LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 408


__ADS_3

Happy reading .....


🔵🔵🔵🔵🔵🔵


Indonesia,


“Ayo  Bu, kita temuin aja Gadis sekarang! Sekalian kita cari muka sama suami londonya.”


“Engga – “


“Yah, kenapa, Bu?! –“


“Iya Wa, kenapa ga Uwa sama Madya temuin Gadis aja? –“


“Iya tau, Bu. Tahan dulu galaknya Ibu sama dia sekarang. Kita baik – baikin si Gadis depan suaminya itu. Kan si Gadis gampang kasian orangnya –“


“Ibu mau mikirin rencana yang bagus buat dapet duit yang banyak dari si Gadis, tapi jangan keliatan niat kita begitu.”


“Ya udah yang kayak tadi aku bilang, Bu. Kita sok we baik – baikin si Gadis depan suaminya. Pasang muka susah .. lagian kayaknya sih, suaminya Gadis kalo liat aku, bisa aku rebut dari si Gadis! Terus kita jadi orang kaya deh! Dan si Gadis biar jadi gembel!”


“Nah! Kalo begitu Ibu punya rencana bagus!”


“Apa itu, Bu? –“


“Gini .. Eh ngomong – ngomong ada yang tau ga hari ini kamu libur kerja?”


“Aduh Ibu, ngapain juga orang kampung sini ngapalin jadwal kerja aku sih?”


“Ya bagus kalo gitu.”


“Terus rencana Uwa gimana?”


“Gini .. Kalian dengerin baik – baik.”


**


“Daddy Garret, come, let’s play to the rice fields again just like yesterday ( Daddy Garret, ayo, kita bermain di persawahan lagi seperti kemarin ) ..” adalah Anthony yang sedang merengek.


“Just few minutes more ( Hanya sebentar lagi ), Anth. Okay? ..“


Dan Garret yang sedang direngeki oleh Anthony itu tentu saja langsung menoleh pada si bocah tampan yang sudah mendekatinya sambil mengguncangkan pelan lengan Garret, dimana Garret kemudian mencoba membujuk Anthony untuk bersabar sebentar.


Namun bujukan Garret tidak mempan. Karena Anthony tetap merengek dengan setengah memaksa pada Garret untuk menemaninya bermain di persawahan seperti kemarin saat mereka datang sebelumnya ke desa kelahiran Gadis, dimana memang Garret yang turun untuk menemani Anthony bermain – main di area persawahan yang sekarang ingin Anthony sambangi lagi, dan Anthony sedang dalam mode rewel saat ini.


‘Sepertinya Anthony ini sudah lelah dan mengantuk, makanya dia jadi rewel seperti ini ..’ duga Gadis dalam hatinya.


“Let’s go Daddyy .. I’m bored here ( Ayo Daddyy .. Aku bosan di sini ) –“


“Anthony sepertinya sudah lelah dan mengantuk,” potong Gadis pada rengekan Anthony ke Garret itu.


Dimana ucapan Gadis itu menjadi perhatian Garret, Bruna serta Arthur.


Dan atas ucapan Gadis barusan itu, Arthur pun angkat suara dan berbicara pada Garret.


“Well, better we comeback here tomorrow, Mister Garret. Beside, we already got the list. We can talk more about this before we explain the detail of the return from those marketable securities ( Kalau begitu, sebaiknya kita kembali besok saja, Tuan Garret. Lagipula,  daftarnya sudah ada. Kita dapat membicarakannya lebih lanjut di villa sebelum kita menjelaskan detail untuk pengembalian surat – surat berharga tersebut )”


Dimana Garret langsung mengiyakan ucapan Arthur, dan dia bersiap untuk hengkang dengan mengajak mereka yang bersamanya itu dari rumah kepala desa tempat kelahiran Gadis. Anthony nampak berbinar.


**

__ADS_1


“Are you guys are done? ( Kalian sudah selesai memangnya? )” Gadis bersuara seraya bertanya, ketika Garret nampak hendak bangkit dari duduknya.


“You said Anth is tired ( Kamu mengatakan jika Anth lelah ) ..“


Garret yang menanggapi Gadis. Sesuai dengan apa yang Gadis katakan sebelumnya.


“I’m not tireedd. I just want to play at the rice fields that I was played at there yesterday ( Aku tidak lelaahh. Aku hanya ingin bermain di persawahan tempatku bermain kemarin )“


Lalu ucapan Garret disela oleh Anthony.


“Okay, okay –“


“Gar, Arthur. Kalian tuntaskan saja urusan kalian di sini.”


Selanjutnya Gadis menyergah saat Garret mengiyakan rengekan Anthony. Dimana sergahan Gadis itu dipahami oleh Garret.


**


“Biar aku saja yang menemani Anthony. Sekaligus aku menemui teman yang tadi aku bilang tadi ..” Gadis berkata lagi, mengajukan diri agar dia saja yang menemani Anthony pergi ke persawahan.


Sementara Garret dan Arthur dapat melanjutkan sekaligus menyelesaikan urusan mereka dengan kepala desa di desa kelahirannya itu, walaupun Gadis agak berat untuk beranjak.


Karena Gadis ingin mencari tahu secara tidak langsung, tentang surat – surat tanah milik orang tuanya yang digadaikan kepada seorang rentenir yang juga terkenal sebagai juragan di desanya Gadis berikut daerah sekitar desa tersebut.


Namun kembali pikiran jika dia akan memiliki kesempatan untuk menanyakan pada Putra, saat suaminya pulang nanti --- Gadis pun mengajukan diri untuk menenangkan Anthony yang sedang sedikit rewel itu. “But you can’t go down to that rice fields ( Tapi kamu tidak boleh turun ke persawahan itu ), Gadis .. It’s slippery ( Disana licin ) ..” lalu sergahan keluar dari mulut Bruna.


**


Gadis mengatakan pada Bruna, ia tentu tidak akan turun ke persawahan sama seperti kemarin.


Ia hanya akan mengawasi Anthony bermain di sana, yang Gadis usulkan dapat ditemani oleh Suheil dan bodyguard mereka untuk sekaligus menjaga Anthony juga.


Lalu Gadis membujuk Anthony untuk bermain sebentar saja dan tidak jauh –jauh dari pandangannya, dimana hal itu diiyakan oleh Anthony yang juga ditanyakan padanya oleh Gadis apakah Anthony mau ditemani bermain dengan Suheil dan bodyguard mereka.


“Iya, Gar –“


**


Gadis sudah berada di pinggir persawahan, sama seperti di tempatnya kemarin --- setelah sebelumnya Bruna kembali mengingatkan agar Gadis tidak terlalu berdiri di pinggir karena tanah yang licin.


“Seems that we will use up a lot of soap to clean Anthony’s body just like yesterday ( Sepertinya kita akan menghabiskan banyak sabun untuk membersihkan tubuh Anthony seperti kemarin )”


Gadis berujar pada Bruna saat memperhatikan Anthony yang turun ke area persawahan yang becek.


Bruna pun mengiyakan dengan tersenyum geli.


**


“Oh iya, Bu, Aang dan Ibu Mimin apa kabarnya? Mereka masih tinggal di desa ini? ..”


Gadis yang sebelumnya lebih banyak berinteraksi dengan Bruna, kemudian mengajak bicara istri kepala desa yang juga kembali menemaninya --- setelah sebelumnya sempat juga sedikit mengobrol tentang hal – hal yang ringan.


Istri kepala desa itu mengangguk sebelum menjawab Gadis.


“Masih, Dis. Kabar mereka baik. Sangat baik malah setelah si Aang kerja di ibukota.”


“Syukurlah ..”


Gadis bertutur.

__ADS_1


“Tadinya aku ingin mengunjungi Aang dan Ibu Mimin. Tapi berhubung Anthony rewel, sepertinya aku tunda dulu untuk menemui mereka. Aku titip saja buah tangan untuk mereka ke Ibu, boleh?”


“Ya boleh atuh, Gadis.”


**


Gadis bergerak untuk menuju mobil selepas sang istri kepala desa mengiyakan permintaan tolongnya.


Namun baru satu langkah Gadis bergerak, “AKH!”


Suara pekikan Gadis terdengar. Bersamaan dengan Gadis yang terjatuh dengan cukup keras ke tanah di bawahnya.


“GADIS!”


Pekikan khawatir sontak terdengar dari mulut istri kepala desa dan satu wanita yang merupakan anggota keluarganya saat melihat Gadis terdorong jatuh oleh beberapa orang yang berlarian dari arah bawah jalanan untuk menyusuri persawahan.


**


“Kalian hati – hati atuh!”


Sang istri kepala desa berseru tajam kepada beberapa anak remaja yang nampak berlarian tanpa melihat – lihat itu hingga menabrak Gadis yang sampai terjatuh.


Lalu beberapa anak remaja tersebut langsung meminta maaf pada Gadis, yang sudah juga dihampiri Bruna yang langsung menghampiri Gadis selepas ia mendengar pekikan aduhan Gadis.


Gadis yang sudah dibantu untuk berdiri itu nampak meringis.


**


“Are you okay, Gadis? –“


“Yes, Bru. I’m okay.”


“Do you feel pain in your stomach? ( Apa kamu merasakan sakit di perutmu? )”


Bruna tergesa bertanya, karena meski Gadis mengatakan dirinya tidak apa – apa, namun Gadis tidak berhenti meringis.


Gadis menggeleng. "No, Bru. My stomach is okay ( Tidak, Bru. Perutku baik - baik saja )"


Kemudian Gadis menjawab Bruna dengan jujur.


Karena memang ia tidak merasakan sakit di perutnya, lalu mengatakan pada Bruna jika ia hanya terkejut dan merasakan sedikit sakit di bokongnya karena jatuh terduduk dengan cukup keras tadi.


"Better we go home now ( Sebaiknya kita pulang sekarang ) --"


"Iya." tukas Gadis patuh.


Dan setelahnya Bruna meminta kepada satu wanita keluarganya kepala desa untuk memanggilkan bodyguard mereka yang ada di dekat mobil.


**


Gadis dipapah oleh Bruna dan istri kepala desa untuk mencapai mobil, meskipun Gadis menolak sebelumnya karena merasa ia baik - baik saja.


Namun karena Bruna memaksa, pada akhirnya Gadis pasrah saja.


Hanya saja, langkah Gadis terhenti dengan tiba - tiba, ketika seorang wanita tak lama berada di hadapannya.


"Eh, Gadis?! --"


"I - ibu --"

__ADS_1


******


To be continue .....


__ADS_2