LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 311


__ADS_3

Happy reading ..


“Jaga dirimu baik – baik,” tukas Putra saat kiranya ia akan menyelesaikan pembicaraannya dengan Gadis pada sambungan telepon. “Ingat kata – kataku tadi-“


“Iya-“ potong Gadis dan Putra tersenyum geli ditempatnya. “Pokoknya segera pulang setelah urusanmu disana selesai loh ya? ....”


Gadis berucap dengan nada manja kemudian.


Dan Putra tersenyum lagi di tempatnya.


“Tentu aku akan segera pulang,” jawab Putra. “Tapi kamu harus menyiapkan satu hal.”


“Apa itu?” tanya Gadis kemudian.


“Hadiah kepulanganku,” jawab Putra dengan cepat. “Dirimu, dari ujung rambut sampai ujung kaki.”


Gadis terkekeh kecil. “Dasar Papa Putra mesum..” katanya kemudian dan gantian Putra yang terkekeh.


“Aku mesum pada istriku sendiri,” balas Putra. “Bukan pada istri orang ataupun wanita lain—“


“Awas saja kalau sampai begitu!” sambar Gadis.


Putra terkekeh geli.


“Ya sudah ya, sekali lagi jaga dirimu baik-baik.”


“Iya.. Kamu juga Putra. Berhati-hatilah kamu disana ya?”


“Okay,” jawab Putra. “Aku juga titip Anth, serta calon anak kita—“


“Iya,” sahut Gadis. “Tapi soal kehamilanku kan belum pasti Putra?”


“Jika Bru mengatakan ada kemungkinan kamu sedang hamil, maka aku yakini itu benar.”


“Bru sehebat itukah? ..” tanya Gadis.


“Untukku ya,” jawab Putra cepat. “Dia sehebat itu ..”


Gadis tersenyum di tempatnya.


“Sungguh kakak yang baik ..” ucap Gadis kemudian.


“Ayah dan suami yang baik tidak?”


Putra langsung menuntut Gadis dengan satu pertanyaan.


Gadis tersenyum lagi di tempatnya. “Terbaik!” jawab Gadis.


Putra tersenyum lebar setelah mendengar jawaban Gadis yang berupa pujian dari seberang telepon.


***


“Setelah ini, tolong jangan lagi berpikir keras dan macam-macam yang mana itu adalah hal negatif tentangku disini. Tunggu saja dengan tenang kepulanganku kesana, karena aku pasti akan pulang,” ucap Putra.


Gadis pun mengiyakan. “Sekali lagi, jaga dirimu baik-baik disana ya?” pintanya kemudian. “Salamku untuk Dami dan Garret serta semua orang disana –“


“Genit sekali .. Menyalami semua orang disini yang sembilan puluh sembilan persen adalah pria –“


“Sembilan puluh sembilan persen? –“


“Hemm –“


“Berarti ada perempuan di dekat kamu?”


Gadis menyelidik.

__ADS_1


“Ada –“


“Berapa orang?”


“Satu.”


“Apa .. dia cantik? –“


“Cantik ..”


Tak ada sahutan dari Gadis setelah kata yang menggambarkan pujian keluar dari mulut Putra untuk seorang wanita yang kata Putra ada di dekatnya.


“Tidak perlu cemburu.”


Putra yang menyadari diamnya Gadis kemudian langsung bicara.


“Aku tidak cemburu,” tukas Gadis, dan Putra terkekeh kecil.


“Dia Yona. Adik angkatku dibawah asuhan Vader.”


“Benar dia adik angkatmu?”


“Iya, istriku sayang ..” jawab Putra.


“Ya sudah, aku percaya padamu kalau begitu, Putra.”


Putra tersenyum mendengarnya.


“Tidak ada yang akan menggantikan kamu di hati dan hidup aku Gadis. Tidak akan ada.”


***


Hingga beberapa saat berikutnya, Bruna telah menggantikan Gadis untuk berbicara dengan Putra, setelah Gadis dan Anthony merasa puas berbicara dengan Putra pada sambungan telepon.


Yang mana sebelumnya, telepon dikuasai Anthony yang ingin berbicara dengan Damian dan Garret karena bocah tampan itu mengatakan jika ia sudah mengantuk, sehabis menandaskan segelas susu dan beberapa potong biskuit.


“So, about your prediction about Gadis pregnancy (Jadi, tentang prediksimu atas kehamilan Gadis), Bru..” ucap Putra saat ia telah tersambung dengan Bruna. “Tell me about it (Katakan padaku tentang itu)” sambung Putra.


“Ya from my diagnose when Gadis got unconcious, I think she is .. Your beloved wife is pregnant now (Ya dari diagnosaku saat Gadis pingsan tadi, aku rasa iya .. Istri tercintamu itu sedang hamil sekarang ini) ..”


“I totally can’t believe it .. How blessed I am that I’m going to have a child from Gadis. Beside Anth, of course. My another blessed (Aku sungguh tidak percaya .. Betapa diberkatinya aku ini akan memiliki seorang anak dari Gadis. Selain Anth, tentunya. Keberkahanku yang lain) ..”


Putra nampak diliputi kebahagiaan.


Gurat bahagia juga terlihat kemudian di wajah Damian dan Garret yang tak beranjak dari tempat Putra berada setelah berbicara dengan Anthony, setelah mereka mendengar ucapan Putra barusan.


Sementara Bruna tersenyum hangat di tempatnya setelah mendengar ucapan Putra itu. Ikut bahagia, dengan kebahagiaan yang Putra rasa. Tanpa Bruna merasa iri atas kehamilan Gadis, disaat dirinya belum mendapatkan kesempatan itu.


“Well, even I’m sure with my diagnose of Gadis’s pregnancy, still she need to go to Hospital for a complete checked (Yah, meskipun aku yakin dengan diagnosaku atas kehamilan Gadis, tetap dia perlu untuk pergi ke Rumah Sakit dan melakukan pemeriksaan lengkap)—“


“.....”


“It’s already about few weeks, seems (Janinnya sudah beberapa minggu, sepertinya)”


Bruna lanjut bicara.


“I’m sure, but still feel fifty-fifty of Gadis pregnancy (Aku memang yakin, tapi tetap juga merasa kemungkinan lima puluh banding lima puluh atas kehamilan Gadis)”


Putra sedikit mengernyit. “What does that mean (Apa maksudnya itu)? ..” tanya Putra kemudian.


“Gadis supposed to be got some kind of craving in the first week of her pregancy (Gadis seharusnya mengalami yang namanya mengidam di minggu awal kehamilannya)”


“You mean like Madelaine who wants to eat some specifics food while she was has Anth in her stomach (Maksudmu seperti Madelaine yang mengingkan suatu makanan spesifik saat Anth berada di dalam perutnya)?”


“Yes (Iya) ..”

__ADS_1


Bruna lekas menyahut, dan Putra manggut-manggut di tempatnya. “And she hasn’t feel it (Dan dia belum merasakannya)? ..”


Lalu Putra bertanya.


“Not yet, from what I’ve seen (Belum, dari yang kulihat)” jawab Bruna.


“Please help her if she feel it already (Tolong bantu dia jika dia sudah merasakannya)”


“Ck!” Bruna langsung berdecak. “Don’t need to ask, sure I will help her, stupido (Tidak perlu meminta, tentu aku akan membantunya, bodoh)”


Putra pun terkekeh mendengar Bruna yang merutuknya barusan.


“However, you give permission for Gadis to go to the Hospital right (Bagaimanapun, kau memberikan ijin untuk Gadis pergi ke Rumah Sakit bukan)?”


Bruna memastikan.


“I really eager to make sure my prediction of Gadis’ pregnancy also, since I haven’t see her got annoyed with some thing (Aku sangat ingin memastikan prediksiku atas kehamilan Gadis juga, karena aku tidak melihat jika ia terganggu akan sesuatu)”


“And what does that mean (Dan apa maksudnya itu)? ..”


Putra segera bertanya lagi.


“Remember Rery suddenly hate the smell of cigar while Madelaine was pregnant (Ingat saat Rery tiba-tiba membenci bau cerutu saat Madelaine sedang hamil)?”


“Yes I remember (Iya aku ingat) –“ tukas Putra. “And because of that I’m sure your prediction of Gadis’s pregnancy was right (Dan karena itu aku jadi yakin jika prediksimu tentang kehamilan Gadis benar adanya)”


Putra melanjutkan ucapannya.


“Because I suddenly feel queasiness when I smelled mashed potatoes aroma, which is that is my favourite (Karena aku tiba-tiba merasa mual saat aku mencium aroma kentang tumbuk, yang mana makanan itu adalah makanan kesukaanku) –“


“Oh really? ..” tanya Bruna.


“Hem –“


“If that so, then you need to prepare (Jika memang seperti itu, maka kau harus bersiap-siap)”


Putra pun mengernyit selepas mendengar ucapan Bruna barusan. “For (Untuk)? –“


Bruna tak langsung menjawab, melainkan ia terkekeh kecil. Membuat Putra semakin mengernyit di tempatnya.


“Why (Kenapa)? ..”


Putra lantas bertanya.


“You will feel what Rery’s ever felt when Madelaine was pregnant (Kau akan merasakan apa yang Rery rasakan saat Madelaine sedang hamil)”


“What is that (Apa itu)?” spontan Putra bertanya.


“Couvade Syndrome,” jawab Bruna.


“Means (Artinya)?” Putra lantas bertanya lagi.


“Desease of husbands who loves their wife that much (Penyakit para suami yang sangat mencintai istri mereka)”


“.......”


“In other words, you the most who feel what Gadis supposed to feel of her pregnancy (Dalam kata lain, kau yang akan lebih merasakan apa yang seharusnya Gadis rasakan selama kehamilannya) –“


“.......”


“Morning sickness is the most common. Throw out badly every morning for example. Hard to get up from bed could be (Morning sickness umumnya. Muntah-muntah hebat setiap pagi sebagai contoh. Dan bisa saja sulit bangun dari tempat tidur) ..”


“Oh my ( Oh ya ampun ) –“


******

__ADS_1


To be continue ..


Thank you, and see you on the next part.


__ADS_2