LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 98


__ADS_3

Happy reading..


*************


Menjelang sore, baru Putra sampai di Villa. Anthony yang sudah mendengar suara mobil memasuki pekarangan itu langsung berlari ke arah luar.


Putra sampai sedikit terlambat, karena sempat berhenti untuk mengisi bensin dan membeli sesuatu sebagai oleh-oleh untuk Anthony.


“Papaa!!..”


“Hey, be careful Anth”


“( Hey, hati – hati Anth )”


Putra yang baru turun dari mobil itu spontan berseru saat melihat Anthony yang berlari kencang dari dalam Villa itu. Dan Pak Abdul juga ikut berlari dibelakang Anthony.


Putra berjongkok saat sudah meraih Anthony yang sudah berhambur padanya itu. “Don’t run like that, you might fell, Anth .. ( Jangan berlari seperti itu, kamu bisa saja jatuh, Anth .. )”


“I miss you Papa!.. ( Aku merindukanmu Papa!.. )” Sahut Anthony yang nampak senang melihat kehadiran Putra yang sudah kembali ke Villa.


Putra spontan tersenyum.


“I miss you too, Boy ( Aku juga merindukanmu, Nak )”


“What’s in your hand, Papa?..... ( Apa yang ada di tanganmu itu, Papa? )..”


Anthony menunjukkan raut wajah keingin tahuannya sembari memegang tangan Putra yang memang menenteng satu buah tas berbahan tebal disalah satu tangannya.


“Is it for me?? .. ( Apakah ini untukku?? )..” Tanya Anthony dengan antusias.


“Heemm...”


“Is it a toyyy?!... ( Apakah mainan?! ) ..”


“What do you think ( Menurutmu apa? ), Hem?”


“I want to see!!... ( Aku mau lihat!!.. )”


Putra spontan mendengus geli saat Anthony meraih cepat tali tas yang Putra pegang sembari memaksa agar tangan Putra melepaskan tali tersebut dan memberikan bungkusan mirip tas belanja itu padanya.


“Ask nicely please.. ( Tolong mintalah dengan baik.. )” Ucap Putra yang sudah bersimpuh dengan satu kaki yang tertekuk dihadapan Anthony, seraya tersenyum.


“Could you please give that to me, Papa??... ( Bisa tolong berikan itu padaku, Papa??.. )” Pinta Anthony yang mendengarkan ucapan Putra untuk meminta dengan sopan. Putra menaikkan sudut bibirnya.


“Well, since you are a good boy .. ( Karena kamu anak baik ... )” Ucap Putra. “Sure, I will give this for you ( Tentu saja, aku akan memberikan ini untukmu )” Putra pun memberikan bungkusan tas belanja yang ia pegang pada


Anthony yang langsung berekspresi senang.


“Yeayyyy!! ...” Seru Anthony yang gembira.


“Be careful Anthh.. ( Hati-hati Anth .. )” Seru Putra spontan karena bocah itu kembali berlari lagi untuk masuk ke dalam Villa. “Don’t run that fast! ( Jangan lari secepat itu! )”


“Okaayy..”


Putra mendengus geli sekali lagi sembari geleng-geleng karena meski menyahut, tetap saja Anthony berlari masuk ke dalam Villa dengan riangnya.


**


Garret, Damian dan Addison sedang duduk-duduk di ruang tengah Villa saat Putra masuk ke dalam Villa dan segera bergabung bersama tiga saudara lelaki itu. “Where’s Bruna? ( Mana Bruna? )” Tanya Putra.


“Go with Anth upstair ( Pergi ke atas bersama Anth )” Sahut Damian.


“Heemmm”


“Satisfied already?... ( Sudah puas? ... )”


Addison senyum-senyum.


“Of?...... ( Pada?.. )”


“Re-charge your belonging to your beloved nurse”


“( Mengisi ulang kerinduanmu pada suster tercintamu itu )”


Putra sontak terkekeh atas ucapan Addison. Garret dan Damian ikutan terkekeh juga.


**


“Did Gadis called you this noon? ( Apa menghubungimu siang tadi? )” Tanya Putra pada Anthony saat mereka sedang bersama di dalam kamar mereka selama ini selepas makan malam. Anthony mengangguk. “Are you feeling sleepy? ( Apa kamu sudah mengantuk? )”


Anthony menggeleng. “Not yet ( Belum ), Papa”

__ADS_1


Putra menarik sudut bibirnya.


“Then, what do you want to do now? ...”


“( Lalu, kamu ingin melakukan apa sekarang? ) ...”


Putra melirik jam di kamarnya dan memang waktu tidur untuk Anthony belum sampai.


Putra bertanya lagi, namun Anthony tak lekas menyahut.


“What is it, hem? You don’t like the toy that I bought for you? .... ( Ada apa, hem? Kamu tidak menyukai mainan yang kubeli untukmu? )”


Anthony menggeleng.


“No Papa, I like it ( Tidak Papa, aku menyukainya )”


“Then why look a little bit gloomy? ( Lalu mengapa kamu terlihat sedikit muram? )”


Putra mengusap kepala Anthony.


"I'm okay, Papa.. ( Aku baik-baik saja, Papa.. )" Sahut Anthony. “Papa ..”


“Hem?..”


“If someone’s dead, then he or she will  be burried right?..”


“( Jika seseorang meninggal dunia, lalu dia akan dikuburkan bukan? ) ..”


Putra tidak langsung menjawab. Sejenak dia memandangi Anthony. Pertanyaan Anthony membuat Putra teringat pada kedua orang tua bocah tersebut


‘Is Anth is missing Rery and Madelaine now?.... ( Apa Anth sedang merindukan Rery dan Madelaine saat ini? ) ...’ Batin Putra.


“That’s it, right ( Benar begitu, bukan ), Papa? ...” Tanya Anthony lagi.


“Yes it is ( Iya benar )”


“Then they also burried, Papa? .... ( Lalu mereka juga sudah dikuburkan, Papa? )..”


“Who?.. ( Siapa? ) ...”


“Daddy and Mommy...” Sahut Anthony dan seketika wajah Putra menjadi sedikit muram.


“..............”


“Yes Anth ... ( Iya Anth ) ...” Sahut Putra. “Padre.. was gave Daddy Rery and Mommy Madelaine a very great funeral and they were burried in the good land also ( Padre ... sudah memberikan acara pemakaman yang terbaik untuk Daddy Rery dan Mommy Madelaine dan mereka sudah dikuburkan di tanah yang baik juga )..”


Putra menahan getir di hatinya.


Anthony manggut-manggut pelan.


“Where they were burried Papa?.. ( Dimana mereka dikuburkan Papa?.. )”


“Your home... at Ravenna.. ( Rumahmu.. di Ravenna... )” Jawab Putra.


“So far from here, right? ... ( Jauh sekali dari sini, benar kan? ) ...” Ucap Anthony.


“Yes it is... ( Iya ..... )” Sahut Putra.


“Too bad ... ( Sayang sekali ) ....”


“Why?... ( Kenapa? ) ...”


“I want to bring Mom’s favourite flowers for her. Which Daddy like it too ..  And put it to their grave yard. But


too bad, our home is very far from here ...”


“( Aku ingin membawakan bunga kesukaan Mom untuknya. Yang Daddy juga sukai ...  Dan meletakkannya di atas


makam mereka. Tapi sayang sekali, rumah kita itu jauh sekali dari sini )..”


‘Oh Anth ..’ Getir kian menyelimuti hati Putra. “One day we’ll go back there ... or at least to visit Daddy and Mommy... I promise .. ( Suatu hari kita akan kembali kesana .. atau setidaknya untuk mengunjungi Daddy dan


Mommy-mu .. Aku berjanji .. )”


“Really Papa? .. ( Benarkah Papa?.. )”


Putra tersenyum dan mengangguk.


“Yes I promise... ( Iya aku berjanji... )” Ucap Putra.


“Papa ..”

__ADS_1


“Hem? ..”


“Are Daddy and Mommy in heaven now? ... ( Apakah Daddy dan Mommy berada di surga sekarang? )”


“Of course they are ( Tentu saja )..”


“So they must be happy now, ya, Papa?..”


“( Jadi mereka pasti bahagia sekarang, ya, Papa? )..”


“Of.. course.. ( Tentu... saja ... )” Putra sedikit tercekat dan ia tetap menampakkan senyumnya dihadapan Anthony.


“I’m happy then .. ( Kalau begitu aku bahagia ) ..” Ucap Anthony dengan tersenyum. “Can they hear me, if I say something to them? .. ( Bisakah mereka mendengarku, jika aku mengatakan sesuatu untuk mereka? )..”


“Sure.. ( Tentu .. )” Sahut Putra. “They can hear you, they will hear you .... ( Mereka bisa mendengarmu, mereka pasti mendengarmu .. )”


Anthony menarik sudut bibirnya, sementara mata Putra sudah mulai berkaca-kaca. Namun tetap, Putra menunjukkan juga senyumnya.


“Go ahead .. if you want to say something to them ... ( Katakanlah... jika ada yang ingin kamu katakan pada mereka ) ..” Ucap Putra sembari mendudukkan Anthony diatas meja kerjanya yang mengarah ke arah langit yang


terlihat melalui jendela.


Anthony mengangguk, lalu bocah itu menatap kearah langit malam dari tempatnya duduk.


“Daddy, Mommy.. I miss you so much .... I’m sad, because I can’t see both of you anymore.. But I’m happy, because Papa Putra said that both of you are already happy in heaven now.. and must be not feeling pain anymore because


of the shoot from that bad guy....”


“( Daddy, Mommy... Aku sangat merindukan kalian.. Aku sedih, karena aku tidak dapat bertemu dengan kalian lagi.. Tapi aku senang, karena Papa Putra mengatakan jika kalian berdua sudah berada dan berbahagia di surga sekarang ... dan pasti sudah tidak lagi merasakan sakit karena tembakan dari laki-laki jahat itu..)”


‘Oh Anth..’


“Daddy, Mommy, don’t worry .. don’t you be sad, because I’m not lonely ... all of my uncles, are become my Daddies now, and aunt Bruna, is become my mommy .. I call her Madre, and Padre to Uncle Ad. And called  Uncle Dami and Garret with Daddy ... and Uncle Putra .. I call him with Papa. And I love him so much! Just like I love Daddy Rery!..”


“( Daddy, Mommy, jangan khawatir... kalian jangan bersedih, karena aku tidak sendirian ... semua pamanku menjadi ayahku sekarang, dan bibi Bruna, menjadi ibuku .. Aku memanggilnya Madre, dan memanggil paman Ad dengan Padre. Dan memanggil Paman Dami dan Garret dengan Daddy .. dan paman Putra.. aku memanggilnya dengan sebutan Papa. Dan aku sangat menyayanginya! Sama seperti aku menyayangimu Daddy Rery! ... )”


“Oh An-th ....”


Dimana Putra tak sanggup lagi menahan air matanya untuk tidak tumpah.


“Forgive me, hem? ( Maafkan aku, ya? ) ..” Putra menangkup wajah Anthony.


Suara Putra terdengar bergetar, seiring air matanya yang turun ke pipinya.


“Forgive me, because I have no chance to save your Daddy and Mommy.. I’m very sor-ryy...”


“( Maafkan aku, karena aku tidak memiliki kesempatan untuk menyelamatkan Daddy dan Mommymu ... Aku benar-benar mohon ma-aff.. )”


“Don’t cry Papa ... ( Jangan menangis Papa )..” Anthony menghapusi air mata Putra yang sudah membasahi pipi Putra.


Putra kian luruh dengan kedua tangannya yang merengkuh tubuh Anthony dihadapannya, ada sakit berikut kepiluan yang membelitnya hati Putra dengan ketatnya.


“I’m sorry.. ( Maafkan aku ) ..” Lirih Putra. “I’m so sorry.. ( Aku benar-benar minta maaf ) ...”


“Please don’t cry Papa ..... ( Tolong jangan menangis Papa )....”


“My mistake Anth .. My mistake .... My mistake because I make you lose them ... ( Salahku Anth .. Salahku ... Salahku karena membuatmu kehilangan mereka )...”


“No Papa.... it wasn’t your mistake.. ( No Papa.. itu bukan salah Papa )...”


“..............”


“Beside, Papa saved me.. ( Lagipula, Papa sudah menyelamatkanku )...”


“Those good people at Ravenna who saved you before I came ( Orang-orang baik di Ravenna yang menyelamatkanmu sebelum aku datang ... )”


“But you take a very good care of me after .. ( Tapi Papa merawatku dengan sangat baik setelahnya )..” Sahut Anthony.


“That’s because I love you that much, you know?..... ( Itu karena aku sangat menyayangimu, kau tahu?.. )”


“I know Papa .. ( Aku tahu Papa... )” Anthony mengangguk. “And I love you that much too .. ( Dan aku juga sangat menyayangimu... )”


“Thank, you ( Terima, kasih ) , Anth .....”


“And promise that you will stay by my side forever? ( Dan janji kalau Papa akan tetap disisiku selamanya? ) ..”


“I promise, with all my life I promise you that ... ( Aku berjanji, atas seluruh hidupku aku janjikan itu padamu )..”


**


To be continue ....

__ADS_1


__ADS_2