LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 454


__ADS_3

Happy reading .....


🔵🔵🔵🔵🔵🔵


Indo,


“Periksa sendiri.” Putra yang berucap pada Gadis, setelah keduanya sempat berdebat kecil di balkon kamar pribadi mereka.


Dan kini sepasang suami istri itu telah berada di area dalam kamar, dengan Putra yang sudah berdiri lagi menghadap pada Gadis yang sebelumnya sempat menunduk setelah melirih dan ragu – ragu mencetuskan pertanyaan pada Putra tentang kegelisahannya.


Dimana Gadis yang sempat menundukkan kepalanya itu, telah mengangkat kepalanya dan menatap pada Putra yang lanjut bicara lagi. “Apakah ada tanda – tanda mencurigakan di tubuhku ..” dengan Gadis yang nampak tercengang sambil spontan meneguk salivanya.


“Aku ..”


Gadis kembali tergugu.


Melihat pemandangan dada nyaman dan hangat milik Putra yang bisa terlihat sedikit di balik piyama, yang entah kapan membuka semua kancing atasan piyama yang suaminya kenakan itu.


Namun yang jelas, Gadis menjadi sedikit salah tingkah sekarang. dada bidang dengan otot atletis Putra begitu menggiurkan, namun Gadis ragu untuk melakukan apa yang Putra tadi katakan.


Memeriksa tubuh suaminya itu, guna mematahkan dugaannya yang berpikir jika Putra telah ‘tidur’ dengan wanita lain. Walau sudah sering sekali melihat dada Putra bahkan tubuh polos suaminya itu, namun sekarang Gadis sedang merasa salah tingkah.


Tapi tak menampik, jika Gadis sungguh merindukan kenyamanan dan kehangatan bersandar di dada Putra yang bidang dan atletis itu.


Hanya saja, sekarang Gadis menjadi ragu untuk lebih mendekat pada Putra. Karena perasaan dalam hatinya sedang berkecamuk dan menimbang – nimbang.


*****


“Jadi kamu ingin periksa tubuhku ini atau tidak?” ucap Putra.


Yang membuat Gadis jadi terkesiap dan kembali menatap pada Putra. Tapi Gadis, pada akhirnya menggeleng. Namun gelengan Gadis pelan.


Terkesan jika wanita itu agak berat menggelengkan kepalanya. Karena yang sebenarnya, Gadis ingin sekali menyentuh dada bidang nan atletis milik suaminya itu.


Bahkan Gadis berharap jika Putra akan langsung menariknya seperti seringnya, lalu membawa dirinya ke dalam pelukan.


“Sudah tidak lagi mencurigaiku?”


Namun harapan Gadis terbang begitu saja, karena Putra tidak menggerakkan diri untuk menarik dan memeluk Gadis.


Dan Putra masih bicara dengan nada suaranya yang dibuat datar pada Gadis. Meski air muka Putra sudah nampak biasa saja.


*****


Gadis membatin kecewa, kala Putra kembali mengancingkan atasan piyamanya.


‘Tapi tak apa,’


Gadis membatin.


‘Setidaknya Putra sudah tidak terlalu dingin lagi bersikap padaku.’


Ada juga lega dalam hati Gadis kemudian. Dan yakin jika Putra tidak mencari kesenangan dengan wanita lain, seperti yang sempat Gadis pikir dan takutkan.


“Sekarang, bisa kamu gerakkan kaki kurusmu itu untuk naik ke tempat tidur dan mengikuti ucapanku untuk mengistirahatkan dirimu? ..” suara Putra terdengar lagi. Dimana Gadis yang sedang sedikit melamun sambil membatin itu, terkesiap sekali lagi.


Gadis lalu mengangguk dalam menanggapi ucapan Putra itu, sambil dirinya menampakkan seutas senyuman pada Putra yang menatapnya sebentar, lalu berbalik. “Ka, mu .. sudah makan Putra? ..” tanya Gadis pada Putra kemudian, dan Putra langsung menjawabnya.


“Sudah,” jawab Putra sambil ia berjalan menuju ranjang pribadinya dan Gadis.


*****


Gadis mengekori Putra.


“Sekali lagi, aku minta maaf atas sikapku padamu berkenaan dengan ibu ---“


“Aku tidak ingin ada bahasan apapun tentang mereka.”


Putra memotong ucapan Gadis, yang berhenti di pinggir ranjang, kala Putra sudah duduk di salah satu pinggirnya. Dan Gadis langsung bersuara. “Maaf ---“


“Kemari.”


Putra langsung menukas ucapan Gadis.


Sambil Putra menggerakkan tangannya.


Kode, agar Gadis mendekat padanya.


*****

__ADS_1


Gadis kemudian sedikit terkejut dibuat Putra.


Karena Gadis pikir Putra akan memarahinya lagi.


“Putra ..” lirih Gadis, namun hatinya terasa hangat.


Sebab Putra bukan langsung melemparkan omelan padanya, namun Putra menarik dirinya dengan pelan, lalu mendudukkan Gadis di atas pahanya.


Putra juga nampak tersenyum pada Gadis, walau tipis saja. Namun itu cukup untuk membuat hati Gadis menghangat. Kemudian dengan seksama mendengarkan Putra yang lalu bicara dengan menatapnya, sambil menyelipkan beberapa helai rambut Gadis yang terurai ke belakang telinga wanita itu.


“Satu hal yang harus selalu kamu camkan dalam otakmu, Gadis. Dan aku rasa aku sudah sering mengatakannya. Bahwa baru denganmu, aku merasakan yang namanya cinta pada seorang wanita. Dan atas cintaku padamu itu, aku yang memang tak berminat pada wanita macam Dami dan Garret, semakin enggan untuk melihat wanita lain di luar sana.”


Dan suara Putra yang bicara pada Gadis itu terdengar lembut, tidak lagi dingin serta ketus atau datar pada istrinya itu seperti sebelumnya.


*****


“Dan untuk cintaku padamu itu juga, segala hal tentangmu begitu sensitif untukku. Macam apa yang aku rasakan terkait Anth. Protective. Dengan sangat berlebihan. Jadi soal ibu dan saudari tirimu adalah tindakan perlindunganku yang sangat berlebihan padamu. Ditambah, aku sudah mendapatkan banyak bukti bahkan pengakuan mereka sendiri yang memang berniat jahat padamu, yang sebagian dari niat itu telah mereka laksanakan sampai kamu terancam kehilangan nyawa, dan bayi kita terbunuh.”


Putra lanjut berkata.


“Dengan mereka berlaku seperti itu padamu, aku anggap mereka sudah sangat mengusikku. Dan sudah aku katakan, jika aku tidak akan segan memberi ganjaran pada orang-orang yang berani mengusikku. Tidak akan aku beri kesempatan kedua bagi para pengusik itu untuk membuatku merasa terganggu, apalagi sampai membuat wanita yang aku cintai berada dalam ancaman, apapun bentuknya. Pun sikapku itu berlaku juga bagi Anth, dan semua orang dalam keluarga kita andai aku mengetahui ada ancaman untuk mereka---”


“Aku akan lebih mengingat itu sekarang, Putra.”


Gadis lalu menyela ucapan suaminya itu. “Itu harus.” Yang langsung menimpali ucapan Gadis tersebut yang menyela ucapan Putra.


“Iya, baik ..”


Putra mendengus geli mendengar suara Gadis yang menjawab ucapannya.


“Kamu menanggapi seolah aku ini majikanmu.” Lalu Putra berkata demikian.


Dan Gadis langsung tersenyum simpul.


“Aku hanya tidak ingin menyinggung perasaanmu lagi.” Kata Gadis setelahnya.


*****


“Kamu hanya belum betul – betul memahamiku, Gadis,” ucap Putra menanggapi ucapan Gadis sebelumnya.


“Maafkan aku untuk itu---“


“Sudahlah .. aku juga tidak akan menyalahkanmu yang belum sepenuhnya memahamiku, karena apa yang sudah terjadi diantara kita berdua pun terjadi dengan singkat.”


Putra langsung tersenyum kecil setelah mendengar ucapan Gadis ini. “Kalau begitu, mulailah dengan berhenti memikirkan soal ibu dan saudari tirimu yang sudah aku habisi itu.”


*****


“Tak perlu lagi kamu peduli pada 2 wanita keparat itu, bahkan apa yang akan terjadi pada jasad mereka.”


Putra menambahkan ucapannya.


“I – ya ..”


Gadis lalu menyahut dengan sedikit tergugu.


“Pun, satu yang harus lebih kamu ingat.” Putra berkata lagi.


“Iya, apa?---“


“Aku mencintai kamu, Gadis .." tukas Putra.


Yang langsung melanjutkan ucapannya, dengan menambahkan selorohan dalam kalimatnya.


"Sekesal dan semarah apapun aku padamu, aku tidak akan pernah mencari kesenangan dari wanita lain. Selain aku tidak tega padamu, dan khawatir kamu bunuh diri karena terlalu frustasi jika aku sampai berbagi kehangatan dengan wanita lain ..”


Gadis lalu mendengus geli setelah mendengar kalimat terakhir dari Putra yang kemudian tersenyum lagi pada istrinya itu.


*****


“Dan memang aku tidak dapat melihat wanita lain selain kamu.” Putra berucap lagi.


Mengucapkan kalimat yang dalam makna bagi Gadis.


“Terima kasih, Putra ..” ucap Gadis dengan rasa haru dan bahagia tentunya mendengar ucapan Putra yang terdengar manis di telinga Gadis, dengan Putra yang menatapnya lembut.


Lalu Putra tersenyum lagi, kala setelah berterima kasih padanya, Gadis kemudian memeluk dirinya.


Yang langsung Putra balas pelukan Gadis, dengan mendekap tubuh istrinya itu. “Jangan berterima kasih dulu.” Putra lalu berucap. “Aku yang mencintaimu seperti itu, akan menjadi sangat possesive padamu.”

__ADS_1


“Iya---“


“Aku tidak akan peduli, jika suatu hari kamu menjadi benar – benar muak padaku, membenci bahkan berhenti mencintaiku. Aku tidak akan pernah membiarkanmu pergi dari sisiku,” kata Putra lagi. “Tak akan aku lepas, meski kamu ingin melepas.”


*****


Gadis menganggukkan kepalanya setelah mendengar ucapan Putra, yang merupakan sebuah penekanan.


Namun Putra sampaikan dengan tidak tajam.


“Aku akan mengingatnya.”


“Ya sudah kalau begitu.” Putra kembali berkata. “Istirahatlah.”


“Lalu kamu?---“


“Akupun ingin beristirahat---“


“Disini, kan?---“


“Maumu? ..”


Gadis memandang Putra dengan gurat agak salah tingkah. “Ya .. disini---“


“Memohonlah kalau begitu.”


Putra menukas ucapan Gadis yang menjawab pertanyaannya dengan nampak malu-malu itu. Hanya sekedar menggoda Gadis sebenarnya.


“Iya, baik.” Namun nampaknya Gadis menanggapi serius ucapan Putra.


“Kamu mau apa?”


Dan Putra lantas bertanya pada Gadis, ketika istrinya itu bangkit dari pangkuannya. Seraya dengan spontan memegang kedua lengan Gadis.


Kemudian Gadis berdiri sebentar menghadapnya, dan sudah merundukkan tubuhnya. “Memohon. Untuk memohon aku kan perlu berlutut? ..” polos Gadis.


Membuat Putra jadi terkekeh karenanya. “Gadis .. Gadis ..” Putra juga sampai geleng – geleng tak percaya atas kepolosan istrinya itu sekarang.


“Kenapa? ..”


Dan masih dengan kepolosannya, Gadis bertanya lagi pada Putra karena suaminya itu terkekeh geli.


Lalu Putra menggeram gemas, lepas Gadis bertanya sekali lagi padanya itu dengan ekspresi polosnya.


Kemudian Putra kembali lagi menarik dan memangku Gadis. Lalu menjepit dagu Gadis dengan dua jarinya, sambil Putra berkata lagi dengan gemasnya pada istrinya itu.


“Seharusnya aku tidak jatuh cinta pada wanita yang kelewat polos sepertimu. Selain kamu naif dan agak bodoh.” Putra berujar untuk sekedar meledek Gadis.


“Iya, maaf ..”


Namun lagi – lagi Gadis serius menanggapi ucapan Putra.


Membuat Putra menggeram gemas sekali lagi jadinya. “Berhenti meminta maaf.”


Lalu Putra berkata.


“Aku tidak sedang memarahi kamu ..”


“Iya, ma---“


*****


Tak sampai Gadis meneruskan kalimatnya, Putra sudah lekas menyambar.


“Haish kamu inii---“


Syut!


Putra menggeram gemas sekali lagi, namun kali ini dengan dirinya mengangkat tubuh Gadis.


Dimana Putra kemudian merebahkan Gadis di atas ranjang mereka, sambil Putra langsung berkata pada istrinya itu yang sungguh membuatnya gemas setengah mati dan jadi tersiksa karena selama minimal seminggu ke depan, Putra harus menahan betul hasrat kelakiannya yang ingin ia lampiaskan pada Gadis seorang.


“Jika saja aku tidak peduli pada kesehatanmu dan saat ini aku harus menahan diri untuk meminta hakku sebagai suami atas saran Dokter Ridwan karena kamu habis keguguran, aku akan menggagahimu dengan membabi buta,“ ucap Putra lagi.


Sambil Putra menampakkan sedikit ekspresi sebalnya pada Gadis yang sudah ia rebahkan di atas ranjangnya itu.


"Haa .. sial sekali nasibku---"


🔵🔵🔵🔵🔵🔵

__ADS_1


To be continue .....


Terima kasih masih setia.


__ADS_2