengulas senyuman lagi.


Lalu Bruna sedikit menarik Gadis melalui bahu Gadis yang sedang ia pegang, dan mendudukkan Gadis di tempatnya duduk saat dirias tadi.


“Alright, now it’s your turn to be touched up by them... ( Baiklah, sekarang giliranmu untuk didandani oleh mereka )... And make you as beautiful as me ..... ( Dan membuatmu secantik diriku ) ....”


Kemudian Bruna tergelak. Sementara Gadis terkekeh. “*You are the most beautifu*l ( Kamu yang paling cantik ), Bruna....”


Gadis berucap dengan tersenyum selepas ia terkekeh.


“Both of us will be the most beautiful women today ( Kita berdua yang akan menjadi wanita tercantik hari ini )..”


Bruna tersenyum lebar, sembari menatap Gadis melalui cermin rias yang ada di hadapan Gadis.


Lalu Bruna berbicara pada staf perias untuk segera melakukan tugas mereka pada Gadis. Ketiga staf penata rias baik wajah dan rambut itu pun segera mengangguk dengan tersenyum pada Bruna, karena mereka sudah tahu dengan pasti apa yang harus mereka lakukan pada Gadis saat ini.


Ada pembicaraan sebelumnya antara Bruna dan para penata rias tersebut, yang tidak Gadis ketahui. “I leave you here ya, Gadis?.... I’ll go to wear my wedding dress ( Aku tinggalkan kamu disini ya, Gadis?... Aku akan memakai gaun pengantinku )....”


Bruna berucap pada Gadis yang langsung mengangguk dengan tersenyum pada Bruna.


Kemudian Bruna, yang tadi sedikit merundukkan tubuhnya saat berbicara dengan Gadis, menegakkan kembali tubuhnya itu dan hendak berjalan menuju satu ruangan kecil dalam ruangan tempatnya dan Gadis berada saat ini, untuk memakai gaun pengantinnya.


“Miss Bruna..... ( Nona Bruna )...” Seorang wanita masuk ke dalam ruangan tempat Bruna dan Gadis berada dan memanggil Bruna. Bruna menjeda langkahnya untuk pergi ke ruang ganti untuk mengenakan gaun pengantinnya, seraya menoleh ke arah suara dari orang yang memanggilnya barusan.


“Yes?...”


“I came here to check you and Miss Gadis, Miss Bruna ( Aku datang kesini untuk memeriksa anda dan Nona Gadis, Nona Bruna )”


Wanita yang baru masuk ke dalam ruangan itu langsung menghampiri dan bicara pada Bruna. Bruna pun langsung menyahut pada si wanita yang berpakaian rapih dan profesional tersebut.


“I just want to change... ( Aku baru saja mau ganti )...” Ucap Bruna dan wanita itu mengangguk seraya tersenyum. “There is still enough time right?... ( Masih ada waktu bukan? )...”


Wanita yang sedang berbicara itu mengangguk dan tersenyum. “Yes Miss, there is still more time before the ceremony started ( Iya Nona, masih ada cukup waktu sebelum upacaranya dimulai )...”


Bruna manggut-manggut.


“I’m here to check if you and Miss Gadis need anything else...”


“( Aku disini untuk memeriksa apakah anda dan Nona Gadis membutuhkan hal lainnya ) ...”


Wanita tersebut berucap lagi dengan sopan dan ramah pada Bruna. “I think all of things are enough ... ( Aku rasa semuanya sudah cukup ) ... You all do a good job... ( Kalian semua bekerja dengan baik )...”


“I’m glad to hear it, Miss Bruna ( Aku senang mendengarnya, Nona Bruna )”


Wanita itu menyahut dengan mempertahankan kesopanan dan keramahannya pada Bruna yang juga berlaku ramah padanya.


“By the way Miss Bruna, Mister Addison and Mister Putra leave this to me,  for you and Miss Gadis... ( Ngomong-ngomong Nona Bruna, Tuan Addison dan Tuan Putra menitipkan ini padaku untuk diberikan padamu dan Nona Gadis ) ...”


Wanita tersebut menyerahkan satu tas kecil berbahan bludru pada Bruna. Bruna pun menerimanya.


“I believe that these  jewels are  for you and Miss Gadis to wear, so both of you will look more perfect on your wed...”


“( Aku rasa ini perhiasan untuk anda dan Nona Gadis kenakan, jadi kalian semakin terlihat sempurna dalam balutan ga... )”


“Sstttt...”


Bruna langsung memotong ucapan wanita dihadapannya dengan desisan pelan, bermakna penekanan sembari melirik Gadis dengan ekor matanya, memberikan kode pada si wanita tersebut.


Dan wanita tersebut langsung saja menggigit bibir bawahnya sendiri dengan raut wajahnya yang terlihat sedikit memelas sambil memandang Bruna. “Sorry... ( Maaf ) ...” Ucap si wanita dengan pelan.


Lalu Bruna mengajak wanita tersebut untuk ikut bersamanya ke dalam ruang ganti. Wanita itu pun menurut dan berjalan patuh bersama Bruna yang memegangi pergelangan tangan si wanita. Sementara Gadis nampak tidak memperhatikan Bruna dan wanita yang tadi berbicara dengannya itu, karena mata Gadis yang sedang dirias itu nampak terpejam.


Gadis memang tidak terlalu memperhatikan interaksi Bruna dengan wanita yang tadi masuk ke ruangan mereka, selepas Bruna telah selesai dirias.


**


Beberapa menit berlalu ....

__ADS_1


“Rambutku biar digerai saja ....” Ucap Gadis pada seorang penata rambut yang sudah memegangi rambutnya untuk di hair-do. “Jangan dibuat ke atas ya?” Pinta Gadis. “Masa gaya rambut pengiring pengantin wanita sama dengan pengantinnya?”


“Biarkan kami melakukan tugas kami, ya Nona?”


Staf penata rambut yang sudah memegangi rambut Gadis tersebut, menyahut dengan ramah.


“Iya, justru itu aku katakan sebelum kamu menata rambutku ini.. karena sepertinya kamu akan membuat sanggulan pada rambutku....”


Gadis berucap lagi.


Si penata rambut yang sedang berinteraksi dengan Gadis itu mengulas senyuman.


“Kami ditugaskan untuk membuat anda tampil cantik seperti halnya Nona Bruna, Nona Gadis”


Si penata rambut itu berucap, sembari memulai tugasnya untuk menata rambut Gadis.


Gadis menggeleng dan tersenyum pada penata rambut tersebut lewat pantulan dirinya di cermin yang ada dihadapan Gadis.


“Tidak boleh menyaingi penampilan pengantin wanita....” Ucap Gadis bijak. “Buat saja tatanan rambutku sewajarnya para pendamping pengantin wanita pada umumnya ....” Sambungnya.


Gadis menegaskan dengan lembut keinginannya soal tatanan rambut pada penata rambut yang sedang memegangi rambutnya itu. Si penata rambut hanya menjawab dengan senyumannya.


“Mba, digerai saja dan ditata sedikit”


“Maaf, Nona Gadis, tolong menghadap lurus lagi ya?”


“Mba....”


Gadis menahan tangan satu penata rambut yang tampak sudah akan membuat tatanan rambutnya menjadi up-do, seperti tatanan rambut pengantin.


“Rambut saya digerai saja seperti yang saya bilang tadi, ya?”


“Dengan segala hormat dan mohon maaf Nona Gadis, tolong jangan ganggu kerja kami ya?”


“Tapi....”


“Gadis....”


Gadis tidak jadi melanjutkan ucapannya pada si penata rambut, karena suara Bruna, Gadis dengar memanggilnya.


Dan Gadis segera menoleh ke sumber suara berikut mereka yang berada didekat Gadis, dimana Bruna sudah nampak cantik dengan gaun pengantinnya.


“How beautiful you are, Miss Bruna .... ( Anda cantik sekali, Nona Bruna )....”


“Thank you .... ( Terima kasih )....” Bruna menyahut ramah pada para staf yang ada dalam ruangan yang baru saja memujinya.


“Oh Bruna, you look gorgeous! .... ( Kamu begitu anggun! )....”


Gadis ikut memuji penampilan Bruna yang memang benar nampak sangat anggun di mata Gadis. Gadis bahkan sampai terpana dibuatnya, dan berucap dengan meletakkan satu tangan di dadanya sendiri.


Bruna tersenyum lebar dan melangkah untuk mendekat pada Gadis yang masih terduduk di tempatnya itu.


“Thank you ( Terima kasih ), Gadis. But why you haven’t finish yet?.... ( Tapi kenapa kamu belum selesai? ).... Is there any problem?.... ( Apa ada masalah? )....”


Kemudian berucap dan bertanya pada Gadis sekaligus pada mereka yang sedang bertugas mendandani Gadis, baik wajah dan rambutnya.


Polesan di wajah Gadis sudah selesai. Sudah sesempurna riasan wajah Bruna, yang meskipun tidak tebal, dan berkesan natural, namun membuat Gadis dan Bruna nampak begitu cantik.


Toh memang Gadis dan Bruna sudah cantik adanya, jadi hanya sedikit polesan saja, wajah cantik kedua wanita tersebut bertambah pesonanya.


“What’s wrong? ( Ada masalah apa? ) ....”


Bruna kembali bertanya.


Kemudian si penata rambut menjelaskan mengapa mereka belum menyelesaikan tatanan rambut Gadis.


“Just leave everything about your hair-do to them.... ( Percayakan saja pada mereka untuk tatanan rambutmu ) ....”


“But I don’t agree about how the way they want to do my hair .... ( Tapi aku tidak setuju dengan bagaimana mereka mau menata rambutku ).... How’s the bridemaid hair-do .... ( Masa tatanan rambut pengiring pengantin ) ....”


Gadis menggantungkan kalimatnya, saat mata Gadis menangkap seperti ada yang terlihat aneh pada penampilan Bruna.


Bukan ada sesuatu yang dirasa tidak sedap dipandang, melainkan ada yang rasanya janggal di mata Gadis. “Bruna .... your wedding dress.... ( Bruna .... gaun pengantinmu )....”


“The wedding dress that I choose.... ( Gaun pengantin yang aku pilih ) ....” Sambar Bruna. Ia tersenyum penuh arti pada Gadis yang menatapnya heran.


“But, the wedding dress that.... ( Tapi, gaun pengantin yang )....”


“For you .... ( Untukmu ) ....”


“Hah?!”


Didetik dimana Gadis benar-benar keheranan dengan maksud ucapan Bruna, Bruna menepuk kan tangannya dan beberapa orang yang tadi bersamanya di ruang berpakaian segera keluar dari sana dengan mendorong sebuah manekin kayu dimana sebuah gaun pengantin desain vintage seperti yang Bruna kenakan namun berbeda model, tergantung dengan indahnya pada tiang kayu beroda tersebut.


“Don’t you like it since the first time you saw it? .... ( Bukankah kamu menyukainya dari sejak awal kamu melihatnya? )....”


Bruna berucap dengan wajahnya yang sumringah pada Gadis yang masih nampak keheranan.


“How.... ( Bagaimana )....”


“I know Gadis .... ( Aku tahu Gadis ) ....”


Gadis menatap Bruna dengan tatapan ketidak pahaman.


“I know if you fell in love to this wedding dress when you accompany me to fit in that day.... me and Anth actually, who realized how much you like this dress .... so I save it for you.... ( Aku tahu kamu jatuh cinta pada gaun pengantin ini saat kamu menemaniku untuk mengepas gaun hari itu.... aku dan Anth sebenarnya, yang menyadari betapa kamu sangat menyukai gaun ini.... jadi aku menyelamatkannya untukmu )....”


Bruna tersenyum teduh sembari menatap Gadis yang nampak terharu. “Oh Bruna....” Gadis bangkit dari duduknya. “Thank you ( Terima kasih ) ....”

__ADS_1


“You welcome Gadis.... ( Sama-sama Gadis ) ....”


Bruna berucap lembut pada Gadis yang baru saja memeluknya.


Gadis terharu, hingga matanya sudah berkaca-kaca atas perhatian Bruna yang begitu peduli padanya.


“I’m sorry if I bothered you ( Aku minta maaf jika merepotkanmu ) ....”


“Not at all Gadis. Beside Putra who was paid for it ( Tidak sama sekali Gadis. Lagipula Putra yang membayarnya )”


Bruna terkekeh kecil. Begitu juga dengan Gadis.


“Thank you. It is true, that I wish to wear this wedding dress when Putra marry me on .... ( Terima kasih. Memang benar, jika aku berharap bisa memakai gaun pengantin ini saat Putra menikahiku su ) ....”


“Now you don’t have to wish anymore ( Sekarang kamu tidak perlu berharap lagi ), Gadis....” Bruna kembali menyambar sebelum Gadis menyelesaikan kalimatnya. “You will wear it.... on this time ( Kamu akan memakainya .... saat ini )”


Didetik yang sama Gadis menoleh aneh pada Bruna yang memegang lengan Gadis sembari tersenyum penuh arti pada Gadis. “What do.... ( Apa maksud ) ....”


“I’m not the only one Bride today.... But also you ( Aku bukan satu-satunya Pengantin Wanita hari ini .... Tapi kamu juga )” Ucap Bruna. “Not only me and Ad who will get marry today ( Tidak hanya aku dan Ad yang akan menikah hari ini ) ....”


Bruna langsung menyambung ucapannya sebelum disela Gadis.


“But also Putra, and you .... ( Tapi juga Putra, dan kamu ) ....”


“WHAT?! ( APA?! )”


***


Flashback.....


Pada suatu waktu ....


“Me and Bruna will probably marry on this month... ( Aku dan Bruna kemungkinan akan menikah dalam bulan-bulan ini )...”


Itu Addison yang berbicara pada anggota keluarganya yang sedang bersama Addison dan Bruna yang nampak tersenyum bahagia saat ini.


“Congratulation ( Selamat )” Dan senyuman lebar serta ucapan selamat berikut pelukan pun sampai pada Addison dan Bruna.


Lalu obrolan santai berlanjut setelahnya.


***


“Putra...”


“Yes, Ad?”


“Me and Bruna want to say something to you ( Aku dan Bruna ingin mengatakan sesuatu padamu ) ..”


“Talk then ( Bicara saja kalau begitu )”


“But before, where is Gadis?.. ( Tapi sebelumnya, dimana Gadis? )..”


“At our room with Anth to change. Why? ( Di kamar kami bersama Anth sedang berganti pakaian. Kenapa? )”


“I want to talk about her ( Aku ingin bicara tentangnya )..”


“What is it? ( Ada apa? )..”


“When you are going to marry her? ( Kapan kamu mau menikahinya? ) ..”


“After you and Ad of course, why?.. ( Setelah kau dan Ad, kenapa memangnya? )”


“Want to know my Idea? ( Mau tahu ideku? )..”


“What idea, Bru? ( Ide apa, Bru? ) ..”


“Your marriage and Gadis .. ( Pernikahanmu dan Gadis ) ..”


“.........”


“Make it in the same day with my marriage and Ad ( Jadikanlah itu dihari yang sama dengan pernikahanku dan Ad )”


“What?! ( Apa?! )”


“Surprise her!.. ( Berikan dia kejutan! )..”


Flashback off.....


***


“I’m not the only one Bride today.... But also you ( Aku bukan satu-satunya Pengantin Wanita hari ini .... Tapi kamu juga )” Ucap Bruna. “Not only me and Ad who will get marry today ( Tidak hanya aku dan Ad yang akan menikah hari ini ) ....”


Bruna langsung menyambung ucapannya sebelum disela Gadis.


“But also Putra, and you .... ( Tapi juga Putra, dan kamu ) ....”


“WHAT?! ( APA?! )”


Jangan ditanya bagaimana wajah Gadis saat ini setelah mendengar ucapan Bruna barusan.


“You heard what I just said Gadis, you also get marry today..... ( Kamu dengar apa yang baru saja aku katakan Gadis, kamu juga akan menikah hari ini ).....”


‘Oh Tuhan ..... aku mau pingsan!’


Gadis seketika limbung.


***

__ADS_1


To be continue ...


__ADS_2