LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 308


__ADS_3

Happy reading...


*************


London, Inggris,


Putra masih tersambung disaluran telepon dengan Anthony.


Pria itu Sudah merasa lega, karena Anthony sudah mulai tenang kembali sekarang. Dan Putra masih dengan sabar membiarkan Anthony yang belum menunjukkan tanda-tanda untuk mengakhir sambungan telepon mereka. Tapi Putra biarkan saja seperti itu, sampai Anthony sendiri yang ingin mengakhiri pembicaraan mereka.


“Now tell me, why still wake up at this time and eavesdropping to Padre, Madre and Opa conversation? ...... I thought that you guarding Mama ( Sekarang katakan padaku, kenapa masih terjaga di jam seperti ini dan menguping pembicaraan Padre, Madre dan Opa? ...... Aku pikir kamu sedang menjaga Mama )?”


Putra mengajukan pertanyaan, karena penasaran juga pada Anthony yang masih terjaga dijam seperti ini waktu Indo-yang walaupun sudah terhitung pagi, namun masih sangat terlalu pagi bagi Anthony untuk bangun tidur.


“I didn’t mean to eavesdropping Padre, Madre and Opa conversation ( Aku tidak bermaksud untuk menguping pembicaraan Padre, Madre dan Opa ), Papa.”


“Then?” tukas Putra seraya bertanya lagi.


“I was heard they’re talking when me and Mama want to go the kitchen because I’m a little bit hungry after Mama ( Aku mendengar mereka berbicara saat aku dan Mama hendak pergi ke dapur karena aku sedikit lapar setelah Mama )-“


Dan Putra mendengarkan dengan sabar Anthony yang memberikan jawabannya atas pertanyaan Putra.


Namun Putra mengernyit kecil, saat ia merasa jika Anthony menggantungkan kalimatnya, dimana Putra mendengar Anthony menggumam diseberang telepon dan bicara pada seseorang didekatnya. “Anth?-“


“Yes ( Ya ), Papa?...”


“What is it?” tanya Putra. “Is Mama Gadis with you now? ( Apa Mama Gadis sedang bersamamu sekarang? )”


Dan jawaban Anthony atas pertanyaannya barusan membuat Putra menarik sudut bibirnya.


“I bet she is as worry as you.”


“( Aku yakin dia sama khawatirnya seperti dirimu )”


Kemudian Putra berucap seperti itu, karena ia tahu bagaimana sifat ‘Gadis’nya.


Jika Anthony begitu khawatirnya sampai anak angkat tercintanya menangis seperti tadi, pasti Gadispun kurang lebih sama.


Seketika rasa rindu yang ada di hati Putra pada Gadis, kini Putra rasakan lagi. ‘Ingin sekali aku mendengar suaranya,’ batin Putra yang berharap.


***


Putra kembali tersenyum ditempatnya setelah mendengar jawaban Anthony yang tepat seperti perkiraannya.


“Too worry and sad, untill Mama was screaming at her sleep ( Terlalu khawatir dan bersedih hati, sampai-sampai Mama berteriak didalam tidurnya )----”


Namun perkataan Anthony berikutnya membuat Putra sedikit terperanjat.


“She what ( Dia apa )?-“ potong Putra.


Mereka yang ada didekat Putra yang sedang berbicara di sambungan telepon itu, spontan langsung memperhatikan Putra yang mereka sadari sedikit terperanjat.


Damian bertanya pada Putra tanpa suara, dan Putra hanya mengangkat tangannya pada Damian, karena Anthony bicara lagi. Damianpun mengangguk.


Lalu Damian kembali lagi ke posisinya semula, yang duduk landai disebuah kursi kayu. Dan Putra kembali fokus untuk mendengarkan Anthony bicara diseberang telepon.


***


“Mama was screaming on her sleep and cry a river until she snapped up-“( Mama berteriak dan menangis sejadi-jadinya dalam tidur, sampai ia tersentak bangun )-“


“Oh my ( Ya ampun )...” kesah Putra dalam gumaman sambil ia mendengarkan kelanjutan ucapan yang berupa penjelasan panjang lebar dari Anthony. “Is Mama Gadis okay now ( Apakah Mama Gadis sudah baik-baik saja sekarang )?”


Putra bertanya kemudian, karena ia merasa sedikit khawatir jika Gadis sampai bangun dengan berteriak dalam tidurnya.


***


“Mama is okay now Papa ( Mama sudah baik-baik saja sekarang Papa )”

__ADS_1


“Glad to hear it ( Senang mendengarnya )-“ sahut Putra. ‘I really want to talk with Gadis right now ( Aku benar-benar ingin bicara dengan Gadis sekarang )’ batin Putra.


Namun ia tak tega rasanya untuk menginterupsi Anthony yang masih nampak belum bosan bicara dengan Putra. Jadi Putra menahan saja lagi keinginannya untuk bisa berbicara dengan Gadis.


“Oh by the way Papa, I’m going to have little sister and brother ( Oh ngomong-ngomong Papa, aku akan memiliki adik kecil )! .....” ucap Anthony antusias.


“Ha?” Putra terperangah. Namun kemudian ia tersenyum. “So Madre is pregnant ( Jadi Madre sedang hamil )?” tanya Putra kemudian.


“Mama Gadis who is pregnant Papa ( Mama Gadis yang sedang hamil Papa )-“


“WHAT?!” dimana koreksian Anthony atas ucapan Putra itu membuat Putra memekik kencang sampai ia bangkit dari duduknya.


“*S*t Putra!”


Dan yang berada didekat Putra pun kontan mengumpat akibat ikutan kaget mendengar pekikan Putra.


Lalu Damian, Garret, Devoss, Hizkia dan Yona pun bangkit dari tempat mereka dan langsung memandang dengan tatapan penuh tanda tanya pada Putra yang menghiraukan mereka.


“What’s wrong ( Ada masalah apa ), Putra?!”


Garret yang langsung mendekat pada Putra itu langsung saja bertanya.


Putra dengan cepat mengangkat satu tangannya dan menunjukkan telapaknya ke arah Garret.


“Repeat ( Ulangi )-“ desis Putra kemudian yang nampak sangat fokus bertelepon. “Repeat what you said ( Ulangi apa yang kamu katakan tadi ), Anth .....” gugu Putra.


Dimana Garret dan lainnya saling lempar tatap, karena belum mengerti ada apa. Soalnya tadi Putra memekik sampai bangkit dari duduknya, lalu sekarang Putra nampak tergugu. ‘What is it actually ( Ada apa sebenarnya )? .....’


Garret, Damian, Devoss, Hizkia dan Yona sama membatin, begitu juga Thomas yang sedang bersama mereka itu.


Lalu ke enam orang tersebut membiarkan Putra kembali berbicara di telepon, terkecuali Damian dan Garret yang tetap bertahan berdiri didekat Putra, sisanya kembali ke posisi masing-masing.


Namun mata mereka tetap fokus mengarah pada Putra.


***


Hati Putra rasa berdebar sekarang setelah mendengar ucapan Anthony. Rasa terkejut dan tak percaya bercampur di hati Putra sekarang.


Anthony yang mengatakan jika bukan Bruna yang hamil, melainkan Gadis-sungguh mengejutkan Putra. “Is that true ( Apa itu benar ), Anth? .....” tanya Putra memastikan.


“Yes ( Iya ), Papa.”


Sahutan dari Anthony pun terdengar.


“That’s what Madre said after Mama wake up after she was unconcious.”


“( Itu yang Madre katakan setelah Mama terbangun setelah tidak sadarkan diri )”


Wajah terkejut dan tidak percaya Putra setelah mendengar perkataan Anthony soal kehamilan Gadis, kini berubah khawatir karena mendengar ucapan Anthony barusan. “Mama got unconcious ( Mama sempat tidak sadarkan diri )? –“


Putra bertanya setengah frustasi.


“But how ( Tapi bagaimana bisa )? –“ sambung Putra yang kembali bertanya.


“Mama too worry about you ( Mama terlalu mengkhawatirkan dirimu ), Papa.”


Sahutan dari Anthony langsung terdengar, dan Putra menghela nafasnya juga dengan setengah frustasi.


“Do you want to talk with Mama, Papa ( Apa Papa ingin bicara dengan Mama )?” ucapan Anthony selanjutnya yang berupa pertanyaan itu membuat mata Putra kemudian berbinar.


“Y,es please,” sahut Putra.


“Hold on ( Tunggu ), Papa-“


“Wait, Anth .....”


Putra dengan cepat menyergah Anthony sebelum anak angkat kesayangannya itu menjauh dari telepon.

__ADS_1


“Yes Papa?”


Anthony langsung menyahut.


“Have you feel enough talking with me ( Apa kamu sudah merasa cukup berbicara denganku )?”


“Yes Papa-“


“Have you got everything I said to yo before ( Apa kamu memahami semua yang aku katakan padamu sebelumnya )?”


“Yes Papa, I can understand everything you said to me before ( Aku bisa memahami semua yang Papa katakan padaku sebelumnya )”


“Good.”


Putra tersenyum.


“Then promise me one thing ( Maka berjanjilah satu hal padaku ) .....”


Putra berbicara dengan tenang.


“Sure, Papa!” sahut Anthony. “What should I promise you ( Aku harus berjanji apa padamu )?”


Putra pun tersenyum setelah mendengar sahutan Anthony. “Promise me don’t ever feel sad and too much worry about me here ( Berjanjilah padaku jangan pernah merasa sedih dan terlalu khawatir tentangku disini )”


“......”


“Do you trust me ( Apa kamu percaya padaku )?”


“Yes Papa, I trust you ( Iya Papa, aku percaya padamu )” Anthony menjawab dengan tenang dan tanpa terdengar keraguan di nada suaranya.


“Good. You need to trust me that I will taking care of myself here, and never breaking my promise. I’ll be home as soon as possible, okay ( Bagus. Kamu harus percaya padaku jika aku akan menjaga diriku dengan baik disini, dan tidak akan mengingkari janjiku. Aku akan pulang secepatnya, oke )?”


“Okay Papa. I will pray so you, Daddy Dami, Daddy Garret and Uncle Dev, will be home soon and healthy ( Oke Papa. Aku akan berdoa agar Papa, Daddy Dami, Daddy Garret danUncle Dev, akan kembali ke rumah secepatnya dan sehat-sehat )-“


“Thank you, My Boy ..... Now can I talk to Mama Gadis ( Sekarang apa aku dapat berbicara dengan Mama Gadis )?” ucap Putra.


“Sure Papa!”


Anthony menyahut riang.


“You must be miss Mama that much, right Papa ( Papa pasti sangat merindukan Mama, iya kan )?”


Putra terkekeh kecil.


“Sure I miss her a lot, as I miss you ( Tentu aku sangat merindukannya, seperti aku merindukanmu ) .....”


“I love you, Papa!” ucap Anthony yang langsung mendapat balasan oleh Putra.


“I love you more, Anth –“


“By the way Papa, can I talk to Daddy Dami and Daddy Garret too after you finish talk with Mama ( Ngomong-ngomong Papa, bisakah aku bicara dengan Daddy Dami dan Daddy Garret juga setelah Papa selesai berbicara dengan Mama )?”


“Sure Boy ( Tentu saja Nak ) –“


Ucapan terima kasih dengan riang dari Anthony pun terdengar dari seberang telepon.


Dan terdengar lagi jika Anthony sedang berbicara pada seseorang.


Seseorang yang kemudian suaranya terdengar di seberang telepon menggantikan Anthony.


“Putra .....”


Suara yang Putra rindukan-berikut sosoknya, untuk Putra dekap dengan erat dan sesapi aroma tubuhnya lekat.


“Gadis, istriku sayang .....”


***

__ADS_1


To be continue .....


__ADS_2