LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 72


__ADS_3

Happy reading ....


đŸ”đŸ”đŸ”đŸ”đŸ”đŸ”đŸ”đŸ”


“I’m finish talking Papa ... ( Aku kan sudah selesai bicara Papa ) ..”


‘Oh Anth .. I also want to talk with Gadis again .. ( Ya ampun Anth .. Aku kan juga ingin berbicara dengan Gadis lagi )..’


“Gadis also said ‘bye-bye’ because she want to get back home as soon as possible Papa ( Gadis juga bilang ‘da-dah’ karena dia mau pulang ke rumah secepatnya Papa )”


‘Haish! ...’


Putra mendengus, tapi tak kuasa jika harus marah pada Anthony karena bocah kesayangannya itu tak memberikan Putra kesempatan untuk mendengarkan suara Gadis kembali. Putra pun melenggang lesu untuk menyusul Anthony yang sudah berjalan tanpa beban untuk kembali ke kamar mereka.


***


“Baiklah, terima kasih”


Putra yang masih penasaran karena sambungan telepon dari Gadis putus di Anthony, mencoba menghubungi Rumah Sakit tempat Gadis bekerja dengan harapan kalau Gadis masih ada disana.


Namun Putra rasanya kembali tidak beruntung, karena Gadis sudah keluar dari kantor para perawat di Rumah Sakit tersebut.


“Hish!” Putra mendesis sebal.


“Putra!”


“Hem?” Jawab Putra hanya dengan dehemannya dari tempatnya berada saat ini, yang duduk di kursi kerja.


“What’s wrong with that face?...... ( Kenapa dengan wajahmu itu? )......”


Itu Bruna yang datang menyambangi Putra diikuti  Damian, Garret dan Addison dibelakangnya.


“Nothing. ( Bukan apa – apa )”


Tentu saja Putra tidak mau mengatakan alasan dirinya yang bersungut ria karena belum puas berbicara dengan Gadis namun Anthony dengan enteng saja memutuskan sambungan teleponnya tanpa lagi menanyakan apakah dirinya masih mau berbicara dengan Gadis atau tidak.


“What is it?. ( Ada apa? )”


“About our plan for the crook that messed up with us ......”


“( Tentang rencana kita pada baj*ngan yang sudah mencari perkara dengan kita itu ) ......”


“Nothing’s change. I don’t want to see cockroach around me! ...... We must to get rid of bug, don’t we?. ( Tidak ada yang berubah. Aku tidak mau melihat ada kecoa disekitarku ...... Kita harus membasmi serangga, bukan begitu? )”


Putra sembari melangkah mendekati para saudara dan satu saudarinya yang duduk di sofa dalam ruang kerja yang merangkap perpustakaan kecil itu. Empat orang tersebut pun nampak manggut – manggut selepas Putra berbicara.


“Did Arthur called? I think I heard the phone was rang. ( Apa Arthur menelpon? Aku sepertinya mendengar telepon berdering )” Tanya Addison dan Putra langsung menggeleng.


“It wasn’t from Arthur...... ( Itu bukan dari Arthur ) ......”


“Danny? ...... But he supposed already on the flight, don’t he? ...... ( Tapi bukankah dia sudah seharusnya berada dalam penerbangan? ) ......”


“No, it also wasn’t from Danny ...... ( Bukan, itu juga bukan dari Danny ...... )”


“Then?. ( Lalu dari siapa? )”


“Gadis”


Empat orang yang sedang bersama Putra itu spontan sama – sama menatapnya.


“What? ...... I gave her our phone number here!...... ( Apa? ...... Aku memberikannya nomor telepon Villa ini ...... )”


“Ah! New couple! How can I forget it?!. ( Pasangan baru! Bagaimana aku bisa melupakannya?! )” Celetuk Damian.


Yang kemudian saling tatap sembari cengengesan dengan Garret.


“What thing that we haven’t know yet?. ( Apa hal yang belum kami tahu? )” Tanya Addison yang mewakili Bruna juga.


“I think the person who concerned, will tell you guys what was happened between him and Anth’s beloved nurse by himself”


“( Aku rasa orang yang bersangkutan, yang akan mengatakan pada kalian apa yang telah terjadi antara dirinya dan perawat kesayangan Anthony itu )”


Putra mendecih, sembari terkekeh kecil selepas Garret berbicara.


“So the sanctimonious Putra Adjieran Histon eventually acknowledge himself to Gadis, that he has a special feeling to her?. ( Jadi Putra Adjieran Histon yang munafik ini pada akhirnya mengakui pada Gadis, jika ia sebenarnya


memiliki perasaan yang khusus untuknya? )”


Bruna memicingkan matanya pada Putra.


“Hahaha!......”


“Heemmmm!!!......”


“Oh finally!. ( Akhirnya! )”


“Did she accept you?. ( Apa dia menerimamu? )”


“Of course she is!. ( Tentu saja iya! )”


“On a whim of herself or you pushed and threatened her?!...... ( Atas keinginannya sendiri atau karena kau memaksa dan mengancamnya?! ) ......”


Putra mendengus geli pada Bruna yang sedang mencecarnya itu.


“I’m asking seriously, okay?! .( Aku sedang bertanya serius, oke?! )” Bruna mendelik pada Putra. “Cause if it is, you pushed and threatened her, the relationship will not ge along!. ( Karena jika iya, kau memaksa dan mengancamnya, hubungan kalian tidak akan bertahan lama! )”

__ADS_1


“Heemmmm!!!......”


Putra menjawab dengan dehemannya saja argumen Bruna itu.


“Answer!. ( Jawab! )”


“Hish!”


“Putra!”


“Tsk!. Of course not my Dear sister, Brunaa ...... ( Tentu saja tidak saudariku tersayang, Brunaa ...... )”


Putra terkekeh kecil kemudian, diikuti tiga saudaranya yang lain, yang juga ikutan terkekeh setelah Bruna kembali duduk di tempatnya.


'Only pushed to kiss ( Hanya memaksa untuk mencium saja )...' Putra terkekeh dalam hatinya.


“Gadis is a good woman, you know??!!!!. ( Gadis itu wanita baik, tahu???!!!! )”


Bruna menegaskan.


“Even I haven’t a chance to talk a lot with her, I am sure that she is! ......”


“( Meskipun aku belum sempat mengobrol banyak dengannya, tapi aku yakin


kalau dia memang baik ) ......”


“Of course she is! ( Tentu saja dia wanita baik! )”


Putra langsung menyambar.


“Because if she’s not good enough in my eyes, she won’t win my heart!. ( Karena jika dia tidak baik di mataku, dia tidak mungkin memenangkan hatiku! )”


Kini Putra yang menegaskan. Membuat Bruna melengkungkan bibirnya keatas dengan sempurna. “Ugh, how sweet!. ( Manisnya! )”


“Cih!”


“Hahaha!!!”


“However, when both of you will get married?!”


“( Ngomong – ngomong, kapan kalian berdua akan melangsungkan pernikahan? )”


Putra mengalihkan pembicaraan.


“Depend on her. ( Tergantung padanya )”


Addison yang menjawab sembari menunjuk Bruna.


“Wait untill you guys finish the matter of the man who destroyed our garden finish, then we talk about it!. Beside, we still wait our new identity which is renewable is ready right? ...... ( Tunggu sampai urusan kalian dengan laki – laki yang sudah merusak perkebunan kita ini selesai, baru kita akan bicara lagi!. Lagipula, kita masih menunggu identitas baru kita yang diperbaharui itu jadi bukan? )”


“Good! ...... make it fast would you?. ( Bagus! ...... percepat saja setelah itu ya? )”


Putra berujar sembari menatap Bruna dan Addison.


“What?. ( Apanya? )”


Bruna dan Addison sama – sama bertanya.


“You guys wedding stupido!. ( Pernikahan kalian bodoh! )”


Putra berdecih kemudian, sembari menatap malas pada Bruna dan Addison, sementara Damian dan Garret terkekeh kecil.


“Right after we finish taking care of the cockroach name Baskoro, and Arthur finish to renewable our identity, you guys get married as soon as possible!. ( Tepat setelah kita selesai membereskan kecoa bernama Baskoro itu, dan Arthur selesai memperbaharui identitas kita, kalian berdua harus segera menikah! )”


Putra mengeluarkan tuntutannya pada Addison dan Bruna yang mengernyitkan dahi mereka.


“Why become so aficionado to our wedding? ...... ( Mengapa antusias sekali pada pernikahan kami? )......”


“Because I want to get married too!. ( Karena aku juga ingin menikah! )”


Ucapan Putra membuat ke empat orang yang bersamanya itu terperanjat, cukup terkejut.


“What?!. ( Apa?! )”


“Means?!. ( Maksudnya?! )”


Ke empat orang yang bersama Putra itu langsung mencecarnya.


“I already purposed Gadis!. ( Aku sudah melamar Gadis! )” Sahut Putra kemudian.


“Whaaaattt???......”


“Reallyyyy??? ......”


“Heemmmm!!!......”


“Hahahaha......”


“Not wasting your time, huuuuhhhhh???. ( Benar – benar tidak membuang waktu, huuuuhhhhh??? )”


“Of course I won’t!. ( Tentu saja aku tidak akan membuang waktu! )”


Putra menimpali.


‘For at least, I have another body to hold at night apart of Anth ...... ( Setidaknya, aku punya tubuh lain untuk dipeluk saat malam selain Anth )......’

__ADS_1


Putra dengan pikirannya.


‘Oh damned! I just can’t wait to take a bath together with Gadis...... ( Oh sial! Aku tidak sabar untuk mandi bersama dengan Gadis ......)’


****


Putra, Addison, Bruna, Damian dan Garret tetap berada di ruang kerja hingga waktu dilewati dengan berbagai macam obrolan. Langit yang biru di luar perlahan sudah mulai menjadi sedikit kelabu. Kelima orang itu pun menghentikan obrolan mereka dan mulai beranjak dari tempat mereka untuk kembali ke kamar dan bebersih diri sebelum waktu makan malam.


“Should I call Arthur?. ( Apa perlu ku hubungi Arthur? )” Tanya Addison pada Putra sebelum mereka keluar dari ruang kerja dan Putra menggelengkan kepalanya.


“No need. ( Tidak perlu )” Jawab Putra. “I gave him time until tomorrow. Beside, this Baskoro is a piece of cake! Me, myself can handle him that easy!. ( Aku memberikannya waktu sampai besok. Lagipula, Baskoro ini hanya hal kecil!


Aku sendirian bisa mengatasinya dengan mudah! )”


Addison pun manggut – manggut.


“Then what time we will ‘visit’ that crook at his place? ......”


“( Lalu kapan waktunya kita ‘mengunjungi’ baj*ngan itu di tempatnya? ) ......”


“Right after the dinner!. ( Tepat setelah makan malam! )”


****


“Permisi Tuan Putra, makan malam sudah siap” Pak Abdul menyambangi Putra yang sedang berada di kamarnya bersama Anthony dan nampak Putra sedang mengajarkan sesuatu pada bocah tersebut.


“Iya Pak Abdul, terima kasih. Apa yang lain sudah berada di ruang makan?” Tanya Putra.


“Belum Tuan. Saya baru memberitahukan pada anda” Jawab Pak Abdul dengan suara yang rendah dan sopan.


“Baiklah, biar saya saja yang sekalian memanggil mereka semua”


“Baik Tuan”


“Ah iya, Pak Abdul! ...” Panggil Putra sebelum pria setengah baya itu hendak pamit keluar dari kamar Putra.


“Iya Tuan Putra? ... Apa anda membutuhkan sesuatu? ...”


“Aku tadi meminta Suheil untuk melakukan sesuatu, apa dia sudah kembali?”


“Oh sudah Tuan” Jawab Pak Abdul. “Suheil bilang akan menemui anda setelah anda selesai makan malam”


“Katakan pada Suheil untuk menemuiku sekarang saja. Minta dia untuk datang ke ruang kerja”


“Baik Tuan”


“Nanti kau juga ikut bersama Suheil untuk berbicara denganku di ruang kerja”


“Baik Tuan”


“Ya sudah itu saja Pak Abdul”


“Kalau begitu saya permisi dulu Tuan Putra”


Putra mengangguk pada Pak Abdul yang kemudian undur diri.


****


“You guys can start the dinner first. ( Kalian makan saja duluan )”


Putra berkata pada semua orang, selepas mereka semua sudah dipanggil Putra untuk berkumpul di ruang makan karena makan malam sudah siap.


“And what do you want to do? ... ( Dan kau mau apa?... )” Tanya Garret.


“I would like to talk with Suheil and Pak Abdul. ( Aku ingin bicara dengan Suheil dan Pak Abdul dulu )”


“About that ... ( Tentang ) ...”


Garret tidak jadi meneruskan kata-katanya, karena Putra sudah mengkode untuk tidak membahas tentang urusan mereka itu, di hadapan Anthony.


Garret pun paham.


“You should start to teach us this country language Putra”


“( Kau seharusnya mulai mengajari kami bahasa negri ini Putra )”


Putra manggut-manggut menanggapi ucapan Damian barusan.


“Agreee... ( Setujuuuu... )” Anthony tahu-tahu menimpali dengan antusias.


Membuat semua orang yang bersamanya spontan terkekeh kecil. Putra mengusap pelan kepala Anthony seraya mengacak sedikit rambut bocah itu.


“Okay I will teach all of you later... ( Baiklah aku akan mengajari kalian semua nanti )...” Ucap Putra.


Anthony pun bersorak kecil setelah mendengar ucapan Putra.


“Alright... ( Baiklah )...”


Putra tidak meneruskan kata-katanya kala kedua telinganya menangkap suara deru mobil dari arah pekarangan depan Villa mereka.


Hingga membuat Putra langsung saling lempar tatap dengan para saudaranya.


****


To be continue ...

__ADS_1


__ADS_2