
Happy reading ...
London, Inggris
“What’s your name (Siapa namamu)?” Mickey Pitts bersuara untuk bertanya pada Putra, selepas Damian melangkah menjauhi meja oval tempat Mickey Pitts dan Putra akan bermain Poker.
Mickey Pitts bertanya, sambil memandangi Putra dengan tatapan seolah dia sedang mencari tahu apakah dia pernah bertemu dengan pria yang sedang duduk bersebrangan dengannya ini, atau sebenarnya pria yang belum Mickey ketahui namanya ini adalah seseorang yang punya pengaruh atau nama keluarga besar yang sohor di London atau Inggris?.
Tapi Mickey Pitts belum berhasil mengingat apakah ia mengenali pria yang ia tantang untuk bermain Poker ini.
“Just call me Patrick (Panggil saja aku Patrick)”
Putra bersuara untuk menjawab pertanyaan Mickey Pitts tentang siapa nama Putra.
Dan Putra memperkenalkan dirinya dengan menggunakan nama almarhum ayahnya.
Itupun hanya nama depannya saja.
“Just Patrick (Hanya Patrick)?”
Mickey memastikan dan Putra mengangguk sekali.
“Just Patrick (Hanya Patrick)”
Putra menegaskan dengan santai.
“Alright then (Baiklah jika begitu) –“
Mickey Pitts pun manggut-manggut.
“Well, name is just a word. Am I right? (Yah, nama hanya sebuah kata. Apa aku benar?)”
Mickey kemudian berbicara lagi-saat seorang pria yang telah duduk diantara bagian meja tempat Putra dan Mickey duduk, sedang menyiapkan kartu yang akan digunakan untuk bermain Poker oleh kedua pria yang sedang duduk bersebrangan ini.
“Would both of you mind to check this cards (Anda berdua silahkan memeriksa kartu-kartu ini)” ucap pria yang berada diantara Putra dan Mickey sambil menjajarkan kartu yang akan digunakan untuk bermain itu.
“Okay.” Putra dan Mickey Pitts sama-sama menyahut sambil menganggukkan kepala mereka kepada bandar sambil melirik sekilas pada kartu-kartu yang sedang dijajarkan oleh si bandar, untuk memperlihatkan kelayakan kartu-kartu yang akan digunakan dalam permainan tersebut.
“Now both of you can put your bet (Sekarang anda berdua dapat menempatkan taruhan anda)” kata si bandar.
__ADS_1
“Please, you may put your bet first (Silahkan, kau boleh menempatkan taruhanmu duluan)” ucap Mickey Pitts.
“But before that (Tapi sebelumnya) ...”
Putra berbicara seraya ia tersenyum.
“May I have one request (Apa aku boleh punya satu permintaan)?---“
“Yes please.”
“Well. Can I ask to color up this chips into the real money?.. Because I’m about have a confidence if I see money bundles now. Just my suggestion (Kalau begitu. Bisakah aku menukar chip-chip ini dalam bentuk uang? .. Karena aku rasanya lebih percaya diri jika melihat tumpukan uang saat ini. Hanya sugestiku saja)---“
“Sure ..”
“Thank you (Terima kasih)”
“Anything for my guest (Apapun untuk tamuku) ..”
Mickey Pitts berlaku ramah Putra.
“Seems that you’re not just only a VIP members here, Mister Mickey (Sepertinya kau bukan sekedar anggota VIP biasa disini, Tuan Mickey) ..”
Mickey Pitts pun tersenyum. “Well. The owner is my bestfriend actually. So I have more ‘special right’ (Yah. Pemilik tempat ini sebenarnya adalah sahabatku. Jadi aku memiliki sedikit banyak ‘hak spesial’) –“ Mickey menggerakkan tangannya dalam menekankan kata ‘hak spesial’.
Putra pun manggut – manggut sambil tersenyum tipis. “I see.”
“Ah ya—“ Mickey nampak teringat akan sesuatu. “I will introduce you with him maybe after this. Fortuitious he’s here tonight. But he’s a little bit busy entertaining his special guests right now (Aku akan memperkenalkanmu dengannya setelah ini mungkin. Kebetulan dia sedang ada disini malam ini. Hanya saja dia sedang sedikit sibuk menjamu beberapa tamu spesialnya malam ini)”
“Okay.” Sahut Putra singkat. Sambil Putra kembali manggut – manggut. “I can’t wait for that (Aku tidak sabar untuk itu)”
*****
“Have you feel confidence now, Mister Patrick (Apa anda sudah merasa percaya diri sekarang, Tuan Patrick)?”
Mickey Pitts berbicara sambil tersenyum, memandang pada Putra, setelah salah seorang pria dengan seragam staf kasino membawakan beberapa bundel uang yang kemudian ditumpukkan pada meja disisi bagian Putra.
Putra pun menarik sudut bibirnya.
“Then let’s begin (Kalau begitu mari mulai)” jawaban Putra atas pertanyaan Mickey Pitts, sambil ia menyentuh tumpukan uang miliknya.
__ADS_1
“Happy to hear that you are ready to play (Senang mendengar jika kau telah siap untuk bermain)”
“Now both of you please to put on the bet (Anda berdua bisa menempatkan taruhan anda sekarang)”
Pria yang menjadi bandar berucap, dan Putra serta Mickey Pitts saling tatap.
Lalu keduanya saling mengarahkan taruhan mereka ke arah depan mereka di atas meja.
Ingin menyamakan Putra, Mickey Pitts juga tidak bermain dengan chips, melainkan ia bertaruh juga dengan uang cash, yang dibawakan oleh seseorang yang merupakan anak buahnya dalam sebuah koper.
Kartu pun mulai dibagikan oleh bandar pada Putra dan Mickey Pitts setelah keduanya memasang taruhan.
Beberapa saat berlalu dan permainan semakin panas. Mickey Pitts terus menaikkan taruhan, dan Putra mengikuti.
Hingga,
“I’m all in (Aku pertaruhkan semua)”
Putra mendorong semua uangnya maju ke tengah meja.
Kemudian bandar mengatakan jumlah uang Putra dan bertanya pada Mickey apakah ia ingin menerima tantangan Putra dengan mempertaruhkan seluruh jumlah uangnya.
Dan dengan percaya dirinya Mickey Pitts menerima tantangan Putra tersebut.
“Gentlemen, show up, please (Tuan-Tuan silahkan tunjukkan kartu anda)”
Bandar meminta Putra dan Mickey Pitts menunjukkan kartu mereka.
"Oops ---"
Salah seorang berkesah mengejek.
Namun setelahnya,
"You must thought that I was bluffing (Kau pasti berpikir jika aku hanya menggertak) ---"
**
To be continue ..
__ADS_1