LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 312


__ADS_3

Happy reading ....


❇❇❇


London, Inggris ....


“Congratulation brother (Selamat saudaraku)” ucap Garret dan Damian pada Putra, setelah pria itu selesai dengan sesi teleponnya dengan Anthony, Gadis, Bruna, juga Addison dan Ramone.


Putra pun tersenyum lebar pada Garret dan Damian yang tadi mendengar pembicaraan Putra dan Gadis, tentang kehamilan istri Putra itu.


“Thank you (Terima kasih), Gar, Dam...” sahut Putra, sambil ia menerima pelukan selamat dari Garret dan Damian.


“What a fecundity man you are (Subur juga kau ternyata)”


Damian berkelakar, dan Putra serta Garret pun terkekeh.


Ketiganya lalu keluar dari dalam ruangan tempat Putra melakukan panggilan telepon ke Villa beberapa saat yang lalu.


“What kind of news that make three of you look happy (Ada berita apa sampai kalian bertiga terlihat senang)? –“


“He’s going to be a father once again (Dia akan menjadi ayah sekali lagi)”


Garret yang menjawab pertanyaan dari Hizkia barusan.


***


“Well, it’s still Bru’s prediction actually (Yah, itu baru prediksinya Bru)” ucap Putra setelah ia mendapatkan ucapan selamat dari Hizkia, Devoss dan Yona, bahkan dari Thomas dan beberapa anak buah mereka yang kebetulan sedang berada di area yang sama dengan Putra.


“But I’m sure that is true, if Bru said abouth that (Tapi aku yakin itu benar, jika Bru mengatakan tentang hal itu) –“


“Ya you’re right, Gar. I think the same way with you (Ya kau benar, Gar. Aku berpikir yang sama denganmu)”


“But if I remember that you suddenly puke when you smelled mashed potatoes and the curry puff, I’m sure that your wife is really pregnant (Tapi jika aku ingat saat kau tiba-tiba muntah saat mencium aroma kentang tumbuk dan pastel, aku yakin jika istrimu benar sedang hamil)”


Hizkia berkomentar.


“I ever felt that (Aku pernah mengalaminya)”


“Ah, I remember if Rery ever became like that too while Madelaine was pregnant Anth (Ah, aku ingat kalau Rery pernah juga seperti itu saat Madelaine hamil Anth)...”


Damian ikut berkomentar.


“Bru said the same thing too (Bru juga mengatakan hal yang sama)”


“Then Putra’s Junior is coming soon for sure (Maka Putra Junior telah dipastikan akan hadir)”


Garret pun ikut berkomentar dengan antusias dan sumringah, Putra dan lainnya tersenyum lebar.


***


“Where’s my clothes (Dimana pakaianku)?” tanya Putra sambil memandang pada mereka yang berada di dekatnya, setelah ia dan beberapa orang yang sedang bersamanya itu, telah menyudahkan pembicaraan soal calon anak Putra dan Gadis.

__ADS_1


“It’s being cleaned (Sedang dibersihkan), Boss...”


Thomas yang menjawab.


“I already prepare the new clothes for you and all (Saya sudah menyiapkan pakaian baru untuk anda dan semua)”


“And my stuffs (Dan barang-barangku)? –“


“Inside the drawer beside the bed (Didalam laci samping tempat tidur)...“


Yona menyambar untuk menjawab.


Putra pun mengangguk.


“Better you continue your rest (Sebaiknya kau lanjutkan istirahatmu), Putra” titah Yona setelahnya.


Putra pun mengangguk lagi.


“You all better take some rest too (Kalian semua sebaiknya beristirahat juga)” tutur Putra.


Damian, Garret, Hizkia, Devoss dan Yona pun mengangguk.


“But where you all will take a rest (Tapi dimana kalian akan beristirahat)?” tanya Putra yang telah menyadari jika tempat yang merupakan markas lainnya Accursio itu hanya ada satu kamar saja.


“I already prepare it (Saya sudah menyiapkannya), Boss,” cetus Thomas.


Putra pun mengangguk seraya tersenyum tipis. “Thanks Thom,” ujar Putra.


“You’re welcome, Boss.”


“See you guys soon (Sampai bertemu nanti)” ucap Putra seraya berdiri dari duduknya.


***


Beberapa jam berlalu.


Putra yang hanya mengistirahatkan tubuhnya hanya untuk beberapa jam saja itu kini sudah terbangun lagi. Putra sudah nampak memakai pakaian yang cukup rapih, seperti selalunya ia berpakaian, yang mana pakaian tersebut telah disiapkan oleh Thomas sebelumnya atas perintah Yona.


Putra yang sudah keluar dari kamar tempatnya beristirahat itu mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempatnya berada sekarang ini, yang nampak sepi.


“Boss.”


Putra segera menoleh dan menyapa pada anak buah yang datang menghampirinya dengan tergesa itu.


“Do you need anything (Apa anda membutuhkan sesuatu), Boss?...” tanya satu anak buah tersebut.


“Where I can make coffee (Dimana aku bisa membuat kopi)?” Putra balik bertanya pada satu anak buah tersebut.


“Let me make that for you (Biar saya yang membuatkannya untuk anda), Boss...” jawab anak buah tersebut sopan.


“Okay.” Putra mengangguk. “Thanks before (Terima kasih sebelumnya)”

__ADS_1


“My pleasure, Boss –“


“Are others still have rest (Apa yang lainnya masih beristirahat)?” tukas Putra, sebelum satu anak buah itu hengkang dari hadapannya.


Putra pun manggut-manggut.


“And where they’re take their rest (Dan dimana mereka beristirahat)?”


Putra bertanya lagi, lalu satu anak buah itu memberitahukan pada Putra dimana Damian, Garret, Hizkia, Yona dan Devoss beristirahat.


“You want me to tell them if you are wake up already (Anda ingin memberitahukan pada mereka jika anda sudah bangun), Boss?...”


“No need,” tukas Putra.


“Well excuse me then, Boss, I’m going to make your coffee (Baiklah saya permisi kalau begitu, Bos. Saya akan pergi untuk membuatkan kopi anda)...”


Putra mengangguk dan mempersilahkan satu anak buah yang menawarkan diri untuk membuatkannya kopi itu.


“Please bring into the phone room (Tolong bawakan itu ke ruang telepon)” pinta Putra pada satu anak buahnya itu, yang langsung mengiyakan permintaan Putra dengan sigap dan sopan.


Lalu Putra melangkahkan kakinya menuju ke ruangan yang tadi ia sebutkan.


***


“Boss.”


Itu Thomas yang sedikit terperanjat melihat kedatangan Putra ke ruangan yang dikhususkan untuk segala macam komunikasi mereka.


Putra tersenyum tipis. “You’re not taking rest (Kau tidak beristirahat)?” tanya Putra pada Thomas.


“Already (Sudah), Boss.”


“Don’t lie to me (Jangan bohong padaku), Thom,” tukas Putra.


Thomas tersenyum kemudian.


“I do already take some rest here (Saya sungguh sudah beristirahat disini), Boss.”


“Continue your rest at the room I used (Lanjutkan istirahatmu di kamar yang sebelumnya aku gunakan) –“


“Thank you very much, Boss. But I do I already have enough rest (Terima kasih banyak, Bos. Tapi saya memang sudah beristirahat dengan cukup)...”


“If you said so (Baiklah jika kau berkata demikian)” tukas Putra lagi. “Do you have a latest news (Apa kau memiliki informasi terbaru)?”


“Yes I have (Iya saya punya), Boss.”


Thomas menjawab dengan sigap.


“Tell me then (Katakan padaku kalau begitu)”


“Jaeden has just arrived at England (Jaeden baru saja tiba di Inggris), Boss.”

__ADS_1


***


To be continue...


__ADS_2