LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 458


__ADS_3

Happy reading .....


🔵🔵🔵🔵🔵🔵


Indo,


“I miss them so much, Papa .. I miss my Daddy and Mommy ..  I miss them to hold me ( Aku sangat merindukan mereka, Papa .. Aku rindu Daddy dan Mommyku .. Aku rindu mereka untuk memelukku ) ..”


Ada Anthony yang sedang terisak dalam pangkuan Putra yang memeluknya, atas dasar ucapan Putra yang mengatakan kalau Papa Putranya itu akan membawa Anthony ke sebuah kota yang bisa Anthony katakan adalah kampung halamannya, karena Anthony lahir di sana. Dan meski juga, jika membahas soal darah yang mengalir dalam tubuh Anthony, bocah tampan itu sebenarnya adalah bocah berdarah Inggris asli.


Karena kedua orang tua Anthony memang berdarah Inggris asli. Lahir dan besar di satu negara itu.


Namun karena satu alasan kritis, kedua orang tua Anthony tersebut, kemudian pergi dari Inggris dan tinggal di sebuah kota kecil di Italia yang menjadi kota kelahiran Anthony.


🔵


Mata Putra juga sudah begitu berkaca – kaca, kala Anthony sudah menangis dan terisak dalam pelukannya sambil melirih --- terdengar begitu sedih. Membuat Putra kemudian jadi ikut juga melirih.


"Forgive me .. Anth .. Forgive me ( Maafkan aku .. Anth .. Maafkan aku ) .." sambil Putra terus mendekap Anthony.


Dan pemandangan itu, membuat mereka yang berada di dekat Putra dan Anthony, jadi tidak dapat juga menahan rasa haru dan prihatin mereka.


Hingga mata Gadis sampai Devoss juga ikut berkaca – kaca sebagaimana halnya Putra. Bahkan Gadis dan Bruna --- atas dasar perempuan yang sensitif perasaannya, dan mudah terbawa perasaan itu --- sudah juga lolos beberapa bulir air matanya.


🔵


“Forgive my dumbness .. because I  .. make you lose your parents forever ( Maafkan kebodohanku .. karena aku .. membuatmu kehilangan orang tuamu untuk selamanya ) ..” lirih Putra. Lalu sebulir air mata Putra menetes.


Gadis yang berada di samping kiri Putra karena, langsung mengulurkan tangannya dan menempatkannya dipunggung Putra.


Lalu Gadis mengusap lembut punggung suaminya itu. ‘Jika sedang seperti ini, Putra yang kemarin aku lihat kejam saat mendorong ibu dan Madya ke jurang, terlihat lemah –‘


“It wasn’t your mistake ( Itu bukan kesalahanmu ), Papa ..”


Suara Anthony, kemudian menarik Gadis dari lamunan kecilnya.


🔵


“I’m sorry to make Papa become sad ( Maafkan aku yang membuat Papa jadi bersedih )”


Anthony yang sudah menarik dirinya itu berkata lagi.


“Do not sorry, Anth.”


Putra pun segera menjawab ucapan Anthony.


Sambil Putra meraih tangan Anthony yang sedang mengusap pipinya.


“Because it’s true I have been remiss in my duty to guard Daddy Rery and Mommy Madelaine ( Karena memang aku sudah lalai dalam tugasku menjaga Daddy Rery dan Mommy Madelaine )”


Dimana Anthony langsung menggelengkan kepalanya.


“No you’re not, Papa,” kata Anthony setelahnya.


🔵


“You already taking care of me, Daddy Rery and Mommy Madelaine that well all that time ( Papa sudah menjagaku, Daddy Rery dan Mommy Madelaine dengan baik selama itu )” sambung Anthony, dan Putra langsung tersenyum. “Daddy Rery and Mommy Madelaine was die because of that bad guy is very bad ( Daddy Rery dan Mommy Madelaine meninggal karena orang jahat itu memanglah sangat jahat ) ..”


“And that bad guy is already dead ( Dan orang jahat itu sudah mati )” celetuk Damian.


“Even dead in the horrible way ( Bahkan mati dengan cara yang mengerikan ) ..” timpal Devoss.


“Yes, I know,” jawab Anthony. “Papa already told me about that ( Papa sudah menceritakan tentang itu padaku ) –“


“Then you should not be sad anymore, okay? ( Kalau begitu kamu jangan bersedih lagi, ya? )” sambar Bruna.


Sambil Bruna menunjukkan senyum menenangkan pada Anthony yang langsung mengangguk memandang satu ibu angkatnya itu, dan menampakkan senyuman juga di wajahnya.


Lalu semua orang disekeliling Anthony dan Bruna, juga menampakkan senyum mereka.


Setelahnya, kembali melanjutkan sarapan yang hampir selesai --- dengan kesemua orang yang sedang berkumpul dalam satu ruang makan itu, kemudian makan dalam ketenangan.


“Apa kamu ada rencana pergi lagi hari ini, Putra?” tanya Gadis pada Putra, setelah ia dan Putra berikut lainnya yang tadi sarapan bersama, sudah kembali lagi ke kamar masing – masing.

__ADS_1


Begitu pula dengan Putra dan Gadis, dimana keduanya langsung pergi ke kamar mereka, karena Anthony mengatakan kalau bocah tampan itu ingin mulai mandiri dalam mengurus dirinya sendiri dalam vila.


Dan hal itu sudah beberapa kali sebenarnya Anthony sampaikan pada para orang tua angkatnya, namun tetap saja terkadang para orang tua angkat Anthony itu secara spontan menanyakan padanya atau menemani Anthony --- apabila Anthony ingin melakukan suatu hal yang berkenaan dengan diri bocah tampan itu, mandi misalnya.


🔵


“Mungkin hanya mengecek pembangunan pabrik teh kita saja, selebihnya aku tidak ada rencana lain. Kenapa? Apa kamu merasakan tubuhmu tidak enak? Atau ada yang kamu rasa sakit di perutmu?” Putra menanggapi pertanyaan yang sebelumnya Gadis ucapkan setelah keduanya masuk ke dalam kamar mereka selepas dari ruang makan.


Gadis tersenyum seraya menggeleng. “Aku sudah cukup baik – baik saja kok, Putra –“


“Lalu menanyakan jika aku hendak pergi, kenapa? –“


“Tidak apa – apa. Aku hanya sekedar bertanya ..”


“Hem.”


“Kamu ingin berendam?”


“Kenapa? Ingin berendam bersamaku?”


🔵


Gadis langsung tersenyum geli setelah mendengar ucapan Putra yang menggodanya.


“Ah tapi tidak, aku tidak akan bisa menahan diriku jika sudah melihat tubuh polosmu tanpa pakaian ..”


Gadis kemudian terkekeh kecil setelah mendengar ucapan Putra barusan, lalu Gadis berkata, “Sepertinya kamu juga tidak bisa menahan diri kamu biasanya jika kita sedang berduaan, saat aku sedang dalam kondisi sehat? ..”


Gantian Putra yang kemudian terkekeh setelah mendengar ucapan Gadis yang melontarkan ledekan kecil padanya.


Ledekan yang membuatnya sadar diri, karena benar adanya.


Jika Gadis tidak sedang dalam kondisinya sekarang, ditambah mereka sudah kembali lagi nampak harmonis, Putra rasanya tidak akan segan untuk melucuti pakaian istrinya itu --- juga pakaiannya sendiri sampai tidak ada sehelai benangpun yang menempel di tubuh mereka.


“Sekarang kamu mengerti betapa banyak dan besarnya pengorbananku untukmu, hem? ..”


Gadis lalu langsung sedikit tersenyum miris.


“Maafkan aku ya? ..”


Putra menukas ucapan Gadis yang ekspresi wajahnya menggambarkan jika istrinya itu sedang merasa bersalah.


Lalu Putra menangkup wajah Gadis yang Putra tatap lamat – lamat, sambil lagi Putra berkata,


“Berhenti menyalahkan dirimu atas apa yang sudah menimpamu. Aku jengah melihat wajah sedihmu, pun aku iba. Aku sendiri sebenarnya tidak pernah menyalahkanmu atas anak kita yang telah tiada sebelum ia lahir, aku hanya kesal, selain ada sedih juga di hatiku karenanya makanya aku menjadi sedikit kasar dalam lisanku padamu, dan aku pun merasa bersalah karena itu, asal kamu tahu –“


“Maaf –“


“Sudah hem? Kita mulai lembaran baru.”


“Iya –“


“Lupakan segala hal buruk yang telah terjadi, karena kita akan benar – benar memulai hidup baru, setelah kita semua pergi ke Inggris dan Ravenna –“


“Iya, Putra –“


“Jaga saja dirimu untukku.”


Putra lalu membawa Gadis dalam pelukan.


“Aku hanya bersedih sesaat atas rasa kehilanganku atas anak kita yang pergi karena ulah ibu dan saudari tirimu.”


Putra kembali berujar.


“Pun mungkin aku tidak akan bersedih hati, andai kamu memang tidak dapat memberiku seorang anak, Gadis ..”


Putra menambahkan ucapannya.


“Toh perihal anak, aku memiliki Anth. Dan itu cukup untukku.”


Dengan Putra yang menatap pada Gadis lekat – lekat, dan Gadis pun sama.


Lalu tangan Putra beralih ke pinggang Gadis.

__ADS_1


Namun sepersekian detik kemudian, tangan Putra bergerak untuk menyentuh kepala Gadis dan membelainya lembut.


Sambil lagi Putra berkata, “Tetapi wanita yang aku cintai selain ibuku, adalah kamu, Gadis. aku tidak dapat melihat wanita lain lagi selain dirimu, dimana aku akan sama merasa andai aku kehilangan Anth, aku tidak bisa kehilangan dirimu.”


“Terima kasih, Putra. Terima kasih sudah mencintaiku seperti itu,” ucap Gadis, dan Putra langsung tersenyum teduh.


“Terima kasih juga sudah cukup bersabar denganku, dan teruslah seperti itu,” balas Putra kemudian. “Jaga hatimu untukku, dengan terus mencintaiku. Karena jika tidak, aku yakin kamu akan menderita sebab aku akan memaksamu terus berada disisiku meski kamu akan menjadi begitu muak padaku dan sampai nafas terakhirmu, istriku.”


Gadis lalu terkekeh kecil.


“Tidak akan aku lepas meski kamu ingin melepas, ingat? ..”


Gadis tersenyum geli, sambil ia manggut – manggut.


“Akan aku ingat, seperti janjiku –“


“Itu bagus –“


“Kalau perlu aku akan meminta kamu menuliskannya, lalu aku akan membingkai dan memasangnya di dinding ..”


Putra pun tertawa kecil. Lalu ia membelai pipi Gadis.


Mengecup kecil ujung hidung Gadis, kemudian Putra kembali menatap Gadis dengan teduh.


“Jaga dirimu dengan baik, hem? .. karena aku akan menjadi gila, jika kehilanganmu. Dalam bentuk apapun itu.”


Gadis pun mengangguk kecil, namun ekspresinya sungguh – sungguh setelah mendengar ucapan Putra barusan.


“Kamu juga, ya? .. Jaga diri dan hati kamu hanya untuk aku? –“


“Kamu tidak perlu memintanya, Gadis ..”


🔵


“Ya sudah,” ucap Putra setelah sesi mesra kecilnya dengan Gadis.


Sambil Putra sedikit mengurai jaraknya dan Gadis.


“Kamu pergilah mandi lebih dulu ..”


Pun, Putra berkata lagi.


Gadis langsung mengangguk.


“Aku akan menyiapkan air hangat untukmu berendam ..” ucap Putra lagi.


“Tidak Putra, tidak perlu .. Aku bisa menyiapkannya sendiri –“


“Jangan pernah menolak perhatianku, Gadis,” sambar Putra.


“Ya sudah kalau kamu memaksa ..” jawab Gadis, dan Putra langsung tersenyum geli.


Kemudian melangkah menuju kamar mandi, setelah ia menyempatkan mengusap lembut sejenak kepala Gadis.


“Sedang memikirkan ibu dan saudari tirimu yang sudah jadi mayat itu?”


Selang beberapa menit kemudian suara Putra terdengar lagi.


Bertanya pada Gadis yang ia lihat nampak berdiri termangu dekat pintu balkon ketika ia keluar dari dalam kamar mandi.


“Maaf ..”


Gadis yang sempat terkesiap itu, langsung menjawab ucapan Putra.


Putra pun langsung mendengus dengan sedikit berat. “Kan aku sudah –“


“Iya Putra, aku masih ingat kata – kata kamu tentang mereka ..” Gadis langsung menyambar Putra yang ingin mengatakan protesnya. “Aku memang sedang memikirkan ibu dan Madya, tetapi bukan tentang bagaimana nasib jasad mereka –“


“Lalu? –“


“Aku justru sedang khawatir jika polisi menangkap kamu –“


“Tidak akan ada yang menangkapku ..” tukas Putra. “Tempat aku membuang dua tubuh wanita keparat itu jurang, bukan? Pun jika tubuh mereka sampai ke dalam hutan yang menjadi ujung jurang, rasanya sangat kecil kemungkinan ada orang yang datang ke sana. Dan lagi, harus ada bukti yang kuat untuk polisi menangkapku, yang mana mereka tidak akan pernah menemukannya –“

__ADS_1


🔵🔵🔵🔵🔵🔵🔵


To be continue ..


__ADS_2