LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 134


__ADS_3

Happy reading ..


⚪⚪⚪⚪⚪


Gadis mengerjap, sembari perlahan mencoba membuka kedua matanya. “Putra?..”


Gadis sedikit terkesiap saat ia sudah berhasil membuka matanya, dan mendapati Putra sedang berbaring miring menghadap sembari menatapnya dengan menopangkan kepala pada satu tangannya.


Gadis masih sedang berusaha mengumpulkannya nyawanya.


Putra tersenyum saja melihat dan memperhatikan Gadis.


‘Apa dia tidak tidur??’


“Apa tidurmu nyenyak Nona Gadis?...”


Putra bersuara setelah Gadis benar-benar sudah membuka mata.


Gadis mengangguk seraya tersenyum tipis.


“Mengapa kamu selalu bangun duluan daripada aku?...”


“Oh ya?. Aku tidak memperhatikan ...” Tukas Putra. Gadis mengangguk lagi.


“Kemarin di rumahmu yang di Ibukota, juga seperti itu. Kamu dan aku tidur diwaktu yang hampir bersamaan, tapi kamu bangun lebih dulu dariku bahkan membuatkanku makanan ...”


“........”


“Eh hari ini pun begitu ... semalam kita tidur di waktu yang sama ... tapi sepertinya kamu sudah terbangun dari tadi kalau melihat dari wajahmu ...”


“Wajahku memang tampan dalam kondisi apapun ...” Guyon Putra dan Gadis langsung mendengus geli.


“Cih percaya diri sekali”


Putra terkekeh kecil. “Orang tampan memang harus percaya diri”


“Dasar...” Gadis memencet gemas hidung Putra. “Eh?” Gadis menyadari sesuatu kemudian. ‘Aku kan berada di Villa Putra ya?, bukan di rumahnya yang di Ibukota?...’


Gadis kemudian bangkit dengan tiba-tiba.


“Anthony mana?????...”


“Kamu ini mengagetkanku saja ...”


Putra mengacak pelan rambut Gadis yang tergerai sedikit berantakan itu.


“Anth sudah di ruang makan bersama yang lain... bangunlah. Kita makan bersama”


“Ya sudah, aku mandi dulu!”


“Tidak perlu. Cuci mukamu saja ...”


“Tapi kan ...”


“Kami semua juga belum lama bangun. Belum ada yang mandi. Dan aku yakin perutmu sudah lapar sekarang ...”


“Ya sudah kalau begitu... aku cuci muka dan sikat gigi dulu”


Putra pun mengangguk.


****


“Selamat pagi...”


Sapaan meluncur dari mulut Gadis pada semua orang anggota keluarga Putra yang sedang berkumpul di ruang makan Villa, termasuk Danny dan Arthur.


‘Eh, masih pagi kan ini ya?...’


Gadis membatin sembari melirik ke arah luar ruang makan Villa yang tembus ke halaman samping tempat tersebut.


“Ini masih terhitung pagi...”


Putra yang menyadari kekikukan Gadis pun langsung menyambar dan sedikit mendengus kecil.


“Gadiissss!!!!! ...” Anthony langsung berhambur pada Gadis.

__ADS_1


“Selamat pagi Anthony ...”


“Good morning Gadis, did you sleep well? ( Selamat pagi Gadis, apa tidurmu nyenyak? )”


“Eh, eum, Good morning...”


Gadis buru-buru meralat sapaannya.


‘Lupa deh aku kalo banyak wong londo disini!’


Gadis membatin geli sendiri.


“Good morning Gadis...”


“Selamat pagi Nona Gadis...”


“Have a seat ( Silahkan duduk ), Gadis...”


Gadis tersenyum seraya mengangguk.


“Thank you, Mister Addison... ( Terima kasih, Tuan Addison ) ...”


“Just Addison, please ... ( Addison saja, tolong ) ... or Ad will be better ( Atau Ad bahkan lebih baik ) ...”


Gadis tersenyum seraya mengangguk lagi.


“Do not feel loath to all of us from now on ( Jangan lagi merasa sungkan pada kami mulai saat ini ), Gadis ...”


Yang lain mengiyakan ucapan Bruna, sementara Anthony sibuk meminta Gadis agar duduk disampingnya.


"Call us just with our name ( Panggil saja kami dengan nama kami ), Gadis..." Timpal Bruna.


"Okay"


****


Waktu makan yang biasanya cukup tenang menjadi sedikit berisik saat ini, karena Anthony tidak selesai-selesai mengajak Gadis bicara tentang ini itu.


Yang lain hanya mendengus geli dan kadang terkekeh kecil saja melihat antusias berikut wajah senang Anthony saat ini dengan keberadaan Gadis di Villa mereka.


“Heeeemmm... I think I don’t want to go anywhere ( Aku pikir aku tidak ingin kemana-mana )”


“Why? ( Kenapa? )” Tanya Putra.


“Gadis is here and I want to take her around for a tour in our Mansion ( Gadis kan disini dan aku ingin mengajaknya berkeliling dan memberikan tur di Kediaman kita )”


“Ah, so you will be a tour guide today?... ( Jadi kamu akan menjadi pemandu tur hari ini? ) ...”


“Yes! ( Iya! )”


Para orang dewasa yang berada di sekeliling Anthony pun terkekeh geli saja.


“You still have a lot of time to do that later ( Kamu masih banyak waktu untuk melakukan itu nanti ) ...”


Putra berbicara lagi.


“Today is your birthday, we won’t let the birthday boy become a tour guide on his birthday.... ( Hari ini kamu berulang tahun, dan kami tidak akan membiarkan bocah yang berulang tahun menjadi pemandu wisata di hari ulang tahunnya ) ...”


“Ya, your papa was right ... ( papamu benar ) ...” Timpal Damian.


“But I want to show Gadis all part of our Mansion, so she won’t get lost...”


“( Tapi aku ingin menunjukkan pada Gadis seluruh bagian kediaman kita ini, agar dia tidak tersesat ) ...”


“You will have time for it don’t you worry young prince ... Gadis won’t get lost in here, because I’m pretty sure that you, especially your papa will always stick on her ...”


“( Jangan khawatir pangeran muda kamu akan memiliki waktu untuk itu ... Gadis tidak akan tersesat disini, karena aku sangat yakin jika kamu, terutama papamu itu akan selalu menempel padanya ) ...”


“Hahahaha ...”


“Of course me and papa will stick to Gadis! And we will stick on her like forever! ( Tentu saja aku dan papa akan menempel pada Gadis! Dan kami akan menempel padanya untuk selama-lamanya! )”


Putra dan para orang dewasa yang sedang duduk menikmati makanan di ruang makan Villa itu pun tergelak lagi.


***

__ADS_1


“Well Anth, I’m serious when I said that me and all of us want to take you around for your another birthday gift... ( Jadi Anth, aku serius saat mengatakan jika aku dan kami semua ingin mengajakmu berjalan-jalan sebagai bentuk hadiah ulang tahunmu juga ... )” Ucap Putra, selepas ia selesai dengan makanannya.


Yang lain pun mengiyakan ucapan Putra barusan.


“How about we go the the Capital?. There’s a car theater at there right Dan, Ar? ( Bagaimana jika kita pergi ke Ibukota?. Ada teater mobil disana bukan begitu Dan, Ar? )”


Damian berucap dan Danny serta Arthur mengangguk bersamaan.


“Yes they are ( Iya memang ada )”


“Want to go there? ... ( Ingin pergi kesana? ... )”


Putra kembali bertanya pada Anthony.


“I would like to ( Aku ingin )...”


“Then let’s go there! ... ( Ya sudah mari kita pergi kesana! ... )”


Garret langsung menyambar.


“But papa and Gadis just coming last night ... ( Tapi papa dan Gadis baru saja datang semalam ... ) also Padre and Uncle Danny, Uncle Arthur... ( juga Padre, Uncle Danny, Uncle Arthur ... ) I’m sure that five of you is still tired? ... ( Aku yakin jika kalian berlima masih lelah?... )”


Anthony melempar pandangan kepada lima orang yang ia sebutkan itu.


“Well, me and Arthur not that tired. Right Ar?... ( Aku dan Arthur tidak terlalu lelah. Benar bukan Ar? ... )”


“Ya! I’ve got an enough rest ( Aku sudah beristirahat dengan cukup )”


“Me too ( Aku juga ) ...” Timpal Addison.


“Well same as me ... and Gadis also have enough rest ( Akupun sama ... dan Gadis juga sudah beristirahat dengan cukup ). Right ( Benar kan ) , Gadis?...”


Putra juga menimpali sembari mengkode untuk meminta pendapat Gadis yang langsung mengangguk, mengiyakan ucapan Putra. “Yes Anthony, papa putra is right, I-have enough rest ... ( Iya Anthony, papa putra benar, aku-sudah cukup beristirahat... )”


“Even five of us are tired, we have some men to become our drivers now ... so won’t get tired because of driving ... ( Meskipun kami berlima lelah, kita sudah memiliki beberapa orang untuk menjadi supir sekarang ... jadi tidak akan menjadi lelah karena mengemudi ... )”


“Heeeemmmm...”


Anthony nampak berpikir.


“Actually I want to take Gadis around while she’s here ... show her our mansion, our gardens, our horses and the secret of the small waterfall ( Sebenarnya aku ingin mengajak Gadis berkeliling selama dia disini ... menunjukkannya kediaman kita, perkebunan kita, kuda-kuda kita dan air terjun kecil yang tersembunyi )...”


Putra dan yang lainnya mendengus geli mendengar cerocosan Anthony barusan.


“As I said, you have plenty time to do it later ... because from now on, she will live with us”


“( Seperti yang kukatakan, kamu punya banyak waktu untuk melakukannya nanti ... karena mulai sekarang, dia akan tinggal bersama kita )”


“Oh yes, how can I forget about it? ( Oh iya, bagaimana aku bisa melupakannya? )...”


“........”


“Since papa and Gadis will get marry, of course Gadis will stay with us! ( Karena papa dan Gadis akan menikah, tentu saja Gadis akan tinggal bersama kita! )”


“So, want to go to the car theater? ... ( Jadi, mau pergi ke teater mobil?... )” Tanya Putra lagi.


“Heeeemmmm ... talk about marry, it’s already morning and the priest must be wake up... how about Padre and Madre, also Papa and Gadis, get marry today? ( bicara tentang menikah, ini kan sudah pagi dan pendeta pasti sudah bangun ... bagaimana jika Padre dan Madre, juga Papa dan Gadis, menikah hari ini? )...”


“Haish... Anth...” Putra memijat pelipisnya sembari geleng-geleng.


“That’s a splendid idea right? ( Bukankah itu ide yang luar biasa? )...”


Anthony tersenyum lebar, sementara selain dua pasang pria dan wanita yang sedang tidak dipaksa Anth untuk menikah terkekeh geli saja.


‘He thought that to get marry is just like to unwrapped the gifts papers that could just do like that?... ( Dia pikir menikah itu seperti membuka kertas kado dapat dilakukan begitu saja? ... )’


‘Mengapa bocah tampan ini bahkan lebih ngebet dari pada papanya? ...’


 ‘Why Anth is become very agog to marry people? ... ( Kenapa Anth menjadi sangat antusias sekali menikahkan


orang? ... )’


Dua pasang yang merupakan pasangan itupun sedikit menggerutu dalam hati mereka.


***

__ADS_1


To be continue....


__ADS_2