LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 344


__ADS_3

Happy reading.....


London, Inggris ....


“I take care Gaines then ( Aku yang mengurus Gaines kalau begitu )”


Damian angkat suara selepas Putra berbicara, kala mereka sedang berkumpul di dalam bar pada sebuah hotel – dimana Damian, Putra, Garret, Hizkia dan Accursio – berdiri bersama mengacaukan sebuah acara konferensi yang diadakan oleh pria yang membuat Putra memiliki api dendam yang membara, karena pria tersebut telah membunuh pria yang amat Putra kasihi sebagai kakak.


“Did you guys watch him when Putra cornered that mo**erf*cker? .. Seems that he wants to playing victim with us\, by become very quiet ( Apa kalian memperhatikan dia saat Putra sedang menyudutkan si keparat itu tadi? .. Sepertinya dia akan bersandiwara pada kita\, dengan menjadi sangat pendiam tadi )-“ tambah Damian.


“Speak of the devil ( Panjang umurnya )”


“I smell a foxy getting near ( Aku mencium bau rubah sedang mendekat )” Damian menimpali ucapan Hizkia barusan, yang sedang memandang ke arah pintu masuk bar.


Dan Damian berkomentar setelah ia juga melihat ke arah yang sama seperti halnya Hizkia. Dimana empat pria lain yang bersama Damian dan Hizkia, ikut melihat ke arah yang sama dimana mata keduanya sedang mengarah.


“Well I smell a person who will be a corpse not for long ( Kalau aku mencium bau seseorang yang akan menjadi mayat tidak lama lagi )”


Putra ikut berkomentar seperti halnya Damian yang menimpali ucapan Hizkia, kala seseorang yang baru saja mereka bicarakan, nampak sedang mencoba masuk ke dalam bar tempat Putra, Damian, Garret, Hizkia, Devoss dan Accursio berada.


Ke enam pria itu menatap sinis pada pria yang sedang dihadang anak buah mereka di pintu masuk bar dalam hotel tempat ke enamnya sedang duduk-duduk santai sambil rehat sejenak sebelum melanjutkan rencana mereka pada Jaeden dan sekutu-sekutunya.


Dimana pria itu dihadang dengan sangat oleh para anak buah yang memang siaga mengikuti kemana para tuannya pergi selain menjaga keselamatan dan kenyamanan para tuan yang sudah membooking bar tempat mereka berada sekarang, agar tidak ada orang lain lagi yang bisa masuk ke dalamnya.


Meski ada beberapa tamu hotel yang protes karena mereka yang hendak masuk ke dalam bar tidak diperbolehkan masuk tanpa ijin khusus, namun para tamu yang protes itu tidak dapat berbuat apa-apa, karena titah langsung telah didapatkan oleh manajer hotel dari sang pemilik yang telah mendapatkan perintah lain dari seseorang yang dikenal memiliki pengaruh sangat kuat di London untuk membiarkan apa yang Putra dan rombongannya ingin lakukan di hotel tersebut.


****


“I beg your pardon Sir’ ( Saya mohon maaf Tuan-Tuan )-“


Salah satu anak buah mendekat ke tempat ke enam tuannya duduk.


Ke enam tuan itu mengangguk sekali. Tanda jika satu anak buah yang sedang menghadap itu dipersilahkan bicara. “That guy insist to meet you, Mister Damian and Mister Hizkia, Sir ( Pria itu memaksa untuk bertemu dengan anda, Tuan Damian dan Tuan Hizkia, Tuan )”


Satu anak buah yang sedang menghadap itu lanjut bicara setelah mendapat ijin dari para tuannya itu.


“Why don’t we let him in here? .. because I wonder what that corpse wannabe want to do and say to us.”


( Mengapa tidak kita biarkan saja dia kesini? .. karena aku ingin tahu apa yang calon jasad itu ingin lakukan dan katakan pada kita ).


****

__ADS_1


“Just like what Dami said. Let him in ( Seperti yang Dami baru saja katakan. Biarkan dia masuk )” ucap Putra pada satu anak buah yang menghampiri ke tempatnya duduk bersama lima saudara lelakinya itu.


“But he’s one of that man, Sir ( Tetapi dia bagian dari pria itu, Tuan ) ..” tutur sang anak buah. Yang mencoba memperingati tuannya, karena dalam pikiran sigap anak buah tersebut – bisa saja pria yang sedang memaksa untuk dibiarkan masuk ke tempat enam tuannya berada itu memiliki niat buruk yang mengancam keselamatan ke enam tuannya tersebut.


“We know ( Kami tahu ) ..” ucap Putra dengan tenang dan santai. “Let him here ( Biarkan saja dia kesini )-“


“Are you sure, Sir? ( Apa anda yakin, Tuan? )” sang anak buah meminta kepastian sambil menatap Putra dengan sorot mata sedikit khawatir.


Putra mengangguk sekali seraya tersenyum. “Very sure ( Sangat yakin )” ucap Putra kemudian. “Thank you for worrying about us, Luis .. but his just a bug that we can handle very easy ( Terima kasih sudah mengkhawatirkan tentang kami, Luis .. tetapi dia hanya seekor serangga yang dapat kami atasi dengan sangat mudah )”


“Alright, Sir ( Baiklah, Tuan ) ..”


****


“Oh Putra-“


“Gaines ..” ucap Putra pada orang yang tadi ditahan oleh para anak buahnya saat hendak masuk ke dalam bar tempat Putra, Damian, Garret, Hizkia, Devoss dan Accursio berada.


“Damian ..” Pria bernama Gaines itu juga menyebutkan nama Damian sambil menatap bergantian pada Putra dan Damian yang tak bergeming dari tempat mereka. “Hiz.”


Lalu menyapa Hizkia juga. Dimana Hizkia tidak membalas sapaan pria bernama Gaines itu.


****


Pria bernama  Gaines itu mengulas senyuman yang dinilai menjijikkan bagi tiga orang yang mengenalnya.


Putra, Damian dan Hizkia.


Yang memandang datar dan malas pada pria bernama Gaines tersebut.


“You don’t know how glad and relieved I am, to see that both of you still alive ( Kalian tidak tahu betapa bahagia dan leganya aku, melihat kalian berdua masih hidup ), Putra, Damian.” Gaines berucap kemudian.


****


Didetik setelahnya, pria bernama Gaines tersebut langsung menoleh ke arah Hizkia yang terdengar langsung berdecih pelan namun sinis---selepas Gaines berbicara pada Putra dan Damian soal perasaannya melihat kedua orang itu masih hidup.


Gaines mengulas senyumannya kemudian pada Hizkia, yang meneguk minuman dari gelasnya. “I know you must be put an suspiciousness on me because I was stand with Jaeden .. but trust me, I did it for us .. I ( Aku tahu kau pasti menaruh kecurigaan padaku karena aku berdiri bersama Jaeden .. tapi percayalah padaku, aku melakukannya untuk kita .. aku )-“


“We trust you, don’t worry ( Kami percaya padamu, jangan khawatir ), Gaines-“


“Thank you, Putra .. I appreciate that ( Aku menghargainya ) ..”

__ADS_1


“Hem ..”


****


“So, may I join here with all of you? ( Jadi, apa boleh aku bergabung disini bersama kalian? )”


Gaines berbicara dan menawarkan dirinya sendiri untuk ikut bergabung bersama Putra dan lima lainnya yang sedang bersama Putra.


“Because there are so many things that I would like to talk about Jaeden with all of you ( Karena ada banyak hal terkait Jaeden dan rencananya yang ingin aku bagi dengan kalian semua ) ..”


“Is that so? ( Begitukah? ) ..”


Tanggapan Putra pada perkataan Gaines barusan.


“Yes it is-“


“Hem .. interesting-“


“Waitress ( Pelayan ) ..”


Gaines kemudian dengan percaya dirinya mengangkat tangan dan mengarahkan tangannya ke arah seorang pelayan yang sedari tadi berdiri di dekat meja bar.


“But I’m afraid you can’t join us now ( Tapi sayangnya kau tidak dapat bergabung dengan kami sekarang ), Gaines”


Putra langsung menyambar sambil mengangkat juga tangannya ke udara. Dimana pelayan bar yang tadinya hendak mendekat, kemudian mengurungkan langkahnya setelah melihat tangan Putra yang terangkat---berikut gelengan pelan dari Garret.


“Because we’re about to leave from here, since there another things that all of us have to do ( Karena kami sudah hendak pergi dari sini, sehubungan ada beberapa hal lain yang harus kami lakukan )..”


****


“Dam---Damian..”


“Hei, Gaines.”


“W---what are you doing? ( A---apa yang mau kau lakukan? )”


“Take you to ‘talk’ ( Mengajakmu ‘bicara’ )-“


*****


To be continue ....

__ADS_1


__ADS_2