
Happy reading ..
*
“What’s wrong?.... ( Ada apa?.... )” Ramone pun langsung bertanya.
“I feel something isn’t right is happening.... ( Aku merasa sesuatu yang tidak beres sedang terjadi ... )”
Putra menjawab Ramone dengan nada suara yang pelan. Membuat Ramone menjadi ikut merasa was-was, karena ia tahu jika insting anak baptisnya ini sangatlah kuat.
“The line phone at Villa sounds busy for some times now.... not very common, cause it’s still very early in the morning at there.... ( Saluran telepon di Villa terdengar sibuk sedari tadi.... tidak seperti biasanya, karena ini masih sangat pagi disana.... )”
Putra berucap lagi, kemudian Ramone tampak berpikir. “Maybe the line is broken or maybe there such urgent things due the business that you guys build? ( Mungkin saja salurannya sedang rusak atau ada sesuatu yang penting mengenai bisnis yang sedang kalian bangun disana? Bisa saja kan? ) ....”
Ramone coba menenangkan.
“Better not think about a threat happening there.... ( Sebaiknya jangan berpikir jika ada ancaman yang sedang terjadi disana.... )”
Ramone kembali coba menenangkan Putra.
***
Indo....
“Morning, Bruna ....”
Itu Gadis yang berpapasan dengan Bruna saat ia sudah keluar dari kamar Anthony.
“Morning, Gadis ....”
Bruna pun menjawab sapaan Gadis padanya.
Lalu dua Nyonya dalam keluarga itu berjalan bersama menuruni tangga untuk pergi ke dapur dan menyiapkan sarapan bagi para penghuni utama Villa, yang masih belum kelihatan batang hidungnya.
“Anth still sleeping? ( Anth masih tidur? )....” Tanya Bruna pada Gadis. Dan Gadis pun mengiyakan seraya mengangguk.
***
“Bru ....”
“Yes, Gadis?”
“Did Putra call already?.... ( Apa Putra sudah menelpon?.... )”
“Not yet. ( Belum )”
“Humm....” Sahut Gadis sembari mengangguk tak bersemangat.
“You miss him ( Kamu merindukannya? ), hem?”
Gadis kemudian terkekeh kecil, atas godaan Bruna padanya.
“Just a little bit ( Hanya sedikit ) ....” Jawab Gadis, sembari meringis kecil dengan dua ibu jari dan telunjuk yang ia buat dekat.
Setelahnya, kedua Nyonya rumah itu pun sama-sama terkekeh dan kembali fokus untuk mempersiapkan sarapan untuk para penghuni utama lainnya, dimana memang Bruna dan Gadis yang selalunya terlibat dalam soal membuat makanan jika memang kedua wanita itu ingin melakukannya.
Pak Abdul dan istrinya, serta satu asisten rumah tangga lain, membantu mempersiapkan meja makan berikut peralatannya saja.
****
“You don’t have Mister Ramone’s phone number, Bru?.... ( Kamu tidak punya nomor teleponnya Tuan Ramone, Bru?.... )”
Gadis kembali bertanya pada Bruna, setelah urusan di dapur beres, dan keduanya hendak membangunkan yang lain untuk turun sarapan.
“Vader, Gadis.” Cetus Bruna dan Gadis pun langsung manggut-manggut seraya tersenyum.
“Ya, Vader. I mean ( Maksudku )” Ralat Gadis.
__ADS_1
“Putra already told you about who is Vader right?”
( Putra sudah menceritakan padamu tentang siapa Vader bukan? )
Gadis mengangguk. “Yes, Putra already told me ( Putra sudah memberitahuku ) ....”
“And that’s why it’s a little bit difficult to contact Vader .... And also nor Vader or Putra haven’t give us any number for us to contact them at Netherlands. ( Itulah mengapa sedikit sulit untuk menghubungi Vader.... Dan juga baik Vader maupun Putra tidak memberikan kita nomor kontak mereka di Belanda )”
“Hum, they forget and I also forget to ask Putra how to contact him at there. ( mereka lupa dan aku juga lupa bertanya pada Putra bagaimana untuk menghubunginya disana )” Ucap Gadis.
“Are you worry if Putra getting naughty at Netherlands? .... ( Apa kamu khawatir jika Putra menjadi nakal di Belanda? .... )” Goda Bruna.
Gadis pun terkekeh kecil.
“Don’t worry, I’m sure that Putra is alright at there. Because if something bad happened to him, the secret phone will ringing....”
( Jangan khawatir, aku yakin Putra baik-baik saja disana. Karena jika sesuatu yang buruk terjadi padanya, telepon rahasia akan berdering.... )
“The secret phone? .... ( Telepon rahasia? .... )” Gadis sontak bertanya.
“Putra hasn’t told you about it?.... ( Putra belum memberitahumu soal itu?.... )”
Gadis menggeleng.
Bruna tersenyum, lalu menjelaskan tentang sebuah pesawat telepon dengan saluran tertutup dan rahasia yang ia maksud tadi pada Gadis.
***
Baru saja Bruna dan Gadis hendak memisahkan diri, karena Bruna hendak membangunkan Addison, dan Gadis hendak membangunkan Anthony. Sementara Damian dan Danny dibangunkan oleh Pak Abdul, tahu-tahu pintu kamar Bruna terbuka dari dalam dan Addison nampak tergesa keluar dari kamar yang laki-laki itu tempati bersama Bruna.
“Ad? ....” Cetus Bruna.
“Hey morning Honey, Gadis.”
Addison langsung menyapa Bruna dan Gadis.
“Why you look in hurry, Ad?. ( Mengapa kamu terlihat tergesa, Ad? )....”
“The red light is on .... ( Lampu merah menyala .... )”
“Maybe it’s Putra.... ( Mungkin itu Putra.... )”
Bruna sontak berucap pada Garret yang barusan juga berkata padanya soal ‘lampu merah’, yang mana Bruna tahu maksudnya.
Sementara Gadis yang menjeda langkahnya untuk pergi ke kamar Anthony itu masih diam di tempatnya berdiri. Gadis tak paham tentang ‘lampu merah’ yang Addison katakan, hingga Gadis sedikit mengernyit.
“Is that means Putra is calling?.... ( Apa itu maksudnya Putra menelepon?.... )” Namun didetik berikutnya setidaknya itu yang Gadis tangkap saat mendengar Bruna menyebut nama Putra. Ditambah Bruna baru saja menjelaskan soal saluran telepon rahasia yang mereka miliki di Villa.
Jadi Gadis langsung berpikir jika ‘lampu merah’ yang Addison maksud itu adalah panggilan yang masuk ke saluran telepon rahasia tersebut, walau Gadis tidak mendengar suara dering telepon dari tempatnya berdiri sekarang. Karena biasanya, jika ada panggilan telepon yang masuk ke Villa, suara dering dari dua pesawat telepon yang ada di lantai satu dan dua itu pasti terdengar.
Tapi kemudian Gadis sadar, jika yang namanya rahasia, pasti disimpan dengan rapat pada suatu tempat. Namun Gadis cukup dibuat bingung karena memang tidak mendengar dering telepon sama sekali, tapi Addison tahu jika ada panggilan yang masuk.
“Could be .... ( Mungkin saja .... )” Jawab Bruna.
‘Entah bagaimana Ad tahu jika ada panggilan telepon yang masuk ke saluran rahasia itu.... yang jelas aku sungguh berharap itu panggilan dari Putra, dan aku ingin segera berbicara padanya. Sungguh selain rindu, aku begitu mengkhawatirkannya ....’
Gadis membatin.
“Why don’t we go to make sure? .... ( Kenapa kita tidak pergi dan memastikan? .... )”
“Uumm ....” Gadis nampak sedikit bimbang. Lalu ia melirik lorong tempat kamarnya dan Putra berikut kamar Anthony berada.
“Don’t worry about Anth, he’s already become an autonomous boy. ( Jangan khawatir soal Anth, dia sudah menjadi anak yang mandiri )”
Bruna menenangkan Gadis sembari meraih lengan Gadis.
“Just tell Pak Abdul, for taking Anth to us, if he wake up and looking for us.”
__ADS_1
( Katakan saja pada Pak Abdul, untuk membawa Anth pada kita, jika dia sudah bangun dan mencari kita )
“Alright then.... ( Baiklah kalau begitu.... )”
Kemudian Bruna menggandeng Gadis untuk berjalan bersamanya dan menyusul Addison.
“Is it something wrong? ( Apa ada yang salah? )....” Gadis langsung berucap pelan seraya bertanya saat ia dibawa masuk ke dalam ruang kerja, dimana ada sebuah ruangan yang terbuka, namun pintunya adalah sebuah rak buku.
Addison sedang menerima panggilan pada pesawat telepon yang keberadaannya ada pada ruangan tersembunyi tersebut, dan baru Gadis ketahui jika ada ruang rahasia di dalam ruang kerja utama dalam Villa.
Dan bukan tanpa sebab Gadis bertanya, karena ia menangkap raut wajah Addison yang nampak serius saat ini. ‘Semoga Putra baik-baik saja Tuhan,’ Batin Gadis. Karena dirinya kini mulai cemas akan keadaan Putra, meski belum tahu dengan siapa Addison sedang berbicara di saluran telepon rahasia tersebut.
“What’s wrong ( Ada apa ), Ad? ....”
Bruna mengulang pertanyaan pelan Gadis tadi pada Addison kala suaminya itu telah selesai berbicara di telepon rahasia tersebut, dan telah meletakkan gagangnya kembali di pesawat telepon.
“Is that Putra?.... ( Apa itu Putra?.... )”
Gadis kembali bertanya.
“No it wasn’t Putra. ( Tidak itu bukan Putra )”
“Then who?.... ( Lalu siapa?.... )” Tanya Bruna.
“Hiz.”
“There’s a bad news right?....”
( Ada kabar buruk bukan?.... )
Bruna langsung menerka, karena melihat wajah serius Addison.
Wajah Bruna menjadi nampak semakin khawatir saat Addison menganggukkan kepalanya.
“About?.... ( Tentang?.... )”
“Anth ....”
**
Netherlands....
“The line phone at Villa sounds busy for some times now.... not very common, cause it’s still very early in the morning at there.... ( Saluran telepon di Villa terdengar sibuk sedari tadi.... tidak seperti biasanya, karena ini masih sangat pagi disana.... )” Ucap Putra dengan gurat khawatir di wajahnya.
“Maybe the line is broken or maybe there such urgent things due the business that you guys build? ( Mungkin saja salurannya sedang rusak atau ada sesuatu yang penting mengenai bisnis yang sedang kalian bangun disana? Bisa saja kan? ) ....”
Ramone coba menenangkan anak baptisnya itu.
“Better not think about a threat happening there.... ( Sebaiknya jangan berpikir jika ada ancaman yang sedang terjadi disana.... )”
Ramone kembali coba menenangkan Putra yang kemudian menghela nafasnya.
“Why don’t you take a rest first? Then you might try to call there later? I supposed to tell you the number of this line, so you can inform our fam at Villa to be able make a contact here.”
( Mengapa kau tidak beristirahat saja terlebih dahulu? Lalu kau bisa mencoba menghubungi mereka lagi nanti? Aku seharusnya memberi tahukanmu nomor saluran ini, jadi kau bisa memberitahu keluarga kita di Villa agar dapat menghubungi kesini ).
Ramone pun menghela nafasnya setengah frustasi.
“How can I missed that? .... ( Bagaimana aku bisa melupakan hal itu? .... )”
Ramone pun menggeleng lesu.
“Take a rest for a while ( Beristirahatlah sejenak ), Zoon....”
Ramone kembali memberi saran agar Putra yang memang nampak lelah itu untuk mengistirahatkan tubuhnya walau sebentar.
Namun tentu saja Putra menggeleng. “If I still unable to contact Villa, then I will fly to Indo by today, as soon as possible, no matter what. ( Jika aku masih tidak bisa menghubungi Villa beberapa saat lagi, maka aku akan terbang ke Indo hari ini juga secepatnya, apapun yang terjadi )”
__ADS_1
**
To be continue ..