LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 207


__ADS_3

Happy reading ..


**********


Netherlands


“Are we disturbing? ( Apa kami mengganggu? )....”


Putra bersama dengan Garret di belakangnya, membuka pintu ruang kerja pribadi Ramone, dimana di dalamnya ada Ramone, Bale dan Yonna yang nampak sedang berdiskusi.


“Such a polite leader! ( Sungguh pemimpin yang sopan! ) ...” Ledek Bale menanggapi ucapan Putra yang pria itu katakan saat ia membuka pintu ruang kerja Ramone barusan, sembari berjalan masuk.


Putra sontak terkekeh, begitu juga Bale sendiri, berikut Ramone, Garret dan Yonna.


“Well I have to show a good impression to the older leader and to both of you... my subordinates.”


( Ya aku harus menunjukkan kesan yang baik pada pemimpin yang lama dan pada kalian berdua... anak buahku )


Putra pun berseloroh, membalas ledekan Bale padanya barusan.


Kelima orang tersebut pun terkekeh bersama lagi.


****


“Is there any problem? ( Apa ada masalah? ) ....”


Putra bertanya pada Ramone, Bale dan Yonna dengan menggunakan bahasa Inggris, karena ada Garret bersama mereka.


Putra telah mendudukkan dirinya di kursi yang bersebrangan dengan kursi dimana Ramone duduk dibelakang meja kerjanya.


“Just a small thing will come maybe ( Hanya masalah kecil yang mungkin akan datang ) ....”


“Politie? ( Polisi? )”


Ramone, Bale dan Yonna mengangguk bersamaan setelah mendengar tebakan Putra.


“The obituary of Gijs, Henrick, Jacco, Douwe and Erwin is already up into the surface....”


( Berita kematian dari Gijs, Henrick, Jacco, Douwe dan Erwin sudah naik ke permukaan.... )


Ramone berucap.


“Quite fast, huh? ( Cukup cepat juga, Ya? )”


Putra pun langsung berkomentar.


“The news of Gijs death is up for the first time, since you ask some of our men to throw his body in front of the City Hospital ( Berita tentang kematian Gijs yang naik pertama kali, karena kau menyuruh beberapa anak buah kita untuk membuang jasadnya di depan Rumah Sakit Kota )”


Ramone kembali berucap.


“Too outspoken you know? ....”


( Terlalu terang-terangan kau tahu? .... )


Putra hanya mendengus geli saja, sambil tersenyum miring mendengar penuturan Ramone barusan. “Even so, I’m sure it would be hard for police to track the tire tracked of car that our men used. Right Bale? ( Meskipun begitu, aku yakin akan sulit bagi polisi untuk melacak jejak ban dari mobil yang orang kita gunakan. Benar kan Bale? )....”


Putra menoleh dan bertanya santai pada Bale yang kemudian manggut-manggut. “Ya I forgot to tell about, that we already made another tire track which can make police will get difficulties if they want to find out who kill Gijs from the tire tracks  ( Ya aku lupa mengatakan soal, kami yang sudah membuat jejak ban lain yang dapat membuat polisi akan kesulitan jika mereka ingin menyelidiki siapa yang membunuh Gijs dari jejak ban ) ....”


Lalu Bale menjelaskan panjang lebar pada Ramone dan Ramone pun langsung manggut-manggut.


“Beside, it’s quite dark when our men throw that guy body in front of the Hospital gate.”


( Lagipula, cukup gelap saat orang kita membuang jasad pria itu di depan gerbang Rumah Sakit ).


Garret ikut bersuara, dan Ramone kembali manggut-manggut.


“And it’s hard to recognize the car that our men used in that dark, even there are some of people that time, but I’m sure they’re not notice ( Dan pastinya sulit mengenali mobil yang orang kita gunakan dalam kegelapan seperti itu, meskipun ada beberapa orang, tapi aku yakin mereka tidak memperhatikan )”


Lalu Garret menyampaikan pendapatnya, yang langsung diiyakan oleh Putra dan Bale dengan anggukan.


“You never connected with Gijs right? ( Kau tidak pernah berhubungan dengan Gijs bukan? )” Tanya Putra pada Ramone.


“No,” jawab Ramone.


“Then why worried if police will come here and asked you about Gijs, if they’re never see you get close with that guy? I don’t think they will thought that it’s you who kill that guy.”

__ADS_1


( Jadi mengapa khawatir jika polisi datang kesini dan bertanya padamu tentang Gijs, jika mereka tidak pernah melihatmu dekat dengan pria itu? Aku rasa mereka tidak akan sampai berpikir bahwa kau yang membunuh pria itu )


Putra berbicara panjang lebar.


“And that’s true! Wasn’t me! ( Dan memang benar! Bukan aku! ).... But you ( Tapi kau )”


Ramone pun menukas santai sembari menunjuk Putra yang tersenyum geli kemudian.


“You supposed to thank me for that. ( Seharusnya kau berterima kasih padaku untuk itu )” Ucap Putra. “I already rid of bugs around you ( Aku sudah menyingkirkan hama yang ada di sekelilingmu  ) ....”


“Isn’t it your duty now to get rid those bugs in this fam, huh, Mister New Leader? ( Bukankah sekarang itu memang adalah tugasmu untuk menyingkirkan hama dalam keluarga ini, huh, Tuan Pemimpin Yang Baru? )....”


Putra mendengus geli saja atas selorohan Ramone, sembari ia tetap menyesap rokoknya, berikut kopi yang sudah diantarkan oleh dua orang maid untuk Putra dan Garret.


Karena minuman untuk Ramone, Bale dan Yonna sudah diantarkan terlebih dahulu.


“Consider if police don’t impeach Vader for the Gijs death... How about that the father and soon couple, also that two fckin’ old men?* ( Anggap jika polisi tidak mencurigai Vader atas kematian Gijs... Bagaimana dengan pasangan ayah dan anak, dan juga dua pria tua keparat itu? ) ....”


Itu Yonna yang bersuara seraya bertanya.


“Also if police find out that Gijs related to Henrick and Jacco, don’t it will make us seen as the manipulator of their death? ...”


( Juga jika polisi menemukan fakta bahwa Gijs berhubungan dengan Henrick dan Jacco, tidakkah itu akan membuat kita terlihat sebagai dalang dari kematian mereka? ... )


Yonna kembali bertanya.


“Jacco will be found dead, naturally ( Jacco akan ditemukan mati karena memang sudah takdirnya ) ...”


Putra yang kemudian bersuara untuk menjawab pertanyaan Yonna.


“Henrick, Douwe and Erwin...” Sambung Putra. “Was hang themselves ( Tewas gantung diri ) ....”


Putra memberikan pernyataan penuh arti pada Yonna.


“That’s call alibi, my dear little sister ( Itu disebut alibi, adikku sayang ) ...”


Putra menyunggingkan senyumnya kemudian.


“Did you get what I mean? ( Apa kau paham maksudku? )”


“Then if police come here to ask about them since they know that four person was part of us, and all of you just said, that they was not part of this fam anymore for quite long. Was kicked out for making big damage to our business. I will tell to all fam later the same thing. And if police get suspicious, with no evidences, there’s nothing they can do to us.”


( Jika polisi datang kesini dan bertanya tentang mereka karena tahu jika mereka adalah bagian dari kita, kalian semua hanya tinggal mengatakan, bahwa mereka bukan bagian dari keluarga ini lagi sejak beberapa lama. Sudah diusir karena membuat kerugian yang besar dalam bisnis. Aku akan mengatakan hal yang sama ini nanti pada anggota yang lain. Dan jika polisi curiga, tanpa ada bukti-bukti, tak ada yang bisa mereka lakukan pada kita )


Dan Garret, Ramone, Bale dan Yonna pun manggut-manggut bersama.


“What a brain you have, huh?... New Boss? ( Cerdas juga otak anda, ya?.. Bos Baru? )”


Bale berseloroh.


“That’s a simple and easy reason to think by my handsome brain ( Itu alasan yang mudah untuk dipikirkan otak tampanku ini ) .... And of course that alibi still reasonable to accept by those police ( Dan tentu saja alibi itu masih masuk akal untuk diterima oleh Polisi ). This handsome brain never dissapointed me, even it just have a small an easy idea ( Otak tampan ini tidak pernah mengecewakanku, meskipun hanya ide kecil dan mudah yang tercetus )”


Putra menimpali selorohan Bale.


“Don’t forget I’m smarter than you, beside way too handsome from you also, Jungleman!..”


( Jangan lupa kalau aku ini lebih pintar darimu, selain jauh lebih tampan darimu juga, Orang Hutan!.... )


Gantian Putra yang berseloroh sembari tersenyum jahil pada Bale.


“Ya, ya, ya ....”


Bale pun menyahut malas. Putra dan tiga lainnya terkekeh kemudian.


*****


“However Zoon, what thing Ad told you that make you look become wrath before you talked with Gadis? ( Ngomong-ngomong Nak, apa yang dikatakan Ad sampai kamu terlihat gusar sebelum kau bicara dengan Gadis? ) ....”


Ramone bertanya sembari menatap Putra dengan wajah yang menampakkan rasa penasaran.


Lalu Putra langsung menceritakan apa yang Addison katakan padanya perihal Jaeden yang hendak ke Ravenna untuk mencari jasad Anthony, dan juga Putra menceritakan rencananya.


Ramone, berikut Bale dan Yonna nampak serius mendengar setiap perkataan Putra. Sementara Addison yang sudah lebih dulu tahu hanya sekedar memperhatikan lagi tiap ucapan Putra. Ramone, Bale dan Yonna manggut-manggut kemudian selepas Putra selesai berbicara.


Dan baik Ramone, Bale maupun Yonna, tidak ada yang mencegah Putra dengan rencananya yang ingin menghadapi Jaeden di Ravenna. Termasuk juga Garret yang sama geramnya dengan Putra pada Jaeden. Jadi Garret mendukung penuh rencana Putra, tanpa komentar yang berusaha untuk menahan Putra selayaknya mereka yang berada di Villa.

__ADS_1


“So if it’s impossible, I need to borrow your chopper to reach Ravenna ( Jadi jika memungkinkan, aku ingin meminjam helikopter mu untuk sampai ke Ravenna ),” ucap Putra.


“Ya, sure ( tentu ).”


“I will prepare it then ( Aku akan menyiapkannya kalau begitu ).”


Bale berinisiatif. Dan Putra langsung mengangguk.


“How many men you want to take with you to Ravenna?”


( Berapa orang yang ingin kau bawa bersamamu ke Ravenna? )


“I’ve been thinking about Accursio ( Aku berpikir tentang Accursio ) ....” jawab Putra.


“Ah ya, you’re right. I’ll talk to him ( kau benar. Aku akan bicara padanya ) ....” kata Ramone.


“That if he’s willing ( Itu jika dia memang mau ) ....”


Putra menambahkan.


“I think he would prepare a red carpet when he heard that you want to meet him, even ask for his favour ( Aku rasa dia akan menggelar karpet merah saat dia mendengar kau ingin bertemu dengannya, bahkan meminta bantuannya ) ....”


Ramone pun menjawab dengan selorohan.


Dan Putra mendengus geli saja. Kemudian suara ketukan di luar pintu ruang kerja tempat Putra, Yonna, Garret, Bale dan Ramone terdengar tak berapa lama. Dimana Ramone pun langsung menyuruh orang yang mengetuk pintu tersebut untuk masuk.


( Noted: Percakapan yang sekiranya berbasis latar belakang bahasa Belanda, otor Indonesiakan yawgh. Ogah ribet, harap maklum. 😁).


“Maafkan saya Tuan, tapi para anggota keluarga sudah mulai berdatangan,” ucap pria yang tadi mengetuk pintu ruang kerja.


“Heem, baiklah. Dimana mereka?” tanya Ramone pada pria yang merupakan salah satu bodyguard yang diperbolehkan berada di dalam kediaman.


“Mereka langsung pergi ke aula Tuan,” jawab si bodyguard.


“Kalau begitu katakan kami akan segera menyusul.”


“Baik Tuan,” jawab si bodyguard lagi seraya undur diri dari hadapan Ramone dan mereka yang bersamanya.


“Kalian duluan saja,”


Itu Bale yang berucap dengan bahasa Belanda.


“Aku akan menyiapkan helikopter untuk Putra gunakan nanti,” sambung Bale.


“Tapi cari tahu terlebih dahulu, jika cuaca memang memungkinkan untuk melakukan penerbangan.”


Bale menanggapi saran Ramone yang juga menggunakan bahasa Belanda, dengan angguk-kan.


“Dari yang aku lihat sepertinya cuaca cukup bersahabat untuk melakukan penerbangan hari ini.”


Ramone pun manggut-manggut, termasuk Putra dan Yonna yang mengerti bahasa Belanda, karena sepertinya Bale terbawa untuk berbicara bahasa tersebut, karena bodyguard yang tadi menyampaikan informasi menggunakan bahasa dari negeri kincir angin tempatnya berada saat ini.


“Baiklah,” Jawab Ramone.


Lalu mereka yang sedang berada di ruang kerja pribadi Ramone itu mengayunkan langkah untuk keluar dari sana, dan bergegas ke aula, sementara Bale akan pergi untuk mengurus transportasi yang nanti akan digunakan oleh Putra dan Garret untuk bertolak dari Belanda.


“Telepon di kamarmu berbunyi,” ucap Putra secara spontan karena terdengar suara deringan yang berasal dari kamar Ramone.


“Biar Yonna yang terima,” kata Ramone. “Sebaiknya kau ikut denganku ke aula agar segala hal disini cepat selesai dan kau dapat secepatnya ke Ravenna.”


Putra pun mengangguk.


Lalu Putra, Ramone dan Garret mengambil arah jalan dalam kediaman yang berbeda dengan Yonna.


*****


“Putra!”


Putra yang baru mencapai lantai dasar kediaman Ramone segera menoleh saat mendengar suara Yonna yang berseru memanggilnya.


“A man name Hiz is calling, and he said that he want to inform you something about Jaeden ( Seorang pria bernama Hiz yang menelepon, dan ia mengatakan ingin berbicara padamu terkait tentang Jaeden )”


Dan Putra pun langsung saja bergegas untuk pergi ke kamar Ramone lalu menerima panggilan dari Hiz, seperti yang dikatakan oleh Yonna barusan. Karena jika Hiz sampai menghubunginya ke nomor rahasia Ramone yang memang ia beritahukan pada Hiz semalam, itu berarti sesuatu yang penting untuk dia dengar.


*****

__ADS_1


To be continue....


__ADS_2