
Happy reading ....
đ”đ”đ”đ”đ”đ”đ”đ”
âIâm finish talking Papa ... ( Aku kan sudah selesai bicara Papa ) ..â
âOh Anth .. I also want to talk with Gadis again .. ( Ya ampun Anth .. Aku kan juga ingin berbicara dengan Gadis lagi )..â
âGadis also said âbye-byeâ because she want to get back home as soon as possible Papa ( Gadis juga bilang âda-dahâ karena dia mau pulang ke rumah secepatnya Papa )â
âHaish! ...â
Putra mendengus, tapi tak kuasa jika harus marah pada Anthony karena bocah kesayangannya itu tak memberikan Putra kesempatan untuk mendengarkan suara Gadis kembali. Putra pun melenggang lesu untuk menyusul Anthony yang sudah berjalan tanpa beban untuk kembali ke kamar mereka.
***
âBaiklah, terima kasihâ
Putra yang masih penasaran karena sambungan telepon dari Gadis putus di Anthony, mencoba menghubungi Rumah Sakit tempat Gadis bekerja dengan harapan kalau Gadis masih ada disana.
Namun Putra rasanya kembali tidak beruntung, karena Gadis sudah keluar dari kantor para perawat di Rumah Sakit tersebut.
âHish!â Putra mendesis sebal.
âPutra!â
âHem?â Jawab Putra hanya dengan dehemannya dari tempatnya berada saat ini, yang duduk di kursi kerja.
âWhatâs wrong with that face?...... ( Kenapa dengan wajahmu itu? )......â
Itu Bruna yang datang menyambangi Putra diikuti Damian, Garret dan Addison dibelakangnya.
âNothing. ( Bukan apa â apa )â
Tentu saja Putra tidak mau mengatakan alasan dirinya yang bersungut ria karena belum puas berbicara dengan Gadis namun Anthony dengan enteng saja memutuskan sambungan teleponnya tanpa lagi menanyakan apakah dirinya masih mau berbicara dengan Gadis atau tidak.
âWhat is it?. ( Ada apa? )â
âAbout our plan for the crook that messed up with us ......â
â( Tentang rencana kita pada baj*ngan yang sudah mencari perkara dengan kita itu ) ......â
âNothingâs change. I donât want to see cockroach around me! ...... We must to get rid of bug, donât we?. ( Tidak ada yang berubah. Aku tidak mau melihat ada kecoa disekitarku ...... Kita harus membasmi serangga, bukan begitu? )â
Putra sembari melangkah mendekati para saudara dan satu saudarinya yang duduk di sofa dalam ruang kerja yang merangkap perpustakaan kecil itu. Empat orang tersebut pun nampak manggut â manggut selepas Putra berbicara.
âDid Arthur called? I think I heard the phone was rang. ( Apa Arthur menelpon? Aku sepertinya mendengar telepon berdering )â Tanya Addison dan Putra langsung menggeleng.
âIt wasnât from Arthur...... ( Itu bukan dari Arthur ) ......â
âDanny? ...... But he supposed already on the flight, donât he? ...... (Â Tapi bukankah dia sudah seharusnya berada dalam penerbangan? ) ......â
âNo, it also wasnât from Danny ...... ( Bukan, itu juga bukan dari Danny ...... )â
âThen?. ( Lalu dari siapa? )â
âGadisâ
Empat orang yang sedang bersama Putra itu spontan sama â sama menatapnya.
âWhat? ...... I gave her our phone number here!...... ( Apa? ...... Aku memberikannya nomor telepon Villa ini ...... )â
âAh! New couple! How can I forget it?!. ( Pasangan baru! Bagaimana aku bisa melupakannya?! )â Celetuk Damian.
Yang kemudian saling tatap sembari cengengesan dengan Garret.
âWhat thing that we havenât know yet?. ( Apa hal yang belum kami tahu? )â Tanya Addison yang mewakili Bruna juga.
âI think the person who concerned, will tell you guys what was happened between him and Anthâs beloved nurse by himselfâ
â( Aku rasa orang yang bersangkutan, yang akan mengatakan pada kalian apa yang telah terjadi antara dirinya dan perawat kesayangan Anthony itu )â
Putra mendecih, sembari terkekeh kecil selepas Garret berbicara.
âSo the sanctimonious Putra Adjieran Histon eventually acknowledge himself to Gadis, that he has a special feeling to her?. ( Jadi Putra Adjieran Histon yang munafik ini pada akhirnya mengakui pada Gadis, jika ia sebenarnya
memiliki perasaan yang khusus untuknya? )â
Bruna memicingkan matanya pada Putra.
âHahaha!......â
âHeemmmm!!!......â
âOh finally!. ( Akhirnya! )â
âDid she accept you?. ( Apa dia menerimamu? )â
âOf course she is!. ( Tentu saja iya! )â
âOn a whim of herself or you pushed and threatened her?!...... ( Atas keinginannya sendiri atau karena kau memaksa dan mengancamnya?! ) ......â
Putra mendengus geli pada Bruna yang sedang mencecarnya itu.
âIâm asking seriously, okay?! .( Aku sedang bertanya serius, oke?! )â Bruna mendelik pada Putra. âCause if it is, you pushed and threatened her, the relationship will not ge along!. ( Karena jika iya, kau memaksa dan mengancamnya, hubungan kalian tidak akan bertahan lama! )â
__ADS_1
âHeemmmm!!!......â
Putra menjawab dengan dehemannya saja argumen Bruna itu.
âAnswer!. ( Jawab! )â
âHish!â
âPutra!â
âTsk!. Of course not my Dear sister, Brunaa ...... ( Tentu saja tidak saudariku tersayang, Brunaa ...... )â
Putra terkekeh kecil kemudian, diikuti tiga saudaranya yang lain, yang juga ikutan terkekeh setelah Bruna kembali duduk di tempatnya.
'Only pushed to kiss ( Hanya memaksa untuk mencium saja )...' Putra terkekeh dalam hatinya.
âGadis is a good woman, you know??!!!!. ( Gadis itu wanita baik, tahu???!!!! )â
Bruna menegaskan.
âEven I havenât a chance to talk a lot with her, I am sure that she is! ......â
â( Meskipun aku belum sempat mengobrol banyak dengannya, tapi aku yakin
kalau dia memang baik ) ......â
âOf course she is! ( Tentu saja dia wanita baik! )â
Putra langsung menyambar.
âBecause if sheâs not good enough in my eyes, she wonât win my heart!. (Â Karena jika dia tidak baik di mataku, dia tidak mungkin memenangkan hatiku! )â
Kini Putra yang menegaskan. Membuat Bruna melengkungkan bibirnya keatas dengan sempurna. âUgh, how sweet!. ( Manisnya! )â
âCih!â
âHahaha!!!â
âHowever, when both of you will get married?!â
â( Ngomong â ngomong, kapan kalian berdua akan melangsungkan pernikahan? )â
Putra mengalihkan pembicaraan.
âDepend on her. ( Tergantung padanya )â
Addison yang menjawab sembari menunjuk Bruna.
âWait untill you guys finish the matter of the man who destroyed our garden finish, then we talk about it!. Beside, we still wait our new identity which is renewable is ready right? ...... ( Tunggu sampai urusan kalian dengan laki â laki yang sudah merusak perkebunan kita ini selesai, baru kita akan bicara lagi!. Lagipula, kita masih menunggu identitas baru kita yang diperbaharui itu jadi bukan? )â
âGood! ...... make it fast would you?. ( Bagus! ...... percepat saja setelah itu ya? )â
Putra berujar sembari menatap Bruna dan Addison.
âWhat?. ( Apanya? )â
Bruna dan Addison sama â sama bertanya.
âYou guys wedding stupido!. ( Pernikahan kalian bodoh! )â
Putra berdecih kemudian, sembari menatap malas pada Bruna dan Addison, sementara Damian dan Garret terkekeh kecil.
âRight after we finish taking care of the cockroach name Baskoro, and Arthur finish to renewable our identity, you guys get married as soon as possible!. ( Tepat setelah kita selesai membereskan kecoa bernama Baskoro itu, dan Arthur selesai memperbaharui identitas kita, kalian berdua harus segera menikah! )â
Putra mengeluarkan tuntutannya pada Addison dan Bruna yang mengernyitkan dahi mereka.
âWhy become so aficionado to our wedding? ...... ( Mengapa antusias sekali pada pernikahan kami? )......â
âBecause I want to get married too!. ( Karena aku juga ingin menikah! )â
Ucapan Putra membuat ke empat orang yang bersamanya itu terperanjat, cukup terkejut.
âWhat?!. ( Apa?! )â
âMeans?!. ( Maksudnya?! )â
Ke empat orang yang bersama Putra itu langsung mencecarnya.
âI already purposed Gadis!. ( Aku sudah melamar Gadis! )â Sahut Putra kemudian.
âWhaaaattt???......â
âReallyyyy??? ......â
âHeemmmm!!!......â
âHahahaha......â
âNot wasting your time, huuuuhhhhh???. ( Benar â benar tidak membuang waktu, huuuuhhhhh??? )â
âOf course I wonât!. ( Tentu saja aku tidak akan membuang waktu! )â
Putra menimpali.
âFor at least, I have another body to hold at night apart of Anth ...... ( Setidaknya, aku punya tubuh lain untuk dipeluk saat malam selain Anth )......â
__ADS_1
Putra dengan pikirannya.
âOh damned! I just canât wait to take a bath together with Gadis...... (Â Oh sial! Aku tidak sabar untuk mandi bersama dengan Gadis ......)â
****
Putra, Addison, Bruna, Damian dan Garret tetap berada di ruang kerja hingga waktu dilewati dengan berbagai macam obrolan. Langit yang biru di luar perlahan sudah mulai menjadi sedikit kelabu. Kelima orang itu pun menghentikan obrolan mereka dan mulai beranjak dari tempat mereka untuk kembali ke kamar dan bebersih diri sebelum waktu makan malam.
âShould I call Arthur?. ( Apa perlu ku hubungi Arthur? )â Tanya Addison pada Putra sebelum mereka keluar dari ruang kerja dan Putra menggelengkan kepalanya.
âNo need. ( Tidak perlu )â Jawab Putra. âI gave him time until tomorrow. Beside, this Baskoro is a piece of cake! Me, myself can handle him that easy!. ( Aku memberikannya waktu sampai besok. Lagipula, Baskoro ini hanya hal kecil!
Aku sendirian bisa mengatasinya dengan mudah! )â
Addison pun manggut â manggut.
âThen what time we will âvisitâ that crook at his place? ......â
â( Lalu kapan waktunya kita âmengunjungiâ baj*ngan itu di tempatnya? )Â ......â
âRight after the dinner!. ( Tepat setelah makan malam! )â
****
âPermisi Tuan Putra, makan malam sudah siapâ Pak Abdul menyambangi Putra yang sedang berada di kamarnya bersama Anthony dan nampak Putra sedang mengajarkan sesuatu pada bocah tersebut.
âIya Pak Abdul, terima kasih. Apa yang lain sudah berada di ruang makan?â Tanya Putra.
âBelum Tuan. Saya baru memberitahukan pada andaâ Jawab Pak Abdul dengan suara yang rendah dan sopan.
âBaiklah, biar saya saja yang sekalian memanggil mereka semuaâ
âBaik Tuanâ
âAh iya, Pak Abdul! ...â Panggil Putra sebelum pria setengah baya itu hendak pamit keluar dari kamar Putra.
âIya Tuan Putra? ... Apa anda membutuhkan sesuatu? ...â
âAku tadi meminta Suheil untuk melakukan sesuatu, apa dia sudah kembali?â
âOh sudah Tuanâ Jawab Pak Abdul. âSuheil bilang akan menemui anda setelah anda selesai makan malamâ
âKatakan pada Suheil untuk menemuiku sekarang saja. Minta dia untuk datang ke ruang kerjaâ
âBaik Tuanâ
âNanti kau juga ikut bersama Suheil untuk berbicara denganku di ruang kerjaâ
âBaik Tuanâ
âYa sudah itu saja Pak Abdulâ
âKalau begitu saya permisi dulu Tuan Putraâ
Putra mengangguk pada Pak Abdul yang kemudian undur diri.
****
âYou guys can start the dinner first. ( Kalian makan saja duluan )â
Putra berkata pada semua orang, selepas mereka semua sudah dipanggil Putra untuk berkumpul di ruang makan karena makan malam sudah siap.
âAnd what do you want to do? ... ( Dan kau mau apa?... )â Tanya Garret.
âI would like to talk with Suheil and Pak Abdul. ( Aku ingin bicara dengan Suheil dan Pak Abdul dulu )â
âAbout that ... ( Tentang ) ...â
Garret tidak jadi meneruskan kata-katanya, karena Putra sudah mengkode untuk tidak membahas tentang urusan mereka itu, di hadapan Anthony.
Garret pun paham.
âYou should start to teach us this country language Putraâ
â( Kau seharusnya mulai mengajari kami bahasa negri ini Putra )â
Putra manggut-manggut menanggapi ucapan Damian barusan.
âAgreee... ( Setujuuuu... )â Anthony tahu-tahu menimpali dengan antusias.
Membuat semua orang yang bersamanya spontan terkekeh kecil. Putra mengusap pelan kepala Anthony seraya mengacak sedikit rambut bocah itu.
âOkay I will teach all of you later... ( Baiklah aku akan mengajari kalian semua nanti )...â Ucap Putra.
Anthony pun bersorak kecil setelah mendengar ucapan Putra.
âAlright... ( Baiklah )...â
Putra tidak meneruskan kata-katanya kala kedua telinganya menangkap suara deru mobil dari arah pekarangan depan Villa mereka.
Hingga membuat Putra langsung saling lempar tatap dengan para saudaranya.
****
To be continue ...
__ADS_1