LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 184


__ADS_3

Happy reading ..


Putra tersenyum geli melihat wajah Gadis yang nampak menggemaskan saat mereka kini sudah berada di dalam bathtub yang dihiasi banyak kelopak mawar di permukaan airnya. Wajah Gadis sedikit cemberut, karena sesuai perkiraannya, jika Putra tidak akan melepaskannya begitu saja untuk tidak memanfaatkan momen pengantin baru mereka saat berduaan.


‘Membantu mandi’ pasalnya hanya akal-akalan Putra saja untuk mereguk madu keintiman dengan Gadis. Karena pada akhirnya Putra dapat melancarkan aksinya untuk mendapatkan haknya sebagai suami di area wastafel kamar mandi selepas acara membantu melepaskan sepatu dan gaun pengantin Gadis, yang nyatanya hanya alibi Papa Putra saja dibalik maksud yang sebenarnya.


Gadis yang tadinya tidak merasa terlalu lelah, kini jadi lelah betulan. Bagaimana tidak lelah?.


‘Permainan’ Putra tidak pernah sebentar jika mereka sedang mereguk madu keintiman. Dan lagi di momen keintiman yang tadi terjadi di area wastafel, Putra lebih bersemangat dari sebelum-sebelumnya saat menghentak tubuh Gadis.


Gadis sampai sedikit meringis karena Putra memacunya dengan penuh semangat sampai Gadis sedikit meringis disela hujaman Putra pada pusat intinya, selain Gadis merasa mabuk kepayang dibuat Putra. Setiap kali Putra ‘menyentuhnya’ lebih jauh.


Keintiman perdana yang Gadis dan Putra lakukan sebagai suami istri, membuat pergerakan Putra lebih liar dari waktu-waktu sebelumnya saat pria yang sudah sah menjadi suami Gadis itu memacunya di area wastafel tadi. Gadis sampai beberapa kali mengeluarkan jeritan-jeritan kecil akibat sensasi permainan Putra yang ia rasakan kali tadi.


Sampai Gadis merasa benar-benar ‘meledak’ dengan nafas yang sangat tersengal, namun terbang sampai ke awang-awang disaat yang bersamaan.


Setelahnya, Putra memandangi istrinya yang nampak kembang kempis dadanya itu dengan senyum menggoda.


Lalu Putra ‘melepaskan’ tautan intinya dan Gadis setelah ia juga telah ‘meledak’ di dalam Gadis dengan rasa yang lebih dahsyat dari momen-momen  keintiman sebelumnya dengan Gadis. Baru kemudian Putra mengangkat tubuh Gadis yang polos itu dan memasukkannya perlahan ke dalam bathtub, setelah ia juga sedikit menetralkan nafasnya.


****


Kini Putra sudah merendamkan dirinya dan Gadis di dalam bathtub yang bertaburkan kelopak mawar dan harum mawar yang entah dari kelopak-kelopak mawar merah tersebut atau dari sesuatu yang lain, yang dicampurkan ke dalam air di bathtub tersebut oleh pihak hotel.


Yang jelas harumnya terasa menenangkan, dan rasanya cocok untuk menyegarkan tubuh dua insan yang dilumuri peluh karena aktifitas panas mereka yang baru selesai beberapa menit lalu.


“Sepertinya istriku sedang merajuk?..” Ucap Putra yang posisinya berada dibelakang Gadis dalam bathtub tersebut, dengan tubuhnya yang rapat dengan Gadis. Putra meletakkan dagunya di bahu telanjang Gadis, dengan tangannya yang melingkar posesif di perut Gadis sembari menoleh untuk menatap wajah Gadis yang nampak sedikit cemberut itu.


“Habis kamunya sih!”


Gadis mencebik.


“Menyuruhku membersihkan diri lalu istirahat ... Tapi malah meminta jatah.”


Putra terkekeh kecil karena ucapan Gadis barusan.


“Iya maaf..”


Gadis bersungut.


“Tapi ini kan kita sedang membersihkan diri?..” Elak Putra sembari tersenyum jahil.


Haahh!.


Gadis menghela nafasnya.


“Lalu bagaimana kita akan membersihkan diri kalau kamu menempel terus-terusan seperti ini dengan tanganmu yang tidak bisa diam.”


Lalu Gadis bercerocos sambil melirik tangan Putra yang memang sudah menjalar kemana-mana, ke setiap bagian tubuh Gadis, didalam air bathtub.


“Sudah, lepaskan aku. Sekarang aku sudah agak lelah. Jadi biarkan aku mandi di air pancuran saja,” ucap Gadis sembari mencoba melepaskan diri dari sang suami yang menempel rapat dibelakangnya.


Namun alih-alih melepaskan, Putra malah memiringkan kepala Gadis dan langsung me**mat bibir Gadis yang selalu dirasa manis bagi Putra. Pergerakan bibir Putra yang berpadu dengan tangannya yang menyentuh setiap inci tubuh Gadis didalam air bathtub menciptakan sensasi tersendiri lagi bagi Gadis.


Terlebih bibir Putra kini sudah turun ke lehernya, menciumi leher mulus Gadis dan memberikan sensasi yang kembali menciptakan gelenyar, dimana Gadis merasa ada yang mulai berdesir dalam dirinya akibat merinding dan geli, Gadis rasakan bercampur jadi satu. “Putra...” Gadis melirih pelan.


Gadis ingin membebaskan dirinya dari Putra.


Namun keinginan hati dan pergerakan tubuhnya tidak sinkron.


Hati Gadis ingin menarik dirinya jauh dari Putra, namun tangannya malah mengalung kebelakang dengan matanya yang terpejam, saat Putra menyesap dalam lehernya dan kedua tangan Putra sedang bermain di dua aset kembar Gadis dengan gemas.


Putr sedikit menggeram, saat Gadis mulai bergerak gelisah. Karena akibat pergerakan Gadis itu, bongkahan padat di belakang milik Gadis, sesekali menyapa adik kecil Putra yang perlahan ikut menjadi gelisah. Putra melepaskan leher Gadis, kemudian saling menatap dengan wanita yang sudah resmi menjadi istrinya itu.


Netra Putra menatap lembut manik mata Gadis yang nampak sayu namun hangat menatapnya. Namun sekejap kemudian, cumbuan antara dua insan yang baru menikah itu pun kembali terjadi.


Didetik berikutnya Putra sudah membalikkan tubuh Gadis, dan menopangkan tubuh istrinya itu diatas pangkuannya. Mata Putra dan Gadis bersibobok saat Gadis sudah berada di pangkuan Putra, dimana kabut gair*h sudah nampak menyelimuti kedua netra Putra.


Putra tak Gadis sama-sama tak mengeluarkan sepatah kata.


Hanya mata mereka berada pada satu garis lurus, dengan jantung yang sama-sama saling berdegup mulai kencang.


Putra sudah sangat mendamba untuk yang kedua kalinya saat ini, dan keinginan Putra dapat sudah Gadis tangkap lewat pancaran mata Putra dan sentuhan Putra di beberapa bagian tertentu tubuh Gadis.


Gadis mendekatkan wajahnya pada wajah Putra, lalu berinisiatif untuk mengecup bibir Putra lebih dulu.


Mata Putra terpejam, karena Gadis memainkan bibirnya dengan sensual. Hal yang jarang sekali Gadis lakukan, karena biasanya Putra lah yang mendominasi saat mereka melakukan keintiman.


Gadis agak lelah memang, tapi Putra selalu dapat membuatnya terbuai hingga titik mendamba untuk hal yang lebih jauh muncul begitu saja di dalam diri Gadis.

__ADS_1


Seperti saat ini, Gadis bergerak secara naluriah saat tangan Putra memegangi tengkuknya dan balas memperlakukan bibir Gadis, sebagaimana Gadis lakukan pada bibirnya.


Dan gerakan Gadis itu membuat Putra kian terdesak hasrat yang sudah tak sanggup lagi ia tahan lebih lama.


Memang Putra sudah terdesak hasrat, dan kedua tangannya kini sudah berada di bongkahan padat bagian bawah Gadis.


Dan dalam sepersekian detik kini Putra sudah melakukan penyatuan untuk yang kedua kalinya dengan Gadis, bersamaan dengan Gadis yang memekik karena Putra menerobos sedikit keras dibawah sana.


Kedua tangan pun spontan Gadis mencengkram kuat pundak Putra.


“Bergerak, Gadis..” Ucapan Putra terdengar seperti sebuah perintah.


Namun perintah itu bernada lembut dan penuh damba.


Dengan wajah merona Gadis mulai menggerakkan pinggulnya secara perlahan dan sedikit kaku di atas pangkuan Putra.


Namun hanya awalnya saja.


Karena beberapa saat kemudian, gerakan Gadis sudah mulai teratur secara naluriah.


Hingga membuat Putra mengerang nikmat, gerakan pinggul Gadis membuat kepala Putra pening menahan sensasi kenikmatan yang sedang diberikan Gadis di atas pangkuannya itu.


Entah bagaimana Gadis bisa mempelajari hal yang sedang ia lakukan itu, yang jelas Putra tak henti-henti mengerang nikmat atas perlakuan Gadis. Hingga Putra menangkup dada Gadis dengan tangan dan bibirnya untuk membungkam erangannya sendiri.


Namun hal tersebut memicu Gadis bergerak liar dan menjadi- jadi, membuat Putra rasanya ikut juga menggila.


Hingga sepertinya Gadis sudah hampir sampai pada pelepasannya, Putra menahan pinggul Gadis dan menghentakkan miliknya juga. Mengejar gelombang yang sama yang akan diraih Gadis.


Beberapa detik kemudian erangan panjang lolos dari mulut Putra dan Gadis yang ‘sampai’ bersamaan.


Gadis pun ambruk diatas pangkuan Putra dengan kepalanya yang ia jatuhkan di pundak Putra dengan lemas dan Putra memeluk Gadis erat.


Dan suara nafas yang memburu saja yang kemudian terdengar dalam kamar mandi dari dua insan yang baru saja melakukan aktifitas panas di dalam bathtub berair dingin.


***


Akhirnya setelah dua kali melakukan ‘pergulatan’ panas di dalam kamar mandi, Putra baru benar-benar membersihkan dirinya dan juga Gadis dengan benar-benar saling memandikan satu sama lain di bawah kucuran shower.


Putra tak henti-hentinya tersenyum dan sesekali menggelengkan kepalanya melihat rona malu-malu Gadis saat mereka sedang mandi bersama saat ini.


Pasalnya rona malu-malu masih nampak jelas di wajah Gadis saat ia dan Putra sedang menikmati air dari kucuran shower setelah pergulatan di area wastafel dan bathtub.


Padahal sudah beberapa kali Gadis telah melihat tubuh polos Putra secara keseluruhan. Namun nampaknya Gadis masih belum terbiasa dengan hal tersebut.


“Sudah Putra, jangan terus memandangiku seperti itu,” ucap Gadis yang nampak malu sekaligus risih ditatap Putra dengan agak intens.


Putra pun mendengus geli. Lalu ia berkata, “Tidak perlu merasa malu lagi padaku.. aku sudah beberapa kali melihat tubuh polos mu begitupun kamu. Kenapa masih saja malu?”


“Ya aku risih saja.”


“Tidak perlu merasa risih lagi. Lagipula kita sudah menjadi suami istri sekarang.”


“Iya memang. Tapi kan aku belum terbiasa.”


“Maka biasakanlah... kamu akan sering melihat tubuh polos ku dan kita akan sering mandi bersama seperti ini... jadi buatlah dirimu terbiasa untuk itu mulai dari sekarang.”


“......”


“Kita ini sudah suami istri sekarang. Jadi aku tidak akan menahan diriku lagi jika aku sedang sangat menginginkanmu...”


Putra menatap lekat netra Gadis yang mendongak menatapnya.


“Apa kamu mengerti, hem?..”


Gadis refleks mengangguk.


Dan Putra langsung menarik sudut bibirnya setelah melihat jawaban Gadis yang berupa anggukan tersebut.


“Ya sudah, lebih baik kita segera bergegas mandi lalu beristirahat agar bisa makan malam dengan yang lainnya nanti.”


Gadis pun mengangguk lagi dan segera membasahi dirinya di bawah air hingga merata, sementara Putra mengambil spons mandi dan menuangkan sabun cair ke atasnya, yang kemudian ia gosokkan dengan lembut di tubuh Gadis.


Selanjutnya, Gadis melakukan hal yang sama pada tubuh Putra seperti halnya yang Putra lakukan padanya. Dan setelahnya, sepasang pengantin baru tersebut segera berpakaian dan mengistirahatkan diri mereka di atas ranjang hotel yang menjadi ranjang pengantin mereka dengan permukaannya yang bertabur banyak kelopak mawar merah.


***


“Eenngg ....”


Gadis menggeliat saat ia mulai merasakan benda kenyal cukup intens menyentuh wajahnya.

__ADS_1


“Putra aku masih mengantuk dan lelah....” Ucap Gadis pelan dengan matanya yang masih tertutup dan tangannya yang meraba wajah Putra dan kemudian Gadis coba jauhkan dari wajahnya agar berhenti mengecupi wajah Gadis.


Cup


Cup


Namun Putra tidak berhenti mengecupi wajah istrinya itu.


Putra tersenyum senang, karena Gadis tampak menggemaskan.


“Putra hentikan....”


“Aku tidak akan berhenti sampai kamu membuka matamu, istriku ....”


“Putraaa,” Gadis berucap manja dengan nada merajuk saat Putra beringsut ke ceruk lehernya.


Hingga pada akhirnya Gadis membuka matanya akibat tak tahan dengan rasa geli yang ia rasakan di ceruk lehernya, karena Putra menguselkan wajahnya bak anak kucing disana.


Hal pertama yang Gadis lakukan setelah ia membuka matanya adalah menjauhkan kepala Putra dari ceruk lehernya lalu memukul pelan dada bidang Putra yang polos karena Putra tidak mengenakan atasan.


“Kamu ini mesum sekali,” ucap Gadis dengan mencebik. “Apa kamu tidak lelah?....”


“Aku mesum pada istriku apa salahnya? Lagipula hanya menciumimu saja tidak akan membuatku lelah ....” sahut Putra.


“Iya awalnya saja kamu cium-cium, lama-lama pasti menjurus ke itu.”


“Itu?” Punya pura-pura tak paham.


Gadis merungut.


“Jangan pura-pura bodoh.”


“Memang aku tak paham maksudmu dengan ‘itu’.”


Putra masih berlagak tak paham dengan maksud ucapan Gadis.


“Halah!” Gadis kembali mencebik.


“Apa yang kamu maksud dengan ‘itu’ adalah hal yang sudah dua kali kita lakukan di kamar mandi sebelum tidur?”


Putra kemudian berucap sembari mesam-mesem dan Gadis langsung mendongakkan kepalanya sedikit untuk melihat wajah Putra yang kepalanya sedang tertopang pada satu tangannya.


“Menurutmu?....” sahut Gadis.


Gadis memicingkan matanya kemudian.


“Jangan berlagak polos didepanku.”


Putra langsung terkekeh selepas Gadis mencibirnya.


“Sudah ah aku mau tidur lagi.”


Gadis hendak membalikkan badan, namun Putra segera menahannya.


“Kamu tahu? ....”


“Apa? ....”


“Aku itu membangunkanmu, karena waktu sudah hampir menunjukkan saat makan malam.”


“Benarkah?”


“Heemm,” Putra manggut-manggut.


“Ah cepat sekali .... Padahal rasanya aku baru saja tidur ....”


Gadis mencoba untuk bangun dengan malas-malasan.


Dimana Putra, menyunggingkan senyum smirk tanpa Gadis lihat.


Lalu satu tangan Putra segera melingkar di perut Gadis sembari ia menarik tubuh Gadis ke belakang, hingga posisi Gadis berbaring lagi di atas ranjang.


“Aku tadinya membangunkanmu untuk segera bersiap-siap untuk pergi makan malam bersama yang lainnya ....” ucap Putra yang mengunci tubuh Gadis dalam dekapannya. “Namun berhubung kamu mengingatkanku akan ‘itu’, jadi ayo kita melakukan ‘itu’ sekali lagi.”


“Putraaa ....”


Gadis memekik, bersamaan dengan Putra yang kini sudah dengan cepat berada di atas tubuhnya dengan kedua tangan Putra yang menahan tangan Gadis di atas kepala istrinya yang berada di atas bantal.


“Siapa suruh mengingatkanku akan ‘itu....”

__ADS_1


***


To be continue ....


__ADS_2