LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 251


__ADS_3

Halo para reader setia!


Sehubungan dengan adanya sistem penghitungan popularitas terbaru di Noveltoon untuk setiap karya di aplikasi ini, saya selaku penulis ingin mengajak kalian semua untuk membaca terlebih dahulu satu episode sampai tuntas, sebelum memberikan like ( jika memang berkenan ) ataupun komentar.


Kenapa?.


Karena pemberian like / komentar terlebih dahulu sebelum membaca, maka hal tersebut akan dianggap bot, sehingga mempengaruhi popularitas suatu karya.


Demikian informasi ini Author sampaikan, dan terima kasih atas perhatian kalian.


Salam Enjoy....


***


Happy reading....


***


Leicester, England ....


Di dalam ruang tamu sebuah mansion, sebuah penyanderaan atas satu keluarga yang menempatinya setelah dua  pemilik aslinya telah dibunuh, sedang terjadi.


“Please, we won’t ever showed up in front of you anymore ( Tolonglah, kami tidak akan pernah lagi muncul dihadapanmu )...”


“Hemm.”


“Please, Damian...”


“Gar, Richard, Stan...” Damian bersuara. “Give them what they want. Release them ( Berikan apa yang mereka minta. Lepaskan mereka )”


“How about ( Bagaimana dengan )---“


“Just go when you are have a chance for it.”


( Pergilah saat kalian memiliki kesempatan untuk itu ).


****


Author’s POV ...


“Gar! what did I said to you? ( Apa yang tadi aku katakan padamu? )....” Damian bersuara - berbicara pada Garret. Saat ketiga orang keluarga Locko itu menuruti apa yang Locko katakan, untuk pergi saja terlebih dahulu saat ini.


Sementara Locko sedang memikirkan cara untuk bernegoisasi lagi dengan Damian agar melepaskan istrinya dan dia sendiri. Tentu juga, mengampuni nyawa mereka.


Locko, terutama.


Pria itu sedang berpikir keras untuk membuat Damian mengampuni nyawanya, karena dia – walau tidak langsung membunuh ayah Damian dan kakak lelaki pria tersebut, namun Locko sadar diri, jika dirinya berandil besar dalam pembunuhan ayah dan kakak lelaki Damian.


Dimana hal tersebut dilakukan oleh dua anak buah Jaeden atas perintah langsung dari musuh bebuyutan Putra itu untuk membunuh ayah dan kakak lelaki Damian yang setia pada Kingsley dan juga Rery hingga tidak ingin diajak bekerja – sama dengan Jaeden dalam menguasai semua aset keluarga Kingsley Smith, termasuk milik Rery.


Makanya Jaeden langsung melakukan pendekatan pada Locko yang pada akhirnya gelap mata untuk menerima tawaran Jaeden untuk mencari titik lengah dan kelemahan ayah dan kakak lelaki Damian, dengan iming-iming semua milik keluarga Damian akan menjadi milik Locko dan keluarganya jika Locko mau membantu Jaeden menghabisi ayah dan kakak lelaki Damian.


Selain memberikan semua informasi yang Locko dan keluarganya itu punya dimana informasi tersebut berkaitan dengan Kingsley dan surat wasiatnya, berhubung Locko adalah orang kepercayaan keluarga Damian.


Dan ketika Locko berkhianat dari keluarga Damian dengan berganti pihak menjadi – katakanlah sekutu Jaeden, seperti beberapa orang dalam ruang lingkup keluarga Damian serta Kingsley yang mana juga berhubungan dengan Rery, lalu pembunuhan atas ayah dan kakak lelaki Damian terjadi atas perintah Jaeden, pria itu menepati janjinya pada Locko.


Apa yang dimiliki oleh keluarga Damian diberikan Jaeden padanya.


Karena Damian telah menghilang, dan memang selama ini Damian tidak tinggal di mansion keluarganya yang berada di Leicester itu.


Jadi Jaeden tidak memperhatikan soal seorang Damian, termasuk tidak akan menyangka, jika Damian lah yang sebenarnya diminta almarhum sang ayah untuk memberikan surat wasiat Kingsley pada Rery yang berada di Ravenna.


Yang seharusnya tidak pernah Jaeden tahu keberadaan Rery disana, setelah memilih untuk meninggalkan Inggris, dan menanggalkan statusnya sebagai ahli waris utama kekayaan berlimpah milik keluarganya yang dimiliki secara turun-temurun itu.


Namun ya itu, hingga pada akhirnya Jaeden tahu keberadaan Rery di Ravenna, adalah karena Locko yang mengatakan padanya tentang hal tersebut, setelah ia tak sengaja mendengar pembicaraan tertutup almarhum ayah dan kakak lelaki Damian mengenai keberadaan Rery.


Yang mana pada akhirnya berakhir dengan dibunuhnya Rery beserta sang istri oleh Jaeden.


Meski Locko adalah orang kepercayaan keluarga Damian, namun ayah Damian tidak membagi informasi tentang Rery dan apa saja rahasianya bersama Kingsley – ayah Rery, selain pada kedua putranya.


Sehingga tidak ada pengejaran dan pencarian atas Damian yang telah membawa amanat dari sang ayah untuk Rery, karena Locko tidak mengetahui langkah terakhir almarhum ayah Damian tersebut untuk membuat Jaeden tak dapat memiliki kuasa atas harta keluarga Kingsley Smith.


Author’s POV off ...


****


“Gar! what did I said to you? ( Apa yang tadi aku katakan padamu? )....”


Damian bersuara - berbicara pada Garret. Saat ketiga orang keluarga Locko itu menuruti apa yang Locko katakan, untuk pergi saja terlebih dahulu saat ini setelah ketiganya dilepaskan oleh Garret, Richard dan Stan atas perintah Damian.


“Release them! ( Lepaskan mereka! )” sahut Garret dengan berseru seperti halnya Damian dikarenakan musik yang terputar.


“But did not say to let them live, right?! ( Tetapi tidak mengatakan untuk membiarkan mereka hidup, bukan?! )” seru Damian penuh arti.


Dimana Garret memahami maksud Damian tadi, termasuk juga Richard dan Stan.

__ADS_1


Dan ketiganya langsung mengangkat tangan mereka yang masih menggenggam senjata, dan mengarahkannya kepada titik yang sama.


🎵Don’t let me down .. Don’t Let me down ..🎵


Seiring musik yang mengalun dari corong gramaphone, suara letusan senjata api pun terdengar bak menjadi bagian dari musik yang mengalun tersebut.


“NOO!!!!!”


Dan teriakan histeris keluar dari mulut pria bernama Locko berikut istrinya, kala Garret, Richard dan Stan mendaratkan beberapa peluru ke arah tiga orang yang sedang berjalan cepat menuju pintu kediaman keluarga Damian tersebut.


Ketiga anggota keluarga Locko itu pun dengan cepat ambruk setelah bunyi letusan dari tiga senjata api menyapa tubuh mereka, berikut dengan peluru-peluru yang dimuntahkan dari pistol Garret, Richard dan Damian.


Dimana bunyi letusan dari tiga senjata api tersebut, teredam oleh suara musik yang mengalun dengan volume yang agak besar dari gramophone yang dipasangkan sebuah piringan hitam oleh Damian tadi.


Wajah Damian nampak datar, lalu ia berdiri dari duduknya. Damian bungkam, begitu juga mereka yang datang bersamanya.


Hanya suara isakan menyayat hati istri Locko saja yang terdengar.


Sementara Locko sendiri yang kepalanya masih tertodong pistol Putra, menatap nyalang pada Damian yang sudah berdiri dari duduknya setelah ia tadi berteriak histeris saat tiga orang anggota keluarganya yang terdiri dari ayah, ibu serta adik perempuannya, dibantai didepan mata Locko.


“YOU BSTARD!!!! ( KAU BJINGAN ) DAMIAN!!”


Locko mengumpat dengan berteriak kencang pada Damian, yang orangnya hanya mendengus sinis saja menanggapi Locko.


***


Damian mengayunkan santai langkahnya.


Sementara Putra dan Garret membiarkan saja salah seorang saudara angkat mereka itu melakukan apa yang Damian ingin lakukan untuk membalas sakit hatinya pada orang-orang yang mengkhianati keluarganya ini, sampai menghilangkan nyawa ayah dan saudara lelakinya, yang sudah Damian bayangkan jika keduanya telah dihabisi tanpa ampun.


Bahkan dirampas juga hartanya.


“We gave you all information! Also will return everything that belong to you! Why still you killed them?! ( Kami telah memberikanmu semua informasi! Juga sudah mengatakan akan mengembalikan semua yang menjadi milikmu! Kenapa kau masih membunuh mereka?!)”


Locko merepet histeris pada Damian, dengan matanya yang melotot tajam, selain memerah, diantara sedih dan marah memandang pada Damian.


"Eye for eye ( Mata untuk mata )" ucap Damian dingin.


***


Kini Damian telah berdiri di belakang Locko dan istrinya, di antara Putra dan Devoss.


“No matter it was you directly or not, but still, you made my father and brother was killed. So your father and your sister was became a replacement ( Tidak perduli kau berperan langsung atau tidak, tetap saja, kau menyebabkan ayah dan kakak lelakiku terbunuh. Jadi ayah dan adik perempuanmu sebagai gantinya )”


Damian merundukkan tubuhnya untuk berbicara tepat di samping telinga Locko.


Lalu Damian menegakkan lagi tubuhnya. Namun ia masih berada di posisinya yang berdiri di belakang Locko.


“But it just one of the interest of what you have done to my father and brother ( Tapi itu baru satu bunga untuk apa yang telah kau lakukan pada ayah dan kakak lelakiku )---“


Damian menjeda ucapannya.


Disaat yang sama Devoss membawa istri Locko menjauh dari suaminya itu. Membuat kepanikan serta kecemasan berikut ketakutan di wajah Locko dan istrinya kembali kentara.


Istri Locko langsung menjerit memanggil nama suaminya saat Devoss menarik wanita itu menjauh dari suaminya.


Bersamaan juga dengan Locko yang panik dan memekik, menyebut nama istrinya. “Don’t hurt her please! ( Jangan sakiti dia kumohon! )”


Kembali Locko memekik dengan nada memohon pada Damian kala istrinya itu kini sudah berada berjarak darinya.


“Please don’t— I beg on you ( Tolong jangan--- Aku mohon padamu ), Damian....”


“Please— have a mercy ( Tolong---- berbelas kasihanlah )....” Locko dan istrinya sama-sama melirih pada Damian, dan melemparkan tatapan memohon dengan sangat pada pria itu.


Namun Damian nampak mengacuhkan lirihan berikut tatapan memohon dari Locko dan istrinya tersebut. Dan kini Damian telah berada di samping istri Locko yang sudah bermandikan air mata.


Istri Locko itu menatap Damian dengan tatapan yang penuh memohon, sembari menggelengkan kepalanya. Seolah wanita itu tahu apa yang hendak Damian lakukan padanya, baik oleh Damian sendiri, ataupun oleh salah satu orang yang bersama Damian.


“LEAVE HER ( JAUHI DIA ) DAMIAN!!”


Locko berteriak sekencang-kencangnya pada Damian yang nampak datar dan dingin sambil memandangi istrinya itu.


Suara Locko yang berteriak dengan sangat kencang pada Damian, terdengar seperti sebuah perintah bercampur bentakan.


Namun Damian bergeming. Ia nampak begitu dingin dengan tatapan yang nanar. Hati Damian sedang kacau, dari sejak Locko terlihat menggunakan mobil kesayangan ayahnya.


Bayangan bagaimana sang ayah dibunuh dan sang kakak disiksa dulu dengan keji berdasarkan cerita Locko sebelum kakak lelakinya itu juga dibunuh oleh orang suruhan Jaeden, membuat Damian yang tadinya hanya ingin menghabisi Locko saja, kemudian menjadi mendidih darahnya.


“Plea—se—“


“Let her leave ( Biarkan dia hidup ), Damian----“


Locko dan istrinya sama-sama melirih, memohon dengan putus asa.


“I’m—pregnant, For God Sake ( Demi---Tuhan, aku sedang hamil ) —“ istri Locko melirih, dengan balas memandang pada Damian dengan dirinya yang tidak berhenti menangis, lalu begitu memohon pada Damian melalui ucapan dan tatapannya yang nampak tak berdaya bercampur dengan ketakutan yang teramat sangat.

__ADS_1


Namun Damian seolah tuli.


Lebih tepatnya, ia menulikan telinganya.


Damian yang sebenarnya pantang menyakiti wanita secara fisik secara harfiah itu, kini seolah menjadi sosok yang berbeda.


Damian rasanya tidak memiliki rasa iba, pada wanita hamil yang kondisi perutnya belum terlalu membesar itu, namun memang terlihat jelas, jika wanita yang merupakan istri Locko itu sedang mengandung.


“Since you call ‘God’, let me send you to get close too Him. ( Karena kau menyebut nama ‘Tuhan’, ijinkan aku untuk mengirimmu lebih dekat Pada-Nya ) ---“


Damian berucap datar, dengan tatapannya yang nanar pada istri Locko yang histeris dari sejak Damian mengatakan untuk mengijinkan dirinya mengirim istri Locko itu ke tempat dimana Tuhan berada. Begitu juga suara Locko yang berteriak histeris sama seperti sang istri.


Dimana Damian telah mengarahkan pistolnya ke kepala istri Locko hingga ujung larasnya menempel di kening wanita itu. “So you can raise your baby in the good place  ( Jadi kau dapat membesarkan anakmu di tempat yang baik )”sambung Damian.


“N ---“ Istri Locko hendak berbicara.


Namun....


Bang!.


Wanita itu tak sempat melanjutkan kalimat terakhirnya, karena peluru yang meletus dari pistol Damian, telah dengan cepat menembus kepalanya.


“ELIZAAAA!!!!”


Dan jeritan histeris pun spontan keluar dengan lantangnya dari mulut Locko saat Damian menarik tuas pemicu pistolnya hingga sebuah peluru keluar dari selongsongnya, menembus kepala sang istri. Hingga istrinya itu tak ayal langsung tergolek lemas tak bernyawa, langsung ambruk ke lantai ruang tamu mansion milik keluarga Damian itu.


“YOU BASTAAAARDDDDD!! ( KAU BAJINGAAANN!! ) ....” Locko melolong histeris dengan penuh amarah, meski berderai airmata.


Menatap begitu nyalang pada Damian, namun tak dapat bergerak karena tubuhnya di cengkram Putra dengan kuat.


Damian menoleh pada Locko dengan sunggingan miring disatu sudut bibirnya. Kini berjalan untuk lebih mendekat pada Locko.


“That for all of you guys avarice and betrayal ( Itu untuk ketamakan dan pengkhianatan kalian )—“ Damian berucap dengan dirinya yang kini telah berdiri tegak didepan Locko yang masih tetap dibuat berlutut oleh Putra.


Locko meneguk kasar salivanya kemudian, saat Damian memaksa dirinya untuk mendongak dan menghadapkan wajahnya pada Damian-yang setelah berteriak histeris pada Damian kembali menatap sedih pada sang istri yang telah tidak bernyawa dalam keadaan mengandung anak mereka.


Locko sudah merasa, jika sekarang adalah gilirannya untuk mendapatkan hukuman dari Damian, setelah ia dipaksa untuk melihat terlebih dahulu pembantaian keluarganya, yang diiringi oleh sebuah musik berlagu yang terputar dari sebuah piringan hitam yang terpasang pada gramaphone.


Dan Locko sudah rasanya percuma untuk memohon kala Damian telah kembali bersuara sambil menatap datar dan aura dingin mencekam terasa dari suara datar dan sorot mata Damian saat ini.


“Head or heart? ( Kepala atau jantung? )” ucap Damian. Dengan pistol yang diacungkan Damian ke arah Locko.


“He-ad ( Ke-pala )---“ Locko melirih pasrah.


Kepala adalah pilihannya, karena ia akan mati dengan cepat. – pikir Locko.


“Hem.”


Damian berdehem.


“Can’t grant it ( Tidak dapat mengabulkannya )”


Lalu Damian bersuara. Dan kemudian....


Bang!.


Suara letusan senjata terdengar sekali lagi.


Dimana peluru yang dimuntahkan dari selongsongnya, tidak mengarah ke kepala Locko, melainkan ke jantungnya, hingga pria itu tidak langsung meregang nyawa.


“That’s for my brother ( Itu untuk kakak lelakiku )”


Damian berucap sambil menurunkan pistolnya, setelah menembuskan satu peluru ke dada Locko yang ambruk dibawah kakinya kemudian.


“For at least you can feel my brother’s pain before he die ( Setidaknya kau dapat merasakan kesakitan kakak lelakiku sebelum ia meninggal )”


Damian kembali berucap sambil menatap nanar pada Locko yang nampak kesakitan dan tak lama mengejang sambil memegangi dadanya. Tembakannya tidak akan langsung membunuh Locko, melainkan memberikan sedikit saja waktu untuk pria yang telah mengkhianati keluarganya sampai Jaeden menyuruh anak buahnya untuk membunuh ayah dan kakak lelakinya itu, untuk merasakan sakit yang mungkin tak terkira didadanya, sebelum pria bernama Locko itu mati.


“Traitors must die ( Para pengkhianat harus mati )” ucap Damian dengan datar dan dingin yang masih mendominasi dirinya yang sedang diselubungi oleh aura tanpa belas kasihan.


Dan tak ada seorang pun dari mereka yang bersama Damian itu bersuara.


Termasuk tidak ada yang mencoba menghentikan Damian untuk mengeksekusi seorang wanita hamil, yang masuk ke dalam pembalasan atas rasa sakit hatinya.


Karena wanita itu bagian dari keluarga yang mengkhianati keluarganya, hingga dua orang keluarganya yang ia punya di dunia sampai kehilangan nyawa – bahkan menikmati harta mereka tanpa dosa.


Terlebih, sang kakak lelakinya disiksa dengan keji sebelum dibunuh.


Jadi Damian tak iba. Kejam memang. Tapi api dendam didalam tubuh Damian sedang membara.


Hingga salah atau benar, kejam atau tidak, tak lagi diperdulikan.


*


To be continue...

__ADS_1


Noted: Setelah baca jangan langsung kabur juga yaaaaa....


Tanda jempol diharapkan untuk kalian senggol.


__ADS_2