LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 313


__ADS_3

Happy reading ....


♠♠♠♠♠


London, Inggris,


Putra sedang bersama Thomas saat ini, setelah beberapa jam ia sempat mengistirahatkan dirinya, yang kemudian bergegas pergi ke ruangan tempat alat komunikasi di markas kedua milik Accursio, karena lainnya masih nampak beristirahat di tempat terpisah dengan kamar yang di tempati Putra berada.


“Do you have a latest news (Apa kau memiliki informasi terbaru)?”


“Yes I have (Iya saya punya), Boss.”


Thomas menjawab dengan sigap.


“Tell me then (Katakan padaku kalau begitu)”


Kemudian Putra berucap lagi, dan Thomas dengan cepat menyahut.


“Jaeden has just arrived at England (Jaeden baru saja tiba di Inggris), Boss.”


Putra sontak langsung tersenyum miring, otaknya mulai bekerja untuk memastikan lagi urutan rencananya.


“But Mister Accursio maybe a little bit late arrives here (Tetapi Tuan Accursio kemungkinan akan sedikit terlambat untuk sampai disini)...”


Putra langsung sedikit mengernyit. “Why?” lantas bertanya kemudian.


“Jaeden did a sabotage (Jaeden melakukan sabotase)...”


“What kind of sabotage (Sabotase macam apa)?” tukas Putra.


“Attacking Mister Accursio by send a lot of men on a road, also blowed Mister Accursio’s car (Menyerang Tuan Accursio dengan mengirim banyak orang pada sebuah jalan, juga meledakkan mobil Tuan Accursio)”


“And how is he (Lalu bagaimana dia)?” tanya Putra yang seketika merasa panik disela keterkejutannya, namun Thomas nampak tenang.


“Mister Accursio is okay (Tuan Accursio baik-baik saja), Boss..” jawab Thomas.


“Was he got injured badly (Apa dia terluka parah)?!” tanya Putra yang masih panik.


“No, Boss (Tidak, Bos) ...” jawab Thomas. “Just some scratch. And also the car that blowed, was not the car he used (Hanya beberapa goresan saja. Lagipula mobil yang meledak bukanlah mobil yang beliau gunakan)”


“Heemm,” tanggap Putra yang merasa lega. “Do you have the latest and the most accurate about that mot*erf*ck*r name Jaeden\, plan after Ravenna (Apa kamu memiliki info terbaru dan yang paling akurat tentang rencana si keparat bernama Jaeden itu setelah ia dari Ravenna)? ...”


“Yes I have (Iya saya punya), Boss,” jawab Thomas dengan sigap.


“Tell me then (Katakan padaku kalau begitu)”


“A moment (Sebentar), Boss ...” ucap Thomas pada Putra, sambil ia berjalan ke satu sudut ruangan di mana ada meja dengan laci yang menggunakan kunci khusus untuk membukanya.


Lalu Thomas kembali lagi pada Putra, setelah mengambil sebuah buku catatan lebar namun tipis dari dalam laci pada meja tersebut.


“Here, Boss,” ucap Thomas lagi pada Putra, sambil menyerahkan buku catatan yang ada di tangannya itu. Dan Putra pun segera menerima buku catatan tersebut dari tangan Thomas.


Yang mana segala tulisan tangan Thomas dalam buku catatan tersebut langsung dibaca dengan seksama oleh Putra, tanpa melewatkan satupun setiap poin yang tercatat di lembaran buku catatan yang diberikan Thomas padanya.


“Is my hand write give you difficulties to understand (Apakah tulisan tanganku menyulitkan anda untuk memahaminya), Boss?” tanya Thomas dengan santun.


Putra menggeleng. “No-“


Putra juga menyahut, namun matanya tetap fokus pada tulisan tangan Thomas di buku catatan yang sedang Putra baca itu.


**


“Find out if Hiz already wake up or not (Cari tahu apakah Hiz sudah bangun atau belum)” titah Putra pada Thomas.


Thomas pun mengangguk. “Yes, Boss.”


“Tell Hiz to get here by bring the papers, if he wake up already.”


(Katakan pada Hiz untuk membawa berkas-berkas kesini, jika dia sudah bangun).


**


Tak berapa lama kemudian, tidak hanya Hizkia yang sudah bersama Putra saat ini.


Tapi juga Damian, Garret, Yona dan Devoss.


“Do you bring the copies (Apa kau membawa salinannya), Hiz?”


Putra berujar sekaligus bertanya pada Hizkia, dan pria itu segera menggangguk.


“Here ...”


Hizkia menunjukkan pada Putra, apa yang Putra tanyakan padanya tadi.


“You keep one of the copy (Kau simpan satu salinannya), Hiz,” ucap Putra.


“Okay ...” jawab Hiz.


“Is there a save place to keep this here (Apa ada tempat aman untuk menyimpan ini disini)?”


Putra bertanya sambil memandang pada Yona sambil mengangkat satu bundel lembaran berkas yang tidak tebal.


Dan Yona pun langsung merespon pertanyaan Putra. “Give it to me (Berikan itu padaku)”


Yona mengulurkan tangannya pada Putra.


Dan Putra langsung menyerahkan salinan berkas yang ia pegang pada Yona tanpa harus berpikir lagi.


“Are we moving now (Apa kita bergerak sekarang)?”


Damian lantas bertanya.


“We have to go back home at Christmas, remember (Kita harus kembali ke rumah saat Natal, ingat)?”


Putra pun menyahut cepat.

__ADS_1


“And don’t you want to ‘pamper’ you Junior with those coquettish women as soon as possible (Dan bukankah kau ingin ‘memanjakan’ adik kecilmu dengan para wanita genit itu secepatnya)? –“


Putra menambahkan, dan Damian langsung tergelak.


Sisanya terkekeh geli, kecuali Yona yang nampak jengah.


“But anyway, how about your wound (Tapi ngomong-ngomong, bagaimana dengan lukamu)?”


Devoss yang bertanya.


“It’s just a scratch for him (Itu hanya goresan baginya)” tukas Garret.


**


“Yo, how many men you bring from Netherland?”


(Yo, berapa banyak orang yang kau bawa dari Belanda?).


Putra berbicara pada Yona seraya bertanya pada saudari angkatnya selain Bruna. Hanya saja, dua saudari angkat yang Putra punya itu sungguh berbeda satu sama lain.


Meski bisa menggunakan senjata dengan baik, namun Bruna adalah seorang wanita yang lebih – katakanlah mendekati kodratnya.


Memiliki mimpi untuk menikah dan membangun keluarga.


Sementara Yona adalah kebalikannya.


Jangankan menikah dan membangun keluarga, tertarik pada seorang pria pun tidak.


Namun bukan berarti perilaku seksualnya menyimpang.


Yona hanya tidak tertarik untuk menjalin hubungan, memikirkannya pun tidak pernah.


Yona terlalu dingin sebagai seorang wanita selain ia keras, karena mentalnya tertempa sebagai prajurit dari sejak ia remaja.


Bahkan Yona terkenal tak punya belas kasihan pada musuh – musuh Ramone yang diperintahkan padanya untuk dihabisi, makanya dia disebut sebagai algojo wanita oleh ‘Keluarga’ Ramone yang berada di Belanda.


**


“Yo, how many men you bring from Netherland?”


(Yo, berapa banyak orang yang kau bawa dari Belanda?).


“Just three who come with me, but each one of them equal with power of five strong men (Hanya tiga yang datang bersamaku, tapi satu orang dari mereka setara dengan kekuatan lima orang pria kuat),”


Yona menjawab Putra dengan lugas.


“But more catching up (Tapi akan ada tambahan lagi sedang menyusul kesini)”


Lalu Yona langsung lanjut bicara.


“Do you know how many men we have here (Apa kau tahu ada berapa orang yang kita punya disini)?”


Yona mengangguk.


Putra mengangguk paham.


“I’m sorry for interrupt, but Mister Accursio also bring enough men with him from Italy (Mohon maaf menginterupsi, tapi Tuan Accursio juga membawa cukup banyak orang bersamanya dari Italia)” sela Thomas yang menginterupsi.


Putra menanggapi ucapan Thomas dengan anggukkan.


“But easy to collect more, if that less for you (Tapi mudah untuk mengumpulkan lagi, jika itu kurang untukmu)”


Yona bicara lagi.


“Then do it (Maka lakukanlah)” tukas Putra.


“Okay.”


Yona pun menyahut sigap.


“Explain to me the plan (Jelaskan padaku rencananya)”


Putra mengangguk.


“Thom...” namun Putra beralih terlebih dahulu pada Thomas.


Dan Thomas pun langsung menyahut sigap.


“How’s Richard and Rus (Bagaimana Richard dan Stan)?”


Putra lalu berkata seraya bertanya pada Thomas.


“Rus still in St. Bees and Richard is already at TBW with that kid.”


(Rus masih berada di St. Bees dan Richard sudah berada di TBW dengan bocah itu).


“Tell Richard to feed that boy stay there until I tell him I order him another thing (Katakan pada Richard untuk memberi makan bocah itu dan tetap disana sampai aku memberikan perintah yang lain)”


“Yes Boss (Iya Bos).”


Kembali Thomas menyahut dengan sigap.


“How about Stan and Jules condition’s also other of our men who get injured (Bagaimana dengan keadaan Stan dan Jules serta orang-orang kita yang terluka)?” tanya Putra.


“They’re okay. Already being took care. Some of our men got bad wound, but alive (Mereka baik-baik saja. Sudah mendapatka perawatan. Beberapa dari orang kita mendapatkan luka yang cukup buruk, namun hidup)---“


“Revel?.....”


Putra kembali bertanya.


“Badly injured because he was holding some of men who try to catch you, but already pass his crisis (Terluka parah karena dia menghadang orang – orang yang ingin mengejarmu, tapi sudah melewati masa krisisnya).....”


“And where are they now (Dan dimana mereka sekarang)?” tanya Putra lagi.


“We have place that equal with hospital, Boss. If you worry police will interrogate them (Kita punya tempat khusus yang setara dengan rumah sakit, Bos. Jika anda khawatir polisi akan menginterogasi mereka).....”

__ADS_1


Thomas memberikan keterangan pada Putra yang kemudian manggut-manggut lega.


Lega karena tidak ada korban jiwa, karena Putra tidak takut jika ada anak buahnya yang tertangkap polisi.


Karena yakin jika orang-orangnya itu tidak akan ada yang mengatakan tentang dirinya atau kawanannya ini pada polisi.


Dan lagi Putra akan segera mengeluarkan orang – orangnya itu dengan segera dari kantor polisi dengan cara apapun jika memang ada yang tertangkap.


**


“Those mot*erf*ck*rs at hotel\, any of them who survived (Para keparat di hotel, apa ada dari mereka yang selamat)?” tanya Putra.


“Some (Ada beberapa)” jawab Thomas.


“Got the information of those (Sudah mendapatkan informasi siapa saja itu)?”


“Already (Sudah), Boss.....”


“Let me know their names (Beritahu aku nama – nama mereka )”


Thomas mengangguk dan mengeluarkan buku catatan kecil dari sakunya.


“The Chicago Guy and man name Gaines (Pria Chicago dan pria bernama Gaines)?” tanya Putra saat Thomas menyerahkan buku catatannya dan sudah ia buka pada satu halaman.


“They’re include of the survivor (Mereka termasuk ke dalam mereka yang selamat), Boss.....”


“Hemmm.....” Putra menggumam, sambil ia membaca apa yang dicatat oleh Thomas dalam buku catatan pria kepercayaan Accursio itu.


“Is he comeback to his country (Apa dia kembali ke negaranya)?.....”


Garret yang tadi hanya mendengarkan Putra yang sedang bicara pada Thomas, kemudian bersuara untuk bertanya.


“I’m sure not (Aku yakin tidak).....” tukas Putra.


“I’m sure that pretentious bastard will use this moment to show how ‘great’ he is.”


(Aku yakin bajingan sok itu akan menggunakan kesempatan ini untuk menunjukkan betapa ‘hebatnya’ dia).


Damian melontarkan cibiran.


Putra dan yang paham akan maksud cibiran Damian pun mengangguk samar.


“Yo.....” panggil Putra pada Yona.


“How many (Berapa banyak)?” sahut Yona sigap.


Wanita itu tak perlu rasanya menunggu Putra mengatakan maksud Putra karena menyebut namanya, karena Yona sudah dapat membaca apa yang akan Putra perintahkan padanya.


“Much (Sangat banyak)” Putra yang tanggap pun langsung menjawab Yona, yang sudah dapat menduga keinginannya.


Yona pun mengangguk. “You want to arrange yourself, or let me (Kau ingin mengaturnya sendiri, atau serahkan padaku)?” tanya Yona kemudian.


“I believe it to you (Aku percayakan padamu).....“ jawab Putra dan Yona langsung mengangguk tegas.


Kemudian Putra menjelaskan segala rencananya panjang lebar, yang didengarkan oleh semua orang yang bersamanya dengan seksama.


**


“Are you sure that Jaeden won’t check his son’s first (Apa kau yakin Jaeden tidak akan memeriksa anak lelakinya terlebih dahulu)?”


Hizkia buka suara setelah Putra selesai menjelaskan rencana finalnya pada semua orang yang bersamanya saat ini.


“He’s a greedy bastardo (Dia bajingan serakah)”


“.....”


“Even if he loves his son that much, still money will be his priority (Meskipun jika dia teramat mencintai anak lelakinya, tapi tetap uang yang menjadi prioritasnya)”


“I think you’re right (Aku rasa kau benar), Putra.....”


“I always right (Aku selalu benar), Hiz.”


Putra menyahut dengan nada berguyon.


“Yeah, right (Ya, benar) –“


Hiz menyahut malas atas guyonan Putra itu.


“Heh!”


Putra sontak terkekeh bersama yang lainnya.


Kemudian terdiam tak berapa lama, karena deringan telepon terdengar.


**


“What news (Ada kabar apa), Thom?” tanya Putra setelah Thomas yang menerima panggilan telepon tersebut telah kembali ke hadapannya.


“Our men said that Jaeden not directly back to Kingsley’s mansion (Orang kita melapor jika Jaeden tidak langsung kembali ke kediamannya)”


Thomas lantas segera menjawab apa yang tadi dilaporkan lewat anak buah mereka di telepon.


Putra manggut – manggut. “Prepare a car for me (Siapkan mobil untukku)”


“What do yo want to do (Apa yang ingin kau lakukan)?.....”


“Just want to make a visit (Hanya ingin melakukan kunjungan).....”


“To (Ke)?”


“Kingsley’s Mansion—“


***


To be continue ...

__ADS_1


__ADS_2