
Happy reading..
**********
England,
Dalam sebuah hotel dimana sedang ada acara semacam sebuah Konferensi Pers di sana.
“And from what I’ve known Kingsley Smith was have a foster son except you which his presence already exist long time before you came to Kingsley Smith Family. Putra Patrick Vinson Junior. ( Dan dari apa yang aku tahu Kingsley Smith memilik anak angkat selain dirimu yang kehadirannya telah ada jauh dari sebelum kau datang ke dalam keluarga Kingsley Smith. Putra Patrick Vinson Junior )”
Seorang wanita yang berpenampilan bak seorang jurnalis-yang mana wanita itu adalah Yona sedang mengeluarkan kalimat yang membuat lawan bicaranya yang tadi sudah sempat nampak menegang, kini terlihat kian tak senang-namun pria lawan bicara Yona itu mampu menyembunyikan kegeramannya pada Yona di raut wajahnya.
Hanya saja Yona dapat membaca kegeraman dari pria lawan bicaranya itu lewat sorot mata si pria padanya. Mengetahui hal itu, Yona menyunggingkan senyuman tipis. Lalu Yona bicara lagi dengan tetap di tempatnya, ditemani satu anak buah yang juga ikut menyamar sebagai seorang jurnalis seperti Yona. Yang menemani tugas Yona sebagai pengalih situasi.
“Am I right?” Yona kemudian melayangkan kalimat penekanan dengan nada bicara yang santai. “And based on that, he’s more deserved to stand as Kingsley Smith successor – than you ( Dan berdasarkan hal itu, kiranya dia lebih layak untuk berdiri sebagai penerus Kingsley Smith – daripada dirimu )”
Yona menyunggingkan senyumnya sekali lagi sambil ia mengendikkan bahunya samar dengan tatapan meremehkan pada lawan bicaranya itu, lalu membalikkan tubuhnya dan melangkahkan kakinya untuk pergi dari tempatnya tadi dengan diikuti oleh satu anak buah yang menyertainya sedari awal Yona masuk ke dalam ruang konferensi dadakan itu.
Yona melenggang santai, dengan ekspresi wajah seperti Yona selalunya yang datar dan dingin.
‘Just follow me, the death angel’s assistance ( Ikuti saja aku, asistennya malaikat maut )’ batin Yona yang menyungging tipis, saat tahu langkahnya dan satu anak buahnya itu diikuti oleh beberapa orang di belakang mereka tak berapa lama Yona dan satu anak buahnya itu menjauhi ruang konferensi dadakan tersebut.
***
Disudut lain konferensi yang sedang ditenangkan setelah sempat kasak-kusuk terjadi akibat beberapa kalimat yang dilontarkan oleh Yona, ada Accursio dan Hizkia yang tersenyum di tempat mereka bersama Damian.
Hanya saja Damian masih asik berdiri di tempatnya sambil menikmati sebatang rokok, dimana Accursio dan Hizkia berdiri di satu sudut yang dapat jelas melihat area konferensi.
Namun keberadaan keduanya tidak disadari oleh mereka yang nampak sibuk di konferensi dadakan tersebut.
“It’s getting interesting ( Ini mulai menjadi lebih menarik )” komentar Accursio sembari tersenyum geli sepeninggal Yona yang beberapa ucapannya telah menyudutkan si pria pemilik acara.
Damian dan Hizkia juga sama tersenyum geli seperti halnya Accursio yang melihat sekilas raut wajah pria yang tadi nampak begitu percaya diri dan sumringah berbicara di hadapan para jurnalis, kini nampak tegang selain sekilas nampak juga geram.
“We’ll see what he will say after that ( Kita lihat apa yang akan dia katakan setelah kejadian tadi )”
“Remember he’s a fox ( Jangan lupakan jika dia seekor rubah )”
“A fox who will end up in the claws of tiger right away ( Seekor rubah yang akan berakhir dalam cakar seekor singa tidak lama lagi )”
Damian menimpali ucapan Accursio dengan tersenyum miring, sambil melirik ke arah konferensi setelah kepergian Yona.
“However, will Yona be okay ( Ngomong-ngomong, apakah Yona akan baik-baik saja )? ...”
Hizkia bertanya dengan sedikit kekhawatiran.
“Those men who had been told to ‘take care’ of her who are not be okay ( Mereka yang ditugaskan untuk ‘mengurus’ Yona justru yang tidak akan baik-baik saja )”
Accursio menjawab kekhawatiran Hizkia dengan santai seraya terkekeh kecil.
Lalu perhatian Accursio dan Hizkia termasuk Damian kembali kepada tempat konferensi pers masih berlangsung itu.
Beberapa orang mereka sudah nampak mengambil posisi untuk sebuah tindakan yang kemungkinan dilakukan dalam beberapa menit ke depan, menggantikan beberapa orang dari pemilik acara yang telah pergi mengikuti Yona.
__ADS_1
Orang-orang yang merupakan anak buah Accursio dan juga beberapa orang anak buah dari pria bernama Tommy itu sudah berbaur dengan orang-orang dari pemilik acara, tanpa pria itu dan mereka yang bersamanya sadari.
Lalu di tempat konferensi, pria yang sedari awal mendominasi pembicaraan nampak sedang berusaha membuat segala rumor yang membuatnya dapat tersudut itu – dengan kembali berbicara percaya diri, sambil mengeluarkan beberapa berkas lain yang ia tunjukkan sebagai bukti ucapannya untuk menguatkan posisinya berikut ucapan yang meyakinkan dari mulutnya.
“It is true, my foster brother-Rery Christensen Kingsley Smith was married and has a son. But too bad, that cute boy was also dead just like his father and mother ( Memang benar, jika saudara angkatku-Rery Christensen Kingsley Smith telah menikah dan memiliki seorang anak laki-laki. Tapi sungguh disayangkan kalau anak menggemaskan itu turut juga tewas seperti ayah dan ibunya ) –“
“You may step forward ( Sudah saatnya kau maju ), Hiz...”
Damian berucap pelan sambil mematikan puntung rokoknya pada dinding tempatnya bersandar, saat pria pemilik acara itu sedang kembali pada tujuannya.
Hiz pun mengangguk seraya mulai melangkah maju, bersama Accursio.
Sementara Damian tetap di tempatnya, sambil menunggu Putra yang sosoknya telah ia lihat akan menghampirinya bersama dengan Garret dan beberapa orang di belakang mereka.
“I don’t think that certificate is real ( Aku rasa sertifikat itu tidak asli ) –“
“We’ll see if he can keep smiling after this ( Kita lihat saja apa dia masih dapat tersenyum setelah ini )“
Sementara ada Hizkia yang sedang menginterupsi pria yang sedang berbicara di podium, ada Putra dan Garret yang sudah berada tidak jauh dari tempat Damian berada.
“Rery and his wife might be already rest in peace now, but not their son ( Rery dan istrinya memang sudah beristirahat dengan tenang, tetapi tidak anak lelaki mereka )”
Dan Hizkia bersuara, hingga kembali perhatian mereka yang ada di dalam konferensi pers itu teralih. Didetik dimana pria yang berdiri di balik podium – si pemilik acara terlihat begitu terkejut.
“Y – you ( K – kau ) –“
“Yes, me ( Iya, aku )”
Dan Hizkia menyahut santai sambil juga mengulas senyuman di wajahnya.
“Oh, Hizkia Felix.” Pria pemilik acara itu kemudian dengan cepat merubah raut wajahnya. “Sure I’m shock ( Tentu saja aku terkejut )”
“Hem.”
Hizkia berdehem santai.
“You were... gone ( Kau itu kan... menghilang )”
Pria podium itu menyembunyikan ketegangannya dengan bersikap normal di hadapan para jurnalis yang ada.
Kalau jajaran orang – orang lainnya tidak dia pedulikan pendapat mereka, karena orang – orang tersebut telah bergabung bersamanya.
Atas iming – iming yang cukup menggoda saat nanti apa yang menjadi milik seorang pria dengan nama besar dan kekayaan turun – temurun di Inggris, yakni Kingsley Smith – telah benar – benar dikuasainya.
Hizkia kembali meneruskan langkahnya untuk mendekati para reporter dan jurnalis, sambil ia berbicara.
“Well, just short ( Baiklah, singkat saja )”
Hizkia melirik selembar kertas yang sedang dipegang dan tadi ditunjukkan ke hadapan para reporter dan jurnalis dalam konferensi yang ia adakan.
“As I said before, I don’t think that certificate is real ( Seperti yang aku katakan sebelumnya, aku rasa sertifikat itu tidak asli ) –“
“It is real ( Ini asli ) –“
__ADS_1
“Really?”
“Legalized by the auhorized agency ( Telah disahkan oleh instansi yang berwenang )”
“Hem.”
Hizkia berdehem samar.
Lalu Hizkia langsung bicara lagi setelahnya.
“I wonder how that certificate can be made, whereas Rery son’s name was not written on the tombstone where’s his parents name was write on it? ( Aku heran bagaimana sertifikat itu bisa dibuat, padahal nama anak lelaki Rery itu tidak tertulis di batu nisan dimana nama kedua orang tuanya tertulis disana? )”
Didetik dimana wajah si pria pemilik acara itu nampak menegang setelah mendengar ucapan Hizkia yang memberikan pernyataan ambigu untuk mereka yang mendengarnya. Sementara Hizkia tampak tetap santai saja.
Seperti halnya saat Yona berbicara dengan ucapan-ucapan yang dapat menimbulkan issue atas pria si pemilik acara, orang seorang dari kubunya mendekat dan berbisik di telinga si pria pemilik acara tersebut.
Hendak mengamankan Hizkia.
Namun pria si pemilik acara menggeleng samar karena ia tahu Hizkia cukup juga dikenal di publik London.
“Well, for at least if Rery’s son body not founded and consider dead because he was just gone like that-There’s still one person who has a full right to be Kingsley Smith’s Family successor than you.”
“( Yah, setidaknya jika jasad anak lelaki Rery tidak ditemukan dan dianggap meninggal dunia karena ia menghilang begitu saja-Masih ada satu orang yang memiliki hak penuh sebagai penerus keluarga Kingsley Smith selain dirimu )”
“Rery’s son was consider dead ( Anak lelaki Rery telah dinyatakan meninggal dunia )” tukas si pria penggelar konferensi pers tersebut, untuk menguatkan statusnya dengan segala macam dokumen yang telah ia persiapkan untuk mendapatkan pengakuan sebagai penerus satu-satunya dari Kingsley Smith.
***
Sementara Hizkia sedang menghadapi seorang pria yang sedang mati-matian membuat dirinya memiliki status atas apa yang telah ia rampas, disatu sudut ada empat orang yang memperhatikan adegan di tempat konferensi pers yang memang sengaja diadakan oleh seorang pria ambisius nan licik serta kejam.
Empat pria tersebut adalah Putra, Garret, Damian dan Accursio.
“It’s time ( Ini sudah waktunya ) ....”
Garret berucap ketika kerumunan itu kemudian hening lalu nampak mulai saling ribut mengambil gambar dan melontarkan pertanyaan setelah kemunculan Hizkia dan setiap ucapannya dirasa mulai menyudutkan si pria pemilik acara.
Putra mengangguk, sambil menggerakkan kakinya menuju titik kerumunan konferensi pers tersebut.
“Rery’s son was consider dead ( Anak lelaki Rery telah dinyatakan meninggal dunia )” tukas si pria penggelar konferensi pers tersebut, untuk menguatkan statusnya dengan segala macam dokumen yang telah ia persiapkan untuk mendapatkan pengakuan sebagai penerus satu-satunya dari Kingsley Smith.
“Alright then –“
Kembali pada Hizkia yang nampak manggut-manggut setelah pria pemilik acara konferensi pers tersebut nampak menekankan serta menajamkan pernyataannya atas sebuah sertifikat kematian dari beberapa sertifikat kematian yang ada padanya.
“Consider Rery’s son was dead. But as I said, there’s still one person who has a full right to be Kingsley Smith’s Family successor than you. Who had a full legalization from Kingsley Smith’s himself that point his biological children-Rery Christensen Kingsley Smith as he’s only one sucessor. It’s written on the real will of Kingsley Smith which Rery renew that will and pointed two person as his successor. His son, Anthony Christensen Kingsley Smith .... and Putra Patrick Vinson Junior which already legalized by having name of Kingsley Smith behind his name, officially.”
“( Anggap anak lelaki Rery telah meninggal dunia. Tetapi seperti yang aku katakan, masih ada satu orang yang memiliki hak secara penuh untuk menjadi penerus keluarga Kingsley Smith selain dirimu. Yang memiliki hak penuh dari Kingsley Smith sendiri yang menunjuk anak kandungnya- Rery Christensen Kingsley Smith sebagai satu-satunya pewaris. Itu tertulis di surat wasiat Kingsley Smith yang sudah diperbaharui oleh Rery dan menunjuk dua orang sebagai penerusnya. Anak lelakinya, Anthony Christensen Kingsley Smith .... dan Putra Patrick Vinson Junior yang sudah dilegalkan memiliki nama Kingsley Smith dibelakang namanya, secara resmi )”
Didetik dimana Hizkia berbicara panjang lebar, keadaan tempat berlangsungnya konferensi itu riuh lagi.
“And I have the real documents of that two wills ( Dan aku memiliki dokumen asli dua surat wasiat tersebut ) –“
***
__ADS_1
To be continue....