
Happy reading....
...****************...
Sebuah mobil mewah berwarna coklat metalik dengan satu mobil lain yang berbeda tipe dan warna, sedang melaju dengan kecepatan sedang diatas bentangan jalanan di bawahnya.
Mobil mewah berwarna coklat metalik tersebut adalah mobil yang ditumpangi oleh Putra, Damian dan Garret berikut satu anak buah mereka yang bernama Ray, yang mengemudikan mobil tersebut.
Satu mobil lain di belakang mobil yang ditumpangi oleh Putra dan tiga lainnya adalah mobil yang berisikan dua orang anak buah dari Putra, Damian dan Garret yang menyertai kepergian tiga Tuan mereka menuju sebuah landasan udara.
Sebuah landasan udara komersial, namun bukan khalayak umum biasa yang dapat mempergunakan landasan udara tersebut.
Karena landasan udara tersebut adalah sebuah landasan udara yang dikhususkan untuk lalu lalang jet-jet elit baik milik pribadi ataupun sewaan.
Termasuk juga digunakan sebagai tempat parkir jet-jet elit yang merupakan milik pribadi seseorang ataupun jet-jet yang disewakan oleh sebuah perusahaan penyedia jasa pesawat eksklusif. Pun juga ada jet pribadi milik seseorang yang disewakan.
Yang jelas setiap pesawat yang parkir di landasan udara khusus tersebut, akan dikenakan biaya sewa yang sama khususnya.
Selain juga, biasanya landasan udara tersebut dipergunakan oleh para pejabat negara yang memilikinya tugas khusus yang menggunakan perjalanan udara.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"When ramone came here? (Kapan Ramone akan datang ke sini?)...."
Damian bertanya pada Putra saat mobil yang ia tumpangi dengan tiga pria lainnya dalam mobil tersebut telah masuk ke dalam sebuah landasan udara yang bersifat khusus, yang menjadi tujuan mereka.
"Well, seems that he's here already (Sepertinya dia sudah tiba)" jawab Putra seraya ia menunjuk ke satu atau.
Damian pun mengikuti kemana telunjuk berikut pandangan Putra mengarah dari posisinya. Lalu Damian manggut-manggut.
Mata Damian melihat lima mobil yang cukup mentereng. Dimana satu diantaranya sangat terlihat mentereng dari empat mobil lainnya yang memiliki tipe dan warna yang sama.
"And also seems that he has a good reputation here also (Dan sepertinya dia juga memiliki reputasi yang baik disini)" tukas Damian, dan Putra pun tersenyum tipis.
Bukan tanpa sebab Damian berkomentar seperti itu, karena memang dari sejak Ramone menjamu mereka untuk yang pertama kalinya setelah bertemu kembali dengan Putra di sebuah hotel mewah nan tersohor di Ibukota, sudah jelas terlihat jika Ramone seolah memiliki akses khusus sehubungan dengan keberadaannya di sebuah negeri kaya budaya, tempat Putra dan keluarganya memulai hidup baru mereka.
"Vader has a good relation with one of Big General here (Vader memiliki hubungan baik dengan seorang Jenderal Besar disini)" ucap Putra. "Old friend who has a symbiotic mutualism with him also (Kawan lama yang juga memiliki hubungan simbiosis mutualisme dengannya)"
Damian pun manggut-manggut. "I see (Seperti itu)" kata Damian kemudian.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"How are you (Apa kabarmu), Zoon?"
Ramone menyapa Putra yang sudah masuk ke dalam sebuah hangar bersama Damian dan Garret.
Ramone yang juga belum lama sampai di Ibukota negara tempat Putra dan keluarganya tinggal itu memanglah sengaja menunggu dulu Putra dan dua saudara lelakinya itu datang, sebelum dirinya pergi ke Villa tempat Putra tinggal.
"I'm good (Aku baik), Vader," jawab Putra atas sapaan ayah baptisnya yang kini sedang memeluknya ala lelaki dan Putra melakukan hal yang sama pada Ramone.
"How are you too my two sons? (Apa kabarnya kalian juga dua anak lelakiku?)"
Ramone juga menyapa Damian dan Garret, serta memberikan pelukan ala lelaki kepada keduanya seperti yang ia lakukan pada Putra yang sedang menyapa tiga orang lain yang dikenalnya, yakni Arthur, Devoss dan Frans selain beberapa anak buah yang menyertai Ramone dari Belanda yang Putra juga kenali.
Mereka yang datang bersama Ramone dari Belanda sudah tahu perihal Putra yang adalah pengganti Ramone dalam kursi kepemimpinan Ramone di Belanda. Kepala Keluarga yang baru.
Jadi anak beberapa pria yang menyertai Ramone dari Belanda itu memberi salam hormat pada pemimpin baru mereka itu. Putra.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Here (Ini)" Ramone menyerahkan sebuah map yang barusan ia terima dari Devoss.
Devoss adalah orang kepercayaan Ramone selain Frans yang bertugas mengurusi segala hal di luar Belanda, Karena untuk segala hal yang ingin Ramone urus di negeri kincir angin tersebut Ramone akan dibantu oleh Yonna dan Balin alias Bale.
Putra segera menerima map yang Ramone sodorkan padanya tanpa bertanya. Dimana Putra langsung membuka map tersebut untuk melihat isi dalam map tersebut.
Wajah Putra nampak serius memperhatikan sekaligus membaca beberapa lembar kertas yang ada di dalam map yang diberikan oleh Ramone padanya itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"All 'additional stuffs' is inside the plane that you guys will use (Semua 'barang tambahan' ada didalam pesawat yang akan kalian gunakan)"
Ramone bicara pada Putra, Damian dan Garret. Setelah Putra sedikit berbicara pada Arthur sekaligus membubuhkan tanda tangannya pada beberapa lembar berkas yang Arthur bawa.
Ketiga pria tersebut mengangguk, menanggapi ucapan Ramone barusan.
"And how about that m**ther***ker? Was Putra's plan according Accursio walked as what expecting? (Lalu bagaimana mengenai keparat itu? Apakah rencana Putra yang melibatkan Accursio berjalan sesuai yang diharapkan?).."
Garret bersuara untuk bertanya, saat ia Putra dan Garret berikut Devoss yang ditugaskan Ramone untuk menemani Putra ke Inggris sudah hendak akan masuk ke dalam pesawat yang akan mereka gunakan, yang telah dipersiapkan Ramone secara khusus.
__ADS_1
Ramone memiliki satu bisnis penyewaan jet elit di negeri tempat mereka berada saat ini, jadi Ramone dapat mempersiapkan pesawat yang akan digunakan Putra dan rombongan yang akan berangkat ke Inggris, termasuk untuk saat mereka akan kembali ke Indo.
Dimana pesawat yang merupakan satu jet elit milik Ramone itu akan standby di Inggris selama Putra belum selesai dengan urusannya disana.
"Well, Accursio was already at Ravenna since two days ago. And fish, has bite the bait (Accursio sudah berada di Ravenna sejak dua hari yang lalu. Dan ikan, telah menggigit umpannya)"
Ramone menjawab pertanyaan Garret dengan tersenyum, lalu ia melirik Putra yang tersenyum miring dan tipis setelah mendengar ucapan yang merupakan pemberitahuan dari ayah baptisnya itu.
"Seems that he really curious with you (Sepertinya dia sangat penasaran padamu).."
Damian berkomentar dan Putra menyungging remeh.
"Heh, of course he's been curious with me because he wants to know whether I know something about Rery's will which it can lead him for access of all Kingsley wealthy!"
(Heh, tentu saja dia Penasaran denganku karena ia ingin tahu apa aku mengetahui sesuatu tentang warisannya Rery yang mana bisa menuntunnya kedalam akses semua kekayaan Kingsley!).
Putra berucap sinis.
Sisanya manggut-manggut.
"When he left England? (Kapan dia meninggalkan Inggris?)"
Kini Putra bertanya pada Ramone yang mana Ramone paham tentang siapa yang Putra maksud.
"He'll arrive at Italy when you guys arrived at England (Dia akan tiba di Italia saat kalian tiba di Inggris)"
Devoss yang menjawab pertanyaan Putra dan Putra pun mengangguk. "Alright then (Baiklah kalau seperti itu)"
Setelahnya Putra serta semua yang akan menyertainya ke Inggris kemudian berpamitan untuk segera masuk ke dalam jet elit milik Ramone tersebut.
"We leave them in Villa to you (Kami titipkan mereka yang ada di Villa padamu), Vader," ucap Putra mewakili juga Damian dan Garret, pada Ramone yang langsung mengangguk.
"I Will. Don't you worry. I even will be delighted to risk my life for their safety (Tentu. Kau jangan khawatir. Aku bahkan dengan senang hati mempertaruhkan nyawaku untuk keselamatan mereka)"
"Thank you, Vader," sahut Putra.
Putra juga mengatakan hal yang sama pada Arthur dan Frans jika ia menitipkan mereka yang ada di Villa untuk dijaga selama Putra berikut Damian dan Garret sedang berada jauh dari Villa.
Dan tentunya, hal khusus yang minta pada Ramone adalah untuk lebih menjaga Gadis dan Anthony.
Karena Dua orang itu adalah yang paling berharga untuk Putra, dan Putra akan berada jauh dari Anthony dan Gadis untuk waktu yang tak pasti juga.
Namun tetap saja apa yang akan terjadi nanti, tak ada yang tahu.
Jadi pada keluarganya yang lain lah Putra meminta agar Anthony dan Gadis dijaga lebih ekstra.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"All things that you've been asked from Mister Accursio is already in the Salisbury Sir (Semua yang anda minta dari Tuan Accursio telah siap di Salisbury Tuan)"
Itu Devoss yang berbicara pada Putra saat ia berikut Putra, Damian dan Garret dan beberapa orang yang menyertai kepergian Putra ke Inggris saat jet elit milik Ramone yang bisa dianggap adalah milik Putra juga, sudah berada di udara.
Sejak Putra menerima posisi sebagai pengganti Ramone, semua hal yang berhubungan dengan Ramone, secara otomatis akan diambil alih oleh Putra, baik itu pekerjaan, daerah kekuasaan bahkan harta Ramone walau tidak secara keseluruhan.
Ada beberapa hal yang akan dibicarakan lebih lanjut dan lebih jauh oleh Putra nanti bersama Ramone, sehubungan dengan kerajaan milik Ramone yang berada di Belanda, dan di beberapa bagian Eropa.
Namun nanti, setelah urusan Putra dengan Jaeden selesai, jika Putra telah merasa jika ia sudah benar-benar membalas dendamnya pada Jaeden.
"Thanks (Terimakasih), Dev," ucap Putra pada Devoss yang barusan memberitahukannya informasi.
Devoss pun tersenyum pada Putra.
"You are very welcome Sir (Sama-sama Tuan)" Devoss membalas ucapan terima kasih Putra.
"No (Tidak), Dev. Just call my name without Sir (Panggil saja namaku tanpa embel-embel Tuan)" kata Putra.
Devoss tersenyum lalu menggeleng pelan.
"I'm not calling my Boss with only his name (Aku tidak akan memanggil Bosku hanya dengan namanya saja)"
Putra mendengus geli.
"You're not my servant or my bodyguard though (Kau itu bukan pelayan ataupun pengawal pribadiku)" tukas Putra.
"Even so. But I'm part of Ramone Zeeman 'family's chain'. And I obey and vail to the head of the family (Meskinya begitu. Tapi aku adalah bagian dari 'rantai keluarga' Ramone Zeeman. Dan aku patuh serta tunduk pada sang kepala keluarga)...."
Devoss menerangkan
"And you are the head now. So I need to behave like what I behave to Mister Ramone, to you (Dan kau kepalanya sekarang. Jadi aku harus bersikap sebagaimana aku bersikap kepada Tuan Ramone terhadapmu)"
__ADS_1
Putra pun tersenyum, walau tipis, selepas mendengar ucapan Devoss.
"If Vader placing you near with me like now, means that you're not such an servient (Jika Vader menempatkan mu dekat denganku seperti saat ini, maknanya kau bukan sekedar bawahan)" ucap Putra.
Devoss menarik sudut bibirnya.
"I'll call you Boss then (Aku memanggil Bos saja kalau begitu)" kata Devoss kemudian.
Putra mendengus geli sekali lagi.
"Up to you (Terserah padamu), Dev."
Putra berucap, lalu Devoss mengangguk dan tersenyum.
"Are we going straight to Salisbury right after we arrived at England? (Apa kita akan langsung ke Salisbury setelah kita sampai di Inggris?)"
Devoss bertanya sebelum ia bangkit dari duduknya yang berhadapan dengan Putra saat ini.
"Yes," jawab Putra pasti dan Devoss pun mengangguk. Devoss tersenyum sekali lagi pada Putra.
Baru Devoss undur diri dari hadapan Putra, dan pindah ke tempat duduk yang lain.
'Salisbury ..'
Putra membatin dengan memandang nanar kepada langit yang terbentang di sisi kirinya pada luar jendela pesawat yang sedang ia tumpangi saat ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Indonesia...
Ramone telah sampai di Villa tempat Putra dan keluarganya tinggal.
Ada kemungkinan Ramone pun akan juga ikut tinggal di sana seperti rencananya, seperti juga permintaan Putra.
Yang mana Putra meminta Ramone untuk tinggal bersama dengannya di sebuah Villa yang sudah diputuskan sebagai tempat tinggal utama keluarga bagi mereka yang tersisa dari Ravenna.
Terlebih saat Putra tahu jika Ramone mengidap suatu penyakit. Semakin Putra meminta Ramone agar tinggal bersamanya di Villa yang berada di Indonesia.
Dan sepertinya Ramone akan mengiyakan permintaan Putra tersebut. Toh bangku kepemimpinannya di Belanda telah ia serahkan kepada Putra. Dan Putra telah menerimanya, meski Putra menolak untuk tinggal di Belanda.
Bagaimana nanti teknisnya, akan dibicarakan lagi setelah Putra selesai dengan urusannya di Inggris. Tentunya dengan harapan agar Putra dan mereka yang pergi bersamanya akan pulang ke Villa dengan selamat, tanpa kekurangan suatu apapun.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Vader..."
Ramone yang sedang duduk di pekarangan belakang Villa, segera menoleh saat sebuah suara ia dengar memanggilnya.
"Ad."
Ramone menyahut pada Addison yang menghampirinya.
"Why you're not taking a rest? (Mengapa kau tidak beristirahat?)".
Addison bertanya.
"Later son. I want to greeting my grandson first (Nanti nak. Aku ingin menyapa cucu lelakiku dulu)"
Ramone menjawab dan Addison mengangguk. "Maybe Anth Will wake up just a little bit more (Mungkin Anth akan bangun sebentar lagi)..."
Addison berucap.
Gantian Ramone yang mengangguk.
"Vader."
Addison memanggil Ramone lagi.
"Yes, Son? (Ya, Nak?)"
Ramone pun menyahut.
" There's something I want to know (Ada sesuatu yang aku ingin tahu).." ucap Addison.
"What is that? (Apa itu?)" tanya Ramone.
"What is it in Salisbury? (Ada apa di Salisbury?)"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
To be continue...