
Happy reading..
*****************
Indonesia
“Let’s see if we have ingredients to make chocolate cake ( Ayo kita lihat apa kita memiliki bahan-bahan untuk membuat kue coklat )..”
“No Gadis .. I’m the one who make that cake ( Tidak Gadis .. aku yang akan membuat kue itu ). You, go to take some rest ( Kamu, pergilah beristirahat ) ..”
“But ( Tapi )..”
“No But. Go for a rest okay?. Anth was right, you look exhausted. That because you didn’t have enough sleep last night also you think a lot and torture by your worries ( Tidak ada tetapi. Pergilah beristirahat oke?. Anth itu benar, kamu terlihat lelah. Itu karena semalam kamu tidak cukup tidur dan juga kamu berpikir keras dan tersiksa oleh kekhawatiranmu )”
“But, Bru..”
“Don’t argue ( Jangan membantah )”
**
Gadis tidak bisa membantah perkataan Bruna yang terus mendorongnya untuk pergi beristirahat di kamar, karena menurut penilaian Bruna, Gadis yang wajahnya nampak lesu itu pasti kurang istirahat karena memikirkan keadaan Putra.
Gadis sempat bersikeras untuk membantu Bruna membuatkan kue coklat untuk Anthony.
Namun Bruna juga kukuh mendorong Gadis untuk pergi ke kamarnya dan beristirahat.
Bahkan Bruna menarik Gadis dan mengantarkan juga Gadis hingga sampai masuk ke kamar dan berbaring di atas ranjang dalam kamar pribadi Gadis dan Putra.
**
“Putra, kenapa kamu membuat aku tersiksa begini?...”
Gadis yang kini sudah ditinggal sendiri oleh Bruna dalam kamarnya dan Putra itu, menggumam sembari berbaring miring menatap ruang di sebelahnya pada ranjang dimana Putra biasanya akan berbaring disana sambil mendekapnya, atau memandangi diri Gadis.
Ruang yang merupakan tempat Putra biasanya tidur disamping Gadis, sejak Putra membawanya tinggal di Villa.
Gadis menatap ruang di sebelahnya itu dengan perasaan gundah, sembari mengusap-usap bantal yang biasa menjadi sanggahan kepala Putra.
“Kalau kamu tidak memberi kabar sampai nanti malam, lihat saja, aku akan memaksa Ad dan Dami juga Bruna, serta membujuk Anthony agar menjadi sekutu ku membujuk tiga orang itu untuk pergi ke Italia menyusulmu! ..”
Gadis menggerutu sendirian.
“Huh!”
Lalu membalikkan badannya dan memunggungi ruang yang biasa Putra tempati saat tidur, seolah sang suami sedang ada disana dan Gadis seolah sedang merajuk seperti jika Putra ada disisinya dan sedang mengerjai nya.
Dan tak lama kemudian, Gadis jatuh terlelap.
**
Gadis sudah terlelap selama beberapa waktu di atas ranjangnya dan Putra.
“Aku sangat merindukanmu, Putra...”
Dan setelah beberapa waktu ia terlelap, Gadis menggumam.
Karena Gadis bermimpi soal suaminya itu.
“Akupun merindukanmu, Gadis...”
“Apanya yang rindu?! Kamu bahkan tidak memikirkanku yang begitu mengkhawatirkanmu ini!...” Gadis menggerutu. “Pergi sana!...”
Gadis yang setengah sadar itu melontarkan usiran pada orang yang hanya suaranya saja ia dengar, yang Gadis yakini itu hanya mimpi.
“Kamu mengusirku, hem?” suara yang dekat di telinga Gadis itu terdengar lagi.
“Iya!”
Gadis menyahut cepat.
“Aku sudah cukup tersiksa karena kepergianmu, jadi jangan datang di dalam mimpiku dan semakin membuat rinduku kian bertambah!”
“Maafkan aku, hem?” Suara itu menyahut.
“Kamu tahu betapa khawatirnya aku kalau terjadi apa-apa padamu? Aku sedih tahu tidak sih?”
“Iya, aku tahu...”
“Aku merindukanmu, Putraaa...”
Gadis melirih dan sedikit terisak. Namun kemudian dia terhenyak.
“Akupun merindukanmu, Gadis...”
‘Eh?’ Gadis sedang merasa-rasa, karena kalau tidak salah ia sedang tertidur dan bermimpi soal Putra.
“Maafkan aku... jangan menangis, hem?...”
Gadis terheran sendiri. Mimpi, tapi kenapa suara Putra terdengar begitu nyata?. Begitu dekat bahkan, seolah orangnya benar-benar ada didekatnya sekarang.
“Maaf...”
Suara itu terdengar lagi.
__ADS_1
Bersamaan dengan usapan lembut yang Gadis rasakan di mata lalu bergerak ke pipinya.
‘Apa ini hanya perasaanku saja yang terlalu rindu, sampai tidak hanya suara, tapi sentuhan Putra terasa begitu nyata?’
Gadis membatin dengan matanya yang masih terpejam. Kembali ia merasa-rasa setiap sentuhan jemari yang ia rasakan masih bergerak di kepala dan wajahnya.
Lalu kecupan juga Gadis rasakan di pucuk kepalanya, seiring ia merasa jika tubuhnya tidak bebas sekarang. Seperti ada yang memeganginya. Memeluk, lebih tepatnya.
Jadi Gadis mengerjap sesaat, lalu perlahan membuka kedua belah matanya.
‘Eh?’ Gadis mengernyit sembari membatin heran.
Pertama, sepertinya posisi tidurnya sudah berubah, tidak lagi menghadap ke arah dinding yang dekat dengan kamar mandi.
Kedua, pandangannya seolah terhalang sesuatu. Sesuatu yang kokoh, sesuatu yang terasa familiar untuk Gadis.
Dimana harum yang menguar dari sesuatu yang seolah menghalangi pandangannya juga terasa familiar, dan memang sedang sangat ia sedang rindukan.
‘Ini ...’ Kalau Gadis tidak salah menerka, ini sebuah dada.
Dada yang bidang dan kokoh, milik seorang pria.
Gadis menggelengkan kepalanya.
Berpikir jika mimpinya terlalu nyata.
Namun setelah Gadis menggeleng, apa yang ada dihadapannya itu masih sama, tidak menghilang, bahkan memudar pun tidak.
‘Jika mimpi harusnya sudah menghilang kan? ... aku sudah terbangun kan ini? ...’
Gadis bermonolog dalam hatinya.
Apa yang dihadapannya, dada yang bidang dan kokoh itu tidak menghilang.
Dan belaian di kepalanya terus saja terasa. Jadi perlahan Gadis mendongakkan kepalanya.
“Maaf, mengganggu tidurmu.”
‘Tidak mungkin!’
Gadis berseru dalam hatinya.
Rasanya ia tercekat, hingga melongo tak percaya dengan apa yang matanya kemudian lihat setelah ia mendongak.
Wajah yang orangnya memang sedang sangat Gadis rindukan, yang Gadis tangkap di netranya.
Dimana wajah itu tersenyum dengan tampannya pada Gadis, seiring hembusan nafas samar yang Gadis rasakan menyapu wajahnya.
Wajah, senyuman, harum dan dekapan yang sama seperti aslinya.
“Kamu terlihat pucat, sayang...” Bahkan suaranya terdengar sungguh-sungguh nyata di telinga Gadis.
‘Ini... ini...’
Gadis mengerjap-ngerjapkan matanya dengan cepat. Ia tercekat, juga terpaku saat ini.
Wajah itu masih tersenyum dengan tampannya pada Gadis.
“Katanya merindukanku? Tapi kenapa kamu diam saja, hem?”
“Putr-Putra?????”
Gadis akhirnya bersuara.
“Iya, Sayang, Gadis, Istriku.”
Sosok yang namanya disebut Gadis itu menyahut mesra.
Tersenyum dengan tampannya, sembari memandang teduh pada Gadis, dan jemarinya membingkai wajah Gadis.
Cup!
Dan sebuah ciuman mendarat di bibir Gadis.
“Aku sangat merindukan bibir ini, dan semua yang ada pada dirimu.”
“PUTRA!!!!!” Gadis memekik kencang.
“Gadis...” ucap pria yang lehernya langsung dirangkul oleh kedua tangan Gadis yang berhambur kepadanya.
“Putraa...”
“Sayang...”
“Ini benar-benar kamu Putraa????”
“Iya, Gadis... ini benar-benar aku.”
“Kamu, pu-lang??” Gadis terisak dengan masih memeluk Putra leher Putra dengan eratnya, seolah takut jika Putra akan pergi jika Gadis melepaskan pelukan erat di leher suaminya itu.
Putra mengangguk seraya tersenyum.
“Iya, aku pulang...”
__ADS_1
**
Flashback
Belanda
“Putra!”
“.....”
“A man name Hiz is calling, and he said that he want to inform you something about Jaeden ( Seorang pria bernama Hiz yang menelepon, dan dia mengatakan ingin berbicara padamu terkait tentang Jaeden )”
“Okay”
- - -
“Yes Hiz, talk. Do not saying if that motherfuc is already at Ravenna ( bicaralah. Jangan katakan jika keparat itu sudah berada di Ravenna ) ....”
( Putra yang berbicara ).
“Well, I want to tell you that you may not go to Ravenna soon ( Yah, aku ingin mengatakan padamu untuk tidak perlu pergi ke Ravenna dengan tergesa ) ...”
( Pria yang sedang tersambung dengan Putra pada saluran telepon rahasia itu kemudian berbicara setelah mendengar suara Putra ).
“Why? ( Mengapa? ) ...”
“That motherfuc is going to hold a celebration ( Keparat itu akan mengadakan perayaan )”
“Of? ( Perayaan apa? ) ...”
“His wife is now pregnant his second child ( Istrinya sedang mengandung anak keduanya ) ...”
“Cih! Is Fleta really love him until she willing to pregnant again of that motherfuc r's child? ( Apa Fleta begitu mencintainya sampai dia berkenan untuk hamil anak keparat itu lagi? )”
“Well, from what we have known, his wife is married by Jaeden to take some of Kingsley’s asset under her family. And since only just pieces of Kingsley’s family which is also spread away from Jaeden. So there’s nothing Fleta Jelin Smith can do, since Jaeden locked her at Kingsley’s Mansion, I guess ...”
“( Yah, dari apa yang kita tahu, istrinya itu dinikahi oleh Jaeden untuk mengambil set Kingsley yang dikelola keluarganya. Dan sebagaimana juga yang kita tahu, hanya tertinggal sedikit saja keluarga Kingsley yang mana juga sudah menyebar untuk menjauh dari Jaeden agar selamat. Jadi tidak ada yang bisa Fleta Jelin Smith lakukan, sejak Jaeden mengurungnya di Kediaman Kingsley, seperti itu menurutku ... )”
“Hemm ...”
“From what I heard, he’s also will do an opening of his new Casino at London. So it means that he will postponed his plan to go to Ravenna soon ( Dari apa yang aku dengar, dia akan mengadakan acara pembukaan Kasino barunya di London. Jadi itu artinya dia pasti menunda rencananya untuk pergi ke Ravenna dengan cepat ) ...”
“I see ...”
“So you can chill out just a little bit ( Jadi kau bisa bersantai sedikit ) ...”
“I only want to have a total chill out and it will happen only if I already killed that motherfucr ( Aku hanya ingin benar-benar bersantai dan hal itu akan terjadi hanya bila aku sudah membunuh keparat itu )”
“All on you ( Terserah kau saja ), Putra. I’m just waiting for the next things that you want me to do ( Aku hanya menunggu perintahmu selanjutnya ) ...”
“Okay.”
“Meanwhile I will find a way to get rid one bug here, you know ( Sementara itu aku akan mencari cara untuk menyingkirkan satu serangga disini, seperti yang kau tahu )”
“I’ll send someone from here. You just give the information of that bug to that person I’ll send. He’ll do the rest ( Aku akan mengirimkan seseorang dari sini. Kau berilah informasi tentang serangga itu pada orangku yang aku kirim kesana. Dia yang akan melakukan sisanya )”
“Got that ( Aku paham ) ...”
“Alright then ( Baiklah jika begitu ), Hiz.”
“.....”
“If you can’t reach me here, you may talk with my Godfather. I will tell him about you. Also always tell Ad for every particular information while you can’t reach me.”
“( Jika kau tidak bisa menghubungiku disini, kau bicaralah dengan ayah baptisku. Akan aku katakan tentangmu padanya, Juga selalu informasikan pada Ad setiap informasi selama kau tidak dapat berbicara denganku )”
“Okay.”
- - -
“Was Hiz giving you a latest information about that bastardo? ( Apa Hiz memberikanmu informasi terbaru tentang keparat itu? )”
( Garret yang bersama Putra dari sejak saudaranya itu menerima panggilan dan berbicara dengan seseorang yang dipanggil Hiz, langsung bertanya pada Putra setelah saudaranya itu menutup telepon ).
“Yes ( Iya )”
( Putra menjawab dan mengangguk pada Garret ).
“Means that we’re positively will off to Italy? ( Itu artinya kita positif pergi ke Italia? ) ....”
( Garret kembali bertanya ).
“No ( Tidak )”
“Why? ( Kenapa? )....”
( Putra mengatakan semua pembicaraannya dengan Hiz pada Garret kemudian, dimana Garret langsung manggut-manggut setelah Putra selesai berbicara padanya ).
“Then what’s your plan? ( Lalu apa rencanamu? )”
“Go home ( Pulang )”
Flashback off
__ADS_1
**
To be continue...