
Happy reading .....
***************
Bandung, Indonesia ....
“Merindukanku, hem?”
Ada Putra yang terdengar bertanya santai namun terdengar mesra.
Pun interaksinya pada seorang wanita yang telah ia rengkuh pinggangnya itu juga terlihat sama mesra dengan caranya bicara pada sang wanita.
“Sa – ngaat ...”
Yang kemudian menjawab pertanyaan Putra dengan nada suara yang terdengar manja sambil juga melingkarkan tangannya di leher Putra, sampai tanpa sadar menarik leher Putra itu hingga si empunya langsung saja merunduk secara otomatis.
Putra tersenyum dengan lebarnya mendapatkan perlakuan seperti itu dari Gadis, bahkan Putra sampai terkekeh. Begitu juga orang – orang yang berada di tempat yang sama dengan Putra dan Gadis, melihat Gadis yang spontan bersikap manja pada Putra, selain sepertinya Gadis tidak sadar dengan kelakuannya itu ---- saking kelewat bahagia dengan kehadiran Putra yang sungguh Gadis tidak duga.
“Akupun sangat merindukanmu, My lovely wife ( Istriku sayang )” mesra Putra, lalu menangkup wajah Gadis yang ia kecup bibirnya kemudian.
Membiarkan saja sepasang suami istri yang saling melepas rindu, Damian – Garret – Devoss menghampiri Bruna dan Ramone untuk menyapa, dan mendapatkan ucapan selamat datang dari keduanya.
Arthur juga ikut menyapa Bruna dan Ramone, meski dirinya sudah sering wara – wiri ke tempat tinggal Putra dan keluarganya tersebut. Sementara tiga anak buah yang ikut dengan Putra – Damian – Garret dan Devoss dari Inggris, sudah diperkenankan untuk beristirahat sebelumnya oleh Garret.
“How about both of you go to your room? ( Bagaimana kalau kalian berdua pergi ke kamar kalian saja? )” celetukan lalu terdengar dari mulut Damian, meledek Putra dan Gadis yang nampak asik berciuman tanpa mempedulikan jika keduanya tidak sedang berduaan saja.
Barulah setelah ledekan dari Damian itu tercetus dari mulut pria itu, Putra dan Gadis menghentikan sesi berciuman mereka itu. Dengan Putra yang terkekeh, sementara wajah Gadis menjadi merah padam setelah menyadari bahwa sesi ciuman mesranya dengan Putra telah menjadi tontonan orang – orang yang ada di dekatnya dan Putra saat ini.
Melihat Gadis yang kikuk dan malu itu, Putra terkekeh lagi ---- begitupun enam orang lainnya. “By the way, where’s Anth and Ad? ( Ngomong – ngomong, dimana Anth dan Ad? ) ...” tanya Putra pada Bruna dan Ramone setelahnya, ketika Gadis yang malu hati itu pura - pura menyibukkan dirinya.
“Anth’s room ...” Bruna yang menjawab Putra, lalu menceritakan pada Putra jika bocah tampan kesayangan mereka itu sedang merajuk sedari tadi, karena Anthony berpikir jika Putra ingkar janji untuk pulang saat hari natal.
Putra pun tersenyum setelah mendengar cerita Bruna, dan kemudian meminta salah seorang asisten rumah tangganya untuk mengambilkan semua hadiah yang ada di dalam mobil.
Yang kemudian di bawa masuk oleh beberapa orang pekerja Putra dan keluarga ke dalam kediaman majikan mereka yang megah di mata mereka itu.
💛
“Anthony—“
“I’m not hungry, if Mama want to ask me for dinner.”
“( Aku tidak lapar, jika Mama ingin mengajakku untuk makan malam )”
Anthony keburu berbicara, saat Gadis datang ke dalam kamar bocah tampan tersebut.
__ADS_1
“I’ve been tried to pursue him with many ways, but still not work ( Aku sudah mencoba banyak cara untuk membujuknya, tapi tetap tidak berhasil )” bisik Addison yang memang menemani Anthony sejak beberapa saat yang lalu.
“But the food tonight is very special, and a lot too ( Tapi makanan malam ini sangat spesial, dan juga banyak )” ucap Gadis setelah menanggapi bisikan Addison padanya dengan anggukan. Kemudian ia mendekati Anthony yang sedang nampak mengurung dirinya di bawah selimut ranjang pribadi bocah tampan itu.
“Will not be special if Papa, Daddy Dami and Garret were not here ( Akan menjadi tidak spesial jika Papa, Daddy Dami dan Garret tidak di sini )” sahut Anthony. “Beside, I also not feel hungry ( Lagipula, aku juga tidak merasa lapar )” ucap Anthony lagi tanpa membuka selimut yang ia buat mengurung dirinya itu. “Any kind of food will appetizing me right now ( Makanan apapun tidak akan membuatku berselera saat ini )—“
“Well that’s too bad ( Yah itu sayang sekali )—“
“PAPAA!!”
Lalu pekikan nyaring Anthony terdengar, ketika saat ia merasa jika yang baru saja bicara menimpali ucapannya adalah suara sang Papa kesayangan ---- Anthony dengan cepat membuka selimut yang ia buat mengurung dirinya.
Dan setelahnya, Anthony dengan cepat melompat kepada Putra yang sudah berdiri di dekat Gadis yang duduk di pinggiran tempat tidur Anthony. Dan hal itu membuat kekehan geli seketika pecah di dalam kamar bocah tampan tersebut.
💛
Putra, Gadis dan Addison terkekeh saja sepanjang kaki mereka melangkah menuju ruang makan dari kamar Anthony karena bocah tampan itu yang mengoceh tak habis – habis.
Dari mulai ocehan jika dia mengkhawatirkan Putra, Damian, Garret bahkan Devoss yang berada di Inggris.
Sampai ocehan yang terdengar seperti sebuah ancaman jika Putra sampai mengingkari janjinya untuk pulang di hari natal untuk merayakannya di tempat tinggal baru mereka itu untuk yang pertama kali.
💛
Kemudian suara pekikan riang Anthony yang nampak senang sekali terdengar lagi ketika melihat Damian dan Garret saat dirinya yang digendong belakang oleh Putra dari kamarnya hingga sampai ke ruang makan, sampai ke ruang makan utama dalam kediaman baru mereka itu sebagai satu keluarga.
“Woo ...” Damian yang berada paling dekat dengan Anthony, sedikit limbung dalam posisinya yang berdiri, ketika setelah turun dari gendongan Putra, Anthony langsung berhambur dan loncat ke dalam gendongan Damian.
💛
“Papa, did you know already if Mama Gadis is pregnant now ( Papa, apa dirimu sudah mengetahui jika Mama Gadis sedang hamil sekarang )?—“
“Yes, I already know about it ( Iya, aku sudah mengetahui hal itu )—“
“When ( Kapan )?—“
“I don’t remember exactly when. Few days behind, maybe ( Aku tidak mengingat kapan pastinya. Beberapa hari ke belakang, mungkin )? ...”
Putra dengan sabar menanggapi cecaran pertanyaan dari Anthony, dikala sesi makan malam natal mereka sudah dilakukan.
💛
“And have you bring presents for my brother or sister ( Dan apa Papa membawakan hadiah untuk adikku )?”
“The baby still not born. Still have to wait for few months ahead. And beside, we still don’t know if it’s baby boy or girl ( Bayinya belum lahir. Masih harus menunggu beberapa bulan ke depan. Dan lagipula, kita masih belum mengetahui apakah dia laki – laki atau perempuan ) ...”
__ADS_1
“Even so, Papa. But still you should buy something for the baby as the christmas gift. Don’t you want to be a good Pa ( Meskipun begitu, Papa. Tetap saja dirimu harus membelikan sesuatu untuk bayinya sebagai hadiah natal. Bukankah dirimu ingin menjadi Pa )—“
Hap!
Putra memasukkan seiris daging ke mulut Anthony.
“Haish.”
Putra berkesah.
“Since when he become so chatty like this?”
( Sejak kapan dia menjadi sangat cerewet seperti ini? )
Sambil Putra geleng – geleng takjub lebih ke malas menanggapi kecerewetan Anthony.
Sementara lainnya yang duduk bersama di meja makan dengan sepasang ayah dan anak angkat yang sangat akrab itu, terkekeh geli.
Dimana suasana hangat kemudian tercipta lebih hangat dari biasanya.
“However ( Oh iya ), Papa—“
“Hem?” tanggap Putra pada Anthony yang mulai bicara lagi, kala ia sedang menyuapi dirinya dengan seiris daging steak dari piringnya.
“I’m learning to be a good brother who has to protect dan take care my incoming brother or sister ( Aku sedang belajar menjadi kakak yang baik untuk melindungi dan menjaga calon adikku ) ...”
“That’s good ( Itu bagus )” Putra menanggapi ucapan Anthony barusan dengan anggukan dan senyuman seraya ia menoleh pada Anthony.
“And I will keep on doing that until the baby’s born ( Dan aku akan terus melakukannya sampai bayinya lahir )”
“It must ( Memang seharusnya seperti itu )” tanggap Putra lagi sambil kembali menyuapi dirinya sendiri dengan menu utama buatan Ramone bersama Gadis dan Bruna.
“And because of that, I have to be always near with Mama ( Dan karena itu, aku harus selalu berada di dekat Mama )...” tutur Anthony.
“Okay...”
“Deal ( Setuju ), Papa?”
Putra manggut-manggut saja menanggapi ucapan Anthony dan terus menikmati makanan yang ada di piringnya.
“So until the baby born, I sleep with Mama in you both room, and Papa sleep in my room ( Jadi sampai bayinya lahir, aku tidur dengan Mama di kamar kalian, dan Papa tidur di kamarku )...”
Di detik dimana,
“Uhuk! Uhuk!” Putra tersedak daging yang baru saja ia masukkan ke mulutnya.
__ADS_1
💛💛
To be continue ...