
Happy reading .....
**********************
Inggris,
“Take him. I need to do some exercise first before I send him to meet Rery ( Angkat dia. Aku perlu berolahraga dulu sebelum aku mengirimnya untuk bertemu dengan Rery )”
Putra yang berkata itu, dimana perkataannya tersebut ia katakan sambil ia memandangi Jaeden yang telah dibawa Yona dan anak buah yang menyertai wanita itu ke hadapan Putra, Damian dan Accursio.
Dua orang anak buah Putra yang paham maksud satu bos mereka itu kemudian menyahut, lalu keduanya mengangkat Jaeden dari posisinya. Dan Putra tak putus menatap tajam Jaeden yang sudah diangkat oleh anak buahnya yang sudah paham untuk menempatkan Jaeden dimana.
Namun tatapan Putra terputus dan terkesiap---dimana disaat yang bersamaan Jaeden yang sedang diseret ke satu sudut kapal, suara desingan dan rentetan senjata terdengar di luar kapal tempat Putra dan dua saudara lelaki, serta satu saudara perempuannya itu berada.
***
“SIR! WE’VE GOT COMPANY ( TUAN! KITA KEDATANGAN TAMU )!” satu anak buah Putra kemudian datang tergopoh ke hadapannya setelah Putra, Damian, Accursio dan Yona mendengar suara desingan dan rentetan senjata dari arah luar kapal, dimana ke empatnya sudah secara spontan meraih senjata mereka masing-masing yang terselip di salah satu bagian pakaian yang mereka kenakan.
Begitu juga beberapa anak buah yang ada bersama ke empat orang itu. Yang juga sudah menyiagakan diri mereka dengan senjata yang masing-masing dari mereka memilikinya dibalik pakaian yang mereka kenakan, lalu dengan sigap membuat perlindungan kepada empat bos mereka tersebut. Sementara dua orang yang memegangi Jaeden, menjeda tugas mereka untuk mengikat Jaeden di satu sudut kapal---namun tangan keduanya tetap kuat memegangi Jaeden.
Yang orangnya nampak terkekeh dengan posisi tangannya yang masih terikat kebelakang.
Dengan dirinya yang memandang tajam pada Putra. “Now, who’s going to die tonight ( Sekarang, siapa yang akan mati malam ini )?”
Kemudian Jaeden berucap seraya ia menyeringai menatap pada Putra yang sudah menyiagakan dirinya, namun sempat melirik tajam juga pada Jaeden.
***
Putra tidak menanggapi ucapan Jaeden yang menyiratkan jika Putra pasti tidak mengira jika dirinya masih punya cadangan orang-orang yang berada di pihaknya.
Yang mana memang, selama Putra belum muncul di hadapannya---Jaeden sudah banyak menyusun rencana setelah ia berhasil menguasai apa yang sebelumnya dimiliki oleh keluarga Rery, setelah menghabisi orang-orang yang setia pada ayah kandung Rery dan juga Rery sendiri.
BUGH!
Putra memang tidak membalas ucapan Jaeden yang ia anggap angin lalu saja, walau suara bising senjata yang bersahutan kian ramai di luar kapal.
Namun Putra yang gemas pada Jaeden---dalam artian gemas ingin meremukkan tulang pria itu, memberikan tinju telak ke wajah Jaeden yang langsung terhempas ke satu sisinya. Kemudian, dengan cepat Putra menyuruh anak buahnya menjaga Jaeden sampai ia selesai menghadapi ‘tamu’ yang tidak diundang itu.
***
__ADS_1
“Did Holmes and Edgard change their mind, and made an agreement with that motherfuckr* ( Apa Holmes dan Edgard berubah pikiran, dan membuat kesepakatan dengan si keparat itu )?” tanya Damian sambil ia berjalan cepat namun waspada bersama Putra, Accursio dan Yona ke arah geladak kapal.
Putra menggelengkan kepalanya dengan singkat menjawab pertanyaan Damian yang menduga satu hal itu.
“I don’t think so. But we’ll see about it ( Aku rasa tidak. Tapi kita lihat saja nanti )..”
***
Damian mengangguk sekali mendengar jawaban Putra. Lalu setelahnya, mereka berdua lanjut berjalan ke arah geladak kapal.
“How many of them ( Mereka ada berapa banyak )?” tanya Accursio pada satu anak buahnya.
“Many. Two cars and two trucks. About ten inside one truck ( Banyak. Dua mobil dan dua truk. Ada sekitar sepuluh orang di dalam satu truk )” jawab anak buah yang ditanya Accursio.
Accursio lalu mengangguk sekali.
***
“Want to hold here, or do another exercise before you do the main exercise ( Ingin bertahan di sini, atau melakukan olahraga lain sebelum melakukan olahraga inti )?”
Accursio berkata sambil ia memandang pada Putra dengan dirinya yang tersenyum iseng ke arah saudara angkatnya itu.
Putra berkata lagi, dan Accursio lalu terkekeh.
***
“Give me that AMP ( Berikan padaku AMP )!”
Putra yang sudah turun dari geladak kapal, berseru pada satu anak buah yang nampak berlindung di dekat kapal bersama beberapa rekannya yang lain---sambil meletuskan peluru ke arah orang-orang yang nampak meletuskan peluru ke arah pria dan rekan-rekannya tersebut yang merupakan anak buah Putra dan kawanannya.
“Give one for me too ( Berikan juga satu padaku )!”
Damian menyusul Putra untuk bicara pada anak buah mereka untuk meminta hal yang sama seperti Putra---yakni sebuah senjata api jenis senapan serbu buatan Hungaria. Dimana jenis senjata yang Putra dan Damian minta itu, ada di dekat para anak buah mereka yang sedang berlindung sambil membalas tembakan dari musuh, yang diduga kuat, jika mereka ingin menyelamatkan Jaeden yang ditawan Putra.
Kemudian apa yang Putra dan Damian minta, kini sudah berada di tangan mereka---termasuk juga Accursio dan Yona yang telah mengganti senjata api pegangan mereka dengan senjata yang sama seperti yang sudah Putra dan Damian pegang dan mereka siagakan untuk menembaki musuh.
Setelahnya, Putra-Damian-Accursio dan Yona, berpencar membagi dua kelompok ke arah yang berbeda sambil ke empatnya meletuskan berondongan peluru dari senjata api di tangan mereka itu, yang juga berfungsi sebagai pelontar granat. Namun dengan ukuran lebih kecil daripada granat yang biasanya digunakan dalam peperangan.
***
__ADS_1
“Let’s finish this fast ( Ayo selesaikan ini dengan cepat )!” seru Damian bengis dengan sudah berdiri dan maju menembaki musuh yang tiba-tiba datang itu. Orang-orang yang Damian, Putra, Yona serta Accursio yakini adalah sekutu Jaeden yang belum mereka ketahui siapa.
Dan dengan sigapnya juga, Putra-Yona dan Accursio maju bersama Damian dengan memperkirakan jarak mereka masing-masing, dan nampak fokus dengan senjata api di tangan mereka masing-masing itu. Dimana untuk mempersingkat waktu menumbangkan musuh, Damian-Putra-Yona dan Accursio menggunakan granat berukuran 40 mm standar sebagai peluru mereka.
Empat orang itu maju tanpa ragu mendekati musuh dengan tangan dan fokus mata yang sigap menembak tepat sasaran, diikuti oleh para anak buah yang sebelumnya berlindung tadi.
Yang kini sudah ikut maju, karena malu pada empat tuan mereka yang maju tanpa takut mendekati musuh sambil menembaki tanpa ampun.
***
Sementara Putra dan kawanannya maju dengan menembaki musuh yang datang dalam empat buah kendaraan itu tanpa jeda, orang-orang yang tadinya pongah datang untuk menyerang Putra---sudah terlihat mulai terdesak dan perlahan mundur, akibat dihujani granat oleh Putra dan kawanannya itu, selain rentetan peluru dari senapan serbu yang digunakan oleh beberapa orang Putra dan para saudaranya.
“Shoot the car tank ( Tembak tangki mobilnya )!” seru Putra sambil ia terus fokus menembak.
“Got that ( Oke )!”
Damian yang memang berada paling dekat dengan Putra menyahut.
Kemudian ia melakukan apa yang sebelumnya Putra arahkan, menembaki tangki satu mobil yang tepat pada kekerannya dengan melontarkan 3 peluru granat dari senjata api yang sedang Damian gunakan.
***
Peluru granat yang dilontarkan Damian, bisa menembus bagian luar mobil yang sedang ia tembaki itu.
Putra sudah lebih dulu melakukan hal yang ia serukan pada Damian, dan langsung Damian laksanakan seruan Putra tersebut. Dimana kemudian sebuah truk yang Putra tembaki tangki bensinnya itu kemudian mengeluarkan api akibat gesekan granat yang menyentuh bahan bakar yang keluar dari tangki yang bocor.
Lalu, hal yang sama terjadi pada mobil yang ditembaki tangki bensinnya dengan fokus oleh Damian. Lalu teriakan kesakitan dan kengerian terdengar dari pihak musuh, dan tembakan-tembakan dari mereka sudah tak seramai sebelumnya. Bahkan nampak satu mobil sudah nampak hendak akan melaju pergi dari sebuah pelabuhan yang menjadi tempat adu tembak itu.
Yang mana tentu saja, hal itu tidak dibiarkan oleh pihak Putra.
Dimana Accursio dan beberapa anak buah mereka, mencegah orang-orang dalam mobil tersebut untuk kabur dengan memberondong mobil tersebut dengan peluru---termasuk beberapa orang di dalamnya yang tak dapat menghindari berondongan peluru dari Accursio dan beberapa anak buahnya itu akibat mobil tersebut tidak anti peluru.
“Not bad for an exercise ( Olahraga yang lumayan )”
Putra berujar ketika suara letusan senjata sudah tidak lagi mengudara, karena beberapa orang yang tiba-tiba datang menyerang itu telah kesemuanya dilumpuhkan oleh Putra dan kawanannya.
“Check if there’s any who still alive, and bring them to us ( Periksa jika ada yang masih hidup, dan bawa mereka pada kami )” ujar Putra lagi, sambil memandang pada anak buahnya yang langsung mengiyakan dengan sigap dan langsung bergerak untuk melakukan apa yang barusan Putra katakan itu.
***
__ADS_1
To be continue ...