LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 342


__ADS_3

Happy reading.....


☀☀☀


London, Inggris ....


“But Mister Jaeden also have Mister Kingsley Smith’s will and Mister Rery’s too ( Tetapi Tuan Jaeden juga memiliki surat wasiat Tuan Kingsley Smith dan juga Tuan Rery Christensen )....”-Jurnalis.


“Means need a further investigation to prove which one of the will that is real ( Itu artinya perlu penyelidikan lebih lanjut untuk membuktikan surat wasiat mana yang asli )....”-Jaeden.


“I don’t think that is necessary to do ( Aku rasa itu tidak perlu dilakukan )”-Putra.


“I think it should ( Aku rasa itu perlu )”-Jaeden.


“Mister Jaeden Zepeto, I heard you said that Mister Kingsley Smith had pointed you as the next beneficiary after Rery, if Rery has no heredity -- since Mister Kingsley Smith really cares about you---But if it so---How can you don’t know if every documents that Kingsley Smith and also Rery have or made, must have a signet on it to make it legitimate?---Like this---Only one in this world... And if all your documents that you claimed it is Mister Kingsley Smith himself who gave that to you, there must be mark of this signet on all of that documents.”


“( Tuan Jaeden Zepeto, aku dengar kau mengatakan jika Tuan Kingsley Smith telah menunjukmu sebagai ahli waris kedua setelah Rery, jika Rery tidak memiliki keturunan – karena Tuan Kingsley Smith begitu menyayangimu---Namun jika begitu---Bagaimana kau bisa tidak tahu jika setiap dokumen yang Kingsley Smith dan Rery miliki atau buat, harus disertai dengan stempel resmi untuk membuatnya sah?--- Seperti ini---Hanya satu di dunia... Dan jika semua dokumen yang kau klaim adalah Tuan Kingsley Smith sendiri yang memberikannya padamu, maka seharusnya ada tanda dari stempel ini pada semua dokumen tersebut )”


-( Putra )-


***


“Sure there’s no mark on that signet ( Yakin tidak ada tanda dari stempel itu ) –“


“You ( Kau ) ...” Jaeden terkejut sekali lagi saat Damian yang ia kenali sebagai anak dari orang kepercayaan Kingsley Smith setelah ayah kandung Putra tiada.


Damian tersenyum miring dan menatap remeh pada Jaeden, namun tatapan Damian cukup menusuk pada Jaeden.


“Because it was already on Rery’s hand before Mister KS and my Dad was dead. Ah I correction ( Karena itu sudah di tangan Rery sebelum Tuan KS dan ayahku meninggal dunia. Ah aku ralat ) –“ kata Damian, lanjut bicara sambil memandang tajam dan penuh pada Jaeden.


“...”


“Before you kil-led them ( Sebelum kau mem-bunuh mereka )”


Lalu tudingan menusuk juga dilontarkan oleh Damian kepada Jaeden yang nampak membola matanya kemudian.


***


“You may mind your words. Because your words will become an aspersion if you pointing my friend here without any evidence about that. And also we can sue you for a libel ( Sebaiknya anda memperhatikan kata-kata anda. Karena kata-kata anda itu dapat menjadi sebuah fitnah jika anda menuding temanku ini tanpa adanya bukti untuk itu. Dan juga kami dapat menuntut anda atas tuduhan pencemaran nama baik ) ...”


Seorang pria yang identitasnya diketahui dengan detail oleh Putra dan kawanannya, kemudian maju setelah Damian melemparkan tudingan seorang pembunuh pada Jaeden.


“Feel free to do that. Sue us. Let’s meet on the court ( Bebas saja untuk melakukan itu. Menuntut kami. Ayo kita bertemu di pengadilan ) ...”


Dan Putra yang langsung menghadapi pria tersebut, sambil ia menyungging miring.

__ADS_1


Menghadapkan dirinya pada Jaeden dan sekutunya yang berdiri berjarak dari ia dan kawannya, Putra berdiri tegak dan memandang tajam pada Jaeden dan sekutu – sekutunya tersebut.


“Then we’ll be so glad to show the real face of all of you who stand there ( Maka kami akan senang sekali untuk menunjukkan wajah asli kalian semua yang berdiri di sana ) –“ ucap Putra dengan lugas.


***


Suara kasak – kusuk dari kubu reporter dan jurnalis pun mulai terdengar, sambil para juru berita itu memandang bergantian pada pihak Putra dan pihak Jaeden --- menunggu untuk mendapatkan sesuatu yang besar lagi untuk media mereka masing – masing.


“But before that, sure I will make a charge to you ( Tapi sebelum itu, tentunya aku ingin membuat tuntutan padamu ), Jaeden Zepeto,” ucap Putra.


“A long and many charges ( Tuntutan yang panjang dan banyak ) .....”


Damian berkomentar sambil tersenyum remeh seraya meledek.


“Such as, what, Mister Hizkia ( Contohnya, apa, Tuan Hizkia )? .....”


Putra menimpali ucapan Damian.


“Some kinds of forgery, for an example ( Beberapa pemalsuan, sebagai contoh )”


Dan Hizkia lekas berucap sembari sedikit menyeringai selepas Putra memintanya bicara.


Putra dan lainnya, para saudara intinya juga ikut menyeringai seperti Hizkia sembari memandang ke arah dimana Jaeden dan sekutunya sedang berdiri nampak mulai salah tingkah.


“Especially a forgery of one crucial thing ( Terutama untuk satu hal yang sangat penting )” Putra menimpali ucapan Hizkia.


Sebuah foto Putra keluarkan dari dalam saku jaket tebalnya itu. Yang kemudian foto itu ia tatap sejenak sembari tersenyum memandanginya.


“Rery Christensen Kingsley Smith’s son is still alive ( Anak lelaki dari Rery Christensen Kingsley Smith masih hidup ) –“


“...”


“Very healthy  ( Sangat sehat )”


Kemudian Putra menunjukkan foto tersebut kepada para jurnalis dan reporter yang kini sedang sibuk membidik foto yang Putra tunjukkan itu dengan kamera yang mereka pegang.


Bahkan ada yang meminta ijin untuk maju agar dapat melihat dan memfotonya lebih jelas.


Meskipun para reporter dan jurnalis itu tidak pernah tahu bagaimana wajah dari cucu Kingsley Smith yang selama ini disembunyikan identitasnya oleh sang ayah, namun tetap saja para juru berita itu penasaran.


Putra kemudian menggerakkan tangannya lagi, dan Garret yang kini maju dengan beberapa lembar foto lain di tangannya. Dan Hizkia telah memegang satu berkas lain lagi, setelah yang sebelumnya ia berikan pada salah satu anak buah yang sedari tadi berada di sampingnya memgangi sebuah koper berkas.


“He lives with me now, after some people at Ravenna save him from assassination attempted by drowned him into the deep water, and tighted him ( Dia hidup bersamaku sekarang, setelah beberapa orang di Ravenna menyelamatkannya dari upaya pembunuhan dengan menenggelamkannya di perairan dalam, dan mengikatnya dengan ketat ) .....”


“You can’t accuse me carelessly with no prove, or, or witness ( Kau tidak bisa menuduhku sembarangan tanpa bukti, atau, atau saksi )”

__ADS_1


Lalu Jaeden menyambar untuk bicara, karena Putra mengucapkan kalimat tentang Anthony sambil menatapnya hingga membuat para juru berita itupun ikut memperhatikannya.


Putra mengulas senyuman tipis penuh arti selepas mendengar ucapan Jaeden yang sedikit gugup itu. “Do all of you hear me say it’s him who did that ( Apa kalian mendengarku mengatakan jika dia yang melakukannya )?”


***


“I’m just telling a short story how can Anthony, which is Rery’s biological son --- still alive until today ( Aku hanya menceritakan dengan singkat bagaimana Anthony, yang adalah anak kandung Rery --- masih hidup sampai dengan hari ini )”


Putra kembali berbicara dengan nampak terlihat santai.


“And for making all of you not asking me a stupid question if Anthony Christensen Kingsley Smith is true Rery Christensen Kingsley Smith son, here is I show to you a copy of his birth certificate and those photos since that boy was born until the latest ( Dan untuk membuat kalian tidak menanyakan hal yang bodoh padaku tentang kebenaran seorang Anthony Christensen Kingsley Smith sebagai anak kandung dari Rery Christensen Kingsley Smith, ini aku tunjukkan pada kalian salinan akte kelahiran dan beberapa foto dari sejak anak itu lahir hingga yang terbaru )”


Putra beralih kepada para juru berita, dimana Garret dan Hizkia berdiri tepat di sisi kiri dan kanan Putra sambil menunjukkan apa yang tadi Putra sebutkan perihal keabsahan Anthony sebagai anak kandung Rery.


“I think all of these are enough ( Aku rasa semua sudah cukup ) –“


“Mister Putra ( Tuan Putra ) –“


“I will give another clarify as soon as possible ( Aku akan memberikan lagi klarifikasi lain secepatnya ) ..”


Putra dengan cepat memotong ucapan dari para juru berita yang berusaha mengajukan pertanyaan padanya.


“All I want to say strickly is, that all those things that man said ( Hanya aku ingin tegaskan saat ini, bahwa semua yang dikatakan oleh pria itu ) ..”


Putra mengarahkan telunjuknya dengan tajam kepada Jaeden.


“About the full right of him as the ancestor of Kingsley Smith, are not true. Including the documents that he had shown to all of you --- all of that are fake ( Tentang hak penuh atasnya sebagai penerus dari Kingsley Smith, adalah tidak benar. Termasuk dokumen – dokumen yang tadi telah dia tunjukkan pada kalian --- semua itu palsu )”


“Someone who has a dominant role in this country will stand in front of you later to give his statement, to confirm and shown some of things that support our side --- proving all of documents at ours are the real and legal of course ( Seseorang yang memiliki pengaruh besar di negeri ini akan berdiri di hadapan kalian nanti untuk memberikan pernyataan, mengkonfirmasi dan menunjukkan beberapa hal yang mendukung pihak kamu --- membuktikan jika semua dokumen yang kami miliki adalah yang asli dan sah tentunya ) ..”


Damian angkat bicara dengan penuh keyakinan sambil berdiri tegak menatap pada para juru berita tersebut.


“Now all of you can make your own opinion about that guy ( Sekarang kalian semua dapat memiliki penilaian kalian sendiri tentang pria itu )”


Lalu Putra menimpali, sambil ia menatap ke tempat dimana wajah pria yang ia benci dengan sangat dan sekutunya berdiri --- sudah sukar dijelaskan dengan kata - kata.


“Jaeden Zepeto” ucap Putra dengan penekanan. “Is not more than just a fraudster ( Tidak lebih dari seorang penipu ) ..“


Dimana Jaeden dibuat jatuh harga dirinya oleh Putra dengan telak di hadapan para wartawan, dimana berita soal semua yang terjadi dalam konferensi yang menjadi bumerang tajam untuk Jaeden diyakini akan mencuat seantero negeri esok hari.


“How I enjoy this moment ( Betapa aku menikmati momen ini )” gumam Putra yang mana gumamannya itu didengar oleh para saudaranya, saat Jaeden dan para sekutunya kini sedang dicecar wartawan --- dengan wajah Jaeden yang sudah tak karuan ekspresinya.


“Let’s have some drinks first, before we chase those rats ( Ayo kita minum dulu, sebelum kita mengejar para tikus itu ) –“


☀☀☀

__ADS_1


To be continue .........


Terima kasih masih setia.


__ADS_2